Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS 4 SEKOLAH DASAR Marsita Dewi Widyaningrum; Nyoto Harjono
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Guru Sekolah Dasar (JPPGuseda) Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Guru Sekolah Dasar (JPPGuseda)
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.613 KB) | DOI: 10.33751/jppguseda.v2i2.1446

Abstract

THE INFLUENCE OF JIGSAW LEARNING MODEL IN INCREASING THE LEARNING OUTCOME SOCIAL STUDIES (IPS) SUBJECT FOR STUDENTS IN CLASS 4 ELEMENTARY SCHOOL. The purpose of this research was to re-analyze the use of cooperative learning type jigsaw model in increasing the learning outcome in social studies subject. The research method was meta-analysis. The research began with formulating research problems, then trancing relevant research result to be analyzed.  The data was collected by browsing article, electronic journals, and essay using “learning outcomes”, “jigsaw model”, and “Social Studies of Primary Education”. The searching result showed that there were 12 articles, electronic journals, and essay but only 10 relevant articles, electronic journals, and essay. The data were analyzed using qualitative descriptive analysis. The analysis result showed that cooperative learning type jigsaw model could improve student’s learning from the lowest 9,89% to the highest 85,56% and the mean was 46,09%
Pengembangan Instrumen Penilaian Sikap Sosial Aspek Tanggung Jawab Pembelajaran Tematik Terpadu Siswa Kelas 4 SD Khanifatul Safitri; Nyoto Harjono
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jp2.v4i1.33352

Abstract

Pada Kurikulum 2013 penilaian dalam pembelajaran sekolah dasar mencakup tiga ranah pembelajaran yaitu sikap, pengetahuan dan keterampilan. Fokus pada penilaian sikap pada pembelajaran yang dirasa masih kurang tepat. Hal tersebut dapat diketahui berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan selama penelitian bahwa guru dalam melakukan penilaian sikap hanya melalui observasi selama proses pembelajaran. Untuk itu instrumen penilaian sikap perlu dikembangkan. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan instrument penilaian sikap sosial yang valid khususnya pada aspek tanggung jawab. Produk ini penting untuk dikembangkan supaya dapat mengetahui tingkat perkembangan sikap tanggung jawab peserta didik. Metode penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian RND (Research and Development) dengan model penelitian ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementasi, Evaluation). Sample dalam penelitian ini menggunakan subjek peserta didik kelas 4 yang secara keseluruhan berjumlah 15 responden.  Dari uji coba terbatas didapatkan bahwa dari 40 butir pernyataan yang diujicobakan, 12 (30%) butir pernyataan memiliki tingkat validitas sangat tinggi, 14 (35%) butir pernyataan memiliki tingkat validitas tinggi, 12 (32,5%) butir pernyataan memiliki tingkat validitas cukup, 1 (27,5%) butir pernyataan memiliki tingkat validitas rendah dan memiliki rata-rata rhitung sebesar 0,671 ≥ 0,20 maka instrumen dinyatakan valid. Sedangkan reliabilitas pada uji terbatas diperoleh α sebesar 0.970 dengan kriteria sangat reliabel. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa instrument penilaian sikap sosial aspek tanggung jawab pada pembelajaran tematik terpadu kelas 4 layak untuk digunakan.
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Articulate Storyline Tematik Terhadap Minat Belajar Siswa Kelas 4 SD Rika Kurnia Sari; Nyoto Harjono
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jp2.v4i1.33356

Abstract

Kurangnya minat belajar siswa disebabkan oleh terbatasnya media pembelajaran yang digunakan guru dalam melakukan proses pembelajaran serta kurangnya kompetensi yang dimiliki guru sehingga tidak dapat memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan media pembelajaran interaktif berbasis Artiqulate Storyline tematik pada mapel tematik untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas IV Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan yaitu R & D dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri atas 5 tahap, yaitu analysis, design, development, implemation dan evaluatioan. Subjek penelitian ini adalah 15 siswa yang akan melakukan uji coba media, ahli media, dan ahli meteri. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan angket. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif    dan kategoris untuk melihat kelayakan media yang dikembangkan. Hasil penelitian diperoleh media interaktif berbasis Artiqulate Storyline dapat dikatakan layak dengan hasil pengujian ahli materi sebesar 81% yang dikategorikan sangat baik dan dari ahli media sebesar 78% yang dapat dikategorikan baik. Sedangkan dari hasil respon lembar angket siswa memiliki hasil validitas rata-rata r hitung tingkat validasi angket minat belajar siswa sebesar 0,598, maka pernyataan tersebut dinyatakan valid. Dan untuk hasil realibilitasnya sebanyak 0,925 termasuk ke dalam kategori sangat baik dengan Dari pengujian yang sudah dilakukan media interaktif berbasis Artiqulate Storyline ini layak digunakan untuk membantu guru dalam menyampaikan materi pembelajaran dan membantu siswa untuk menumbuhkan minat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.
Komparasi Efektivitas Model Pembelajaran NHT dan STAD Ditinjau dari Hasil Belajar Pembelajaran Tematik Terpadu Siswa SD Herianus Erwin; Nyoto Harjono
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 7 No 7 (2021): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.723 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.5687637

Abstract

The purpose of this study was to examine the differences in effectiveness between the Numbered Head Together (NHT) and Student Achievement Division (STAD) learning models in terms of the learning outcomes of integrated thematic learning in elementary schools. This study uses a meta-analysis method. Research data in the form of previous research results that are relevant to the research problem and obtained through Google Scolar. From the results of googling, each model obtained 10 articles that are in accordance with the research to be carried out. The results of the comparison of the two models prove that the average value achieved through the NHT learning model is 21.06%, while the STAD model is 20.63%. The results of the prerequisite test for the data of each model show Partial Eat Square is 0.308 with sig. 0.044, which means that the two models have a moderate effect on improving learning outcomes, while from the average results of increasing the value of learning outcomes, the NHT model is slightly more effective than the STAD model.
Efektivitas Model Pembelajaran Problem Solving dan Problem Based Learning (PBL) Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa Kelas 5 Sekolah Dasar Wahyu Indra Dewi; Nyoto Harjono
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 3 (2021): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v5i3.943

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Problem Solving (PS) dan Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kelas 5 SD Negeri Bringin 01. Teknik pengumpulan data yaitu dengan obeservasi dan uji tes efektivitas terhadap model PS maupun PBL. Teknik analisis data dilakukan melalui uji normalitas dan uji homogenitas telah memenuhi syarat normal dan homogen, maka bisa dilakukan uji lanju dengan uji t, sedangkan untuk uji efektivitas model dilakukan melalui uji T. Hasil uji T membuktikan bahwa terdapat perbedaan efektivitas antara model PS dengan PBL. Dilihat dari selisih perolehan skor melalui tes yang sama, posttest pada eksperimen 1 perolehan skor PS 59,9 dan PBL 91,2; sedangkan hasil posttest pada eksperimen II rata-rata skor PS 58,8 sementara PBL 92. Bila dilihat dari pencapaian skor, terbukti bahwa PBL lebih efektif karena perolehan skor lebih tinggi dari PS, yakni selisih 32,25. Berdasarkan data ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif matematis baik dari hasil tes pada kelas eksperimen 1 maupun eksperimen II. Terbukti pula bahwa model PBL lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis dibandingkan dengan model PS.
Efektivitas Problem Based Learning dan Two Stay Two Stray dalam Pencapaian Hasil Belajar Wisnu Darmawan; Nyoto Harjono
Jurnal Basicedu Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan efektivitas penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray dan Problem Based Learning terhadap pencapaian hasil belajar Tema 8 Kelas 4 SD Negeri Blotongan 02 dan SD Negeri Sidorejo Lor 05 Gugus Diponegoro, kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga. Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimental semu yang menggunakan pendekatan non-equivalent control group design. Dalam menganalisis data dilaksanakan uji beda melalui Independent Sampel T-Test. Hasil uji beda menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) post-test hasil belajar peserta didik sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,005 (0,000<0,005) sehingga disimpulkan bahwa terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara model pembelajaran Two Stay Two Stray dan Problem Based Learning terhadap pencapain hasil belajar peserta didik pada Tema 8 Kelas 4 SD. Nilai rata-rata post-test hasil belajar kelas eksperimen  lebih besar dibandingkan dengan kelas kontrol sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Two Stay Two Stray lebih efektif dibandingkan model pembelajaran Problem Based Learning.
PENINGKATAN PROSES DAN HASIL BELAJAR IPA KELAS 5 TEMA 6 SUBTEMA 3 DENGAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING Guntur Hendra Pamungkas; Nyoto Harjono; Gamaliel Septian Airlanda
Jurnal Basicedu Vol 3, No 1 (2019): January Pages 1-262
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.661 KB) | DOI: 10.31004/basicedu.v3i1.76

Abstract

Jenis peneitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) pada kelas 5 di Sekolah Dasar Negeri Tegalrejo 02 Salatiga tahun ajaran 2018/2019. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil belajar IPA dengan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 5 Sekolah Dasar Negeri Tegalrejo 02 Salatiga berjumlah 27 siswa terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan dengan karakteristik siswa yang berbeda-beda.Tindakan yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dua siklus dimana masing-masing siklus terdapat 3 kali pertemuan. Hasil belajar siswa pada pra siklus hanya (52%) 13 siswa yang masuk kategori tuntas dan (48%) 14 siswa yang belum tuntas, setelah melakukan tahap siklus I mengalami kenaikan menjadi (63%) 17 siswa yang masuk kategori tuntas dan (37%) siswa yang belum tuntas. Karena belum mencapai indikator keberhasilan sebanyak 80% maka dilakukanlah tindakan siklus II dan hasil belajar mengalami peningkatan kembali menjadi (89%) 24 siswa yang tuntas dan (11%) 3 siswa yang belum tuntas
Komparasi Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Teams Game Tournament ditinjau dari Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Sekolah Dasar Gita Anggreini; Nyoto Harjono
Jurnal Basicedu Vol 4, No 4 (2020): October, Pages 775-1467
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i4.486

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil komparasi pengaruh penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan model pembelajaran Teams Game Tournament (TGT) ditijau dari kemampuan berpikir kreatif siswa kelas V SD pada muatan IPA. Penelitian ini berjenis Meta-Analisis. Data penelitian diperoleh melalui berbagai jurnal ilmiah online yang minimal telah terindeks DOAJ. Dari berbagai artikel yang ditemukan melalui searching di Google, dipilih 20 artikel yang relevan untuk dianalisis. Dari hasil analisis statistik uji effect size pada kedua model pembelajaran, diperoleh nilai sig. 0.000 dengan nilai partial eta square 0.831. Angka tersebut menunjukkan bahwa kedua model pembelajaran berpengaruh sedang terhadap kemampuan berpikir kreatif IPA. Dari hasil uji ancova terhadap kedua model, diperoleh nilai mean different model PBL 73,9900 dan nilai mean different model TGT 71,1490. Hal ini membuktikan bahwa model PBL lebih tinggi peningkatannya dibandingkan dengan model TGT ditinjau dari kontribusinya dalam peningkatan kemampuan berpikir kreatif.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR TEMATIK MUATAN IPA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING KELAS 5 SD Ridha Unnafi Walfajri; Nyoto Harjono
Jurnal Basicedu Vol 3, No 1 (2019): January Pages 1-262
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.529 KB) | DOI: 10.31004/basicedu.v3i1.72

Abstract

Berdasarkan kegiatan observasi pada kelas 5 SD, hasil belajar tematik muatan IPA  masih rendah. Belum tercapainya hasil yang memuaskan ini disebabkan oleh faktor ketidakaktifan siswa dalam  mengikuti pembelajaran. Untuk itu, dilakukan penelitian dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dan mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar muatan IPA kelas 5.  Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan teknik non tes (observasi). Teknik analisis menggunakan teknik deskriptif komparatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar. Peningkatan berpikir kritis siswa dapat dilihat melalui kategori cukup kritis dari prasiklus 9%, meningkat pada siklus I 36%, pada siklus II meningkat menjadi 41%. Kategori kritis pada prasiklus 0% kemudian pad `a siklus I terdapat 18% dan siklus II meningkat menjadi 36%, kategori sangat kritis pada pra siklus 0% kemudian  meningkat  pada siklus I  menjadi 5%, kemudian pada siklus II meningkat kembali menjadi 9%. Sedangkan hasil analisis data hasil belajar  menunjukkan bahwa pada prasiklus tingkat ketuntasan siswa sebesar 9%, untuk siklus I tingkat ketuntasan sebesar 73%, dan siklus II tingkat ketuntasan sebesar 86%.  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar
Efektivitas Model Problem Based Learning dan Problem Posing dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Rimba Sastra Sasmita; Nyoto Harjono
Jurnal Basicedu Vol 5, No 5 (2021): : October Pages 3001-5000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i5.1313

Abstract

Berdasarkan hasil kemampuan berpikir kritis siswa yang rendah pada pelaksanaan pembelajaran tematik, sehingga diperlukan model pembelajaran yang mampu melatih kemampuan berpikir kritis siswa. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis ada tidaknya perbedaan tingkat efektivitas antara model Problem-Based Learning dan Problem Posing dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran tematik siswa di kelas V SD. Jenis penelitian eksperimen semu (quasi experiment design) yang menggunakan teknik analisis deskriptif. Desain penelitian pola nonequivalent control group design, uji hipotesis penelitian ini menggunakan uji T independent Sample T test. Subyek penelitian yaitu kelas VA dengan jumlah 22 siswa kelas VA dan 24 siswa kelas VB SD Negeri Beringin 01. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah pemberian tes kepada siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data statistik kuantitatif. Hasil t hitung > t tabel menunjukkan 10,201 > 2,018 dan lebih kecil dari 0,05 (0.000