Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Pena Literasi

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MATA KULIAH BAHASA INDONESIA BERBASIS ANDROID Agus Milu Susetyo
Pena Literasi Vol 3, No 1 (2020): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.3.1.1-9

Abstract

Penelitian ini di awali dari fenomena adanya smartphone Android di kalangan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember. Sebagian besar mereka hanya menggunakan kecanggihan ponsel untuk kebutuhan komunikasi, bersosial media, dan hiburan. Padahal bisa digunakan untuk media pembelajaran. dimana media pembelajaran atau perkuliahan salah satu kebutuhan yang tidak terlepaskan dari proses pembelajaran. disisi lain, media pembelajaran atau kuliah dikelas membutuhkan suatu inovasi. Kebanyakan pendidik (dosen) menggunakan buku, ppt, internet, dan media proyeksi lainnya. Adaptasi media kuliah mutlak diperlukan agar suasana di kelas tidak monoton.Perangkat lunak berupa Adobe Flash CS6 sudah semakin canggih. Perangkat ini bisa menghasilkan animasi flash yang dapat di konvert ke dalam sistem Android (hp yang banyak dimilik mahasiswa). Dengan kemampuan inilah peneliti ingin mengembangkan media pembelajaran pada mata kuliah bahasa Indonesia yang diterapkan ke dalam smartphone milik mahasiswa. Dengan keinginan ini nantinya smartphone mahasiswa bisa menjadi media pembelajaran yang inovatif khususnya untuk mata kuliah bahasa Indonesia.Dengan metode pengembangan dan uji coba kepada mahasiswa, ahli materi dan ahli media mendapatkan hasil bahwa produk yang dikembangkan peneliti layak digunakan untuk mata kuliah Bahasa Indonesia. meskipun demikian ada kelemahan produk ini. (a) aplikasi Android ini belum tersedia di Googel Playstore sehingga dosenlah yang mendistribusikan kepada mahasiwa. (b) Cara pengerjaan tugas atau latihan masih terpisah dari produk. (c) pengguna harus menggunakan aplikasi pendukung lainnya berupa Adobe Air.Kata kunci: Pengembangan, Bahasa, Media, Android, Pembelajaran
FONOTAKTIK BAHASA JAWA PADA LINGKUNGAN PERSAWAHAN Agus Milu Susetyo; Rohmad Tri Aditiawan; Siti Nurhaliza
Pena Literasi Vol 4, No 1 (2021): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.4.1.1-11

Abstract

Kedudukan bahasa Jawa sebagai bahasa daerah di Indonesia dijamin keberadaannya berdasarkan UUD 1945 Bab XV pasal 36. Dalam pasal ini dijelaskan bahwa bahasa-bahasa daerah yang masih dipakai sebagai alat perhubungan yang hidup dan dibina oleh masyarakat pemakaiannya dihargai dan dipelihara oleh Negara. Penelitian ini mengambil fokus pada fonotaktik Bahasa Jawa di Lingkungan Persawahan. Adapun tujuannya adalah (a) untuk mengetahui variasi fonologi bahasa Jawa lingkungan persawahan. (b) Untuk mengetahui penggunaan fonem vokal dan konsonan bahasa Jawa lingkungan Persawahan Kecamatan Gambiran Kabupaten Banyuwangi. Data yang diambil adalah tuturan yang mengandung kosakata yang kerap digunakan dalam kontek atau lingkungan persawahan dari petani sekaligus penutur yang ada di lokasi penelitian. Data ini dikumpulkan dengan cara simak libat cakap. Proses analisis data memberikan beberapa hasil penelitian. (a) Terdapat variasi fonologi pada huruf vokal dari data yang diterima peneliti. Fonem /a/ memiliki satu alofon saja [a]. Fonem /e/ memiliki 3 jenis alofon yaitu /∂/, [ε], [e]. Fonem /i/ memiliki 2 alofon yaitu [i], [I]. Fonem /o/ memiliki 2 alofo yaitu [೧], [o]. Fonem /u/ memiliki 2 alofon yaitu [U], [u]. (b) Fonem huruf mati atau konsonan juga terdapat variasi. Fonem /b/ digunakan pada kosa kata /baw೧n/, /l೧mb೧?/, /ngobat/. Fonem /t/ terdapat variasinya yaitu [t’], [t] misalnya pada kata /ndaUt’/, /mbabat’/, /timun/, /timbaηan/. Fonem /η/ terdapat pada kata /gal∂η/, /kacaη/, /jagUη/. Fonem /d/ digunakan pada kata /dis∂l/, /kadal/, /d∂dak/. Fonem /k/ terdapat dua alofon yaitu [k], [k’]. Penggunaan pada dua alofon ini terdapat pada kata /kacaη/, /kadal/, /k೧l/, /kaηkUη/, /d∂dak’/, /gubUk’/. Fonem /l/ digunakan pada kata misalnya kadal/, /k೧l/, /walaη/. Fonem /g/ digunakan pada kata misalnya /gal∂η/ , /jaηg∂l/. Fonem /?/ digunakan pada kata /l೧mb೧?/. Fonem /c/ digunakan pada kata /ceboη/, /macol/. Fonem /j/ digunakan pada kata. /jaηg∂l/, /kinjeη/. Selain itu, terdapat juga beberapa fonem konsonan yang lain yang digunakan pada kosakata dilingkungan persawahan antara lain: /s/, /h/, /m/, /n/, /r/ dan /t/. Deret alofon ini digunakan pada kata misalnya /susukan/, /l∂mah/, /tampar/, /susukan/, /damen/, /aRit/, /tampaR/, /ngarIt/. Selain fonem vokal dan kosonan tersebut, terdapat juga fonem yang tersusun oleh gugus huruf yaitu /mb/, /nd/. Dua gugus huruf ini digunakan pada kata misalnya /mbabat/, /mbεdeεη/, dan /ndaUt/.