Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Agro

Peningkatan Produktivitas Lahan Gambut melalui Teknik Ameliorasi dan Inokulasi Mikroba Pelarut Fosfat Ida Nur Istina; Benny Joy; Aisyah D Suyono
Jurnal Agro Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/76

Abstract

Keterbatasan lahan potensial menyebabkan perluasan areal pertanian mengarah pada lahan gambut. Kendala pengembangan lahan gambut adalah rendahnya kandungan hara tersedia bagi tanaman. Fosfat (P) merupakan salah satu unsur hara makro yang penting untuk pertumbuhan dan produksi tanaman, disisi lain ketersediaan hara ini pada lahan gambut terbatas karena ikatan asam organik dan sifat yang mudah tercuci. Penelitian untuk menguji pengaruh ameliorasi dan inokulasi mikroba pelarut fosfat terhadap ketersediaan hara P di lahan gambut dilakukan di kebun pembibitan kelapa sawit petani di Riau dari Oktober 2013 - Maret 2014, menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola Faktorial dengan 30 kombinasi perlakuan dan 3 kali ulangan. Variabel yang diamati meliputi : tinggi tanaman, lingkar batang, jumlah daun, lebar daun, panjang daun, kandungan hara tanaman, dan bobot biomasa bibit setelah 5 bulan di pembibitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ameliorasi menggunakan kompos tandan kosong kelapa sawit mampu meningkatkan P tersedia, serapan P oleh batang dan akar, berat brangkasan dan berat kering batang. Sedangkan mikroba pelarut fosfat berpengaruh secara tidak nyata.The limitation of potential land leads agricultural development expansion to the peat soil area. Constrain of the peatland development is the low nutrient content that is required by plant. Phosphate is one of major growth and production limiting nutrient because of the solublelize of the organic acids and immobility The research was conducted from October 2013 – March 2014 at the farmer main nursery in Riau province to test the effect of amelioration and phosphate solubilizing microbe inoculation on P availability on palm oil seedling growth and production at peatland, used Randomized Block Design with 30 treatments and 3 replications. The parameters observed were plant height, leaf number, leaf width, leaf length, stem diameters, nutrient contents, also fresh and dry weight after 5 months at the main nursery. The result showed that palm oil empty fruit bunch compost as ameliorant increased P nutrient avaibility, P uptake, fresh and dry weight, whereas phosphate solubilizing microbe was unsignificant.
Pengaruh Fungi Indigenous Toleran Zn terhadap Pertumbuhan Bibit Jagung di Media Tailing Steril Ratna Santi; Benny Joy; Regina Hindersah; Dedi Nusyamsi
Jurnal Agro Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/157

Abstract

Keberadaan logam Zn dalam jumlah tertentu di tailing pasca tambang akan berdampak pada rendahnya populasi mikroba tanah dan menghambat pertumbuhan tanaman. Aplikasi pemanfaatan fungi indigenus dari lahan tercemar merupakan salah satu usaha dalam memperbaiki sifat tanah untuk pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inokulasi fungi dan toksisitas Zn terhadap pertumbuhan jagung pada fase VE-V9 di media tailing steril.  Fungi diisolasi dari tailing lahan pasca penambangan timah di Sungailiat  Bangka. Tiga isolat dari 15 isolat dipilih untuk pengujian pengaruh inokulasi fungi terhadap pertumbuhan jagung. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok(RAK) dua faktor dengan perlakuan jenis fungi dan konsentrasi Zn. Isolat yang digunakan toleran terhadap Zn pada konsentrasi 0-25 ppm dan mampu menghasilkan fitohormon. Hasil percobaan di rumah kaca menunjukkan bahwa inokulasi fungi nyata memperbaiki pertumbuhan jagung, dibandingkan tanpa inokulan. Serapan tertinggi ditunjukkan oleh isolat R 7J1, namun pertumbuhan jagung terbaik didapatkan dari inokulasi isolat B 2J1. The existence of Zn metal in a certain amount in the post tin mine tailings will result in low soil microbial populations and inhibit plant growth. Application of indigenous fungi utilization on contaminated land is one effort to improve soil properties for plant growth.This study aimed to determine the effect of inoculation of fungi and toxicity of zinc on the growth of corn in the phase of VE-V9 in sterile tailings medium. Fungi were isolated from post tin mining tailings tin lands in Bangka Sungailiat. Three isolates from 15 isolates were selected to test the effect of fungal inoculation on the growth of corn. Experiment used a Randomized Complete Block Design (RCBD) two factors with fungi and Zn concentration treatments.Tolerant isolates used were at a concentration of 0-25 ppm Zn and capable to produce phytohormones. Result of experiment in greenhouse showed that fungal inoculation substantially improved the growth of maize, compared with no inoculant.The highest uptake was shown by isolates of R 7J1, but the best corn growth inoculation isolates obtained from B 2J1.
Potensi bakteri pelarut P dan Penambat N rhizosper kelapa sawit gambut saprik Ida Nur Istina; Happy Widiastuti; Benny Joy
Jurnal Agro Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/5776

Abstract

Pemanfaatan pupuk hayati sangat berpotensi untuk menurunkan input produksi pada budidaya kelapa sawit khususnya pupuk. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan Bakteri Pelarut P dan Penambat N yang berpotensi sebagai bahan pupuk hayati dari rizosfer tanaman kelapa sawit. Penelitian dilakukan di lahan gambut saprik Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau dari bulan Juni sampai November 2014. Pengambilan sampel tanah dilakukan menggunakan bor gambut pada bagian rizosfer dengan kedalaman sampai 20 cm. Isolasi dan karakterisasi dengan metode pure plate menggunakan media selektif N Ashby untuk penambatan N dan Pikovskaya untuk pelarutan P, sedangkan analisis fiksasi N dan pelarutan P dilakukan menggunakan HPLC dan spektrofotometer di Laboratorium mikrobiologi PT. RPN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah gambut saprik berpotensi sebagai sumber isolat bakteri pelarut P dan penambat N potensial. Jumlah isolat bakteri pelarut P yang berhasil diperoleh adalah 11 isolat sedangkan jumlah bakteri penambat N non-simbiotik adalah 6 isolat. Isolat bakteri pelarut P potensial asal Sungai Ara dengan kemampuan melarutkan P 329,94 ppm; sedangkan bakteri penambat N non-simbiotik potensial adalah asal Kuala Panduk dengan kemampuan fiksasi N 0,0293 mmol l-1jam-1. ABSTRACTUtilization of biofertilizer is potential to decrease production inputs on oil palm cultivation, especially fertilizer expense. The research aimed to obtain Solubilizing P-Bacteria and Non-Symbiotic Fixing N bacteria which potential as biological fertilizer from oil palm rhyzosphere. The research was conducted at Pelalawan sapric peat soil from June to November 2014. Soil samples were taken by using peat drill into 20 cm soil depth, while isolation and characterization used pure plate method by using the selective media N Ashby for N fixation and Pikovskaya for P solubility. N fixation and P dissolution analyzed by using HPLC and spectrophotometer at PT. RPN microbiology laboratory. The results showed that sapric peat soil potentially utilize as microbial resource. The number of phosphate solubilizing bacteria isolates were 11 isolates, while the number of non-symbiotic nitrogen fixation bacteria inhibiting N Azotobacter sp. were 6 isolates. The potential isolate of P-solubilizing bacteria was Sungai Ara origin with the ability to dissolve P about 329.94 ppm; while the potential of non-symbiotic N-fixing bacteria was Kuala Panduk origin with N fixation ability 0.0293 mmoll-1h-1.
Pengaruh aplikasi silika terhadap produktivitas tanaman padi pada tanah sawah dengan status silika berbeda Frasetya, Budy; Suriadikusumah, Abraham; Joy, Benny; Sudirja, Rija
Jurnal AGRO Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/j.agro.49997

Abstract

Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Berbagai upaya dilakukan agar hasil panen tanaman padi terus meningkat. Aplikasi silika (Si) pada tanaman padi masih jarang dilakukan oleh petani sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman padi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi terbaik aplikasi Si pada setiap status Si tanah sawah terhadap produktivitas tanaman padi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan ulangan tidak sama. Terdiri dari sembilan perlakuan yang merupakan kombinasi antara status Si tersedia (rendah, sedang dan tinggi) dan aplikasi Si (tanpa pemupukan, ekstrak silika sekam padi 20 dan 40 mL L-1. Variabel penelitian yang diamati yaitu jumlah malai umur 84 dan 98 hari setelah tanam, berat kering biomassa jerami, berat gabah per 1000 butir, berat gabah per rumpun dan berat gabah konversi per hektar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi optimum aplikasi Si berbeda-beda bergantung pada status Si dalam tanah. Level optimum aplikasi Si diperoleh konsentrasi 11 dan 28 mL L-1 untuk Si tersedia sedang dan tinggi. ABSTRACT Rice is a strategic commodity for maintaining national food security. Various efforts are being made to increase rice yields. Application of silica (Si) on rice plants is still rarely carried out by farmers as an effort to increase rice productivity. This study aims to determine the optimal concentration of Si application at each Si status of paddy soil for rice plant productivity. The method used in this study is an experimental method using a completely randomized design with unequal replications. Consisting of nine treatments, a combination of available Si status (low, medium and high) and Si application (no fertilization, rice husk silica extract 20 and 40 mL L-1). The research parameters observed were the number of panicles at 84 and 98 days after planting, dry weight of straw biomass, grain weight per 1000 grains, grain weight per clump and converted grain weight per hectare. The results indicated that the optimal Si application concentration varied according to the soil Si status. The optimum Si application was at concentration of 11 mL L-1 of 28 mL L-1 in paddy soil with a medium and high available Si status, respectively.