Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Widya Teknik

Pengaruh Suhu dan Waktu Pemanasan terhadap Kandungan Vitamin A dan C Pada Proses Pembuatan Pasta Tomat Kang Tuan Hok; Wiwit Setyo; Wenny Irawaty; Felycia Edi Soetaredjo
Widya Teknik Vol. 6 No. 2 (2007)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v6i2.1237

Abstract

Buah tomat (Lycopersicum esculentum Mill) termasuk sayuran buah yang banyak disukai karena rasanya enak dan segar. Kualitas tomat dapat ditinjau dari rasa manis, asam, kekenyalan, dan jumlah air buah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari hubungan suhu dan waktu pemanasan terhadap kadar vitamin A dan C dan untuk mengetahui suhu pemanasan yang optimum serta mempelajari kinetika degradasi termal pada pembuatan pasta tomat. Metode penelitian ini sebagai berikut mula-mula tomat yang sudah diblender dipanaskan dengan suhu tertentu, tiap selang waktu tertentu sampel diambil untuk dianalisis kadar vitamin C, A dan kadar padatan terlarut. Selain itu juga dianalisis konsentrasi vitamin C dalam tomat. Analisis ini dilakukan dengan beberapa metode antara lain titrasi iodometri, dan analisis dengan spektrofotometer. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa: 1. semakin lama waktu pemanasan kadar padatan terlarut dalam pasta tomat semakin besar sehingga dan nilai kadar tersebut sesuai dengan SNI 01-3546-2004 yaitu minimum 24%. Untuk pengaruh suhu pemanasan yang semakin tinggi maka penurunan kadar vitamin C semakin besar, dan juga penurunan kadar vitamin A semakin besar akibat terdegradasi oleh panas; 2. reaksi degradasi termal vitamin C dalam pasta tomat mengikuti reaksi orde satu, sehingga diperoleh nilai ko dan E untuk reaksi tersebut adalah ko=0,6126 menit -1dan E=3.292,08 cal/mol.
Studi in vitro ekstrak kulit jeruk purut untuk aplikasi terapi diabetes melitus Cicilia Setyabudi; Stefani Tanda; Wenny Irawaty Santosa; Felycia Edi Soetaredjo
Widya Teknik Vol. 14 No. 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v14i1.1737

Abstract

Jeruk purut memiliki kandungan senyawa polifenol dan flavonoid yang diyakini memiliki sifat antioksidan sehingga mampu menangkal radikal bebas yang menghambat kinerja pankreas dalam menghasilkan hormon insulin untuk menstabilkan jumlah glukosa di dalam darah manusia. Antioksidan yang berasal dari limbah kulit jeruk purut menjadi fokus penelitian ini. Beberapa studi menunjukkan adanya aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dalam limbah buah; seperti kulit dan biji; daripada bagian buah yang dapat dikonsumsi. Pada penelitian ini, senyawa antioksidan dalam kulit jeruk diekstrak dengan menggunakan metode maserasi menggunakan berbagai macam pelarut yang berbeda tingkat polaritasnya (air, etanol, etil asetat, dan heksana) dan variasi waktu ekstraksi pada temperatur ruang. Pada ekstrak yang diperoleh dilakukan uji kandungan total senyawa fenolik (TPC) dan total senyawa flavonoid (TFC). Dilakukan pula uji in-vitro terhadap ekstrak yang memberikan perolehan TPC dan TFC terbesar dari masing-masing pelarut untuk mengamati aktivitas antidiabetes dari ekstrak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air memberikan perolehan TPC dan TFC terbesar pada 18 jam, sedangkan etanol dan etil asetat pada 45 jam. Uji in-vitro pada ekstrak-ekstrak tersebut menunjukkan bahwa ekstrak kulit jeruk purut dengan pelarut etanol memberikan %inhibition enzim α-amylase tertinggi dibanding dengan pelarut lainnya, yaitu sebesar 34,2%.
A Review of Biofuels and Their Positive Impacts on Health and the Environment Yuliana, Maria; Ismadji, Suryadi; Wijaya, Christian Julius; Soetaredjo, Felycia Edi; Lie, Jenni; Hartono, Sandy Budi; Irawaty, Wenny; Puspitasari, Nathania; Lourentius, Suratno
Widya Teknik Vol. 23 No. 1 (2024): May
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v23i1.5454

Abstract

Indonesia's high population and rapid economic growth are driving a major transformation in the transportation sector, which is in line with the high increase in fuel demand. The need for biofuel as a substitute for conventional fuel is increasingly being prioritized by considering sustainable development goals (SGDs). Biofuel has safer health and environmental impacts than conventional fuel but still has fuel performance that meets fuel standards and engine performance. Biofuels can be derived from a variety of more sustainable and abundant raw materials, such as biomass and vegetable oils. In this review biodiesel, hydrogenated vegetable oil (HVO), and direct vegetable oil (SVO) are discussed in depth regarding the transformation of their production processes and their impacts on health and the environment. Biodiesel is one of the most widely developed and implemented compared to HVO and SVO to encourage the use of renewable energy in various aspects of people's lives in Indonesia. These three biofuels have different fuel characteristics and performance but can continue to be developed in the future to increase the implementation of renewable energy more massively.