Nur Taufiq-Spj
Department Of Marine Science, Faculty Of Fisheries And Marine Science, Diponegoro University

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Implementasi Peran Stakeholder Dalam Strategi Pengembangan Ekowisata Rekreasi Pantai Tirang, Semarang Dea Sekarwangi Putri Rinaryadi; Rini Pramesti; Nur Taufiq-Spj
Journal of Marine Research Vol 14, No 4 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i4.49840

Abstract

Pantai Tirang, yang terletak di pesisir Kota Semarang, memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata unggulan, namun pengelolaannya saat ini kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pengembangan wisata rekreasi Pantai Tirang dan peran stakeholder dalam ekowisata. Metode yang digunakan adalah survei dengan observasi langsung, kuesioner, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis SWOT strategi SO (Strengths-Opportunities) dengan nilai IFAS 3,458 dan EFAS 3,423 terdapat 7 matriks ranking dengan skala prioritas. Strategi yang diutamakan adalah pemanfaatan prasarana dan pengembangan promosi paket wisata (6,88). Analisis keterlibatan stakeholder di Pantai Tirang berdasarkan kepentingannya terdiri dari stakeholder primer yaitu masyarakat sekitar dan wisatawan serta stakeholder sekunder yaitu dinas pekerjaan umum, dinas perumahan dan pemukiman, dinas lingkungan hidup, dinas pariwisata dan kebudayaan, bappeda, pdam, masyarakat lokal, perumahan graha padma, dan semarang mangrove.
Persepsi Masyarakat Lokal Terhadap Pemanfaatan Lamun Untuk Ekowisata di Perairan Pantai Pancuran, Taman Nasional Karimunjawa Zhulian Hikmah Hasibuan; Valmay Savira; Hadi Endrawati; Nur Taufiq-Spj
Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i2.27683

Abstract

Lamun merupakan salah satu ekosistem yang berperan penting dalam kehidupan di laut. Salah satu pemanfaatan kawasan pesisir ekosistem lamun adalah untuk kegiatan ekowisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi biofisik ekosistem lamun sebagai penunjang kegiatan ekowisata dan mengetahui arahan strategi pengembangan ekowisata bahari di Pantai Pancuran Kepulauan Karimunjawa. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober tahun 2022 di Pantai Pancuran Kepulauan Karimunjawa, Jepara. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode observasi, yaitu pengambilan data dilapangan dan studi literatur. Pengamatan lamun dilapangan meliputi identifikasi jenis-jenis lamun, kerapatan lamun, presentase tutupan lamun, indeks ekologi dan pola sebaran lamun. Metode pengambilan data menggunakan metode seagrass watch dengan transek 50 x 50 cm. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh jenis lamun yang ditemukan yaitu Thalassia hemprichii, Enhalus acoroides, Halodule uninervis, Halophila ovalis, Cymodocea rotundata, Cymodocea serrulata, dan Syringodium isoetifolium, Kerapatan lamun paling tinggi adalah jenis Thalassia hemprichii pada stasiun 3 dan yang paling rendah adalah jenis Syringodium isoetifolium pada stasiun 3. Selain itu Pantai Pancuran juga memiliki potensi ikan karang dan biota laut yang beranekaragam sehingga dapat meningkatkan daya tarik ekowisata lamun yang didukung dengan hasil presepsi masyarakat yang menyetujui serta berpartisipasi dalam kegiatan ekowisata pada ekowisata lamun.  Seagrass is one of the ecosystems that play an important role in marine life. One of the uses of the seagrass coastal area is for ecotourism activities. This study aims to determine the biophysical potential of seagrass ecosystems as support for ecotourism activities and to determine the direction of marine ecotourism development strategies in the Pancuran Coast of Karimunjawa Islands. The study was conducted in October 2019 at Pancuran Beach, Karimunjawa Islands, Jepara. The method used in this research is the observation method, which is data collection in the field and literature study. Observation of seagrass in the field includes identification of seagrass species, seagrass density, percentage of seagrass cover, ecological index, and seagrass distribution patterns. The data collection method uses the seagrass watch method with a transect of 50 x 50 cm. The results showed that there were seven species of seagrass found, namely Thalassia hemprichii, Enhalus acoroides, Halodule uninervis, Halophila ovalis, Cymodocea rotundata, Cymodocea serrulata, and Syringodium isoetifolium, the highest density of seagrass is Thalassia hemprichii at station 3 and the lowest was type 3 and the lowest was Syringodium isoetifolium at station 3. Besides, Pancuran Beach also has diverse reef fish and marine biota potential to increase the attractiveness of seagrass ecotourism which is supported by the results of community perception that approves and participates in ecotourism activities in seagrass ecotourism.
Analisa Kelayakan Fisik dan Daya Dukung Kawasan Wisata Pantai Empu Rancak, Karanggondang, Jepara Kirana Indah Srimaharani; AB Susanto; Nur Taufiq-SPJ
Journal of Marine Research Vol 13, No 4 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i4.44347

Abstract

Pantai Empu Rancak merupakan salah satu destinasi wisata unggulan yang terletak di Desa Karang Gondang, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara dan memiliki potensi yang besar untuk menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Jepara dan memerlukan analisa kelayakan fisik dan daya dukung kawasan agar dapat mengoptimalkan potensinya dan mengetahui kelayakan Pantai dari aspek fisik masuk kedalam kategori sesuai atau tidak sesuai untuk rekreasi Pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan fisik Pantai, Daya Dukung Kawasan dan kelayakan infrastruktur yang terdapat pada Pantai Empu Rancak.  Penelitian ini dilaksanakan pada 15 Februari 2024 dan 27 Maret 2024 di Pantai Empu Rancak, Kabupaten Jepara. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan menjabarkan secara umum kondisi yang ada di lokasi penelitian. Pengambilan data menggunakan metode survey dengan mengambil data secara langsung di Pantai Empu Rancak. Analisa kelayakan fisik menggunakan Indeks Kesesuaian Wisata dan Daya Dukung Kawasan untuk mengetahui jumlah perkiraan pengunjung per hari nya. Hasil Analisa kelayakan infrastruktur mencapai kategori layak dengan beberapa catatan perbaikan beberapa kategori seperti toilet, mushola dan warung makan. Hal ini menjadikan bahwa Pantai Empu Rancak masih sangat potensial untuk dikembangkan dari segi infrastruktur. Empu Rancak Beach is one of the leading tourist destinations located in Karanggondang Villlage, Mlonggo District, Jepara Regency and has great potential to become one of the favorite tourist destinations in Jepara and requires an analysis of the physical feasibility and carrying capacity of the area in order to optimize the potential and determine the feasibility of the beach from a physical aspect into the category of suitable or unsuitable for reaction. This research aims to determine the physical feasibility of the beach, the carrying capacity of the area and the feasibility of the infrastructure at Empu Rancak Beach. This Research was carried out on February 15, 2024 and March 25, 2024 at Empu Rancak Beach, Jepara Regency. The research method uses a descriptive method by describing in general the conditions that exist at the research location. Data collection uses a survey method by collecting data directly at Empu Rancak Beach. Physical feasibility analysis uses the tourism suitability index and area carrying capacity to determine the estimated number of visitors in a day. The research results show that Empu Rancak Beach has an average IKW of 97,96%, which means that the beach is very suitable as a beach tourism destination. The results of the analysis of the area’s carrying capacity based on the area size that were observed reached 789 visitors in a day. The results of the infrastructure feasibility analysis reached the feasible category with several categories such as toilet, prayer rooms and food stalls. This mean that Empu Rancak Beach still has great potential for development in terms of infrastructure
Morfometri Kerang Hijau (Perna viridis) Di Perairan Desa Purworejo, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang Eva Aulia Risma; Nur Taufiq-Spj; Suryono Suryono
Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i2.43232

Abstract

Kerang hijau (Perna viridis) atau dikenal sebagai “green mussels” merupakan jenis kekerangan yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan kandungan gizi yang sangat baik untuk dikonsumsi. Pemeliharaan kerang hijau telah banyak dilakukan karena tingkat pertumbuhan kerang hijau relatif cepat dan ketersediaan benih dari alam sepanjang tahun. Pertumbuhan kerang hijau dapat diamati dengan melihat pertambahan ukuran cangkang kerang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara panjang cangkang dengan berat total dan indeks kondisi kerang hijau. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan November 2023 dengan metode purposive sampling pada tiga stasiun berbeda. Parameter morfometri yang diamati meliputi panjang cangkang dan berat total sampel kerang hijau. Pengukuran panjang cangkang dilakukan menggunakan jangka sorong dengan ketelitian 0,1 mm dan berat kerang diukur menggunakan neraca digital dengan ketelitian 0,1 gram. Parameter morfometri kerang hijau pada penelitian ini memiliki pola pertumbuhan allometrik negatif, dimana nilai b<3 yang berarti pertambahan panjang lebih cepat dibandingkan pertambahan berat. Indeks kondisi di ketiga stasiun termasuk dalam kategori kurus yaitu <40. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan kerang hijau antara lain, ketersediaan makanan, kondisi fisiologis dan lingkungan seperti suhu, pH, salinitas, letak geografis, teknik sampling serta adanya proses pemijahan.
Distribusi Ukuran Rajungan (Portunus pelagicus) di Perairan Desa Danasari Kabupaten Pemalang Reza Achmad Fauzi; Nur Taufiq-SPJ; Suryono Suryono
Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i2.44591

Abstract

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati laut yang tinggi salah satu sumberdaya tersebut adalah rajungan (Portunus pelagicus) yang merupakan salah satu komoditas perikanan yang bernilai ekonomis penting karena permintaannya tinggi dan merupakan komoditas ekspor dengan harga yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi ukuran rajungan dan tingkat kematangan gonad. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif untuk mengetahui ukuran karapas, bobot tubuh dan tingkat kematangan gonad rajungan dan metode random sampling untuk menentukan titik pengambilan sampel. Penelitian dilakukan pada tanggal 23 Oktober – 21 November 2023. Pengambilan data rajungan yang dilakukan meliputi lebar karapas dan berat tubuh, jenis kelamin, dan tingkat kematangan gonad. Sampel rajungan yang dikumpulkan berjumlah 2455 ekor (1473 ekor rajungan jantan dan 982 ekor rajungan betina). Hasil dari penelitian ini menunjukkan rajungan yang paling banyak ditemukan memiliki ukuran lebar karapas yang berkisar antara 104-116 mm dan berat tubuh 61-86 g. dengan persamaan hubungan lebar karapas dan berat tubuh sebesar 0.0001L2.8512 untuk rajungan betina dan 0.0002L2.7345 untuk rajungan jantan. Rajungan yang ditemukan lebih banyak berkelamin jantan dibandingkan betina dan rajungan betina yang ditemukan dalam usia dewasa dengan Tingkat Kematangan Gonad kategori 2 (Matured). Hasil tersebut menunjukkan kondisi rajungan (Portunus pelagicus) di Perairan Desa Danasari Pemalang memiliki komposisi berdasarkan ukuran, dan tingkat kematangan gonad yang cukup ideal, namun untuk rasio jenis kelamin didapatkan tidak ideal karena menunjukkan hasil perbandingan rajungan jantan dengan rajungan betina tidak seimbang. Indonesia possesses a high biodiversity of marine life, and one of its valuable resources is the blue swimming crab (Portunus pelagicus), a fisheries commodity of significant economic importance due to its high demand and export value. The aim of this research is to determine the size distribution of blue swimming crabs and their gonadal maturity levels. The methodology employed in this study is quantitative descriptive, focusing on carapace size, body weight, and gonadal maturity levels of blue swimming crabs. The research was conducted from October 23 to November 21, 2023. Data collection for blue swimming crabs included measurements of carapace width, body weight, gender, and gonadal maturity level. A total of 2455 specimens were collected 1473 male and 982 female blue swimming crabs. The results indicate that the most commonly found blue swimming crabs have carapace widths ranging from 104-116 mm and body weights of 61-86 g. The relationship between carapace width and body weight is expressed by the equations 0.0001L2.8512 for female crabs and 0.0002L2.7345 for male crabs. Male blue swimming crabs were more abundant than females. Furthermore, matured female blue swimming crabs were found with Gonadal Maturity Level 2. These findings suggest that the blue swimming crab population (Portunus pelagicus) in the waters of Danasari Village, Pemalang, exhibits a composition based on size and gonadal maturity levels that is relatively ideal. However, the gender ratio is deemed less ideal due to an imbalanced proportion of male to female blue swimming crabs.
Analisis Vegetasi dan Luasan Mangrove di Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang Fadzil Eka Jaya Saputra; Nur Taufiq-Spj; Gunawan Widi Santosa
Journal of Marine Research Vol 14, No 1 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i1.34454

Abstract

Kelurahan Mangunharjo sering menjadi pusat kegiatan konservasi mangrove di Kota Semarang sejak awal tahun 2000-an. Tujuan dari adanya penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi ekosistem mangrove melalui analisa vegetasi dan perubahan luasan ekosistem mangrove di Kelurahan Mangunharjo. Pengambilan data vegetasi mangrove dilakukan di 4 stasiun dengan pengambilan data diameter batang, tutupan kanopi, substrat, dan parameter perairan. Perubahan luasan ekosistem mangrove menggunakan metode digitasi citra Google Earth 2002, 2007, 2012, 2017, dan 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vegetasi mangrove Kelurahan Mangunharjo ada kecenderungan meningkat dari tahun 2002 ke 2017 dan sedikit menurun di tahun 2021. Vegetasi didominasi oleh spesies Avicennia marina dengan kerapatan mangrove kategori pohon 2.258,4 ind/ha, persentase rata-rata tutupan kanopi 83,37% dengan kenaikan luasan mangrove sebesar 704% (2002-2021) yakni dari 7,5 ha pada tahun 2002 menjadi 60,3 ha pada tahun 2021.  
Tingkat Herbivori Daun Mangrove Di Desa Bedono, Sayung, Demak, Jawa Tengah Rahma Nimas Healthy Jayanti; Hadi Endrawati; Nur Taufiq-SPJ
Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i2.38645

Abstract

Bentuk aktivitas herbivori merupakan kegiatan memakan daun mangrove oleh fauna (herbivor) yang berada di dahan pohon secara langsung. Mengetahui aktivitas herbivori pada daun mangrove sangatlah penting karena merupakan indikator kesehatan dan kualitas pada ekosistem mangrove. Pemangsaan yang dilakukan oleh herbivor akan mempengaruhi perubahan keseimbangan karbohidrat yang dihasilkan dan melemahnya struktur fisik pada tumbuhan. Oleh karena itu, penting diketahui tingkat herbivori pada tumbuhan mangrove untuk melihat tingkat kesehatan ekosistem mangrove. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis tingkat herbivori daun mangrove Avicennia marina dan Rhizophora mucronata pada ekosistem mangrove di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling. Metode penentuan lokasi ini dilakukan berdasarkan pertimbangan kondisi mangrove yang ada di lapangan yaitu pada lokasi yang banyak terdapat kerusakan dan letaknya lebih mudah dijangkau. Sampel daun spesies Avicennia marina dan Rhizophora mucronata diambil berdasakan tiga kategori ketinggian berbeda, yaitu <1 m, 1-2 m, dan >2m, masing-masing sebanyak 10 pohon sebagai ulangan. Daun dipisahkan berdasarkan umur daun (muda dan tua) dan kondisi daun (rusak dan utuh). Total daun yang diambil sebanyak 10% dari setiap pohon. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata tingkat herbivori pada setiap kategori spesies, umur daun dan tinggi pohon yaitu pada spesies Avicennia marina 6.739% kisaran (0.038-46.202) hingga 32.180% kisaran (14.821-59.066) sedangkan pada spesies Rhizophora mucranata sebesar 5.40% kisaran (0,19-21.57) hingga 10,87% kisaran (0,53 - 43,46). Tingkat herbivori Avicennia marina lebih tinggi daripada Rhizophora mucronata. Rendahnya persentase tingkat herbivori mengidentifikasikan bahwa ekosistem mangrove di Bedono masih tergolong sehat. The form of herbivory activity is the activity of eating mangrove leaves by fauna (herbivores) that are directly on the tree branches. Knowing herbivorous activity in mangrove leaves is very important because it is an indicator of the health and quality of mangrove ecosystems. Predation by herbivores will affect changes in the balance of carbohydrates produced and the weakening of the physical structure of plants. Therefore, it is important to know the level of herbivory in mangrove plants to see the level of health of the mangrove ecosystem. The purpose of this study was to analyze the herbivory level of Avicennia marina and Rhizophora mucronata mangrove leaves in the mangrove ecosystem in Bedono Village, Sayung District, Demak Regency. The research was conducted in January 2023. The method used in this study was a purposive sampling method. This method of determining the location was based on consideration of the condition of the mangroves in the field, namely at locations where there was a lot of damage and where it was easier to reach. Leaf samples of Avicennia marina and Rhizophora mucronata species were taken based on three different height categories, namely <1 m, 1-2 m, and >2 m, with 10 trees each as replicates. Leaves are separated based on leaf age (young and old) and leaf condition (damaged and intact). The total leaves taken were 10% from each tree. The results showed that the average value of herbivory in each species category, leaf age and tree height was for Avicennia marina species 6.739% range (0.038-46.202) to 32.180% range (14.821-59.066) while for Rhizophora mucranata species it was 5.40% range (0.19-21.57) to 10.87% range (0.53 - 43.46). Avicennia marina herbivory level is higher than Rhizophora mucronata. The low percentage of herbivory indicates that the mangrove ecosystem in Bedono is still relatively healthy.