Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Peningkatan Pembelajaran Sosiologi Melalui Model Multiliterasi Pada Siswa Kelas XI IPS I SMA Nasional Makassar Lili Tomagola; Arfenti Amir; Akhiruddin Akhiruddin; Muh. Indrabudiman
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 3 (2024): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i3.1069

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar sosiologi kelas XI IPS I SMA Nasional Makassar, melalui model pembelajaran multiliterasi, jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas (PTK) pada siswa kelas XI IPS I SMA Nasional Makassar sebanyak 32 orang siswa terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan. Data yang diperoleh dengan menggunakan lembar observasi siswa dan tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda. Aspek yang di observasi adalah siswa dalam mengikuti penerapan model pembelajaran multiliterasi selama proses pembelajaran dan tes hasil belajar dilakukan setiap akhir siklus I dan siklus II, setelah mengikuti proses belajar mengajar analisis data dilakukan dengan menggunakan skor yang berdasarkan penilaian acuan. Hasil penelitian diketahui bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa setelah dilakukan tindakan berupa model pembelajaran multiliterasi pada siswa kelas XI IPS I SMA Nasional Makassar pada siklus I yaitu 76,56 sehingga dapat dikatakan hasil belajar Siklus I masih tergolong rendah dan siklus II rata-rata hasil belajar siswa meningkat menjadi 87,34 sehingga dapat dikatakan hasil belajar siklus II tergolong tinggi. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan model multiliterasi dapat meningkatkan hasil belajar sosiologi SMA Nasional Makassar.
STRATEGI PEMERINTAH DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA (Studi Pulau Bair Kota Tual Provinsi Maluku Tenggara) Jawia Reubun; Muh.Reski Salemuddin; Muh.Indrabudiman; Sriwahyuni Sriwahyuni; Akhiruddin Akhiruddin
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i4.1074

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemerintah dalam mengembangkan pariwisata Pulau Bair dan untuk mengetahui strategi pemerintahan dalam pengembangan pariwisata Pulau Bair Kota Tual Provinsi Maluku Tenggara.  Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif informan dalam penelitian ini yaitu 5 orang. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis yang dilakukan melalui triagulasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini yaitu 1) Pemerintah harus memiliki stirategi dalam upaya mengembangkan ekowisata Pulau Bair sehingga masyarakat baik lokal maupun mancanegara   memiliki keinginan untuk berkunjung dan 2) Integrasi antara pemerintah dan masyarakat yaitu dengan berfokus mengembangkan wisata Pulau Bair melalui penyadaran pemberian modal usaha, pendampingan dan penyadaran.
MAKNA TRADISI “MAPPACCING’ ADAT BUGIS Chaerunnufus Chaerunnufus; Akhiruddin Akhiruddin; Sriwahyuni Sriwahyuni; Muh.Reski Salemuddin
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i1.1358

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna pesan  yang terkandung dalam tradisi  Mappaccing pada adat bugis Sinjai khususnya Desa Panaikang Kecamatan Sinjai Timur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teori Interaksi Simbolik melalui pendekatan kualitatif yang dilakukan dengan memilih informan secara sengaja berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Terhadap data yang diperoleh selanjutnya diuji keabsahan datanya dengan cara Credibility, Transferbility, Dependability, Confirmability. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Makna Tradisi Mapacing Adat Bugis Sinjai Desa Panaikang dimulai dari Mappanre Temme (Khataman Al-Qur’an), Mabbarazanji (Pembacaan Barazanji) dan Mappaccing, memiliki makna yang terkandung sendiri di setiap tahapan prosesnya. Selain itu, simbol-simbol yang terkandung dalam prosesi perkawinan adat Bugis Sinjai Desa Panaikang yaitu baik yang tersirat lewat tahapan pelaksanaannya, maupun lewat perangkat-perangkat kelengkapannya, menggambarkan betapa tingginya nilai budaya yang diwariskan oleh leluhur kita yang tentunya harus tetap dijunjung tinggi dan tetap dilestarikan.
Pola Perilaku Sosial Masyarakat Dalam Mempertahankan Budaya Lokal (Studi Kasus Pembuatan Rumah di Desa Minanga Kecamatan Bambang Kabupaten Mamasa) Rilmi Eptiana; Arfenti Amir; Akhiruddin; Sriwahyuni
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN BUDAYA Vol 1 No 1 (2021): December (EDULEC)
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/edulec.v1i1.3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui bagaimana pola perilaku sosial masyarakat dalam mempertahankan budaya lokal pembuatan rumah di Desa Minanga Kecamatan Bambang Kabupaten Mamasa 2) mengetahui mengapa budaya lokal pembuatan rumah masih dipertahankan bagi masyarakat di Desa Minanga Kecamatan Bambang Kabupaten Mamasa 3) mengetahui apa dampak budaya lokal pembuatan rumah bagi masyarakat di Desa Minanga Kecamatan Bambang Kabupaten Mamasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif. Adapun jumlah informan 14 orang dengan rincian anggota masyarakat yang memiliki rumah 20-39 tahun 3 orang dan yang baru memiliki rumah 1-13 tahun 3 orang, tokoh adat 1 orang, ketua pemuda 2 orang, Tokoh Agama 1 orang dan Kepala Tukang bangunan 4 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi, Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Peneliti menggunakan member check untuk memperoleh keabsahan data. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, 1) Pola perilaku sosial dalam mempertahankan budaya lokal pembuatan rumah yaitu (a) Gotong royong (b) Tolong menolong. 2) Alasan budaya lokal pembuatan rumah masih dipertahankan oleh masyarakat Desa Minanga antara lain (a) Merupakan suatu tradisi sejak zaman nenek moyang yang diwariskan secara turun-temurun (b) Mempunyai ciri khas dan keunikan. 3) Dampak budaya lokal pembuatan rumah yaitu, dampak positifnya seperti merasa nyaman dan terhindar dari segala penyakit dalam menghuni rumah, sedangkan dampak negatif tidak merasa nyaman dalam menghuni rumah dan terjadinya kebakaran jika membangun rumah tidak sesuai dengan kebiasaan.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di Sekolah Akhiruddin; Khairil Ikhsan; Hasnah; Mardiah; Nursia
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN BUDAYA Vol 2 No 1 (2022): April (EDULEC)
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/edulec.v2i1.28

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw  dalam meningkatkan hasil belajar sosiologi siswa kelas XI SMAN 16 Makassar di Sekolah. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus dengan 4 tahapan, yaitu: perencanaan, tindakan, pengamatan  dan refleksi di kelas XI SMAN I6 Makassar dengan jumlah siswa 21 orang. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah Observasi, Data tes hasil belajar dan Angket. Sedangkan Teknik Analisis Data yaitu data hasil belajar siswa berupa tes akan dianalisis dengan menggunakan skor yang berdasarkan penilaian acuan patokan, dihitung berdasarkan skor maksimal yang mungkin dicapai oleh siswa. Berdasarkan hasil analisis penelitian tindakan kelas dari siklus I sampai siklus II maka dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan  hasil belajar Sosiologi setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada siswa kelas XI SMAN 16 Makassar. Adapun penelitian tindakan kelas yaitu hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari nilai rata-rata siswa pada siklus I sebesar 77,61 dengan persentase 71,4% mengalami kenaikan hasil belajar pada siklus II sebesar 3,96 dengan nilai rata-rata siswa mencapai 81,57 dengan presentasi ketuntasan sebesar 80,95%. Keseluruhan hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada mata pelajaran Sosiologi mengalami peningkatan dan telah mencapai rata-rata indikator capaian minimal sebesar 75%.
Esensi Pembelajaran Daring di Era New Normal (Studi SMA Negeri 12 Makassar) Naomi Tanggu; Akhiruddin; Suhardianto Suhardianto; Jalal
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN BUDAYA Vol 2 No 3 (2022): December (EDULEC)
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/edulec.v2i3.91

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana esensi pembelajaran daring di era new normal SMA Negeri 12 Makassar, untuk mengetahui problematika pembelajaran daring di era new normal SMA Negeri 12 Makassar, dan untuk mengetahui dampak dari adanya esensi pembelajaran daring di era new normal SMA Negeri 12 Makassar. Peneliti ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan informan siswa SMA Negeri 12 Makassar yang mengalami proses pembelajaran daring di era new normal, guru SMA Negeri 12 Makassar, dan kepala sekolah SMA Negeri 12 Makassar. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen kunci adalah peneliti sendiri. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data penyajian data, dan penarikan kesimpulan.             Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa esensi pembelajaran daring di era new normal SMA Negeri 12 Makassar menggunakan media pembelajaran yaitu Whatsapp Group, Google Classroom, Google Meet, Zoom, esensi pembelajaran daring di era new normal SMA Negeri 12 Makassar telah diberlakukan sekolah online atau belajar dirumah untuk mewaspadai penyebaran wabah Covid-19 di lingkungan sekolah SMA Negeri 12 Makassar. Problematika pembelajaran daring di era new normal SMA Negeri 12 Makassar yaitu mengalami problematika dalam proses belajar mengajar. Pembelajaran daring tidak langsung berjalan dengan baik semacam yang diharapkan oleh banyak orang. Adapun yang menjadi dampak dari adanya esensi pembelajaran daring di era new normal SMA Negeri 12 Makassar, dampak positifnya, siswa mengerjakan tugas di rumah tanpa harus ke sekolah, siswa lebih kreatif dan mandiri, komunikasi dengan siswa lebih cepat. Sedangkan dampak negatifnya, masalah dengan kuota internet, siswa jadi lebih sering memegang HP, siswa sering menyepelekan dan menganggap remeh dari pembelajaran daring ini.
Peran Guru Dalam Membangun Karakter Siswa Kelas X IPS 1 di SMA Nasional Makassar Arfenti Amir; Akhiruddin; Gusti Rani; Hasanudin Kasim
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN BUDAYA Vol 4 No 1 (2024): Vol. 4 No. 1 (2024): April (EDULEC)
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/edulec.v4i1.215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1. Peran guru dalam membangun karakter siswa kelas X IPS 1 SMA Nasional Makassar, 2. Strategi apa yang dilakukan oleh guru dalam membangun karakter siswa 3. Dampak positif dan negatif dalam membangun karakter siswa. Dengan menggunakan penelitian kualitatif yang datanya berupa kata, tertulis uraian dari responden. Dengan informan yang ditentukan dengan teknik purposive sampling adalah (1). Informan kunci yaitu kepala sekolah, (2). Informan utama yaitu Guru sosiologi 1 orang , Guru Bk 1 orang, Guru Agama 1 orang dan Orang tua murid kelas X IPS 1, dan (3). Informan pendukung yaitu Siswa 5 orang kelas X IPS 1. Teknik Pengumpulan data yang dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian di SMA Nasional Makassar tentang peran guru dalam membangun karakter siswa meliputi guru sebagai pendidik, guru sebagai pengajar, guru sebagai motivator, guru sebagai demonstrator, dan guru sebagai inspiratory. Dalam membangun karakter siswa yang baik, guru menggunakan berbagai strategi yang berbeda-beda seperti guru berceramah, guru memberi nasehat/pemahaman, dan demonstrasi. Adapun dampak dalam membangun karakter siswa yaitu dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif dalam membangun karakter siswa yaitu Meningkatnya pengetahuan tentang moral, Meningkatnya perasaan sikap moral siswa, dan Meningkatnya tindakan/perbuatan moral siswa. Sedangkan Dampak negatifnya dikarenakan ada beberapa faktor yang mempengaruhi, diantaranya adalah masalah lingkungan/pergaulan dan faktor kurangnya perhatian dari keluarga/orang tua.
Pengayaan Strategi Positive Politeness Brown & Levinson dalam Diskursus Politik Indonesia Kontemporer: Studi Kasus Dialog Rocky Gerung–Mahfud Md Ridwan Ridwan; Junaib Umar; A. Muh. Ayyub Ht.; Akhiruddin Akhiruddin
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 3 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/bw2aqr39

Abstract

Studi ini menganalisis strategi kesopanan positif dalam ujaran yang dipertukarkan antara Rocky Gerung dan Mahfud MD dengan menggunakan kerangka teori Brown dan Levinson (1987), yang selanjutnya diteliti melalui variabel P–D–R: Kekuasaan, Jarak, dan Peringkat Pemaksaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan pragmatis dengan metode deskriptif kualitatif, dengan fokus khusus pada teori kesopanan Brown dan Levinson (1987). Data penelitian terdiri dari data percakapan antara Rocky Gerung dan Mahfud MD, sedangkan sumber data diperoleh dari rekaman video percakapan mereka yang tersedia untuk umum yang diunggah ke YouTube pada tahun 2025. Data dianalisis melalui beberapa tahapan, yaitu transkripsi, identifikasi strategi, klasifikasi tambahan, interpretasi kontekstual, dan penyajian temuan. Temuan menunjukkan bahwa, selain strategi kesopanan positif yang dirumuskan dalam teori yang ada, dua strategi baru yang muncul secara kontekstual diidentifikasi: Strategi Klarifikasi Rasional dan Strategi Membangun Kredibilitas Moral. Strategi Klarifikasi Rasional ditunjukkan ketika pembicara menekankan bahwa kritik keras tidak dimaksudkan sebagai serangan pribadi, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap kepentingan publik. Sementara itu, Strategi Membangun Kredibilitas Moral tercermin dalam ungkapan yang menyoroti integritas dan hati nurani lawan bicara, sehingga menjaga hubungan harmonis di tengah kritik. Kedua temuan ini menunjukkan dinamika baru dalam praktik kesopanan politik di Indonesia, di mana kesopanan tidak hanya berfungsi untuk menjaga muka individu, tetapi juga untuk memperkuat dimensi moral dan legitimasi wacana.
Kelas Sosial, Kemiskinan, Dan Eksklusi Sosial Dalam Ketimpangan Kesehatan: Tinjauan Sosiologi Kesehatan Akhiruddin Akhiruddin; Muhammad Syukur; Firdaus W Suhaeb
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.8269

Abstract

Ketimpangan kesehatan merupakan isu global yang tidak hanya berkaitan dengan faktor biologis, tetapi juga dipengaruhi oleh struktur sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kelas sosial, kemiskinan, dan eksklusi sosial dalam membentuk ketimpangan kesehatan melalui perspektif sosiologi kesehatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah, termasuk jurnal internasional, buku teori sosiologi, serta laporan lembaga global. Hasil kajian menunjukkan bahwa kelas sosial merupakan determinan struktural utama yang memengaruhi distribusi sumber daya kesehatan, baik dalam bentuk akses terhadap layanan medis, kondisi lingkungan, maupun gaya hidup. Kemiskinan memperkuat ketimpangan tersebut melalui keterbatasan kapabilitas individu dalam memenuhi kebutuhan dasar, seperti gizi, sanitasi, dan pendidikan. Sementara itu, eksklusi sosial memperdalam ketimpangan melalui mekanisme marginalisasi, diskriminasi, serta hambatan administratif dan geografis dalam akses layanan kesehatan. Ketiga faktor tersebut saling berinteraksi dan membentuk siklus ketimpangan kesehatan yang bersifat sistemik dan berkelanjutan. Penelitian ini juga menemukan bahwa ketimpangan kesehatan tidak dapat dijelaskan hanya melalui faktor individu, tetapi harus dipahami sebagai hasil dari struktur sosial dan distribusi kekuasaan dalam masyarakat. Oleh karena itu, upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat memerlukan pendekatan struktural yang mencakup reformasi kebijakan sosial, penguatan jaminan kesehatan universal, peningkatan literasi kesehatan, serta pengurangan kemiskinan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan kajian sosiologi kesehatan serta implikasi praktis bagi perumusan kebijakan kesehatan yang lebih adil dan inklusif, khususnya di negara berkembang.