Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

E-Marketing Berbasis Web untuk Memenangkan Persaingan Bisnis Juniardi, Juniardi; So, Idris Gautama
Binus Business Review Vol 3, No 1 (2012): Binus Business Review
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/bbr.v3i1.1330

Abstract

PT TL is a company engaged in metal roof manufacturing. This research aims to determine the condition of e-marketing run by PT TL. By knowing the condition of e-marketing running, it will be developed emarketing of web-based in accordance to PT TL. To support the research, this study uses the Porter analysis to see the condition of the companys business environment and combine two methods of analysis, namely: (1) Seven Stages of Internet Marketing that is used for the analysis of the needs for the company and customers to see business opportunities existing and to develop appropriate marketing strategies with corporate goals. (2) Quality Function Deployment (QFD) which is used to design the customer experience in order to get the customer needs to be prioritized and to know what kind of website development according to customer requirements. In this case, it is measured the degree of importance of each website aspect and done a comparison between PT TL’s website with a competitors website. From the analysis it needs to be designed an e-marketing website developed based on customers’ requirements to outperform similar competitors.
Analisis Kebutuhan Fasilitas Penyeberangan Dan Perilaku Pejalan Kaki Menyeberang Di Ruas Jalan Kartini Bandar Lampung . Juniardi
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2010): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.817 KB) | DOI: 10.36448/jts.v1i1.252

Abstract

Pejalan kaki merupakan bagian dari sistem transportasi yang tidak kalah pentingnya dibandingkan moda transportasi lainnya. Walaupun tindakan berjalan kaki terlihat sangat sederhana, akan tetapi memainkan peranan penting dalam sistem transportasi, karena jika pejalan kaki mengalami gangguan akan mempengaruhi bagian lain dari sistem transportasi. Tujuan analisis pejalan kaki pada sepanjang ruas jalan Kartini adalah untuk mengetahui karakteristik pejalan kaki; mencari hubungan persamaan antara kecepatan berjalan; serta menentukan fasilitas penyeberangan yang sesuai dengan karakteristik pejalan kaki. Tingkat kesesuaian penggunaan fasilitas penyeberangan diruas jalan Kartini dihitung berdasarkan PV2, DS, Kecepatan rerata, Time Headway sehingga diperoleh nilai : P = 78 orang/jam, DS = 0.60, kecepatan rerata = 40,3488 km/jam, dan time headway kendaraan kecil (LV) dan kendaraan sepeda motor (MC) mempunyai nilai time headway < 2.5 detik yang menggambarkan kondisi kepadatan tinggi, sehingga di lokasi penelitian yaitu pada jalan Kartini Bandar Lampung sesuai persyaratan dan penyeberangan yang sesuai adalah pelican dengan pelindung. Dari hasil analisis regresi dan korelasi menunjukkan pada lokasi ruas jalan Kartini Bandar Lampung volume lalu lintas tidak berpengaruh terhadap prosentase penyeberang jalan hal ini terlihat dari R2 = 0.002 yang berarti hubungan antara penyeberang dengan volume lalu lintas hanya 0.2 % menandakan tergolong hubungan sangat rendah Fasilitas penyeberangan pelican dengan pelindung direkomendasikan dengan menggunakan pulau pelindung dengan dilengkapi lampu isyarat mengingat jalan Kartini Bandar Lampung adalah jalan satu arah dengan empat lajur.
Study Karakteristik Arus Lalu Lintas Berkaitan Dengan Populasi Penduduk Kota Batu Raja Kabupaten Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan Junardi JUNIARDI
Jurnal Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2015): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.409 KB) | DOI: 10.36448/jts.v6i2.913

Abstract

Dalam suatu wilayah, peranan sarana perhubungan khususnya perhubungan darat yaitu jalan raya, sangat memegang peranan dalam memacu lajunya perkembangan kota dan pertumbuhan ekonomi daerah. Peranannya sebagai wadah bagi pergerakan manusia dan barang menjadi sangat penting bagi kegiatan manusia sehari-hari dan juga merupakan faktor penentu bagi pengembangan wilayah di suatu daerah tertentu (regional). Perbedaan ekonomi yang dimiliki oleh pusat-pusat pertumbuhan dalam suatu wilayah, mengakibatkan timbulnya hubungan ekonomi antara saiu pusat dengan pusat lainnya untuk keperluan pertukaran ekonomi sehubungan dengan laju perkembangan saat ini dan saat yang akan datang Hubungan ekonomi yang dibutuhkan dalan suatu wilayah hanya akan dapat terjadi bila ada jaringan jalan raya. Meningkatnya jumlah penduduk Baturaja yang relatif tinggi sebesar 3,36 % per tahun, akan berakibat pula semakin meningkatnya kegiatan hidup manusia serta peranan yang harus diterima oleh jaringan jalan raya sebagai sarana perhubungan dari proses pergerakan manusia dan barang dari suatu tempat ke tampal yang lainnya. Dari kenaikan pertumbuhan penduduk sebesar 3,36 % per tahun dan kenaikan jumlah kendaraan cukup tinggi yaitu sebesar 3,20 % per-tahun (BPS- Baturaja 2001) maka kota Baturaja mengalami pertumbuhan cukup pesat. Dari penelitian hubungan komposisi jumlah kendaraan terhadap populasi penduduk pada 3 (tiga) ruas jalan yang diamati, maka pada ruas jalan Jend. Sudirman Kelurahan Pasar Lama Kecamatan Batu Raja Timur Kota Batu Raja Kabupaten Ogan Komering Ulu terlihat jumlah kendaraan lebih tinggi dibandingkan dengan ruas jalan lainnya, yaitu sebesar 2420 kendaraan, dengan populasi penduduk sebesar 5.973 jiwa lain halnya dengan ruas jalan M. Hatta jumlah kendaraan tidak terlalu tinggi, yaitu sebesar 1210 kendaraan, dengan populasi penduduk sebesar 3.772 jiwa. Pada ruas jalan A. Yani Kota Balu Raja, populasi penduduk sangat dominan, yaitu sebesar 14.417 jiwa, namun jumlah kendaraan tidak terlalu tinggi yaitu sebesar 2225 kendaraan. Dari hasil penelitian hubungan komposisi lalu lintas dengan populasi penduduk di Kota Batu Raja Kabupaten Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan ini, ternyata tingginya jumlah populasi penduduk pada suatu kecamatan tidak berarti tinggi pula komposisi jumlah kendaraan pada suatu daerah tersebut, demikian juga rendahnya jumlah populasi penduduk pada suatu daerah tidak berarti rendah pula komposisi jumlah kendaraan pada daerah tersebut.
Pengendalian Arus Lalu Lintas di Persimpangan Jalan Jendral Sudirman - Jalan Soekarno Hatta Kota Metro Juniardi JUNIARDI
Jurnal Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2013): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.536 KB) | DOI: 10.36448/jts.v4i1.886

Abstract

Belakangan ini diketahui dengan semakin berkembangnya tingkat kehidupan masyarakat akan membawa dampak semakin meningkatnya perjalanan yang akan ditimbulkan oleh masyarakat tersebut. Selain itu dampak berkembangnya teknologi kendaraan bermotor berpengaruh pada tingat kecepatan kendaraan tersebut. Waktu siklus yaitu : 70 detik dengan waktu hijau untuk pendekat A 29 detik, pendekat C 14 detik dan pendekat B 12,0 detik dengan waktu antar hijau masing - masing 5 detik. Diperoleh hasil derajat kejenuhan pendekat A = 0,738, pendekat B = 0,484 dan pendekat C = 0,742. Untuk empat tahun berikutnya, yaitu tahun 2000 waktu siklus 71 detik, tahun 2001 waktu siklus 80 detik, tahun 2002 waktu siklus 83 detik dan tahun 2003 waktu siklus adalah 85 detik.
Analisis Tingkat Kebisingan Lalu Lintas dan Penentuan Daerah Aman Terhadap gangguan Kebisingan (Jl. Soekarno – Hatta) Junardi JUNIARDI
Jurnal Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2014): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.681 KB) | DOI: 10.36448/jts.v5i2.900

Abstract

Masalah kebisingan menjadi satu bagian dari berbagai macam masalah lingkungan yang diambil dalam Analisis Tingkat Kebisingan Lalu Lintas ini. Secara umum, kebisingan diartikan sebagai suara dari sistem yang tidak dikehendaki. Pertimbangan mengenai kebisingan memerlukan hubungan yang eksplisit terhadap tiga elemen penting. Yang pertama adalah kebisingan yang dipancarkan, yang kedua adalah penerima kebisingan ini, seorang atau suatu kegiatan, dan yang ketiga adalah jalur gerak tempat kebisingan ditransmisikan dari sumber ke penerima. Karakterisitik dari masing-masing elemen ini dapat menentukan tingkat kebisingan. Tetapi dalam batas tertentu respon manusia terhadap kebisingan karena tingkat terganggunya kebisingan karena tingkat terganggunya kebisingan Kebisingan pada transportasi terutama dari kendaraan jaian cukup besar, walaupun pada beberapa keadaan terdapat kebisingan dari sumber lain yang cukup menggangu seperti jalan kereta api, hal ini disebabkan kebisingan dijalan raya yang berlalu lintas tinggi sangat tinggi. Namun potensi kebisingan terhadap daerah pemukiman akan berdampak terhadap gangguan aktifitas manusia sehingga dalam masalah ini diperlukan penelitian pada daerah yang cukup memiliki potensi yang cukup besar, yaitu Jalan Soekarno-Hatta tepatnya didepan Rumah Sakit Imanuel. Pengamatan dilakukan terhadap semua kendaraan bermesin untuk kedua arah (arah menuju Hajimena dan menuju Panjang). Perhitungan mengenai besarnya tingkat kebisingan lalulintas di sini tidak bisa dilakukan dengan rumus Galloway, karena menurut persyaratan rumus tersebut hanya berlaku untuk volume lalulintas rata-rata di atas 1000 kendaraan / jam, sedangkan pada hari ini volumenya hanya 930 kendaraan/jam
Penerapan Metode Indeks Bahaya Kecelakaan untuk Anaisis Kasus Lalu Lintas di Lampung Junardi JUNIARDI
Jurnal Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (882.807 KB) | DOI: 10.36448/jts.v7i1.915

Abstract

Jalan raya sebagai sarana mobilitas kendaraan, juga dirancang untuk semakin lebar, panjang dan bebas dan hambatan. Sayangnya tingkat mobilitas dan akselerasi yang semakin tinggi, nampak menimbulkan persoalan ikutan yakni tingginya angka kecelakaan, sebab itu perlu adanya kajian terhadap indeks bahaya kecelakaan lalu lintas jalan raya di Lampung.Banyak penyebab kecelakaan di jalan diantaranya selain pertambahan penduduk dan kemakmuran yang menyebabkan semakin banyak orang berpergian. Pengkajian lebih mendalam terhadap permasalahan ini sangat diperlukan, dan juga terhadap beberapa faktor yang menimbulkan kecelakaan jalan raya, sebelum tindakan yang efektif dapat dilakukan untuk menangani situasi sekarang. Penggunaan Metode Indeks Bahaya Kecelakaan lebih memberikan gambaran yang jelas tentang bahaya kecelakaan di Propinsi Lampung. Penghitungan laju kecelakaan dengan menggunakan metode indeks bahaya kecelakaan memberikan gambaran yang jelas tentang bahaya kecelakaan yang ada di Propinsi Lampung, karena tiap parameter mempunyai hasil yang sangat jauh berbeda.          Nilai Indeks Bahaya Kecelakaan (AHI) untuk Propinsi Lampung menunjukkan bervariasi. Nilai Indeks Bahaya Kecelakaan (AH1) yang didapat, untuk Bandar Lampung (3,350), Lampung Barat (1,111) dan Lampung Utara (1,023) lebih besar dari satu, ini menunjukkan daerah tersebut mempunyai masalah dalam kecelakaan, sedangkan daerah Lampung Selatan (0,721) dan Lampung Tengah (0,889) tidak menunjukkan adanya masalah kecelakaan yang serius.  Jadi nilai indeks bahaya kecelakaan yang paling besar adalah daerah Bandar Lampung dengan nilai AHI 3,350.
Analysis of Fitness Facilities And Effective Use of Crossing Road Juniardi JUNIARDI; Edi Haryanto
International Conference on Engineering and Technology Development (ICETD) 2013: 2nd ICETD 2013
Publisher : Bandar Lampung University (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.727 KB)

Abstract

Pedestrians are part of the transportation system is no less important than other modes of transportation. Although the act of walking legs look very simple, but it plays an important role in the transport system, because if the impaired pedestrians will affect other parts of the transportation system.Objective analysis of the pedestrians along the road Kartini is to determine the characteristics of pedestrians; seek equality relationship between walking speed, as well as determine the appropriate crossing facilities with pedestrian characteristics.This study analyzes the suitability and effectiveness of the use of level crossings in terms of facilities: traffic volume (V), Volume waders (P), Degree of Saturation (DS), the average traffic Speed, Time Headway, the pass percentage of pedestrian crossing facilities, the comparison between the speed of the vehicle with pedestrian volumes and pedestrian behavior analysis.The suitability of the facility Kartini street crossings diruas calculated based PV2, DS, average Speed, Time Headwaysehingga obtained values: P = 78 people / hour, SD = 0.60, mean velocity = 40.3488 km / h, and a small headwaykendaraan time (LV) vehicles and motorcycles (MC) has a value of time headway of <2.5 seconds which describes the condition of high density, so that at the study site at the Kartini Bandar Lampung according to the requirements and are pelican crossings in accordance with the protector. Of regression and correlation analysis shows the location of Bandar Lampung Kartini road traffic volume did not affect the percentage of pedestrian road as seen from R2 = 0.002, which means the relationship between the volume of pedestrian traffic with only 0.2% indicating a relationship classified as very low. Pelican crossing facilities with protective shield recommended to use the island has given the signal light Kartini Bandar Lampung is a one way street with four lanes.
Characteristics Generation Traffic Patterns and Movement in Residential Area (Case Study Way Kandis Residential Bandar Lampung) Fery Hendi Jaya; Juniardi JUNIARDI
International Conference on Engineering and Technology Development (ICETD) 2013: 2nd ICETD 2013
Publisher : Bandar Lampung University (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.673 KB)

Abstract

Prospectus population growth in urban areas is growing rapidly due to the process of human activity, in conjunction with an increase in their subsistence efforts. The most important point that is on the rise residential transportation occurs. Housing is a basic need that must be met in addition to food and clothing, housing placement for the residents of the area will stimulate the movement patterns of the population as well as being the dominant factor will cause a rise of transport traffic on the road network in its path. Those factors that arise due to the influence of family characteristics such as the number of households, number of family members, family members aged> 7 years, work, school, income, vehicle ownership. If this is not observed and handled in particular will result in a level of service characterized by decreased traffic congestion, air pollution, traffic violations, ethical decline in travel, especially economically unprofitable. Therefore, the problems and the further development of the Area Housing Way Kandis Bandar Lampung to improve services in the emerging field of transport, traveling population of 694.71 Total Trip / day may affect the occurrence of traffic jams on the main door Jl. Ratu Dibalau Toward By Pass (towards T.Karang) of 47.87%, 23.53% passed Jl. Ratu Dibalau Toward By Pass (right Rajabasa), 16.63% passed Jl. Damar Island towards Sukarame (two- lane way halim), 7.91% pass through Jl. Damar Island to Teak Mulyo (direction metro) and 4.06% across Jl. Damar Island towards Sukarame (left Panjang). The number of trips that occur depending on the activities of people doing activities with different interests, calculations done indirectly because of the difficulty of calculating the movement or travel. Indirect calculations using an analytical model that results can be close to reality, traffic generation model is caused by the movement of the Perum Way Kandis Bandar Lampung is Y = 2.775 to 0.135 X1-0, 098 +0.179 X2 +0.035 X3 +0.094 X4 +0.120 X5 X6 +0.043 X7, from the equation that the effect on the character of the family who have aged> 7 years at 96.63%. To get an idea of traffic fluctuations that occur, enumeration traffic (Traffic Counting), the exit 3 for 2 (two) days, ie Wednesday that representing the working day and day of the week that represents a holiday. The calculation is performed on traffic coming out of the Housing Kandis Way Bandar Lampung, counting results showed peak time occurred in the morning at 07:00 to 8:00 and in the afternoon at 4:00 p.m. to 5:00 p.m., and holidays at 08:00 to 9:30 pm.
Value Analysis of Passenger Car Equivalent Motorcycle (Case Study Kartini Road Bandar Lampung) Juniardi JUNIARDI; Aflah Efendi
International Conference on Engineering and Technology Development (ICETD) 2013: 2nd ICETD 2013
Publisher : Bandar Lampung University (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.396 KB)

Abstract

Motorcycles in traffic mix on the 4 lane one-way road with no median dividers berpootensi an impact on the performance of the particular traffic volume of traffic, especially if the number of vehicles is very large motorcycle. This happens in the corridors of Bandar Lampung particularly traffic from the south or from the Gulf Betung.Studi done in the way of Kartini Bandar Lampung, ie after Kartini Mall and right in front lembga technocrat education. Survey conducted on Tuesday and Wednesday morning at peak hour, peak hour lunch, and afternoon peak hours by using a video camera. Results of analysis of the proportion of motorcycles acquired: On Tuesday, at 67.91% of the total volume of traffic, and Wednesdays at 69.73% of the total traffic volume, so that the average proportion was 68.82%, which shows that the growth of motorcycle high enough , the average value exceeds the normal composition according MKJI 1997 is 38%. Due to the growth of the motorcycle vehicle large enough for the volume of traffic, it is necessary to review the value of PCE for motorcycles as part of the traffic. Analysis is used to determine the value of PCE is to use the base capacity. The capacity of the base using multiple linear regression model. The results of the analysis obtained niali emp for motorcycles on the road Kartini is emp MC = 0.564, and emp HV = 1.347. Recommended for 4 lane road with no median one-way lane that has not been facilitated by special motor bike, then you should apply the separation column in order to reduce the level of accidents and provide security and comfort for pedestrians to cross the road. 
Analisis Pengaruh Hambatan Samping Terhadap Kapasitas Dan Kinerja Jalan Pada Ruas Jalan Lettu Hamid Kota Pagar Alam Akbar, Ali Okta; Juniardi, Juniardi
JURNAL MOMEN TEKNIK SIPIL SURYAKANCANA Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Momen Vol.06 No.01. 2023
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/momen.v6i1.3274

Abstract

Jalan Lettu Hamid merupakan salah satu jalan yang membutuhkan peningkatan fasilitas pembangunan infrastruktur jalan.Penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan data jumlah penduduk kota pagar alam dan survey lalu lintas pada ruas jalan lettu hamid. Berdasarkan hasil Tinjuan lapangan di dapat jam puncak kepadatan lalu lintas nilai Q Total mencapai 759,7 Smp/Jam. Hambatan samping pada ruas jalan lettu nilai hambatan samping 351,8 dengan kategori sedang. Dari hasil analisis yang dilakukan menggunakan Pedoman Kinerja Jalan Indonesia (PKJI 2014) di dapat nilai kapasitas C = 2225,286 skr/jam, Kecepatan Arus Bebas VB = 35,9073, dengan nilai Derajat Kejenuhan DJ = 0,34 . setelah dilakukan penerapan pagar pejalan kaki di dapat nilai hambatan samping 254,8 (hambatan samping rendah), C = 2270,7 skr/jam, VB = 36,27 Km/Jam, dengan nilai DJ = 0,33. Penerapan pagar pejalan kaki dan dilarang parkir di dapat nilai hambatan samping 109,8 rendah sama dengan penerapan pagar pejalan kaki. Kesimpulan yang di dapat dari Hasil Penelitian pada jalan Lettu hamid kota pagar alam dapat dilakukan penerapan pagar pejalan kaki dapat mengurangi hambatan samping yang terjadi dari sedang menjadi rendah dengan tingkat pelayanan B dan kecepatan arus bebas mencapai 36,27 km/jam.