Claim Missing Document
Check
Articles

Diaspora Indonesia dan Dwi Kewarganegaraan dalam Perspektif Undang-Undang Kewarganegaraan Republik Indonesia Jazuli, Ahmad
Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum Vol 11, No 1 (2017): March Edition
Publisher : Law and Human Rights Research and Development Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30641/kebijakan.2017.V11.97-108

Abstract

Populasi Diaspora Indonesia sekitar 8 juta orang di luar negeri dengan berbagai macam profesi seperti pengusaha, peneliti, mahasiswa, pekerja profesional, pekerja seni, dan lain sebagainya. Dengan banyaknya Diaspora Indonesia tersebut ada beberapa permasalahan antara lain : a) belum optimalnya pendekatan dan perhatian secara sistematis dan komprehensif dari Pemerintah Indonesia; b) minimnya hubungan dengan tanah air (suatu komunitas penuh potensi namun lemah koneksi); dan c) masih kurang diperhitungkannya Diaspora Indonesia di sejumlah negara. Isu dwi kewarganegaraan adalah langkah-langkah untuk mengakomodir aspirasi Diaspora Indonesia yang dilakukan pemerintah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis permasalahan terkait peranan Diaspora Indonesia dalam perspektif Undang-Undang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) berdasarkan penelusuran literatur, maka didapat kesimpulan bahwa untuk menangani permasalahan Dwi Kewraganegaraan  harus dilakukan secara komprehensif, bukan hanya dilihat dari sisi ekonomi saja tapi juga aspek lain seperti nasionalisme dan ketahanan negara.
Analisis Spiritual Well Being Pasien Hemodialisis Jundiah, Raden Siti; Khotimah, Nur Intan Hayati Husnul; Jazuli, Ahmad
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 4 (2024): Agustus 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i4.2570

Abstract

Pasien Penyakit Ginjal kronis (PGK) kondisinya mengalami perubahan i fisik, psikologis, sosial maupun spiritual setelah menjalani hemodialisis. Spiritual Well Being pasien PGK yang menjalani hemodialisis relatif rendah. Waktu perawatan yang panjang berdampak pada kebebasan pribadi. Beberapa pasien menghadapi trauma ketika mendapatkan terapi hemodialisis. Trauma memiliki dampak pada kemampuan pasien untuk mengatasi penyakit dan pengobatan. Kurangnya persiapan yang memadai tentang terapi hemodialisis menyebabkan reaksi psikologis yang kuat dari pasien. Reaksi psikologis bisa dikurangi jika pasien memiliki spiritual well being yang baik. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis Spriritual Well being pasien yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini menggunakan desain correlational analytic dengan pengambilan sampel menggunakan purposif sampling dengan kriteria berusia >18 tahun tahun, pasien hemodialisis yang sudah menjalani terapi lebih dari 6 bulan dengan harapan pasien sudah mulai beradaptasi dengan terapi yang diterimanya. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrument Spiritual Well Being Scala (SWBS). Analisis data menggunakan Rank Spearman. Hasil penelitian tidak ada hubungan antara factor sosiodemografi, penyeb penyakit, lamanya hemodialisis dengan Spiritual well Being namun secara spesifik ada hubungan lama hemodialisis dengan Religious Well Being. Integrasi evaluasi kesejahteraan spiritual dan perawatan spiritual dalam praktik sehari-hari sebagai bagian dari pelayanan klinis dapat meningkatkan kualitas layanan yang diberikan dan meningkatkan hasil kesehatan pasien yang menjalani hemodialisis.
Strategi Pembelajaran Inklusif dalam Mewujudkan Pendidikan yang Ramah bagi Anak Berkebutuhan Khusus Munawaroh, Lailatul; Wahyuni, Sri; Trisna, Rizki; Jazuli, Ahmad
jurnal ilmu pendidikan Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Pustaka Jurnal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65094/pvm3s363

Abstract

Pendidikan inklusif merupakan upaya strategis untuk menjamin akses dan keadilan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dalam sistem pendidikan. Artikel ini bertujuan menganalisis strategi pembelajaran inklusif yang efektif, tantangan implementasi, serta dampaknya terhadap perkembangan ABK melalui pendekatan kualitatif berbasis studi literatur. Data dikumpulkan dari sumber primer dan sekunder terpilih, seperti jurnal internasional (Scopus), jurnal terakreditasi SINTA, dokumen kebijakan, dan laporan organisasi pendidikan global. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi, kolaborasi guru-orang tua, dan pemanfaatan teknologi asistif menjadi kunci keberhasilan pendidikan inklusif. Namun, implementasi di Indonesia masih terhambat oleh keterbatasan infrastruktur, stigma sosial, dan inkonsistensi kebijakan operasional. Dampak positif pendidikan inklusif mencakup peningkatan keterampilan sosial ABK, pencapaian akademik yang lebih baik, serta penguatan kompetensi guru dalam mengelola kelas heterogen. Artikel ini merekomendasikan tiga langkah utama: (1) alokasi anggaran khusus untuk pelatihan guru dan fasilitas pendukung, (2) integrasi prinsip Universal Design for Learning ke dalam kurikulum, dan (3) kampanye masif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan inklusif bukan hanya tanggung jawab institusi pendidikan, tetapi komitmen kolektif untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan berempati.