Claim Missing Document
Check
Articles

Minat Belajar pada Mata Pelajaran Sosiologi Siswa Berlatarbelakang Broken Home di SMA Adabiah Padang Angga Ernando; Junaidi Junaidi
Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembalajaran (December 2020)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sikola.v2i2.84

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil belajar siswa berlatarbelakang broken home di SMA Adabiah Padang. Dari hasil ujian semester ganjil TP 2019/2020 menunjukkan ada lima orang siswa berlatarbelakang broken home yang mencapai nilai batas KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Hal tersebut menjadi kasus khusus karena sama-sama kita ketahui bahwa anak dari keluarga broken home sering dicap negatif dan kurang berminat dalam belajar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada beberapa faktor yang menyebabkan siswa berlatarbelakang broken home berminat dalam belajar. Pertama, motivasi dari keluarga inti yang menyebabkan siswa berlatarbelakang broken home memiliki minat dalam belajar. Kedua, memiliki ambisi dalam menggapai cita-cita, perencanaan masa depan yang jelas membuat siswa berlatarbelakang broken home memiliki minat dalam belajar karena tahu harus menggapai cita-cita yang direncanakan. Ketiga, pembuktian jati diri menyebabkan siswa berlatarbelakang broken home tidak ingin diremehkan oleh orang lain karena kondisi keluarganya.
Motif Guru Memilih Metode Ceramah dalam Pembelajaran Sosiologi di SMAN 13 Padang Janatul Aini; Junaidi Junaidi
Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2 No 3 (2021): Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembalajaran (March 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sikola.v2i3.105

Abstract

Pembelajaran sosiologi mengharuskan guru menerapkan pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa, namun guru lebih sering memilih metode ceramah dalam pembelajaran sosiologi di SMA N 13 Padang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana motif guru dalam proses pembelajaran yang dilakukan di sekolah SMAN 13 Padang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tipe deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, pengamatan dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan yang pertama, bahwa metode ceramah tidak perlu memerlukan banyak waktu Kedua, guru bisa berinteraksi dengan siswa. Ketiga, guru bisa melihat secara langsung sejauh mana siswa memahami materi yang disampaikan guru.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Permainan Monopoli Untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa Pada Mata Pelajaran Sosiologi di SMAN 5 Bengkulu Utara Berkah Adityo; Junaidi Junaidi
Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2 No 4 (2021): Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembalajaran (June 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sikola.v2i4.125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan penggunaan media pembelajaran monopoli dalam pembelajaran sehingga mampu meningkatkan keaktifan peserta didik dalam proses belajar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Research and Development (R&D) model 4D, dengan empat langkah utama yang terdiri atas pendefinisian, perencanaan, pengembangan, dan penyebarluasan. Sampel dari penelitian ini adalah 32 siswa kelas X IPS 4 SMA N 5 Bengkulu Utara. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar validasi media, lembar validasi materi, angket respon/praktikalitas siswa atas media pembelajaran monopoli dan soal pree-test dan post-test siswa. Data dari pelaksaaan pembelajaran ini dianalisis menggunakan pedoman kriteria penelitian dalam bentuk presentase. Sedangkan data pre-test dan post-test dianalisa menggunakan T-hitung & dari T-tabel. Berdasarkan hasil uji efektifitas t-hitung sebesar 34,40 dan t-tabel dengan df=N-1 atau 32-1=31 dengan = 0,05 maka t-tabel 2,036 sehingga t-hitung > dari t-tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran monopoli layak digunakan sebagai media pembelajaran yang mampu meningkatkan keaktifan peserta didik pada mata pelajaran Sosiologi dengan hasil validitas sebesar 93% yang berarti “Sangat Layak”, serta hasil praktikalitas media sebesar 82% yang berarti “Baik”.
Persepsi Guru Serta Siswa Terhadap Penggunaan Google Classroom dalam Pembelajaran Daring Sosiologi Kelas X IPS SMA Negeri 9 Mandau Duri Zulfaa Nabiila Zufni; Junaidi Junaidi
Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2 No 4 (2021): Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembalajaran (June 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sikola.v2i4.135

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru serta siswa terhadap penggunaan google classroom dalam pembelajaran daring sosiologi kelas X IPS di SMA Negeri 9 Mandau. Hasil penelitian ini berguna bagi sekolah dan guru sebagai evaluasi dalam mengatasi pembelajaran di era pandemi dan untuk meningkatkan inovasi dan kreativitas dalam pembelajaran selanjutnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pemilihan informan yang dipilih adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik dari Miles dan Huberman terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dianalisis dengan Teori Konstruktivistik dari Jean Piaget. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi guru dan siswa dalam menggunakan google classroom dinilai mudah digunakan dan tidak membutuhkan waktu yang lama dalam melakukan kegiatan pembelajaran. google classroom juga bisa digunakan untuk melakukan penilaian seperti ulangan harian, membelajarkan sikap serta keterampilan dan juga terlihat adanya konteks interaksi antara guru dan siswa selama proses pembelajaran.
Penerapan Blended Learning Dalam Mencapai Tujuan Pembelajaran Sosiologi SMA di Masa Pandemi Covid-19 Benny Muhammad; Junaidi Junaidi
Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembalajaran (December 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sikola.v3i2.161

Abstract

Pembelajaran di SMA Negeri 3 Kota Pariaman dilaksanakan secara daring dengan memanfaatkan platform e-learning sejak kondisi pandemi Covid-19, namun e-learning tidak digunakan siswa sehingga pihak sekolah menerapkan pembelajaran Blended Learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Blended Learning di SMA Negeri 3 Kota Pariaman. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif tipe studi kasus. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Pemilihan informan dilakukan dengan purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 15 orang terdiri dari kepala sekolah, guru dan siswa. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dianalisis dengan teori tindakan sosial Max Weber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform e-learning di SMA Negeri 3 Kota Pariaman tidak digunakan oleh siswa, sehingga Blended Learning menjadi alternatif bagi guru dan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran secara optimal.
Hubungan Persepsi Mahasiswa Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang Tentang Profesi dengan Minat Menjadi Guru Khairul Amri; Junaidi Junaidi
Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembalajaran (December 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sikola.v3i2.164

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi adanya kecenderungan awal rendahnya minat mahasiswa pada Prodi Pendidikan Sosiologi FIS UNP untuk menjadi guru, sementara setiap mahasiswa yang memilih prodi keguruan tentu sudah memiliki persespsi sendiri tentang profesi guru, sehingga para mahasiswa tersebut secara mandiri akan konsisten utuk mengembangkan dirinya dalam mencapai tujuannya. Penelitian ini mencoba membuktikan apakah terdapat hubungan persepsi tentang profesi guru dengan minat menjadi guru yang dapat menjadi pemicu para mahasiswa untuk berkembang dikemudian harinya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto. Teknik pengumpulan data dengan melakukan penyebaran angket secara secara online dengan menggunakan bantuan google form kepada 155 sampel mahasiswa tahun masuk 2016 yang telah menyelesaikan program praktek lapangan kependidikan. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis korelasi product momen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi mengenai profesi guru dengan minat menjadi guru pada mahasiswa Jurusan Pendidikan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang.
Pengembangan Instrumen Penilaian Sikap Peserta Didik Pada Pembelajaran Sosiologi Kelas XI SMA Novaldi Zubir; Junaidi Junaidi
Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembalajaran (December 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sikola.v3i2.169

Abstract

Penilaian afektif bagian terpenting dalam pembelajaran. Dalam menilai sikap peserta didik guru menggunakan instrumen dengan membuat tabel yang terdiri dari nama peserta didik dan sikap secara keluruhan, tanap perpedoman kepada pedoman (rubrik) penilaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan, reliabilitas, dan kepraktisan instrumen penilaian sikap toleransi peserta didik dalam pembelajaran sosiologi. Metode yang dipakai untuk penelitian ini yakni penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D), model 4D yang terdiri dari empat tahapan, yakni pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan diseminasi (disseminate). Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian adalah lembar validasi dan lembar praktikalitas. Lembar validasi diisi oleh satu guru mata pelajaran sosiologi dan satu dosen evaluasi. Lembar praktikalitas diisi oleh guru mata pelajaran sosiologi. Teknik analisis data yang dipakai adalah persentase untuk mengukur validitas dan praktikalitas instrumen, sedangkan untuk mengukur reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach. Penelitian ini diujicobakan pada pembelajaran sosiologi kelas XI IPS 2 SMA N 2 Batusangkar, memperoleh hasil validitas produk dalam kategori sangat baik sebesar 86,48%, hasil praktikalitas produk dalam kategori sangat praktis dengan nilai 86,6%, dan instrumen penilaian sikap reliabel untuk mengukur sikap peserta didik (0,679>0,60).
The Role of Teachers as Facilitators and its Obstacles in Learning Implementation Junaidi Junaidi; Nurhizrah Gistituati; Alwen Bentri
International Journal of Educational Dynamics Vol 4 No 1 (2021): International Journal of Educational Dynamics (IJEDs)
Publisher : Postgraduate School, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ijeds.v4i1.334

Abstract

2013 curriculum requires students as learning centres and teachers as facilitators in the implementation of learning. It means that the teachers arefacilities providers in the learning process. The teachers are the responsible ones who should create an atmosphere of conducive learning activities in compliance with students development. To implement that,the teachers have a role which should stimulate teaching and learning interactions. Thus, the teaching and learning interactionscan be effective and optimal. The role of facilitatorsis not easy for teachers. In the implementation of learning, there are various obstacles that arise from schools, teachers, and students. The obstacles that arisefrom schools are the lack of facilities and the lack of leaders’ responsibility. The obstaclesthat arise from teachersare the lack of understanding and competency to implement student-based learning activities, aside from the difficulty to change their old habits. The obstacle for students is their second nature to be lectured by teachers.
Interaksi Sosial Siswa Suku Minangkabau Dengan Suku Batak Mandailing di SMAN 1 Padang Gelugur Ahmad Fauzi Lubis; Junaidi Junaidi
Jurnal Perspektif Vol 5 No 3 (2022): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v5i3.677

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk interaksi sosial antara siswa suku Minangkabau dan siswa suku Mandailing di lingkungan SMA Negeri 1 Padang Gelugur, Pasaman. Hal yang menarik dari penelitian ini adalah di SMAN 1 Padang Gelugur banyak terdapat berbagai suku bangsa yang berbeda di sekolah tersebut tapi mereka hidup berdampingan dan tidak ada konflik yang terjadi walaupun mereka berbeda bahasa tetapi mereka tetap kompak sebagaimana sekolah pada umumnya. Hasil penelitian ini akan berguna bagi guru sebagai salah satu pedoman dalam bentuk interaksi sosial khususnya interaksi antara siswa Minangkabau dengan siswa Mandailing dengan meningkatkan solidaritas antar siswa yang berbeda suku agar dapat meningkatkan kerjasama dan toleransi dengan siswa. Teori yang relevan dalam penelitian ini adalah teori aksi yang dikemukakan oleh Talcott Parsons karena berkaitan dengan interaksi sosial antara siswa Minangkabau dengan siswa Mandailing di SMAN 1 Padang Gelugur. Dengan melihat tujuan dari penelitian ini sendiri maka dapat diketahui bahwa jenis penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan deskriptif. Dimana teknik pengumpulan data yang penulis lakukan adalah melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian data yang dihasilkan dianalisis dengan teknik pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi agar data yang dihasilkan dapat teruji keabsahannya. Hasil penelitian menunjukkan adanya: pertama, bersama-sama mengerjakan tugas. Kedua, persaingan dalam hal akademik. Ketiga, pertikaian, keempat, penyelesaian masalah. Maka dapat disimpulkan bahwa interaksi sosial antara siswa suku Minangkabau dengan siswa suku Mandailing terdapat hubungan solidaritas, kerjasama, asosiatif dan disosiatif.
Proses Transformasi Nilai Sosial Peserta Didik Dalam Proses Pembelajaran oleh Guru IPS di SMP Nela Ayu Wita Kisna; Junaidi Junaidi
Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 3 No 4 (2022): Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembalajaran (June 2022)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sikola.v3i4.184

Abstract

Salah satu tujuan matapelajaran IPS adalah menanamkan nilai-nilai sosial dalam diri peserta didik, agar peserta didik yang dihasilkan menjadi warga negara yang demokratis dan baik (the public good citiziens), namun peserta didik masih banyak yang berperilaku tidak sesuai dengan tujuan mata pelajaran IPS. Berdasarkan masalah tujuan artikel ini adalah untuk menjelaskan proses transformasi nilai sosial peserta didik dalam proses pembelajaran oleh guru IPS di SMP N 19 Padang. Teori yang dipakai dalam penulisan ini adalah teori belajar sosial (social learning) yang dikemukakan oleh Albert Bandura. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tipe penelitian studi kasus intrinsik. Informan dalam penelitian ini berjumlah 24 orang yang dipilih secara purposive sampling. Peneliti melakukan triangulasi sumber dan metode untuk menganalisis data melalui model interaktif Milles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses transformasi nilai sosial peserta didik oleh guru IPS mulai dari kegiatan pra pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan kegiatan purna pembelajaran dilakukan dengan cara melalui pengintegrasian dalam proses pembelajaran, proses modelling perilaku dari guru dan pembiasaan mematuhi komitmen yang telah disepakati. Namun proses transformasi nilai sosial ini belum berjalan secara optimal karena lingkungan (L), dan kejadian internal yang mempengaruhi persepsi dan tindakan (P) tidak berjalan secara bersamaan sehingga mempengaruhi tingkah laku (T) yang dihasilkan juga tidak akan sempurna.