Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI TENTANG KEANEKARAGAMAN DAN KEMELIMPAHAN ENDOPSAMMON PADA EKOSISTEM PADANG LAMUNDI TELUK TERIMA KAWASAN TAMAN NASIONAL BALI BARAT ., Serlis Nofiana Sari; ., Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si; ., Gede Ari Yudasmara, S.Si., M.Si.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padang lamun merupakan suatu ekosistem penting di wilayah pesisir yang memegang peran dalam melindungi garis pantai. Di dalam ekosistem ini terdapat komunitas endopsammon yang memiliki keanekaragaman dan kemelimpahan yang khas. Terkait dengan ragam dan kemelimpahan Endopsammon meka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) komposisi jenis Endopsammon pada Ekosistem Padang Lamun yang ada di Teluk Terima Kawasan Taman Nasional bali Barat, (2) indeks keanekaragaman Endopsammon pada Ekosistem Padang Lamun yang ada di Teluk Terima Kawasan Taman Nasional bali Barat, (3) kemelimpahan Endopsammon pada Ekosistem Padang Lamun di Teluk Terima kawasan Taman Nasional. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua Endopsammon yang hidup pada Padang Lamun di Teluk Terima Kawasan Taman Nasional Bali Barat, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah sebagian Endopsammon yang terdapat di Teluk Terima Taman Nasional Bali Barat yang terperangkap dalam 15 core dan dipasang dibibir pantai wilayah tersebut. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) komposisi spesies Endopsammon yang hidup pada Ekosisitem Padang Lamun di Teluk Terima kawasan Taman Nasional Bali Barat terdiri dari 877 spesies, (2) Indeks keanekaragaman spesies Endopsammon pada Ekosistem Padang Lamun di Teluk Terima kawasan Taman Nasional Bali Barat tergolong sedang yaitu sebesar 2,61, (3) kemelimpahan relatif tertinggi dimiliki oleh spesies Helycotylenchus sp. sebesar 17,67% dan kemelimpahan relatif terendah dimiliki oleh spesies Gonionemus sp. 0,34 %. Kata Kunci : Keanekaragaman, Kemelimpahan, Endopsammon, Lamun. Seagrass bed is important ecosystem in coastal area which hold important role to protect seacoast. This ecosystem have a specific diversity and abundance . Related to diversity and abundance endopsammon, the research aims to know: (1) the composition of endopsammon in seagrass ecosystem at Terima Bay Bali Barat National Park, (2) the diversity index of endopsammon in seagrass ecosystem at Terima Bay Bali Barat National Park, (3) the abundance of endopsammon in seagrass ecosystem at Terima Bay Bali Barat National Park. This was descriptive and explorative research. The population of this research was all of endopsammon which lived at Terima Bay Bali Barat National Park, and the sample of this research was half of endopsammon which lived at Terima Bay Bali Barat National Park that was caught in 15 core set in seashore at that area. The result of this research showed: (1) the species composition of endopsammon which lived in in seagrass ecosystem at Terima Bay Bali Barat National Park was 877 species, (2) The diversity index of endopsammon which lived in seagrass ecosystem at Terima Bay Bali Barat National Park was categorized in medium level 2.61, (3) the highest relative abundance was the species of Helycotylenchussp with value 17.67%, and the lowest relative abundance was the species of Gonionemussp with value 0.34%keyword : Diversity, abundance, endopsammon, and seagrass.
POTENSI OLIGOCHITOSAN SEBAGAI EDIBLE COATING PADA ANGGUR LAUT (Caulerpa lentillifera) (The Potential of Oligochitosan as an Edible Coating of Sea Grape (Caulerpa lentillifera)) Gede Ari Yudasmara
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 16, No 2 (2020): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.16.2.%p

Abstract

Caulerpa lentillifera merupakan edible seaweed yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak dikonsumsi dalam bentuk segar maupun bentuk olahan. Namun, Caulerpa lentillifera sangat mudah rusak dan memiliki umur simpan yang singkat pada proses pasca panen. Agar penurunan mutu dan masa jualnya dapat diperpanjang, maka diperlukan upaya untuk dapat menghambat kerusakannya. Pemberian lapisan tipis oligochitosan pada bagian permukaan Caulerpa lentillifera, merupakan salah satu upaya yang dapat diterapkan, mengingat oligochitosan adalah turunan dari chitosan yang sudah dikenal luas sebagai  pengawet alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelapisan oligochitosan dengan konsentrasi yang berbeda terhadap daya simpan Caulerpa lentillifera pasca panen. Bahan oligochitosan yang digunakan berupa cairan yang kemudian dilarutkan pada air laut steril untuk setiap konsentrasi perlakuan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan 4 perlakuan yaitu P1 (pencelupan oligochitosan 0,25%), P2 (oligochitosan 0,5%), P3 (oligochitosan 0,75%) dan P0 tanpa pencelupan (kontrol) dengan menggunakan 100-gram Caulerpa lentillifera pada setiap ulangannya sebanyak 3 kali masing-masing selama 7 detik, kemudian ditiriskan dan disimpan ke dalam wadah plastik transparan tertutup pada ruangan bersuhu 20-25oC. Parameter yang diamati adalah warna, tekstur, aroma dan bobot setelah perlakuan yang dianalisis melalui uji organoleptik dan penimbangan bobot setiap hari selama 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pelapisan oligochitosan secara positif dapat memperpanjang masa simpan dan mampu mempertahankan mutu Caulerpa lentillifera saat pasca panen, selama P0 (3 hari); P1 (4 hari); P2 (5 hari); dan P3 (3 hari). Kadar oligochitosan 0,5% (P2) merupakan kadar yang optimal dalam memperpanjang daya simpan dan mampu mempertahankan karakteristik fisik Caulerpa lentillifera selama 5 hari penyimpanan. Caulerpa lentillifera is edible seaweed with a high economic value which is consumed in a great number both as fresh and processed food. However, it spoils easily and has a very short storage life time in the post-harvest process. In order to stop the degradation of its quality and to prolong its sale time, then there is a need to stop its spoilage. Coating the surface part of Caulerpa lentillifera with a thin oligochitosan layer is one of the efforts that can be used, considering oligochitosan is a chitosan derivative which is widely known as a natural preservative. This study aimed at finding out the effect of the use of oligochitosan covering with different concentrations on the storage lifetime of post-harvest Caulerpa lentillifera. This study used oligochitosan liquid which was dissolved in sterile water in each treatment concentration. This study used an experimental method using 4 (four) treatments: P1 (coating with 0.25% oligochitosan, P2 (coating with 0.5% oligochitosan), P3 (coating with 0.75% oligochitosan) and P0 without coating (control) by using 100 gram of Caulerpa lentillifera at each repetition for 7 seconds and then the Caulerpa lentillifera was drained and stored in a closed transparant plastic container at the room temperature of 20-25 oC. The parameters that were observed were color, texture, aroma, and weight after treatments which were analyzed through the organoleptic test and the weights were measured every day for 7 days. The result showed that the application of the oligochitosan coating positively lengthens the storage lifetime and is able to maintain the quality of the post-harvest Caulerpa lentillifera, with PO (for 3 days); P1 (for 4 days); P2 (for  5 days); and P3 (for 3 days). The 0.5% (P2) Oligochitosan content is the optimal content in lengthening the storage lifetime and is able to maintain the physical characteristics of Caulerpa lentillifera for 5 days storage 
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKIF BIOLOGI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMP Gede Ari Yudasmara; Desi Purnami
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 48 No 1-3 (2015): April, 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.129 KB) | DOI: 10.23887/jppundiksha.v48i1-3.6923

Abstract

ABSTRACT: Developing Interactive Instructional Media in Biology to Improve Junior High School Students’ Achievement. This study aimed to produce interactive instructional media inter-active which is practical, and effective. This research was a research and development, which was-held in SMP Negeri 3 Bangli Kintamani to the class VIIIA in the Odd semester of the school year 2014/2015. The subjects were Biology teacher and eighth grade students of class VIIIA. The data were analyzed using descriptive analysis related to aspects of practicality and effectiveness through a questionnaire and Biology achievement test. The result shows that 1) the media that was developed has fulfilled the criteria of practicality based on the average score of the response of teachers to 3.73 (categorized positive) and the students' responses 3.5 (categorized very positive) and 2) interactive instructional media of Biology has accomplished the criteria of effectiveness because it has reached the learning outcomes of the test scores of students who achieved an average of 79.04 above KKM (the minimum criteria of mastery) from previously determined 72, and the percentage of students achieving the minimum criteria of mastery is 95.83%. Keywords: instructional media, learning achievement, quality of media ABSTRAK:Pengembangan Media Pembelajaran Interakif Biologi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Belajar Siswa SMP. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran interaktif biologi yang praktis, dan efektif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan, yang dilaksanakan di SMP Negeri 3 Kintamani Bangli, pada kelas VIIIA semester Ganjil tahun pelajaran 2014/2015. Subjek penelitian ini adalah guru Biologi dan siswa kelas VIIIA SMP Negeri 3 Kinta-mani. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptifyang berkaitan dengan aspek kepraktisan dan efektivitas melalui angket dan tes hasil belajar biologi siswa. Hasil analisis data menunjukkan bahwa 1) media pembelajaran yang berhasil dikembangkan telah memenuhi syarat kepraktisan ber-dasarkan rata-rata nilai respon guru 3,73 (terkategori positif) dan respon siswa 3,5 (terkategori sangat positif) dan 2) Media pembelajaran interaktif biologi ini telah memenuhi syarat keefektivan karena telah berhasil mencapai nilai tes hasil belajar siswa yang mencapai rata-rata 79,04 diatas KKM yang ditetapkan yaitu 72, dan persentase tingkat ketuntasan minimal siswa mencapai 95,83%. Kata-kataKunci: hasil belajar siswa, kualitas media, media pembelajaran
TINGKAH LAKU MEMELIHARA ANAK (EPIMELETIC BEHAVIOR) BURUNG KUNTUL (Bubulcus ibis) DI DESA PETULU, UBUD, BALI I Wayan Jaya Antara .; Drs.I Ketut Artawan,M.Si .; Gede Ari Yudasmara, S.Si., M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v1i1.3170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkah laku memelihara anak (epimeletic behavior) burung kuntul (Bubulcus ibis). Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif eksploratoris karena sifat dari penelitian ini mendalami fakta atau informasi dari lapangan tanpa manipulasi dimana hasilnya dipaparkan secara objektif melalui uraian atau narasi secara tertulis. Data tentang tingkah laku memelihara anak burung kuntul diperoleh melalui observasi menggunakan lembar observasi dan direkam menggunakan handycam. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif kualitatif tanpa perhitungan statistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkah laku memelihara anak burung kuntul dilakukan sejak anakan berumur 2 hari sampai berumur 49 hari (sampai terbang). Tingkah laku memelihara anak burung kuntul sama seperti pada saat pengeraman yaitu dilakukan secara bergantian antara kedua induk. Induk yang bertugas memelihara anak burung kuntul telah menyediakan cadangan makanan yang disimpan dalam tembolok sebagai pasokan makanan untuk anaknya. Pemberian makan mengikuti perubahan dimana induk burung meletakkan makanan didalam sarang dan membiarkan anaknya mematuk sendiri makanan tersebut. Hubungan antara induk dan anak sudah putus sama sekali pada saat anak burung berumur 49 hari (sampai terbang). Anak burung sudah dapat terbang dan mencari makan sendiri. Aktivitas lain yang dilakukan burung kuntul untuk mendukung tingkah laku memelihara anak yaitu aktivitas bertengger, dan berkicau. Kata Kunci : tingkah laku memelihara anak; burung kuntul; desa petulu The purpose of this research is to know about the epimeletic behavior on kuntul bird (Bubulcus ibis). The kind of this research is descriptive exploratory research because the characteristics of this study are to explore the fact or information from the field without any manipulation and the result is presented objectively through explanation or written narration. The data about epimeletic behavior on kuntul bird was find out through observation using observation sheet and was recorded using handycam. The finding data in this research was analyze by qualitative descriptive without statistical calculations. The result of this research about epimeletic behavior on kuntul bird conducted since a 2 day until 49 day (up to fly). Epimeletic behavior on kuntul bird same as when incubation is done alternately between the parents. Parent will be charge the epimeletic behavior on chick have been providing food reserves stored in cache as the supply of food for their chick. The way of feeding food is also change in parent put the food in nest and let them alone to peck their food. The relationship between parent and chick has broken up at all during the 49 day (up to fly). The chick is able to fly and feed themselves. Other activities conducted kuntul bird in support of maintaining the epimeletic behavior that the activity of perch, and chirping.keyword : epimeletic behavior; kuntul bird; petulu village
STUDI KOMPARATIF KEANEKARAGAMAN DAN KEMELIMPAHAN FITOPLANKTON PADA EKOSISTEM LAMUN, TERUMBU KARANG, MANGROVE DI KAWASAN TNBB Putu Bintang Orissa .; Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si .; Gede Ari Yudasmara, S.Si., M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v1i1.3173

Abstract

Hingga saat ini belum ada penelitian yang membandingkan perbedaan keanekaragaman dan kemelimpahan fitoplankton pada ekosistem padang lamun, terumbu karang dan mangrove di kawasan Taman Nasional Bali Barat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui komposisi, indeks keanekaragaman, kemelimpahan relatif, tingkat perbedaan keanekaragaman dan kemelimpahan fitoplankton yang hidup pada ketiga ekosistem tersebut. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dan eksploratif. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh fitoplankton pada ekosistem padang lamun, terumbu karang dan mangrove. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah fitoplankton yang berhasil ditangkap pada sejumlah titik pengambilan sampel. Analisis data menggunakan statistik ekologi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Fitoplankton yang teridentifikasi pada ekosistem lamun sebanyak 24 jenis, ekosistem terumbu karang 32 jenis dan ekosistem mangrove 20 jenis; (2) Indeks keanekaragaman fitoplankton pada ekosistem terumbu karang tergolong tinggi sedangkan ekosistem lamun dan mangrove sedang; (3) Kemelimpahan relatif tertinggi pada ekosistem lamun adalah spesies Guinardia blavyana, ekosistem terumbu karang adalah Cocconeis scutelum dan ekosistem mangrove adalah Triceratium alternans; (4) terdapat perbedaan keanekaragaman fitoplankton antara ketiga ekosistem; (5) Terdapat perbedaan kemelimpahan fitoplankton antara ketiga ekosistem.Kata Kunci : fitoplankton, keanekaragaman, kemelimpahan Until this time there is no research that compares phytoplankton diversity and abundance between sea grass, coral reef and mangrove ecosystems in Bali Barat National Park. The research purposes are to know the phytoplankton composition, diversity index, relative abundance, comparison of diversity and abundance on three ecosystems. This research categorized as descriptive and explorative. The research population is all of phytoplankton on those three ecosystems, while the research sample is captured phytoplankton in some point. Data analyze using ecologyc statistic. The results are: (1) the amount of phytoplankton that identified on sea grass ecosystem are 24 species, on coral reef are 32 species, and on mangrove are 20 species; (2) phytoplankton diversity index on coral reef ecosystem included into high level, but on sea grass and mangrove ecosystem are moderate; (3) higher relative abundance on sea grass ecosystem is Guinardia blavyana, on coral reef ecosystem is Cocconeis scutelum and mangrove is Triceratium alternans; (4) phytoplankton diversity between three ecosystems are different; (5) phytoplankton abundance between three ecosystems are different.keyword : phytoplankton, diversity, abundance
ANALISIS KUALITAS AIR TUKAD BADUNG MELALUI INDIKATOR FISIKA-KIMIA, BIOINDIKATOR NVC IKAN DAN JUMLAH TOTAL COLIFORM Sg. Ayu Wulan Pradnyamita .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .; Gede Ari Yudasmara, S.Si., M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v1i1.3295

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Kualitas air Tukad Badung saat ini ditinjau dari parameter fisika dan kimia; (2) kualitas air ditinjau dari bioindikator NVC ikan; (3) kualitas air ditinjau dari jumlah total Coliform; dan (4) perbedaan kualitas air pada zona hulu, tengah dan hilir. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan eksploratif dengan populasi penelitian dalam penelitian ini adalah seluruh air yang ada pada ekosistem Tukad Badung sepanjang badan sungai dan sampel dalam penelitian ini adalah air Tukad Badung dan beberapa ekor ikan yang ditangkap pada masing-masing zona. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan sistematik sampling. Dalam penelitian ini kegiatan yang dilakukan, yaitu : (1) pengukuran langsung kualitas air di lapangan; (2) pengambilan sampel air untuk diuji di laboratorium. Data dianalisis secara deskriptif dan uji statistik. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Kualitas perairan Tukad Badung tergolong tercemar untuk parameter suhu (29,99 0C), COD (120,2 mg/L) dan BOD (21,9 mg/L). Untuk parameter pH dengan nilai 8,79, turbiditas (10 NTU), konduktivitas (0,319 ms/cm), DO (3,036 mg/L) dan salinitas (0,01‰) masih sesuai dengan standar baku mutu air; (2) ada sebanyak 47% ikan tergolong tidak sehat; (3) Rerata jumlah Coliform adalah sebanyak 280.000/100ml; (4) ada perbedaan kualitas air pada zona hulu, tengah, dan hilir dilihat dari beberapa parameter terukur (pH, konduktivitas, suhu, COD, BOD, Coliform dan Fecal coli) di Tukad Badung, dan tidak terdapat perbedaan kualitas air pada zona hulu, tengah dan hilir ditinjau dari parameter DO, salinitas dan NVC ikan.Kata Kunci : Kualitas air, NVC ikan, Jumlah total Coliform This aims of this research are to know: (1) water’s quality in Tukad Badung by physical and chemical parameters; (2) water’s quality by NVC’s fish bio-indicators; (3) water’s quality by the totally number’s coliform indicators; and (4) The differences of water’s qualities in upstream zone, midstream zone and downstream zone. This research are descriptive and explorative research which all component ecosystem in Tukad Badung as population’s research and water with fish in each zona as sample’s research. The systematic sampling was used in obtaining the data. The activity of this research are: (1) direct measurement of water’s quality; ( 2 ) taking of water samples for checking in laboratory. Data were analyzed by using descriptive and statistical tests. The results of this study indicate (1) The water’s quality of the Badung Tukad was contamined by temperature parameter (29.99 0C) , COD (120.2 mg/L) and BOD (21.9 mg/L). Moreover the parameter with a value of 8.79 pH, turbidity (10 NTU), conductivity (0.319 ms/cm), DO (3.036 mg/L) and salinity (0.01‰) was in accordance with the standard water’s quality; (2) 47% of fish were not healthy; (3) Average number of Coliform were 280.000/100ml; (4) there were the differences in water’s quality at upstream, midstream, and downstream by several parameters (pH, conductivity, temperature, CO, BOD, Coliform and fecal coli) in Tukad Badung, while for the DO parameters, salinity and fish NVC there were no the differences of water’s quality in upstream, midstream and downstream zone. keyword : water’s quality, NVC of fish, totally number of Coliform
RESEARCH ABOUT NUMBER OF POPULATION, BIOECOLOGYS CHARACTERISTIC, AND CONSERVATION EFFORT JAVAN POND-HERON (Ardeola speciosa) IN PETULU VILLAGE, UBUD DISTRICT, GIANYAR I Wayan Angga Bradnyana .; Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si .; Gede Ari Yudasmara, S.Si., M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v1i1.3636

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah populasi, relung tropik dan upaya pelestarian burung Blekok Sawah (Ardeola speciosa) di Desa Petulu. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan burung Blekok Sawah (Ardeola speciosa) yang terdapat di Desa Petulu. Sampel penelitian ini adalah seluruh populasi burung Blekok Sawah (Ardeola speciosa). Penelitian ini termasuk kedalam deskriptif eksploratif. Hasil penelitian ini menunjukan Jumlah populasi burung Blekok sawah (Ardeola speciosa) ialah 2.450 ekor. Relung habitat terdapat 12 jenis pohon, kelembaban berkisar antara 80% sampai 82 %, rata-rata suhu lingkungan 26,30C sampai 27,80C, intensitas cahaya, pagi hari 350 lux, siang hari 1885 lux, dan sore hari 575 lux, ketinggian tempat 250 meter diatas permukaan laut. Jenis makanan burung Blekok sawah (Ardeola speciosa) terdiri dari 8 spesies hewan, predator burung ini ialah musang dan ular. Upaya pelestarian yang telah dilakukan ialah melindungi burung dari pemangsa, melindungi habitat, membuat hutan buatan dan melarang orang memburu burung Blekok Sawah (Ardeola speciosa). Kata Kunci : Ardeola speciosa, Bioekologis, Petulu Populasi, The purposes of this research were to knows number of population, habitat niches, tropical niches and conservation effort of Javan pond-Heron bird (Ardeola speciosa) in Petulu village. The population of this research was all of Javan Pond-Heron (Ardeola speciosa) located in Petulu village. The sample of this research is all about the population of Javan Pond-Heron (Ardeola speciosa). Numbers of population of javan Pond-Heron bird (Ardeola speciosa) were 2.450 tails. In habitat niches, there are 12 species of tree, the average humidity is between 80% until 82%, the average temperature of environment is 26.30C until 27.80C, the light intensity in the morning is 350 lux, in the afternoon is 1885 lux, and in the evening is 575 lux, the altitude is 250 meters above the sea level. Kinds of food of Javan Pond-Heron (Ardeola speciosa) are 8 species of animal. The predators of this bird are weasel and snake. Conservation efforts which have been done are protecting the birds from predators, and keep the habitat, making synthetic forests and prohibiting people to hunt Javan Pond-Heron (Ardeola speciosa). keyword : Ardeola speciosa, Bioecologys, Petulu, Population,
PENGARUH PERBEDAAN SALINITAS TERHADAP TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN NILA GESIT (Oreochromis niloticus) I Gusti Lanang Agung Adi Prana .; Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si .; Gede Ari Yudasmara, S.Si., M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5396

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui pengaruh perbedaan salinitas terhadap tingkat kelangsungan hidup benih ikan Nila GESIT (Oreochromis niloticus), (2) mengetahui salinitas yang optimal untuk kelangsungan hidup benih ikan Nila GESIT (Oreochromis niloticus). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu (Quasi Experimental) dengan desain penelitian “Posttest Only, Non-Equivalent Control Group Design”. Perangkat percobaan ini terdiri dari 5 perlakuan dengan salinitas yang berbeda yaitu 5 ppt, 10 ppt, 15 ppt, 20 ppt dan satu sebagai kontrol (< 0,5 ppt). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari- Maret 2015. Benih ikan dipelihara dalam wadah pemeliharaan dengan volume 6 liter dan kepadatan 50 benih setiap wadahnya. Pemberian pakan dilakukan 2 kali sehari pada pukul 08.00 dan 16.00 WITA. Metode analisis data yang digunakan didalam penelitian ini bersifat Deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa media penelitian benih ikan Nila GESIT dengan salinitas 0 ppt, 5 ppt dan 10 ppt menghasilkan tingkat kelangsungan hidup yang sangat tinggi yaitu 100 %, 100 % dan 96 %. Kemudian berturut-turut diikuti media penelitian benih ikan Nila GESIT dengan salinitas 15 ppt ( 58 %) dan 20 ppt (22 %).Pengamatan kualitas air masih dalam kisaran normal untuk media benih ikan Nila GESIT. Kandungan oksigen terlarut berkisar antara 5,8 -6,5 ppm, derajat keasaman berkisar antara 7-8,2, suhu air berkisar antara 27-29 ºC, dan konsentrasi gas amonia sebesar 0,14-1,23 ppm yang masih layak sebagai syarat budidaya ikan Nila.Kata Kunci : KATA KUNCI : Benih ikan Nila GESIT, Tingkat kelangsungan hidup, Salinitas air This research was aimed to (1) determine the effect of different salinity on tilapia fish seed’s GESIT (Oreochromis niloticus) survival rate, (2) determine the optimun salinity of Tilapia fish seed’s GESIT survival rate.This type of research was an quasi experimental with design of this study “ posttest only,non-equivalent control group design”.The experimental device consisted of 5 treatments with different salinity such as 5 ppt, 10 ppt, 15 ppt, 20 ppt and one control with (
STUDI TENTANG KEANEKARAGAMAN DAN KEMELIMPAHAN MAKROZOOBENTOS DI PANTAI BERBATU KARANG GREEN BOWL, KECAMATAN KUTA SELATAN, KABUPATEN BADUNG, BALI Putu Ayu Wulandari .; Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si .; Gede Ari Yudasmara, S.Si., M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5543

Abstract

Makrozoobentos adalah organisme yang hidup pada dasar perairan. Makrozoobentos meliputi filum Mollusca, Anthropoda, Echinodermata, Polichaeta, Oligochaeta, dan Nematoda. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi komunitas makrozoobentos di pantai berbatu karang Green Bowl. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode transek kuadrat berjumlah 15 kuadrat dari daerah pesisir pantai menuju ke laut. Keanekaragaman dan kemelimpahan makrozoobentos di Pantai Green Bowl dianalisis dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan statistik ekologi.Dalam penelitian ini diperoleh sebanyak 137 individu terdiri dari 5 kelas yakni 8 dari kelas Gastropoda, 7 dari kelas Ophiuroidea, 4 dari kelas Asteoidea, 7 dari kelas Echinoidea, dan 1 kelas Polycaeta. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan Microsoft Excel 2010, Indeks keanekaragaman (H’) di lokasi penelitian sebesar 2,75, indeks kekayaan spesies (R) sebesar 4,88, indeks kemerataan spesies (E) sebesar 0,56, dan indeks dominansi (C) sebesar 0,16. Kemelimpahan relatif spesies tertinggi adalah Ophiothrix reticulata sebesar 18,25%. Kepadatan spesies tertinggi juga terdapat pada Ophiothrix reticulata sebesar 1,67 individu/m2. Untuk kepadatan komunitas di Pantai Green Bowl sebesar 9,13 individu/m2. Parameter fisika dan kimia yang terukur saat air laut pasang yakni suhu di lokasi penelitian kira-kira 28 ͦC ; pH air laut sekitar 8,5 ; salinitas sekitar 31ppt ; DO (oksigen terlarut) sekitar 4,81mg/l ; dan konduktivitas sekitar 4,7mS/cm. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa komunitas makrozoobenthos di Pantai Green Bowl masih alami.Kata Kunci : Struktur Komunitas, Makrozoobentos, Pantai Berbatu Karang Macrozoobenthos is an organism which live in the bottom of the water. Macrozoobenthos are include the Mollusca, Anthropoda, Echinodermata, Polichaeta, Oligochaeta, and Nematoda Fillum. The goal of this research is to a knowledge the condition of makrozoobenthos community in the Green Bowl rocky reef. The metodology of the research is transect quadrat method are 15 quadrat from the beach shore to the sea. The diversity and the abudance of macrozoobenthos at Green Bowl beach are analyzed using descriptives quantitatives approach and using ecological statistic. During the research we are able to identified 137 individual, consist of 5 class. Which is 8 from Gastropod class, 7 from Echinodermata class, 4 from Asteroidea class, 7 from Echinoidea class class, and 1 from Polycaeta class. Based on the calculation using Microsoft Excel 2010, we are able to get the diversity index (H’) is 2.75, species richness index (R) is 4.88, evenness index (E) is 0.56, and domination index (C) is 0.16. the highest species relative abundance is at Ophiothrix Reticulata in 9.13 individual/m2. The community density at Green Bowl beach is 9.13 individual/m2. A measured physical and cemical parameters during the tidal flow is the temperature at the location which is about 280C. The sea water pH is about 8.5, the salinity is about 31ppt, disolved oksigen (DO) is about 4.81mg/l, and the conductivity is about 4.7mS/cm. This researh show us that macrozoobenthos community at Green Bowl beach are still in it’s natural condition.keyword : Community Structure, Macrozoobenthos, Rocky Reef Beach
Studi Tentang Keanekaragaman dan Kemelimpahan Makrozoobentos Dalam Kaitannya Dengan Kualitas Air di Danau Beratan Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan Ni Wayan Surya Ningsih .; Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si .; Gede Ari Yudasmara, S.Si., M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i1.7548

Abstract

Danau Beratan merupakan sebuah danau tertutup yang secara umum digunakan sebagai objek wisata. Beranekaragamnya aktivitas masyarakat di sekitar Danau Beratan secara langsung maupun tidak langsung memanfaatkan danau dan lingkungannya sebagai sumber atau objek kegiatan akan menyebabkan perubahan kualitas perairan. Makrozoobentos dapat digunakan sebagai parameter biologi dalam menentukan kondisi suatu perairan, karena hidupnya relatif diam di dasar perairan. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui komposisi makrozoobentos, (2) mengetahui keanekaragaman dan kemelimpahan makrozoobentos, (3) mengetahui makna dari nilai keanekaragaman dan kemelimpahan makrozoobentos dilihat dari kualitas air. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif. Data dianalisis dengan statistik ekologi. Hasil penelitian ini adalah (1) ditemukan 5 spesies makrozoobentos yaitu Pomacea paludosa, Pleurocera acuta, Tryonia clathrata, Uniomerus tetralasmus, Lumbricus rubellus, (2) nilai indeks keanekaragaman tergolong sedang (1,4409), indeks kekayaan spesies tergolong rendah (0,8205), indeks kemerataan tinggi, komunitas stabil (0,8953), indeks dominansi tergolong tidak ada jenis yang mendominansi (0,2658), (3) nilai indeks keanekaragaman tergolong sedang menunjukkan air Danau Beratan dikatagorikan tercemar sedang. Kemelimpahan hewan bentos sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan baik biotik maupun abiotik. Kata Kunci : Keanekaragaman, Kemelimpahan Makrozoobentos, Kualitas Air, Danau Beratan Beratan Lake is a closed lake generally used as a tourist attraction. The local activities around Beratan lake directly or indirectly take advantage of the lake and its surroundings as a source or object of activity that will lead to changes in water quality. Macrozoobenthos can be used as a biological parameter in determining the water condition, because of it relative silence in the bottom waters. The purposes of this study were (1) determine the composition of macrozoobenthos, (2) determine the diversity and abundance of macrozoobenthos, (3) determine the meaning of the value of diversity and abundance of macrozoobenthos views of the water quality. This is a descriptive exploratory study. Data were analyzed with ecological statistics. The results of this study were (1) it was founded five species of macrozoobenthos that is Pomacea paludosa, Pleurocera acuta, Tryonia clathrata, Uniomerus tetralasmus, Lumbricus rubellus, (2) the value of diversity index were moderate (1.4409), species richness index was low (0.8205), equity index high, stable communities (0.8953), dominance index classified as no kind dominance (0.2658), (3) the value of diversity index were moderate, the water is being polluted Beratan lake categorized. Abundance of benthic animals is strongly influenced by environmental factors both biotic and abiotic keyword : Diversity, Abudance of macrozoobenthos, water quality, Beratan Lake