Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN SCIENTIFIC CREATIVE CRITICAL WORKSHEET (SCCW) PADA TOPIC ALAT OPTIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN ILMIAH SISWA KELAS X Rahadiani Nurul Qonita; Saeful Karim; Selly Ferranie; Duden Saepuzaman
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 8 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.95 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2019.01.PE.12

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menyelidiki apakah ada pengaruh yang signifikan dari penggunaan Scientific Creative and Critical Worksheet (SCCW) dengan pembelajaran berbasis proyek dalam meningkatkan kemampuan penalaran ilmiah siswa pada materi alat-alat optik. 62 siswa kelas XI MIPA di Kota Cimahi ikut serta dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan Scientific Creative and Critical Worksheet (SCCW) untuk melatihkan kemampuan penalaran ilmiah pada kelas eksperimen dan LKS biasa pada kelas kontrol. Perbedaan peningkatan ini dianalisis berdasarkan pola jawaban siswa dalam mengisi SCCW (kelas eksperimen) dan mereka yang mengisi lks biasa(kelas kontrol), hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa ada perbedaan peningkatan pada hasil pretest-posttest kelas eksperimen yang menggunakan Scientific Creative Critical Worksheet (SCCW) dan hasil pretest-posttest kelas kontrol yang menggunakan LKS biasa. Kelas eksperimen memiliki nilai N-Gain 0.41 (kategori sedang) dan kelas kontrol memiliki nilai N-Gain 0.34 (kategori sedang). Maka Scientific Creative Critical Worksheet efektif digunakan untuk melatihkan kemampuan berpikir kreatif ilmiah, kritis ilmiah dan kemampuan penalaran ilmiah siswa. The purpose of this research is to investigate whether there are some significant influence from application of Scientific Creative Critical Worksheet (SCCW) on project based learning for improving Scientific Reasoning Skill on optical instrument topic. The participant of this research were 62 students from eleventh grade science class in one of the private school in Cimahi. This research using Scientific Creative Critical Worksheet that contains problem to be solved to train Scientific Reasoning Skill for experimental class and ordinary worksheet for control class. The differences in this increase was analyzed based on the student answer on SCCW(experiment class) and ordinary worksheet(control class), the result of this research showed a significances between pretest-posttest experimental class that used Scientific Creative Critical Worksheet and control class that used ordinary worksheet. The experimental class has N-Gain value 0.41 which means it has high increase and the control class has N-Gain value 0.34 which means it has low increase. Therefore, Scientific Creative Critical Worksheet is effective to incraese Scientific Reasoning Skill.
PENGARUH SCIENTIFIC CREATIVE AND CRITICAL WORKSHEET (SCCW) DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN PENALARAN ILMIAH SISWA SMA PADA TOPIK MOMENTUM IMPULS Nirmala Utami; Saeful Karim; Duden Saepuzaman; Selly Feranie
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 8 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.535 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2019.01.PE.52

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Scientific Creative and Critical Worksheet (SCCW) dalam meningkatkan keterampilan penalaran ilmiah. SCCW merupakan lembar kerja yang memuat materi, permasalahan, dan pertanyaan-pertanyaan berdasarkan scientific structure creativity model (SSCM) dan assessment of critical thinking ability (ACTA). Metode yang digunakan adalah Quasi-eksperimen dengan desain Pretest-posttest Control Group Design. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 52 siswa di salah satu SMA di Kota Bandung. Instrumen yang digunakan berjumlah 20 butir soal pilihan ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan keterampilan penalaran ilmiah pada kelas eksperimen (<gain>=0,63) lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol (<gain>=0,46). Perbedaan peningkatan ini juga dianalisis berdasarkan jawaban siswa dalam menjawab SCCW (kelas eksperimen) dan LKS (kelas kontrol). This study aims to determine the effect of Scientific Creative and Critical Worksheet (SCCW) in improving scientific reasoning skills. SCCW is a worksheet that contains material, problems, and questions based on the scientific structure creativity model (SSCM) and assessment of critical thinking ability (ACTA). The method used was Quasi-experiment with the design of the Pretest-posttest Control Group Design. The number of samples in this study were 52 students in one of the high schools in Bandung. The instruments used amounted to 20 multiple choice questions. The results showed that the increase in scientific reasoning skills in the experimental class (<gain> = 0.63) was higher than the control class (<gain> = 0.46). This difference in increase was also analyzed based on students' answers in answering SCCW (experimental class) and LKS (control class).
PENYUSUNAN E-BOOK INTERAKTIF PADA MATERI MOMENTUM DAN IMPULS UNTUK SISWA SMA KELAS X Firda Fikri Andini; Saeful Karim; Agus Danawan
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 6, No 1 (2021): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Februari 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.329 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v6i1.32463

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas e-book interaktif pada materi Momentum dan Impuls. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keharusan seorang pendidik membuat bahan ajar untuk Pembelajaran Jarak Jauh yang terjadi ketika masa pandemi ini. Dalam Pembelajaran Jarak Jauh pendidik harus mengembangkan bahan ajar yang mudah diakses oleh semua siswa dan bahan ajar yang bisa dipelajari secara mandiri. Metode penelitian yang digunakan yaitu Research and Developmant (RD) dengan model ADDIE yaitu Analysis, Design, Developmant, Implementation, Evaluation. Tahapan dalam penelitian ini sesuai dengan model yang digunakan yaitu tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Untuk mengukur kualitas e-book interaktif digunakan lembar validasi konten yang terdiri dari aspek materi, penyajian dan kebahasaan, lembar validasi media yang terdiri dari aspek kegrafikan dan perangkat lunak, dan angket respon siswa.Validasi konten dan media dilakukan oleh dua dosen pendidikan fisika dengan keahlian media pembelajaran fisika dan satu guru mata pelajaran fisika kelas X.  Penilaian terhadap e-book interaktif dilakukan oleh kelas X SMA.  Hasil dari validasi konten yaitu e-book interaktif dinyatakan sangat layak untuk digunakan dengan persentase 85,2%. Hasil validasi media juga dinyatakan e-book interaktif layak untuk digunakan dengan persentase 78,3%. E-book interaktif ini juga mendapatkan respon positif dari siswa dengan mendapatkan nilai 68,4% - 81,6%.Kata kunci: E-book, E-book Interaktif, Momentun dan Impuls  ABSTRACT The research aims to determine the quality of attractive e-books on Momentum and Impulse material. This research is motivated by the obligation of an educator to make teaching materials for Long-Distance Learning that occurred during this pandemic. In Long Distance Learning, educators must develop teaching materials that are easily accessible to all students and teaching materials that can be studied independently. The research method used is Research and Development (RD) with the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The stages in this study are in accordance with the model used, namely the analysis, design, development, implementation and evaluation stages. The interactive book used content validation sheets consisting of material aspects, presentation and language, media validation sheets consisting of graphic aspects and software, and student response questionnaires. Content and media validation was carried out by two physicists and one 10th-grade physics teacher. The evaluation of the interactive e-book was carried out by 10th graders. The results of the content validation, namely the interactive e-book were declared very suitable for use by percentage 85,2%. Then, the media validation results also stated that the interactive e-book was feasible to use by percentage 78,3%.And this interactive e-book is also get a positive response from students by percentage 68,4% - 81,6%.Keywords: E-book, E-book Interactive, Momentum and Impluse
Efektivitas Inkuiri Terbimbing Menggunakan CVS (Control Of Variable Strategy) terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa dalam Pembelajaran Fisika Rima Nurul Fajriyati; Heni Rusnayati; Saeful Karim
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 6, No 1 (2021): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Februari 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.197 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v6i1.32390

Abstract

Pembelajaran baik merupakan  hal yang sangat penting dalam melatih keterampilan siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pembelajaran inkuiri terbimbing menggunakan CVS (control of variable strategy) terhadap keterampilan proses sains siswa. Metode penelitian yang digunakan yaitu Quasy-experiment dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Sampel pada penelitian ini kelas XI terdiri dari 32 siswa kelas ekperimen dan 28 siswa kelas kontrol di salah satu SMA Negeri di kota Bandung. Instrumen penelitian ini berupa 20 soal pilihan ganda menggunakan instrumen keterampilan proses sains. Analisis penelitian ini menggunakan uji perbedaaan, uji peningkatan n-gain, dan uji effect size. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran inkuiri terbimbing menggunakan CVS efektif dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa berdasarkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelas kontrol dengan kelas eksperimen, uji n-gain pada tiap kelas menunjukan kelas eksperimen berada pada kategori sedang sedangkan kelas kontrol berada pada kategori rendah, dan uji effect size berada dalam kategori sedang. Kata Kunci: CVS (Control of Variable Strategy), Inkuiri Terbimbing, Keterampilan Proses Sains ABSTRACT Good learning is very important in training student skills. The purpose of this study was to determine the effectiveness of guided inquiry learning using CVS (control of variable strategy) on students' science process skills. The research method used is Quasy-experiment with the research design Nonequivalent Control Group Design. The sample in this study class XI consisted of 32 experimental class students and 28 control class students in one of the public high schools in Bandung. The research instrument was 20 multiple choice questions using science process skills instruments. The analysis of this research uses the difference test, the n-gain test, and the effect size test. The results showed that guided inquiry learning using CVS was effective in improving students' science process skills based on a significant difference between the control class and the experimental class, the n-gain test in each class showed that the experimental class was in the medium category while the control class was in the low category. and the effect size test is in the medium category. Kata kunci : CVS (Control of Variable Strategy), Guided Inquiry, Science Process Skills 
Pre-Class Tutorial (PCT) untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Calon Guru Fisika pada Perkuliahan Fisika Dasar Materi Usaha dan Energi Duden Saepuzaman; Saeful Karim; Selly Feranie; Ika Mustika Sari
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 5, No 1 (2020): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.222 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v5i1.23421

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi temuan terkait pemahaman konsep fisika dasar mahasiswa calon guru Fisika yang menunjukkan adanya kesulitan-kesulitan konseptual perkuliahan Fisika Dasar I pada usaha dan energi. Adanya temuan ini jadi dasar dalam penentuan rencana alternatif solusi yang mendukung pencapaian hasil belajar yang lebih optimal salah satunya pengembangan Pre-Class Tutorial (PCT). Metode yang digunakan adalah metode eksperimen semu. Sebanyak tiga angkatan mahasiswa (tahun akademik 2015/2016 , 2016/2017 dan 2017/2018 masing-masing 82 mahasiswa) yang mengambil perkuliahan Fisika Dasar I pada Program Studi Pendidikan Fisika dilibatkan untuk mengumpulkan data penelitian.  Instrumen penelitian yang digunakan berupa PCT untuk mendapatkan deskripsi proses pemikiran mahasiswa terhadap konsep Fisika dan Tes penguasaan konsep Materi Usaha dan energi untuk mengetahui  pemahaman konsep. Hasil penelitian menunjukkan adanya PCT membantu mahasiswa mengkonstruk konsep Fisika  dan dapat meningkatkan penguasaan konsep materi sistem usaha dan energi.     ABSTRACT This research is motivated by findings related to the understanding of the basic physics concepts of pre-service physics teacher that shows the conceptual difficulties of  Basic Physics concept in work and energy concept. This finding is the fact in determining alternative solution to support the achievement of more optimal learning outcomes, one of which is the development of Pre-Class Tutorial (PCT). The method used is a quasi-experimental method. A total of three grade student (2015/2016, 2016/2017 and 2017/2018 in academic year, respectively 82 students) who took the Basic Physics I course in the Physics Education Study Program were involved to collect research data. The research instrument used in the form of PCT to get a description of students' thought processes on the concepts of Physics and the comprehension test of the concept of system of particle and Momentum to determine the understanding of Basic Physics concepts. The results showed that the using of PCT helped students construct concepts of physics and  improve Understanding of Prospective Physics Teacher in work and emergy Concepts.  Kata kunci : Calon guru fisika, Materi Usaha dan Energi, Pemahaman Konsep, Pre-Class Tutorial (PCT)
Penerapan Model Pembelajaran Inquiry with Reading Infusion untuk Mengidentifikasi Perkembangan Kompetensi Literasi Saintifik Siswa SMA pada Materi Alat Optik Zahra Raudi Maulidia; Saeful Karim; Setiya Utari; Duden Saepuzaman; Muhamad Gina Nugraha; Eka Cahya Prima
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 4, No 2 (2019): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.361 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v4i2.20114

Abstract

Kompetensi literasi saintifik dipandang sebagai kompetensi yang perlu dimiliki dalam menghadapi tantangan di abad 21, kompetensi literasi saintifik ini dimaknai sebagai pengetahuan dan cara-cara saintifik yang digunakan untuk menyelidiki suatu permasalahan serta pengambilan keputusan. Hasil penelitian menunjukkan kompetensi literasi saintifik ini dipandang belum dimiliki siswa karena adanya kesulitan guru melatihkan kompetensi literasi saintifik melalui proses inquiry, karena siswa tidak memiliki pengetahuan yang cukup. Inquiry merupakan langkah yang di pandang sesuai untuk melatihkan kompetensi literasi saintifik karena memiliki tahapan yang sistemasis dan terstruktur yang alamiah dalam kaitannya untuk melatihkan kompetensi literasi saintifik. Dan dengan tambahan tugas awal berupa reading infusion diharapkan dapat menjadi informasi pendukung dalam proses inquiry di dalam kelas. Sehingga melalui pembelajaran Inquiry with Reading Infusion diharapkan dapat memfasilitasi untuk melatihkan kompetensi literasi saintifik. Kompetensi literasi saintifik yang dilatihkan meliputi menjelaskan fenomena ilmiah, mengevaluasi dan merancang penelitian ilmiah, dan menginterpretasi data dan bukti ilmiah. Penelitian pre-experimental designs dengan bentuk one group pre-test post-test design menggunakan populasi di salah satu sekolah negeri di Bandung sebanyak 257 siswa dengan sampel 30 siswa yang diperoleh dengan teknik cluster random sampling. Untuk melihat perkembangan kompetensi literasi saintifik ini dianalisis berdasarkan jawaban LKS dengan kategori peningkatan merujuk rubrik yang di kembangkan oleh Lati  W.  Hasil penelitian menunjukkan  pada aspek menjelaskan fenomena ilmiah meningkat lebih baik dibanding aspek lainnya, meskipun dalam prosesnya penggunaan inquiry ini dominasi guru masih lebih kental. Sehingga perlu dipikirkan lagi langkah yang lebih fokus dalam melatihkan kedua aspek kompetensi literasi saintifik lainnya.Kata Kunci:  Inquiry; Kompetensi literasi saintifik; Reading Infusion.  ABSTRACT Scientific literacy competence is the competence that need to be looked at as belonging in the face of challenges in the 21st century, this meant scientific literacy competence as knowledge and scientific methods are used to investigate a issue and decision making over a problem. The results showed the scientific literacy competence is viewed not yet owned by the students due to the difficulty of the teacher in teaching scientific literacy competency through the inquiry process, because students did not have sufficient knowledge. Inquiry is a step that is appropriate for the trained point of view on scientific literacy competence since it has a step that systematic and structured in relation to trained scientific literacy competence. And with the additional task of beginning reading infusion is expected to be supportive in the process of inquiry in the classroom. So that through learning Inquiry with Reading Infusion is expected to facilitate to train scientific literacy competencies. Scientific literacy competency training includes explaining scientific phenomena, evaluate and design of scientific research, and interpret the data and scientific evidence. This research uses the pre-experimental designs with one group pre-test post-test design, using population in one of the public schools in Bandung as many as 257 students with samples of 30 students who obtained by cluster random sampling technique. To see the development of scientific literacy competence is analyzed based on student worksheet with answer categories increased refer a rubric developed by Lati W. The results showed on the aspect of scientific phenomena explained increased better than any other aspect, although in the process of the use of this inquiry the dominance of teachers still more viscous. So it needs to be thought through again the steps more focus in trained both aspects of other scientific literacy competency.Keywords: Scientific literacy competence; Inquiry; Reading Infusion
Rancang Bangun E-Book Interaktif pada Topik Hukum Gravitasi Newton untuk Siswa Sekolah Menengah Atas Haura Fauziyyah Halilah; Saeful Karim; Taufik Ramlan Ramalis
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 6, No 1 (2021): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Februari 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1283.295 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v6i1.32386

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah banyak dimanfaatkan dalam sistem pendidikan. Perubahan terjadi baik dalam praktik pembelajaran maupun dalam media pembelajaran. E-Book Interaktif merupakan bentuk digital dari buku fisik yang diperkaya oleh media dan fitur-fitur spesifik. Penelitian ini menyusun rancang bangun e-book interaktif pada topik Hukum Gravitasi Newton. Dalam proses penelitiannya digunakan Mixed Method Exploratory Sequential. Studi kualitatif dilakukan untuk melakukan analisis terhadap kebutuhan pengembangan, analisis kurikulum, dan juga analisis buku pelajaran. Produk hasil pengembangan kemudian divalidasi untuk mengukur kualitas pada aspek materi dan media oleh dua orang validator, serta diriviu oleh 13 orang peserta didik sebagai pengguna awal. Hasil validasi yang dianalisis menggunakan Rasch Model menunjukkan bahwa e-book interaktif yang dikembangkan terkualifikasi layak digunakan dan memiliki kelebihan-kelebihan yang tidak dapat difasilitasi oleh e-book konvensional, di antaranya adalah fitur umpan balik dan pengadaan jenis media yang lebih beragam. Pada penelitian ini dilakukan juga uji keterbacaan dengan hasil 62,7% atau termasuk dalam kategori "tinggi" yang berarti e-book dapat digunakan oleh peserta didik secara mandiri. Kata kunci : E-Book, Gravitasi, Interaktif, Newton  ABSTRACT ICT development has been widely used to strengthen the education system. Changes occur both in learning practices and in learning media. An interactive E-Book is a digital form of a physical book that is enriched by media and specific features. This study analyzes an interactive e-book design on Newton's Law of Gravitation. To answer this question, the Mixed-Method Exploratory Sequential was used. Qualitative exploration studies are carried out by distributing questionnaires, analyzing syllabi, and analyzing material from textbooks. Then the product is validated to measure the quality of the material and media aspects by two validators, then 13 students become initial users to provide reviews. The validation results analyzed using the Rasch Model show that the interactive e-book developed is qualified feasible and has many advantages that conventional e-book does not have, among them are feed-back feature and the availability of various types of the media. The students also carried out a readability test with a readability level of 62.7% or included in the "high" category, which means that e-books can be used independently. Kata kunci : E-Book, Interactive, Newton's Law of Gravitation
Pengembangan Model Penilaian Eksperimen Menggunakan Socio-Assessment pada Pembelajaran IPA (Fisika) di SMP Duden Saepuzaman; Setiya Utari; Muhamad Gina Nugraha; Saeful Karim; Raden Giovanni
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 4, No 1 (2019): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.218 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v4i1.15725

Abstract

Socio-assessment adalah penilaian proses pendidikan dari perspektif sosiologi yang  meliputi beberapa hal, diantaranya: pola umum kehidupan sosial siswa  (selama berlangsungnya proses belajar  ataupun setelah mengalami belajar), cara berpikir dan bertindak siswa di pengaruhi oleh bagaimana pihak guru memperlakukannya, prilaku siswa juga dipengaruhi oleh interaksi sosial siswa baik dilingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah,  pada akhirnya siswa akan  termarginalkan setelah menempuh pendidikan untuk mendapatkan   perubahan status sosial yang diinginkan. Studi ini difokuskan pada bagaimana keterlaksanaan, rubrik penilaian dan temuan pada saat pelaksanaan eksperimen IPA (Fisika) pada beberapa materi yang telah dilakukan di beberapa sekolah menengah pertama. Tinjauan temuan mulai dari observasi kelas melihat bagaimana guru dan siswa mengalami interaksi sosial untuk mencapai tujuan pembelajaran sampai pada menganalisis hasil temuan (refleksi) untuk membangun masyarakat belajar yang lebih baik. Penelitian akan menghasilkan model eksperimen dan model penilaian yang dipandang dapat memberikan pengalaman yang bermakna bagi siswa dalam kemampuan bereksperimen. metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan atau Research and Development (RD). Populasi yang digunakan adalah peserta didik SMP di beberapa  sekolah yang berbeda dengan masing-masing kelas melakukan eksperimen dengan judul yang berbeda-beda. Hasil penelitian menunjukan masih perlu adanya upaya tidakan guru selama proses pembelajaran. Hal ini didasarkan pada temuan proses pembelajaran baik yang langsung maupun yang tertulis dalam Lembar Kerja Siswa (LKS). Sebagai contoh untuk aspek observasi, Sebagian siswa menuliskan hasil observasinya tidak benar-benar berdasarkan apa yang diamati menggunakan panca indra mereka, melainkan sudah menyinggung materi-materi IPA Fisika berdasarkan pengetahuan awal yang dimiliki masing-masing siswa. Selain itu, siswa belum secara optimal mengungkapkan semua data yang diobservasi.Sebagai upaya tindakan guru dengan cara Mengembangkan pertanyaan arahan untuk melakukan pengamatan berkaitan dengan data yang dapat diobservasi jangan biarkan siswa terlalu menggunakan pengetahuannya untuk mengungkapkan hal yang diobservasi, hal ini penting agar kemampuan observasinya terlatihkan. Kata Kunci: sosio-assesment, penilaian, kemampuan eksperimen ABSTRACT Socio-assessment is an assessment of the educational process from a sociological perspective which includes several things, including: general patterns of student social life (during the learning process or after experiencing learning), students' ways of thinking and acting influenced by how the teacher treats them, student behavior by the social interaction of students both in the school environment and outside the school environment, in the end students will be marginalized after taking education to get the desired change in social status. This study focused on how the implementation, assessment and finding rubrics were carried out during the implementation of the Science (Physics) experiment on some material that had been carried out in several junior high schools. An overview of findings starting from class observations looks at how teachers and students experience social interactions to achieve learning objectives until analyzing findings (reflection) to build a better learning community. Research will produce experimental models and assessment models that are seen to provide meaningful experiences for students in their ability to experiment. The research method used is research and development (R D). The population used was junior high school students in several different schools with each class conducting experiments with different titles. The results of the study show that there is still a need for teacher action during the learning process. This is based on the findings of the learning process both directly and in writing on the Student Worksheet (LKS). For example for the aspect of observation, some students write down the results of their observations not really based on what is observed using their five senses, but have already touched on the material of Science Physics based on the initial knowledge that each student has. In addition, students have not optimally revealed all observed data. As a teacher's action effort by developing referral questions to make observations relating to observable data, do not allow students to use their knowledge to express observations, this is important so that their observational abilities are trained Kata Kunci: sosio-assesment, assesment, experiment skills
Efektivitas Model Based Learning (MBL) dalam Meningkatkan Penguasaan Konsep Peserta Didik pada Materi Kalor dan Perpindahannya Ika Mustika Sari; Saeful Karim; Mutia Hariza Lubis; Duden Saepuzaman; Parlindungan Sinaga
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 5, No 1 (2020): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.374 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v5i1.23422

Abstract

ABSTRAKFisika memuat konsep-konsep abstrak yang sukar untuk dipahamipeserta didik, salah satunya pada materi kalor danperpindahannya. Hal inilah menjadi faktor kurangnya penguasaankonsep peserta didik, bahkan menjadi faktor terjadinyamiskonsepsi. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untukmeningkatkan penguasaan konsep dan meminimalisasi terjadinyamiskonsepsi, salah satunya dengan model pembelajaran yangmenghadirkan model ilmiah sebagai gambaran dari suatu konsepabstrak dan memfasilitasi peserta didik untuk merekonstruksimodelnya sendiri. Model pembelajaran tersebut dikenal denganModel Based Learning (MBL). Penelitian ini bertujuan untukmelihat efektivitas Model Based Learning (MBL) dalammeningkatkan penguasaan konsep peserta didik pada materikalor dan perpindahannya. Penelitian ini menggunakan QuasiExperimental Design dengan metode Nonequivalent ControlGroup Design. Sampel pada penelitian ini terdiri dari 68 pesertadidik kelas X salah satu SMA Negeri di Kabupaten Bungo ProvinsiJambi yang diambil dengan cara convenience sampling. Intrumenyang digunakan berupa 18 soal pilihan ganda yang mengukurpenguasaan konsep peserta didik. Hasil penelitian menunjukkanbahwa Model Based Learning (MBL) efektif dalam meningkatkanpenguasaan konsep yang dilihat dari peningkatan penguasaankonsep peserta didik yang termasuk dalam kategori sedang danperbedaan peningkatan penguasaan konsep yang signifikanantara kelas kontrol dan kelas eksperimen.ABSTRACTPhysics contains abstract concepts that are difficult for students tounderstand, such heat and their transferred. This is a factor in lackof students’ understanding of concept, even a factor that causemisconceptions. Therefore, we need to be an effort that is able tounveil misconceptions, such learning using a scientific models thatare able to describe an abstract concepts and facilitate students toreconstruct their own models. The learning utilizing model isModel Based Learning (MBL). This study aims to look at theeffectiveness of Model Based Learning (MBL) in improvingstudents' understanding of concepts on heat and their transferred.This study has been implemented Quasi Experimental Design withmethod Nonequivalent Control Group Design. The sample in thisstudy consisted of 68 students class X in one of the senior highschools in Bungo Regency, Jambi Province, taken byconvenience sampling. The instruments utilited are 18 multiplechoices questions that measure students' understanding ofconcepts. The results showed that Model Based Learning (MBL)was effective in improving students’ understanding of concepts asseen from the increase in students’ understanding of concepts inmedium category and differences increase students’understanding of concepts between the control class and theexperimental class.Kata kunci: Model Based Learning (MBL); Penguasaan Konsep,Kalor
Rancang Bangun E-book Interaktif pada Materi Gelombang Cahaya Ismah Fitriani Zakiah; Saeful Karim; Ridwan Efendi; Selly Feranie
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 6, No 1 (2021): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Februari 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.381 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v6i1.32262

Abstract

Pada hakikatnya bahan ajar merupakan seperangkat materi pembelajaran yang dalam penyusunannya harus sistematis sehingga dapat menciptakan suasana yang dapat memotivasi peserta didik untuk melakukan pembelajaran. Namun, berdasarkan hasil analisis kebutuhan, peserta didik merasa masih kurang terbantu proses pembelajarannya karena bahan ajar tidak mudah dipahami serta tidak cukup interaktif dalam menyampaikan materi yang dimuatnya. Oleh karena itu, penelitian ini dilakuan dengan tujuan untuk membuat suatu bahan ajar yang dapat memenuhi kebutuhan peserta didik terkait bahan ajar. Metode penelitian yang digunakan mengadaptasi pada model pengembangan Plomp dengan empat fase pengembangan yaitu (1) fase investigasi awal, (2) fase desain, (3) fase realisasi, dan (4) fase tes, evaluasi dan revisi. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahan ajar berupa e-book interaktif khususnya pada materi gelombang cahaya sudah sangat layak untuk digunakan dari segi penilaian konten, sudah interaktif dan mampu menyampaikan materi yang dimuatnya ditunjukan dengan hasil rata-rata peserta didik yang berada diatas KKM. Kata kunci: E-book Interaktif, Gelombang Cahaya  ABSTRACT In essence, teaching materials are a set of learning materials which must be systematic in their preparation so as to create an atmosphere that can motivate students to learn. However, based on the results of the needs analysis, students felt that the learning process was still inadequate because the teaching materials were not easy to understand and were not interactive enough in conveying the material they contained. Therefore, this research was carried out with the aim of making a teaching material that can meet the needs of students related to teaching materials. The research method used is adapting the Plomp development model with four development phases, namely (1) the initial investigation phase, (2) the design phase, (3) the realization phase, and (4) the test, evaluation and revision phases. The results showed that the teaching material in the form of interactive e-books, especially on light wave material, was very feasible to use in terms of content assessment, was interactive and was able to convey the material it contained, indicated by the average results of students who were above the standard.   Keyword : Interactive E-book, Light Waves