Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

A Bibliometric Analysis of Input Parameter in Artificial Neural Network Approach for Groundwater Level Prediction Putu Doddy Heka Ardana; I Wayan Redana; Mawiti Infantri Yekti; I Nengah Simpen
International Journal of Engineering and Emerging Technology Vol 5 No 2 (2020): July - December
Publisher : Doctorate Program of Engineering Science, Faculty of Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/IJEET.2020.v05.i02.p22

Abstract

Rapid growth in the Artificial Neural Network (ANN) approach in groundwater level prediction literature calls for an assessment of the trajectory and impacts to identify key themes and future research directions. In this paper, reported a bibliometric analysis of this literature that focuses on examining input paramater uses, focus of research, and research forward. We used Elsevier’s SCOPUS database, Dimensions, and Google Scholar to search for publications from January 2000 to May 2020 on the ANN approach in groundwater level prediction, and analyzed the ?nal sample of 101 publications using RIS file from Mendeley and Vosviewer software tools. Thematic analysis of abstracts revealed a strong focus on groundwater level prediction with artificial neural network approach. The co-occurrence network map showed the hydro-climatology parameter like precipitation, temperature, and groundwater level connected with a large number of frequently used for input in ANN approach, while the evapotranspiration, evaporation, humidity, river stage, runoff parameter demonstrated much weaker links. Re?ected on how these ?ndings may useful for better understand and ultimately be able to use the other hydro-climatology input paramater on groundwater level prediction with artificial neural network approach.
Analisis Besaran Sedimentasi dan Penanggulangannya di Hilir Tukad Unda Klungkung dengan Aplikasi Hec-GeoRAS Anissa Maria Hidayati; Mawiti Infantri Yekti; Gede Fajar Eka Aditya Sujana
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 27, Nomor 2, DESEMBER 2021
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.027 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v27i2.32225

Abstract

The river is one part of the water resources infrastructure, in addition to drive the water, river is often transporting sediment. Sediment is the result of erosion and is part of problems in the river. Unda watershed having their regional coverage is quite wide, so that erosion that causes to the passage of it is estimated that sedimentation large enough. This research analyze the total weight of the sediment that is settles on the downstream Tukad Unda and compare the analysis of sedimentation between USLE method and sedimentation method in HEC-RAS by supporting ArcGIS and HEC-GeoRAS so that can describing the shape of look over profile of to scatter the sediment that was formed, as well as the efforts to overcome the problems.  The data used in the form of watershed area, soil type, rain and river flow. Furthermore, the method used is Universal Soil Loss Equation (USLE), the application of HEC-GeoRAS and ArcGIS. The results showed the average erosion that occurred in the last 10 years amounted to 30.57 tons/ha/year, then the results of the HEC-GeoRAS analysis showed that the river bed profile changes experienced a significant silting of 2,365 m3 using the application and 2,654 m3 with USLE method. Countermeasures can be done by normalizing the riverbed with regular dredging at the stationing point UD 64-60 then at the stationing point UD 55-57 and at stationing UD 45-41 in accordance with the analysis results obtained through the HEC-GeoRAS application.
Pemodelan Sumur Resapan Sebagai Upaya Penurunan Risiko Banjir Kota Denpasar pada DAS Badung Tri Hayatining Pamungkas; Mawiti Infantri Yekti; Kadek Diana Harmayani; Siti Nurul Khotimah; Made Kariyana
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 20, No 3 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1816.649 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v20i3.11785

Abstract

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali pada tahun 2013 menyatakan bahwa beberapa wilayah Denpasar terendam banjir karena tingginya curah hujan pada daerah pemukiman sehingga terjadi genangan di beberapa area. Dampak kejadian banjir dapat dikurangi dengan membangun sumur resapan. Sumur resapan mampu menurunkan debit dan limpasan hujan dengan cara meningkatkan kapasitas infiltrasi di daerah aliran sungai. Perencanaan sumur resapan dianalisis dengan menerapkan remote sensing pada DAS Badung yang terdapat di wilayah Denpasar. Selanjutnya dilakukan perhitungan banjir dengan software HEC-HMS dan perencanaan sumur resapan berdasarkan SNI 03-2453-2002. Hasil analisis sumur resapan pada sub DAS Badung dapat menurunkan debit banjir kala ulang 50 tahun sampai 50,70% dan volume limpasan banjir 74,09%. sehingga penerapan pemanenan air hujan dengan sumur resapan dapat dijadikan salah satu referensi sebagai bentuk penerapan konservasi sumber daya air dalam upaya penurunan risiko bencana banjir di Kota Denpasar.
Rainwater Harvesting Planning using Infiltration Wells in Amlapura City Karangasem Regency Mawiti Infantri Yekti; Mecris Mides Yumame; Kadek Diana Harmayani
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 18, No 3 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1267.614 KB) | DOI: 10.14710/presipitasi.v18i3.494-503

Abstract

Amplapura is located in the highlands having a potential area of green open land which can absorb rainwater freely into the ground. However, in recent times, land conversion has begun to develop with new housing buildings, Griya Galiran Regency Housing. Furthermore, the effectiveness of the land area is still able to absorb water and maintain groundwater balance. A rainwater harvesting plan (RH) is needed, or, more popularly, rainwater harvesting. In this area. The aim is to provide a portion of residential land space for rainwater infiltration into the pores or soil cavities using the infiltration well method. The results showed that the Griya Galiran Regency Housing had an acceptable sand soil type and absorbed soil quickly, with a soil permeability coefficient (k) of 0.0014 cm/s. Designing the dimensions of the infiltration well at the Griya Galiran Regency Housing with an area of 70 m2 based on SNI 03-2453-2002 for a circular cross-section, an infiltration well with a diameter of 1.2 m with a depth of 2 m is made. In contrast, as a rectangular cross-section, an infiltration well has a side length of 1 m with a depth of 2 m.
ANALISIS KEHILANGAN AIR ATAU NON REVENUE WATER (NRW) PADA SISTEM DISTRIBUSI AIR MINUM PERUMDA AIR MINUM TIRTA SANJIWANI KABUPATEN GIANYAR Silvia G Tonyes; Mawiti Infantri Yekti; Made Putri Irmayani
JURNAL SPEKTRAN Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Master of Civil Engineering Program Study, Faculty of Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/SPEKTRAN.2023.v11.i01.p03

Abstract

Kehilangan air merupakan masalah utama yang dialami PDAM dalam sistem ditribusi penyediaan air minum, tidak terkecuali di Kabupaten Gianyar, Bali. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi dari aspek teknis, pembiayaan, dan kelembagaan sehingga angka kehilangan air di Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani (PAMTS) Kabupaten Gianyar, Bali dapat diturunkan. Hasil steptest menunjukkan bahwa tindakan penurunkan kehilangan air adalah dengan melakukan penggantian aksesori manometer, melakukan perbaikan fitting/sambungan, pergantian pipa, dan pemasangan Pressure Reducing Valve (PRV). Hasil analisis menggunakan software EPANET menunjukan bahwa penurunan kehilangan air dapat dilakukan dengan pemasangan satu PRV pada ID Pipe 14 , sedangkan ID Pipe 31 dibuat bercabang menjadi ID Pipe 26 dan 30 dan menambah satu PRV serta mengganti pipa dengan diameter awal Ø 40 mm menjadi Ø 100 mm sepanjang 500 m. Analisis pembiayaan dengan metode NPV, IRR, dan BCR menghasilkan nilai NPV sebesar 75.896.155, nilai IRR sebesar 19,78 % dan nilai BCR sebesar 1,87. Dengan nilai NPV >1 dan nilai IRR > suku bunga 15%, maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan investasi layak dilakukan. Aspek kelembagaan dianalisis menggunakan metode SWOT untuk mengindentifikasi berbagai faktor yang mempengaruhi strategi kelembagaan dalam usaha pengurangan kehilangan air. Perhitungan analisis kelembagaan ini menyimpulkan bahwa kondisi kelembagaan PAMTS Kabupaten Gianyar terletak pada posisi kuadran I, yaitu memiliki konsep strategi S-O (Strength-Opportunity).
Perancangan Rainwater Harvesting dengan Communal Rainwater Tank di Desa Baturinggit Kabupaten Karangasem Mawiti Infantri Yekti; Corry Fanny Bethania; I Putu Gustave Suryantara Pariartha
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v6i2.25181

Abstract

Desa Baturinggit mengalami kekeringan terutama di musim kemarau sehingga mengalami kekurangan air untuk kehidupan sehari-hari. Umumnya masyarakat di Desa Baturinggit dalam memperoleh air, mereka membeli sumber air baku di perkotaan. Selain itu, keterbatasan sumber air baku diakibatkan oleh kurangnya pemasokan air yang diterima warga dari PDAM. Penelitian ini menggunakan metode neraca air dengan simulasi antara kebutuhan air dengan jumlah air hujan pada lokasi. Penentuan curah hujan kawasan rerata menggunakan metode rerata aljabar. Uji konsistensi data yang digunakan yaitu dengan menggunakan metode RAPS. Analisis frekuensi hujan dikerjakan menggunakan metode Log Pearson Type III dengan menentukan besaran hujan jam-jaman pada kala ulang 5 tahun. Perhitungan kebutuhan air menggunakan Standar Nasional Indonesia dengan jumlah penduduk di kawasan tersebut. Kala ulang 5 tahun dengan distribusi hujan jam ke 1, 2, 3, dan 4 mempunyai debit sebesar 0.005 m3/dt, 0.002 m3/dt, 0.002 m3/dt, 0.001 m3/dt. Communal rainwater tank direncanakan dengan dimensi panjang 12 meter, lebar 9 meter, dan kedalaman 1.2 meter. Jenis pipa yang digunakan untuk talang air menggunakan pipa PVC dengan ukuran 3 dim disetiap rumah dengan kecepatan aliran terbesar di pipa sebesar 1.5 m/dt. Waktu maksimal pengisian communal rainwater tank didapat selama sebesar 184 jam.
Analisis Perubahan Penggunaan Air Bersih Sebelum dan Sesudah Terjadi Kenaikan Tarif PDAM di Kabupaten Bangli Mawiti Infantri Yekti; I Gusti Ngurah Kerta Arsana; Made Dwita Berlian Aryasavira
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 11 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2020.011.01.04

Abstract

Di tahun 2013 Pemerintah Kabupaten Bangli serta PDAM Kabupaten Bangli sepakat untuk membuat kebijakan baru terkait dengan kenaikan tarif air bersih di Kecamatan Bangli dan Tembuku. Penelitian ini bertujuan memunculkan trend perubahan sebelum dan sesudah kenaikan tarif PDAM sebesar 118%, sehingga dapat dijadikan landasan pengambilan keputusan PDAM Bangli selanjutnya. Penelitian ini menggunakan metode simple random sampling dengan mengambil secara acak sampel yang diteliti tanpa melihat strata yang ada, dan sampel tersebar sebanyak 80 sampel di Kecamatan Bangli dan sebanyak 75 sampel di Kecamatan Tembuku. Hasil analisis menunjukkan penggunaan air bersih mengalami trend penurunan sesudah kenaikan tarif yaitu 25.28% berdasarkan survei dan 25.31% berdasarkan ketetapan PDAM di Kecamatan Bangli. Sedangkan di Kecamatan Tembuku menunjukkan trend sebaliknya yaitu meningkat sesudah kenaikan tarif sebesar 14.08% berdasarkan survei dan 14.07% berdasarkan ketetapan PDAM. Perubahan penggunaan air bersih rata-rata per orang/hari tersebut dipengaruhi kebutuhan air berdasarkan jumlah anggota keluarga di setiap rumah per bulan.
Evaluasi Pola Operasi Waduk Tamblang di Kabupaten Buleleng Provinsi Bali Mawiti Infantri Yekti; Tjokorda Gde Raka Wijakesuma; Kadek Diana Harmayani
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 11 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2020.011.02.05

Abstract

Bendungan Tamblang dibangun untuk memenuhi kebutuhan irigasi dan air baku di Kecamatan Sawan dan Kecamatan Kubutamban Kabupaten Buleleng. Waduk ini berada di aliran Sungai Tukad Daya dan direncanakan mempunyai total tampungan sebesar 6,137,228 m3 sedangkan tampungan waduk efektif sebesar 4,199,646 m3. Fungsi Waduk Tamblang adalah untuk irigasi sebesar 584 ha serta penyediaan air baku sebesar 306 liter/detik. Simulasi operasi Waduk Tamblang menggunakan alternatif debit andalan 80% dan 90%. Data pendukung berupa data curah hujan harian, data debit permukaan aliran Sungai Tukad Daya dan data klimatologi dianalisis untuk mengetahui curah hujan andalan R50 dan R80, debit andalan, evapotranspirasi potensial, curah hujan efektif, kebutuhan air irigasi (KAI), serta kebutuhan air baku pada Kecamatan Sawan dan Kecamatan Kubutambahan. Operasi waduk disimulasikan ke dalam lima alternatif dengan keandalan inflow Q80 dan Q90. Hasil simulasi operasi Waduk Tamblang terjadi surplus pada simulasi alternatif 4 dan alternatif 5. Pola tanam alternatif 4 yaitu padi-jagung-kacang tanah dan alternatif 5 yaitu padi-buncis-bawang-kedelai dan ini sudah disesuaikan pada pola tanam eksisting. Hasil simulasi alternatif 4 dan 5 ini dapat memenuhi kebutuhan air baku dan air irigasi dengan persentase terlayani 100%.
Analisis Debit Rencana Tukad Unda Bagian Hilir Menggunakan HEC-HMS I Putu Gustave Suryantara Pariartha; I Kadek Dika Arimbawa; Mawiti Infanteri Yekti
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 12 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2021.012.02.04

Abstract

Pembangunan waduk muara yang berlokasi di Tukad Unda merupakan pembangunan dalam tahap perencananaan. Waduk muara dibangun sebagai infrastruktur mitigasi bencana prasarana pengendali banjir. Perkiraan pembangunan waduk muara dari tahun 2020 sampai dengan tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mencari debit banjir rencana pada DAS Tukad Unda sebagai pertimbangan dalam pembangunan tersebut. Dalam penelitian ini digunakan dua metode untuk mencari debit banjir rencana, diantaranya metode perhitungan HSS Nakayasu dan metode model HEC-HMS. Debit banjir rencana yang dihitung menggunakan perhitungan HSS Nakayasu pada kala ulang 5 tahun, 10 tahun, 20 tahun, 25 tahun, 50 tahun, dan 100 tahun mempunyai debit puncak (Qp) sebesar 478.70 m3/dt, 649.33 m3/dt, 763.08 m3/dt, 910.01 m3/dt, 1019.02 m3/dt, dan 1128.03 m3/dt. Sedangkan debit banjir yang dihitung dengan metode HEC-HMS pada kala ulang 5 tahun, 10 tahun, 20 tahun, 25 tahun, 50 tahun, dan 100 tahun mempunyai debit puncak (Qp) sebesar 514,3 m3/dt, 697,6 m3/dt, 819,8 m3/dt,  977,7 m3/dt, 1094,8 m3/dt, dan 1211,9 m3/dt. Parameter yang ditemukan melalui program HEC-HMS adalah initial abstraction sebesai 99,987 mm, curve number sebesar 35,018, dan impervious sebesar 16 %. The construction of estuary reservoir located in Unda River is a development in the planning stage. Estuary reservoirs are built as disaster mitigation infrastructure for flood control. The construction of estuary reservoir is planned from 2020 to 2022. This research aims to find the flood design discharge of Tukad Unda watershed plan as consideration in the construction development. In this study, two methods were used to calculate the flood design discharge such as the HSS Nakayasu calculation method and the HEC-HMS model method. Flood design discharge calculated using HSS Nakayasu calculation at 5 years, 10 years, 20 years, 25 years, 50 years, and 100 years have peak discharge (Qp) respectively are 478.70 m3/s, 649.33 m3/s, 763.08 m3/s, 910.01 m3/s, 1019.02 m3/s, and 1128.03 m3/s. While flood discharge calculated by HEC-HMS method at 5 years, 10 years, 20 years, 25 years, 50 years, and 100 years have peak discharge (Qp) respectively are 514.3 m3/s, 697.6 m3/s, 819.8 m3/s, 977.7 m3/s, 1094.8 m3/s, and 1211.9 m3/s. The parameters found through the HEC-HMS program are an initial abstraction of 99,987 mm, a curve number of 35,018, and an impervious of 16%.
Optimising Flood Risk Reduction in Bali's Provincial Government Center through Cultural Philosophy Approach and GIS-based Conservation of Infiltration Wells Tri Hayatining Pamungkas; Mawiti Infantri Yekti; Kadek Budhi Warsana
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 20, No 3 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/presipitasi.v20i3.740-754

Abstract

Bali's administrative center, Renon Village, faces an increased risk of flooding due to land cover change. Conservation is needed to reduce this risk by improving water infiltration capacity. Infiltration wells are a solution to increase infiltration capacity. The Tri Hita Karana concept approach, especially Palemahan, in Balinese culture is adopted to implement infiltration well conservation with the support of GIS technology and by flood regulations and infiltration wells. The analysis showed that with a land area of 100 m2, the dimensions of the infiltration well were obtained in diameter of 1 m, and a depth of 2 m with a total of 2 pieces could absorb 2.46 m3 of rainwater. The application of infiltration wells in the study area can reduce the discharge and volume of flood peaks of 2 years, 5 years, 10 years, 25 years, 50 years, 100 years, and 200-year flood peaks, effectively reducing from 8.61% to 31.24%. This research supports the planning of sustainable drainage with a Low Impact Development approach. In addition, the construction of infiltration wells also contributes to preserving water conservation and applying green buildings that are environmentally friendly and energy efficient.