Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pelatihan Manajemen Budidaya Ikan Hias di UPR Mitra Mina Sejahtera, Indralaya Utara, Ogan Ilir Dade Jubaedah; Mohamad Amin; Mirna Fitrani; Yulisman Yulisman; Retno Cahya Mukti; Madyasta Anggana Rarassari
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.6810

Abstract

Unit Pembenihan Rakyat (UPR) Mitra Mina Sejahtera berlokasi di Desa Tanjung Pering terdapat di Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, memiliki usaha budidaya ikan khususnya budidaya ikan hias. Permasalahan yang dialami oleh pembudidaya ikan hias di UPR ini adalah masih terbatasnya penguasaan teknologi budidaya sehingga kualitas dan kuantitas produksi ikan hias masih belum maksimal. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini yaitu untuk meningkatkan pemahaman pembudidaya tentang manajemen budidaya ikan hias di Desa Tanjung Pering, Kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir. Kegiatan pengabdian dilakukan pada bulan Juni - Oktober 2022. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan sosialisasi melalui pelatihan manajemen budidaya ikan hias dan dilanjutkan dengan kegiatan pendampingan (demplot). Hasil yang diperoleh dari kegiatan PKM yang telah dilakukan yaitu meningkatnya pengetahuan masyarakat yang diperlihatkan dari hasil kuesioner yang diperoleh. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan PKM di UPR Mitra Mina Sejahtera dikatakan berhasil.The Mitra Mina Sejahtera People's Hatchery Unit (PHU) is located in Tanjung Pering Village, in Indralaya Utara District, Ogan Ilir Regency, and has a fish farming business, especially ornamental fish farming. The problem experienced by ornamental fish cultivators at PHU is the limited mastery of cultivation technology, so the quality and quantity of ornamental fish production are still not optimal. This community service activity aims to increase farmers' understanding of the management of ornamental fish cultivation in Tanjung Pering Village, North Indralaya District, Ogan Ilir. Service acti­vities are carried out from June to October 2022. The method used is socialization through ornamental fish cultivation management training and mentoring activities. The results obtained from the PKM activities that have been carried out are increasing public knowledge, as shown from the questionnaires obtained. So it can be concluded that community service activities at UPR Mitra Mina Sejahtera are successful.
The Production Evaluation of Lais Fish (Kryptopterus sp.) Culture in Wetlands Danang Yonarta; Ferdinand Hukama Taqwa; Mohamad Amin; Mirna Fitrani; Muslim; Mochamad Syaifudin
Quagga: Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 15 No 2 (2023): QUAGGA : Jurnal Pendidikan dan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v15i2.39

Abstract

This study aimed to examine the technical and economic feasibility of lais aquaculture production. A cultivation activity was done in order to increase profits. Primary data was collected by interviewing fish cultivators and secondary data was obtained from related references. The bioecological characteristics of lais fish made this fish a candidate for aquaculture commodities paying attention to the management and technology used. Various technical aspects of production need evaluated continuously, including site selection, seed stocking, feeding, water quality management, fish health, harvesting, and marketing. Referring to the components of the evaluation results which were very lacking. Farmers need partners as mentors and access to several facilities to support production components that have not been maximized, one of which is the provision of best practices of fish handling certified superior lais fish fry.
Pengembangan Integrasi Budidaya Ikan Lele Dan Tanaman Herbal Di UPR Doa Mandeh Mirna Fitrani; Retno Cahya Mukti; Fatmawati Fatmawati; Danang Yonarta
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol 7, No 2 (2024): April 2024
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v7i2.2996

Abstract

The catfish cultivation business carried out by UPR Doa Mandeh since 2015 still requires support in the form of assistance and training for its development. Meanwhile, the availability of fish seeds in South Sumatra is still very dependent on other regions, such as Lampung, Jambi and West Java. The lack of use of appropriate catfish cultivation technology and the use of commercial feed has an impact on the low production of fish seeds produced. Apart from that, there has been no effort to treat waste water which has the potential to have a negative impact on the surrounding environment. For this reason, community service (PPM) is carried out, which applies lecture materials, research and publications that have been carried out by the proposing team in the form of application of biofloc technology, making liquid fertilizer and cultivating herbal plants. The aim and benefits of carrying out this activity are to develop the catfish cultivation business, increase seed production, utilize waste water from catfish rearing media into liquid fertilizer products that can be used to develop herbal plant cultivation which will ultimately increase the income of cultivators at UPR Doa Mandeh. The activity model is in the form of empowerment, development and assistance which is implemented using counseling, training and technical/production assistance methods. The results of this activity are high survival and growth rates for catfish, water quality is in the optimal range, and the richness of nutrients in wastewater from the biofloc system can be used as liquid fertilizer for herbal plants.    Keywords: biofloc; catfish; herbal plants; liquid fertilizer
STUDI AKUMULASI LOGAM BERAT Pb, Cd, As PADA UDANG JERBUNG (Fenneropenaeus merguiensis) DARI TAMBAK TRADISIONAL Muhammad Syahrian; Nuning Vita Hidayati; Mirna Fitrani; Boedi Setya Rahardja; Sapto Andriyono
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 2 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i2.500

Abstract

Lamongan merupakan wilayah pesisir yang memiliki potensi dalam pengembangan produk perikanan khususnya air laut dan air payau. Selain banyak digunakan sebagai lokasi tambak budidaya, wilayah pesisir utara ini juga banyak digunakan sebagai sentra industri yang mana akan membuang banyak limbah dan dapat mempengaruhi kualitas air pada perairan. Pencemaran perairan dapat berdampak pada kondisi kesehatan biota serta kualitas produk perikanan yang dihasilkan. Salah satu limbah yang memiliki sifat racun dan berbahaya bagi makhluk hidup adalah logam berat seperti timbal (Pb), kadmium (Cd), dan arsenik (As) yang tergolong polutan yang tidak dapat terdegradasi dan jika terakumulasi di lingkungan perairan akan berpotensi merusak rantai makanan dan menjadi kontaminan bagi organisme akuatik. Pada penelitian ini digunakan udan jerbung (Fenneropenaeus merguiensis) sebagai objek penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya akumulasi logam berat pada udang jerbung dan tersebut kemudian dianalisis menggunakan Geo-Accumulation Index (Igeo), Contamination Factor Index (CF), dan Bio-Concentration Factor (BCF). Penelitian yang dilakukan ini termasuk penelitian dengan metode study observation dengan rancangan deskriptif. Sampel udang jerbung yang didapat diujikan di Laboratorium Unit Pelayanan Terpadu Pengujian Mutu dan Pengembangan Produk Kelautan dan Perikanan (UPT PMP2KP). Hasil yang didapat dari pengujian laboratorium menunjukkan akumulasi logam berat pada udang jerbung dengan nilai 0,0465 mg/kg untuk timbal (Pb); 0,0035 mg/kg untuk kadmium (Cd), dan 0,8229 mg/kg untuk arsenik. Pada pemeriksaan sampel air diperoleh nilai 0,0158 mg/kg akumulasi logam berat arsenik (As), sedangkan untuk pemeriksaan pada sedimen menunjukkan hasil tertinggi adalah 12,30 mg/kg untuk logam berat timbal (Pb) dan terendah 0,0171 mg/kg untuk logam berat kadmium (Cd).