Claim Missing Document
Check
Articles

PERBAIKAN PROSES DAN HASIL BELAJAR MUATAN IPA TEMA 4 MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING (DL) SISWA KELAS 5 SD NEGERI DUKUH 01 KECAMATAN SIDOMUKTI KOTA SALATIGA TAHUN 2017/2018 Rizki Sofyan Rizal; Nyoto Harjono; Gamaliel Septian Airlanda
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 1, No 1 (2018): April : Special Issues
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v1i1.360

Abstract

Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Hasil penelitian adalah bahwa penerapan model DL dapat memperbaiki proses dan hasil belajar muatan ipa tema 4. Pada siklus I, persentase ketercapaian aktivitas guru sebesar 86% yang kemudian meningkat pada siklus II menjadi 98% dan ketercapaian aktivitas siswa pada siklus I sebesar 81,3% yang kemudian meningkat pada siklus II menjadi 94%. Peningkatan hasil belajar muatan IPA dilihat dari aspek kognitif persentase ketuntasan untuk siklus I mencapai 73,5% dan meningkat pada siklus II menjadi 100%.  Abstract:  This research is a classroom action research (PTK). This study was conducted in two cycles, with each cycle consisting of planning, action implementation, observation, and reflection. The conclusion of the research is that the application of DL model can improve the process and learning result of the content of ipa theme 4. In cycle I, the percentage of teacher activity achievement is 86% which then increase in cycle II to 98% and the achievement of student activity in cycle I is 81.3 % which then increased in cycle II to 94%. Increasing the learning outcomes of IPA payloads seen from the cognitive aspects of the percentage of completeness for the cycle I reached 73.5% and increased in cycle II to 100%.
PENINGKATAN PROSES DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTU MEDIA KARTU SOAL PADA SISWA KELAS 5 SD NEGERI SIDOREJO LOR 03 SALATIGA SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2017/2018 Damasus Fajar Nugroho; Nyoto Harjono; Gamaliel Septian Airlanda
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 1, No 1 (2018): April : Special Issues
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v1i1.359

Abstract

Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Hasil penelitian adalah bahwa penerapan model PBL berbantu media kartu soal dapat memperbaiki proses dan hasil belajar matematika. Pada siklus I, persentase ketercapaian aktivitas guru sebesar 81% yang kemudian meningkat pada siklus II menjadi 92% dan ketercapaian aktivitas siswa pada siklus I sebesar 82,67% yang kemudian meningkat pada siklus II menjadi 93,33%. Peningkatan hasil belajar matematika dilihat dari aspek kognitif persentase ketuntasan untuk siklus I mencapai 64,29% dan meningkat pada siklus II menjadi 83,33%. Abstract:  This research is a classroom action research (PTK). The result of this research is that the application of PBL model assisted by media of problem card can improve the process and result of learning mathematics. In cycle I, the percentage of achievement of teacher activity was 81% which then increased in cycle II to 92% and the achievement of student activity in cycle I was 82.67% which then increased in cycle II to 93,33%. Improvement of learning mathematic content is seen from the cognitive aspect of the percentage of completeness for cycle I reaches 64.29% and increases in cycle II to 83.33%.
Peningkatan proses dan hasil belajar muatan matematika tema 8 subtema 1 melalui model Meaningful Instructional Design (MID) siswa kelas 2 SD Negeri Mangunsari 01 semester II tahun pelajaran 2017/2018 Marlinda Putri Maharani; Nyoto Harjono; Gamaliel Septian Airlanda
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4 No 2 (2018)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v4i2.86

Abstract

The classroom action research using Kemmis and Taggart model which through 2 cycles, every cycle passing through planning, action-observation, and reflection which aim to see improvement of process and learning outcomes on theme 8 mathematics content using Meaningful Instructional Design (MID). Improved processes are divided into teacher activities and student activities. The subjects of the study were 2nd grade students of SDN Mangunsari 01 with 30 students. The success criteria is ≥75 and 80% of the total studentsare classical, and the learning process is at least good. The research suggerts that: (1) MID learning model can improve the score of learning process. This is seen from the score of teacher activity and student activity cycle I, cycle II. The score of teacher activity in cycle I was 2.94 or 73.5% and 3.68 or 92% in cycle II. While the score of student activity on the first cycle of 2.59 or 64.7% and 3.48 or 87% in cycle II. (2) Improvement of the process impact on improving learning outcomes, seen from the learning completeness in the first cycle of 53.33% or 16 students and cycle II increased to 83% or 25 students. Thus the MID model to improve processes and learning outcomesof mathematics load on 2nd grade students of SDN Mangunsari 01.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS 4 SEKOLAH DASAR Marsita Dewi Widyaningrum; Nyoto Harjono
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Guru Sekolah Dasar (JPPGuseda) Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Guru Sekolah Dasar (JPPGuseda)
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.613 KB) | DOI: 10.33751/jppguseda.v2i2.1446

Abstract

THE INFLUENCE OF JIGSAW LEARNING MODEL IN INCREASING THE LEARNING OUTCOME SOCIAL STUDIES (IPS) SUBJECT FOR STUDENTS IN CLASS 4 ELEMENTARY SCHOOL. The purpose of this research was to re-analyze the use of cooperative learning type jigsaw model in increasing the learning outcome in social studies subject. The research method was meta-analysis. The research began with formulating research problems, then trancing relevant research result to be analyzed.  The data was collected by browsing article, electronic journals, and essay using “learning outcomes”, “jigsaw model”, and “Social Studies of Primary Education”. The searching result showed that there were 12 articles, electronic journals, and essay but only 10 relevant articles, electronic journals, and essay. The data were analyzed using qualitative descriptive analysis. The analysis result showed that cooperative learning type jigsaw model could improve student’s learning from the lowest 9,89% to the highest 85,56% and the mean was 46,09%
Pengembangan Instrumen Penilaian Sikap Sosial Aspek Tanggung Jawab Pembelajaran Tematik Terpadu Siswa Kelas 4 SD Khanifatul Safitri; Nyoto Harjono
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jp2.v4i1.33352

Abstract

Pada Kurikulum 2013 penilaian dalam pembelajaran sekolah dasar mencakup tiga ranah pembelajaran yaitu sikap, pengetahuan dan keterampilan. Fokus pada penilaian sikap pada pembelajaran yang dirasa masih kurang tepat. Hal tersebut dapat diketahui berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan selama penelitian bahwa guru dalam melakukan penilaian sikap hanya melalui observasi selama proses pembelajaran. Untuk itu instrumen penilaian sikap perlu dikembangkan. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan instrument penilaian sikap sosial yang valid khususnya pada aspek tanggung jawab. Produk ini penting untuk dikembangkan supaya dapat mengetahui tingkat perkembangan sikap tanggung jawab peserta didik. Metode penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian RND (Research and Development) dengan model penelitian ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementasi, Evaluation). Sample dalam penelitian ini menggunakan subjek peserta didik kelas 4 yang secara keseluruhan berjumlah 15 responden.  Dari uji coba terbatas didapatkan bahwa dari 40 butir pernyataan yang diujicobakan, 12 (30%) butir pernyataan memiliki tingkat validitas sangat tinggi, 14 (35%) butir pernyataan memiliki tingkat validitas tinggi, 12 (32,5%) butir pernyataan memiliki tingkat validitas cukup, 1 (27,5%) butir pernyataan memiliki tingkat validitas rendah dan memiliki rata-rata rhitung sebesar 0,671 ≥ 0,20 maka instrumen dinyatakan valid. Sedangkan reliabilitas pada uji terbatas diperoleh α sebesar 0.970 dengan kriteria sangat reliabel. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa instrument penilaian sikap sosial aspek tanggung jawab pada pembelajaran tematik terpadu kelas 4 layak untuk digunakan.
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Articulate Storyline Tematik Terhadap Minat Belajar Siswa Kelas 4 SD Rika Kurnia Sari; Nyoto Harjono
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jp2.v4i1.33356

Abstract

Kurangnya minat belajar siswa disebabkan oleh terbatasnya media pembelajaran yang digunakan guru dalam melakukan proses pembelajaran serta kurangnya kompetensi yang dimiliki guru sehingga tidak dapat memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan media pembelajaran interaktif berbasis Artiqulate Storyline tematik pada mapel tematik untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas IV Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan yaitu R & D dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri atas 5 tahap, yaitu analysis, design, development, implemation dan evaluatioan. Subjek penelitian ini adalah 15 siswa yang akan melakukan uji coba media, ahli media, dan ahli meteri. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan angket. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif    dan kategoris untuk melihat kelayakan media yang dikembangkan. Hasil penelitian diperoleh media interaktif berbasis Artiqulate Storyline dapat dikatakan layak dengan hasil pengujian ahli materi sebesar 81% yang dikategorikan sangat baik dan dari ahli media sebesar 78% yang dapat dikategorikan baik. Sedangkan dari hasil respon lembar angket siswa memiliki hasil validitas rata-rata r hitung tingkat validasi angket minat belajar siswa sebesar 0,598, maka pernyataan tersebut dinyatakan valid. Dan untuk hasil realibilitasnya sebanyak 0,925 termasuk ke dalam kategori sangat baik dengan Dari pengujian yang sudah dilakukan media interaktif berbasis Artiqulate Storyline ini layak digunakan untuk membantu guru dalam menyampaikan materi pembelajaran dan membantu siswa untuk menumbuhkan minat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.
Komparasi Efektivitas Model Pembelajaran NHT dan STAD Ditinjau dari Hasil Belajar Pembelajaran Tematik Terpadu Siswa SD Herianus Erwin; Nyoto Harjono
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 7 No 7 (2021): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.723 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.5687637

Abstract

The purpose of this study was to examine the differences in effectiveness between the Numbered Head Together (NHT) and Student Achievement Division (STAD) learning models in terms of the learning outcomes of integrated thematic learning in elementary schools. This study uses a meta-analysis method. Research data in the form of previous research results that are relevant to the research problem and obtained through Google Scolar. From the results of googling, each model obtained 10 articles that are in accordance with the research to be carried out. The results of the comparison of the two models prove that the average value achieved through the NHT learning model is 21.06%, while the STAD model is 20.63%. The results of the prerequisite test for the data of each model show Partial Eat Square is 0.308 with sig. 0.044, which means that the two models have a moderate effect on improving learning outcomes, while from the average results of increasing the value of learning outcomes, the NHT model is slightly more effective than the STAD model.
Efektivitas Model Pembelajaran Problem Solving dan Problem Based Learning (PBL) Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa Kelas 5 Sekolah Dasar Wahyu Indra Dewi; Nyoto Harjono
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 3 (2021): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v5i3.943

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Problem Solving (PS) dan Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kelas 5 SD Negeri Bringin 01. Teknik pengumpulan data yaitu dengan obeservasi dan uji tes efektivitas terhadap model PS maupun PBL. Teknik analisis data dilakukan melalui uji normalitas dan uji homogenitas telah memenuhi syarat normal dan homogen, maka bisa dilakukan uji lanju dengan uji t, sedangkan untuk uji efektivitas model dilakukan melalui uji T. Hasil uji T membuktikan bahwa terdapat perbedaan efektivitas antara model PS dengan PBL. Dilihat dari selisih perolehan skor melalui tes yang sama, posttest pada eksperimen 1 perolehan skor PS 59,9 dan PBL 91,2; sedangkan hasil posttest pada eksperimen II rata-rata skor PS 58,8 sementara PBL 92. Bila dilihat dari pencapaian skor, terbukti bahwa PBL lebih efektif karena perolehan skor lebih tinggi dari PS, yakni selisih 32,25. Berdasarkan data ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif matematis baik dari hasil tes pada kelas eksperimen 1 maupun eksperimen II. Terbukti pula bahwa model PBL lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis dibandingkan dengan model PS.
Efektivitas Problem Based Learning dan Two Stay Two Stray dalam Pencapaian Hasil Belajar Wisnu Darmawan; Nyoto Harjono
Jurnal Basicedu Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan efektivitas penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray dan Problem Based Learning terhadap pencapaian hasil belajar Tema 8 Kelas 4 SD Negeri Blotongan 02 dan SD Negeri Sidorejo Lor 05 Gugus Diponegoro, kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga. Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimental semu yang menggunakan pendekatan non-equivalent control group design. Dalam menganalisis data dilaksanakan uji beda melalui Independent Sampel T-Test. Hasil uji beda menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) post-test hasil belajar peserta didik sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,005 (0,000<0,005) sehingga disimpulkan bahwa terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara model pembelajaran Two Stay Two Stray dan Problem Based Learning terhadap pencapain hasil belajar peserta didik pada Tema 8 Kelas 4 SD. Nilai rata-rata post-test hasil belajar kelas eksperimen  lebih besar dibandingkan dengan kelas kontrol sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Two Stay Two Stray lebih efektif dibandingkan model pembelajaran Problem Based Learning.
PENINGKATAN PROSES DAN HASIL BELAJAR IPA KELAS 5 TEMA 6 SUBTEMA 3 DENGAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING Guntur Hendra Pamungkas; Nyoto Harjono; Gamaliel Septian Airlanda
Jurnal Basicedu Vol 3, No 1 (2019): January Pages 1-262
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.661 KB) | DOI: 10.31004/basicedu.v3i1.76

Abstract

Jenis peneitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) pada kelas 5 di Sekolah Dasar Negeri Tegalrejo 02 Salatiga tahun ajaran 2018/2019. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil belajar IPA dengan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 5 Sekolah Dasar Negeri Tegalrejo 02 Salatiga berjumlah 27 siswa terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan dengan karakteristik siswa yang berbeda-beda.Tindakan yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dua siklus dimana masing-masing siklus terdapat 3 kali pertemuan. Hasil belajar siswa pada pra siklus hanya (52%) 13 siswa yang masuk kategori tuntas dan (48%) 14 siswa yang belum tuntas, setelah melakukan tahap siklus I mengalami kenaikan menjadi (63%) 17 siswa yang masuk kategori tuntas dan (37%) siswa yang belum tuntas. Karena belum mencapai indikator keberhasilan sebanyak 80% maka dilakukanlah tindakan siklus II dan hasil belajar mengalami peningkatan kembali menjadi (89%) 24 siswa yang tuntas dan (11%) 3 siswa yang belum tuntas