Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENGARUH EDUKASI PERLINDUNGAN DIRI MELALUI AUDIO VISUAL PADA ANAK PRASEKOLAH TERHADAP PENGETAHUAN PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL Ni Kadek Yunda Virdian Purnami; Luh Mira Puspita; Kadek Cahya Utami; Ni Luh Putu Shinta Devi
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i04.p06

Abstract

Kekerasan seksual pada anak usia prasekolah di Indonesia masih tergolong tinggi dan membawa dampak serius terhadap proses tumbuh kembang anak. Salah satu langkah preventif yang dapat dilakukan adalah melalui pendidikan terkait upaya perlindungan diri dari lingkungan yang berisiko tinggi. Media audio visual menjadi metode yang potensial dalam menyampaikan edukasi tersebut karena mengandung unsur audio dan visual yang dapat dimanfaatkan secara bersamaan, sehingga mudah untuk dipahami. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh edukasi perlindungan diri yang disampaikan melalui media audiovisual terhadap pengetahuan anak usia prasekolah tentang pencegahan kekerasan seksual. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian pra eksperimen dengan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 76 orang yang dipilih dengan teknik total sampling. Hasil pretest dominan sebesar 61,8% dalam kategori pengetahuan cukup dan hasil posttest dominan sebesar 93,4% dalam kategori pengetahuan baik. Hasil uji analisis menggunakan uji Wilcoxon dengan nilai p-value 0,000 (α≤0,05) yang menunjukkan bahwa edukasi perlindungan diri melalui audio visual memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan anak usia prasekolah tentang pencegahan kekerasan seksual. Edukasi perlindungan diri perlu diberikan kepada anak secara rutin dengan menggunakan media yang inovatif dan edukatif untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan anak dalam mencegah kekerasan seksual.  
GAMBARAN PENERAPAN PERILAKU IBU DALAM UPAYA PENCEGAHAN PERMASALAHAN GIZI PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS I DENPASAR UTARA Lisa Yultiana Rizky; Luh Mira Puspita; Ni Luh Putu Shinta Devi; Kadek Cahya Utami
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p01

Abstract

Usia balita adalah kelompok usia yang rentan terhadap permasalahan gizi yang dapat memengaruhi berbagai hal dalam proses pertumbuhan dan perkembangan hingga degradasi kondisi kesehatan di usia dewasa. Pemberdayaan masyarakat dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga. Perilaku ibu adalah faktor penting yang memengaruhi pemenuhan gizi sekaligus mencegah terjadinya permasalahan gizi pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran penerapan perilaku ibu dalam upaya pencegahan permasalahan gizi pada balita di Puskesmas I Denpasar Utara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan teknik sampling yakni consecutive sampling. Penelitian ini dilakukan kepada 104 responden yakni ibu yang memiliki balita yang berusia 12-59 bulan. Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner modifikasi KADARZI dan CFPQ kepada setiap responden. Peneliti menggunakan analisis univariat untuk mengidentifikasi setiap variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas penerapan perilaku ibu berada di kategori baik dengan nilai sebanyak 51%. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan para ibu balita dapat meningkatkan perilaku yang baik dalam memberikan pengasuhan kepada balitanya, sehingga mampu mencegah terjadinya permasalahan gizi pada balita. 
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG PENCEGAHAN ANEMIA DENGAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTRI Ni Putu Niken Setiya Dewi; Kadek Cahya Utami; Luh Mira Puspita; Ni Luh Putu Shinta Devi
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i05.p09

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang sering dialami oleh remaja putri dan berdampak pada perkembangan fisik, kognitif, serta produktivitas. Upaya pencegahan anemia telah dilakukan melalui program pemberian tablet tambah darah (TTD), namun tingkat kepatuhan remaja putri terhadap konsumsi TTD masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang pencegahan anemia dengan kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 157 orang yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan kepatuhan konsumsi TTD. Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan tinggi (72,6%) dan kepatuhan tinggi (48,4%) dalam mengonsumsi TTD. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan konsumsi TTD (p = 0,001) dengan nilai korelasi (r) = 0,252 yang menunjukkan hubungan positif lemah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi pengetahuan responden tentang pencegahan anemia, maka semakin tinggi pula tingkat kepatuhannya dalam mengonsumsi TTD. Remaja putri diharapkan dapat mengaplikasikan pengetahuan tentang pencegahan anemia yang dimiliki melalui tindakan nyata dan memilah informasi tentang pencegahan anemia dengan cara mengklarifikasi kepada petugas kesehatan sehingga dapat meningkatkan kepatuhan mengkonsumsi tablet tambah darah pada remaja putri.
HUBUNGAN ANTARA KELELAHAN DENGAN KUALITAS TIDUR PADA ANAK DENGAN SINDROM DOWN DI KOTA DENPASAR Ni Kadek Wahyu Adi Lia Putri; Kadek Cahya Utami; Luh Mira Puspita; Francisca Shanti Kusumaningsih
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i03.p02

Abstract

Anak dengan sindrom down sering mengalami keterbatasan dalam melakukan aktivitas fisik akibat gangguan perkembangan motorik dan tonus otot yang rendah, sehingga lebih mudah mengalami kelelahan. Kelelahan yang berlebihan, baik secara fisik maupun saat melakukan aktivitas yang disukai, dapat mengganggu pola tidur dan menurunkan kualitas tidur anak. Penurunan kualitas tidur ini berdampak negatif pada fungsi kognitif, suasana hati, serta perkembangan fisik dan psikososial anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelelahan dengan kualitas tidur pada anak dengan sindrom down di Kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada bulan April hingga Mei 2025. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan consecutive sampling dengan jumlah 31 responden. Instrumen pada penelitian ini Pediatric Quality of Life Inventory Measurement Fatigue Scale Versi Indonesia (PedsQL Mfs-I) dan Kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil dari Uji Pearson Product Moment nilai p=0,004 dan nilai r=0,497, yang berarti terdapat hubungan yang bermakna dengan arah positif antara kelelahan dengan kualitas tidur pada anak dengan sindrom down di Kota Denpasar artinya, semakin tinggi kelelahan, semakin buruk kualitas tidur. Berdasarkan hasil penelitian, maka orang tua diharapkan dapat mengatur rutinitas harian anak yang konsisten dan terstruktur agar tidak menimbulkan kelelahan.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI PENGASUHAN DENGAN STRES PENGASUHAN PADA ORANG TUA DENGAN ANAK SINDROM DOWN DI PIK POTADS BALI I Gusti Ayu Srimas Cahyani P.A; Kadek Cahya Utami; Ni Luh Putu Shinta Devi
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p11

Abstract

Orang tua yang memiliki anak dengan sindrom down memerlukan waktu dan tenaga yang lebih besar untuk mengoptimalkan perawatan anak, namun kondisi ini juga membuat orang tua berisiko mengalami stres pengasuhan akibat banyaknya tekanan dalam perawatan anak. Stres pengasuhan dapat berakibat negatif bagi psikologis orang tua dan berisiko mengganggu tumbuh kembang anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri pengasuhan dengan stres pengasuhan pada orang tua dengan anak sindrom down di PIK POTADS Bali. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Parental Stress Scale (PSS) dan Self-Efficacy for Parenting Task Index (SEPTI). Besar sampel adalah 30 orang yang merupakan orang tua (ayah atau ibu) yang memiliki anak sindrom down berusia 5-12 tahun. Uji statistik yang digunakan adalah Pearson product moment dan didapatkan nilai p= 0,000 (α=<0,05) dengan skor koefisien korelasi r -0,609. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif yang kuat antara efikasi diri pengasuhan dengan stres pengasuhan pada orang tua dengan anak sindrom down di PIK POTADS Bali yang dapat diartikan semakin tinggi tingkat efikasi diri pengasuhan maka tingkat stres pengasuhan akan menurun, begitupun sebaliknya. Berdasarkan hasil penelitian ini, orang tua diharapkan dapat meminimalkan stres pengasuhan yang terjadi dengan meningkatkan efikasi diri pengasuhan dan mengikuti program-program yang memiliki support system pengasuhan yang baik.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN CANCER RELATED FATIGUE (CRF) PADA PASIEN CA MAMMAE PASCA KEMOTERAPI Putu Seprina; Kadek Cahya Utami; Putu Oka Yuli Nurhesti
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p13

Abstract

Cancer Related Fatigue (CRF) merupakan salah satu dampak dari kemoterapi. Indeks Massa Tubuh (IMT) dapat memengaruhi kejadian CRF. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan IMT dengan CRF pada pasien ca mammae pasca kemoterapi. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan dari bulan Maret hingga Juni 2024. Teknik sampling dalam penelitian ini yaitu menggunakan quota sampling dengan jumlah sampel 30 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Multidimensional Fatigue Inventory (MFI-20). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa IMT pasien ca mammae pasca kemoterapi rata-rata 22,62 dengan rentang normal, sedangkan skor kuesioner CRF dengan hasil rata-rata yaitu 55 yang menunjukkan fatigue sedang. Hasil dari uji Spearman rank diperoleh nilai 0,953 (p ≥ 0,05) yang mengindikasikan bahwa tidak ada hubungan antara IMT dengan CRF pada pasien ca mammae pasca kemoterapi. Pasien ca mammae pasca kemoterapi diharapkan dapat memantau indeks massa tubuhnya agar tidak terjadi kekurangan atau kelebihan berat badan sehingga mampu menjaga kestabilan kesehatannya.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN PERMAINAN MONOPOLI TERHADAP PENGETAHUAN PERSONAL HYGIENE PADA ANAK USIA SEKOLAH DI SD NEGERI 1 SUMERTA Ni Made Oktariani Atmaja; Luh Mira Puspita; Ni Luh Putu Shinta Devi; Kadek Cahya Utami
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p09

Abstract

Perilaku personal hygiene yang rendah pada anak sekolah dasar dapat meningkatkan risiko anak mengalami berbagai penyakit seperti diare, sakit gigi, dan penyakit kulit. Upaya pencegahan sangat diperlukan untuk meningkatkan perilaku ini. Pemberian intervensi berupa pendidikan kesehatan menggunakan metode yang menarik minat dan interaksi anak selama pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan perilaku personal hygiene. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan permainan monopoli terhadap pengetahuan personal hygiene anak usia sekolah di SD Negeri 1 Sumerta. Penelitian ini menggunakan desain pra experimental dengan jenis one group pre-test and post-test design. Dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 32 siswa, teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai p=0,00 (α<0,05), yang berarti adanya perbedaan yang bermakna antara skor pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan menggunakan permainan monopoli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan anak tentang personal hygiene sebelum intervensi berada pada kategori baik sebesar 37,4%, dan meningkat menjadi 100% dalam kategori baik setelah intervensi. Diharapkan hasil ini dapat berkontribusi bagi anak usia sekolah dalam meningkatkan pengetahuan terkait personal hygiene, sehingga mereka mampu menerapkan dan mempertahankan pola hidup bersih dan sehat secara konsisten.
GAMBARAN STRES AKADEMIK SISWA SMP NEGERI 1 KUBU SELAMA PANDEMI COVID-19 Ni Made Riasmita Santhika Dewi; Ni Luh Putu Shinta Devi; Kadek Cahya Utami
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i01.p07

Abstract

Pandemi Covid-19 membawa perubahan yang signifikan dalam proses pembelajaran yang menyebabkan stres akademik pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran stres akademik siswa SMP Negeri 1 Kubu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif eksploratif dan pendekatan cross-sectional. Partisipan penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 1 Kubu yang dipilih menggunakan teknik sampling probability sampling dengan cara stratified random sampling yang berjumlah 229 orang responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Educational Stress Scale for Adolescents (ESSA). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar siswa adalah perempuan, kelas IX, dan mengalami stres akademik pada kategori sedang. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan guru ataupun siswa bekerja sama dalam menciptakan suasana belajar yang inovatif dan kreatif untuk meningkatkan kemampuan adaptasi sekaligus menurunkan stres akademik siswa akibat perubahan pada sistem pembelajaran.
GAMBARAN PERILAKU PROSOSIAL ANAK PRASEKOLAH PADA ORANG TUA DENGAN POLA ASUH DEMOKRATIS Ni Luh Dewi Apriliantini; Ni Luh Putu Shinta Devi; Kadek Cahya Utami; Luh Mira Puspita
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i03.p13

Abstract

Perilaku prososial adalah salah satu indikator penting dalam perkembangan sosial emosional anak karena dapat memengaruhi hubungan anak dengan orang lain. Perilaku prososial berdampak positif bagi kehidupan anak dengan lingkungan sekitar yakni menciptakan keharmonisan, saling menghormati, dan menyayangi antar sesama. Perilaku prososial anak dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk pola asuh orang tua. Penelitian ini memiliki tujuan  untuk mengetahui gambaran pola asuh orang tua dan perilaku prososial anak prasekolah di TK Cipta Dharma. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penentuan sampel menggunakan nonprobability sampling dengan metode consecutive sampling. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 129 orang tua. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pola asuh orang tua (Parenting Styles and Dimensions Questionnaire-Short Version) dan kuesioner perilaku prososial (Child Prosocial Behavior Questionnaire). Berdasarkan hasil penelitian ini, didapatkan bahwa semua orang tua mempunyai kategori pola asuh demokratis yang lebih tinggi dan semua anak sudah mulai mengembangkan perilaku prososial meskipun mayoritas masih dalam kategori rendah.  Orang tua diharapkan mampu mempraktikkan pola asuh yang sesuai dan melatih atau menstimulasi perilaku prososial anak. Pihak sekolah juga diharapkan dapat mendorong perkembangan perilaku prososial anak selama di sekolah. Contoh stimulasi yang dapat diberikan seperti mengajarkan anak untuk berbagi, saling membantu, bekerja sama dengan temannya, dan sebagainya.