Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN PROSES DAN HASIL BELAJAR TEMA 8 SUBTEMA 1 MUATAN IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING PADA SISWA KELAS 4 SDN LEDOK 07 SALATIGA SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Lucky Rusyita; Nyoto Harjono; Gamailiel Septian Airlanda
e- Jurnal Mitra Pendidikan Vol 2 No 7 (2018): Jurnal Mitra Pendidikan Edisi Juli
Publisher : Kresna Bina Insan Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.842 KB)

Abstract

Latar belakang masalah penelitian adalah guru menerapkanprinsip pembelajaran yang tidak hanya dilakukan di sekolah melainkan juga di rumah dan lingkungan serta menerapkan prinsip pembelajaran untuk siswa membaca buku di perpustakaan. Meskipun begitu, masih terdapat beberapa siswa yang memiliki hasil belajar rendah. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil belajar IPS melalui model pembelajaran PBL siswa kelas 4 SDN Ledok 07 Salatiga Semester II Tahun Pelajaran 2017/2018. penelitiannya adalah PTK dengan dua siklus setiap siklusnya ada tiga pertemuan. Instrument yang digunakan adalah observasi, tes, serta wawancara. Hasil penelitian menunjukkan prasiklus, siklus I, siklus II. Perbandingan proses aktifitas guru mengalami peningkatan setiap siklusnya yaitu siklus I mencapai 58% dari kondisis awal mencapai 35% kemudian meningkat ke siklus II mencapai 81%. Peningkatan juga terjadi pada hasil belajar yaitu melalui rata-rata hasil belajar IPS prasiklus adalah 62, siklus I 66, siklus II adalah 79. berdasarkan analisis pembahasan model PBL dapat meningkatkan proses dan hasil belajar IPS siswa kelas 4.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR IPA DALAM TEMA 8 KELAS 4 SD Faisal Miftakhul Islam; Nyoto Harjono; Gamaliel Septian Airlanda
e- Jurnal Mitra Pendidikan Vol 2 No 7 (2018): Jurnal Mitra Pendidikan Edisi Juli
Publisher : Kresna Bina Insan Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.761 KB)

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Tujuan penelitian ini meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa dengan penerapan model Problem Based Learning pada muatan Ilmu Pengetahuan Alam dalam pembelajaran tematik. Data dikumpulkan dengan menggunakan soal evaluasi dan lembar observasi. Data kemampuan berpikir kritis diperoleh dengan menjumlahkan seluruh skor dari 6 indikator kemampuan berpikir kritis dengan perolehan skor keseluruhan 31 dengan kriteria cukup kritis pada siklus I dan mengalami peningkatan perolehan skor keseluruhan 47,6 dengan kriteria kritis pada siklus II. Dari persentase keseluruhan hasil belajar pada pra siklus 27,3% meningkat pada siklus I 59% dan meningkat kembali pada siklus II 95,5% sesuai indikator keberhasilan. Dengan demikian hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model problem based learning mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar.
PERBAIKAN PROSES DAN HASIL BELAJAR MUATAN IPA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) SISWA KELAS 4 SD Maulida Ilfin Muasaroh; Nyoto Harjono; Gamaliel Septian Airlanda
e- Jurnal Mitra Pendidikan Vol 2 No 7 (2018): Jurnal Mitra Pendidikan Edisi Juli
Publisher : Kresna Bina Insan Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.918 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki proses dan hasil belajar muatan IPA tema 8 subtema 1 siswa kelas 4 SD Negeri Dukuh 01 Salatiga Semester II Tahun 2017/2018 melalui model pembelajaran Problem Based Learning. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Pelaksanaan dalam masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Sumber data adalah guru dan siswa. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, kajian dokumen, dan tes, selanjutnya dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Muatan IPA merupakan salah satu muatan pelajaran dengan hasil belajar yang kurang maksimal. Proses pembelajaran muatan IPA siswa masih pasif dan kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran. Terbukti dari hasil observasi prasiklus aktivitas guru memperoleh persentasae 66,69%. Kemudian prasiklus aktivitas siswa memperoleh persentase 42,89%. Aktivitas belajar yang belum maksimal berdampak pada rendahnya hasil belajar. Berdasarkan hasil ulangan harian muatan IPA kelas 4 memperoleh hasil nilai tertinggi 95, nilai terendah 36, nilai rata-rata 63. Siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 14 siswa dari 34 siswa , itu artinya hasil belajar muatan IPA masih rendah. Simpulan hasil penelitian adalah bahwa penerapan model PBL dapat memperbaiki proses dan hasil belajar muatan IPA tema 8. Pada siklus I, persentase ketercapaian aktivitas guru sebesar 88,1% yang kemudian meningkat pada siklus II menjadi 97,62% dan ketercapaian aktivitas siswa pada siklus I sebesar 72,6% yang kemudian meningkat pada siklus II menjadi 95,24%. Peningkatan hasil belajar muatan IPA dilihat dari aspek kognitif persentase ketuntasan untuk siklus I mencapai 67,65% dan meningkat pada siklus II menjadi 88,24%.
PERBAIKAN PROSES DAN HASIL BELAJAR MUATAN IPA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING (DL) PADA SISWA KELAS IV SD Ani Sri Susanti; Nyoto Harjono; Gamaliel Septian Airlanda
e- Jurnal Mitra Pendidikan Vol 2 No 7 (2018): Jurnal Mitra Pendidikan Edisi Juli
Publisher : Kresna Bina Insan Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.518 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Bertujuan untuk memperbaiki proses dan hasil belajar muatan IPA Tema 6 siswa kelas 4 semester II Tahun 2017/2018 melalui model pembelajaran Discovery Learning. Pelaksanaan dalam masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas 4 dengan jumlah 34 siswa. Sumber data adalah guru dan siswa. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, kajian dokumen, dan tes. Selanjutnya dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Muatan IPA merupakan salah satu muatan pelajaran dengan hasil belajar yang kurang maksimal. Kurang maksimalnya hasil belajar dikarenakan siswa kurang aktif didalam kelas sehingga siswa sulit untuk memahami pembelajaran IPA. Terbukti dari hasil observasi prasiklus aktivitas guru memperoleh persentasae 66,69%. Kemudian prasiklus aktivitas siswa memperoleh persentase 42,89%. Pada siklus I, persentase ketercapaian aktivitas guru sebesar 86% dan ketercapaian aktivitas siswa pada siklus I sebesar 81,3% yang kemudian meningkat pada siklus II sebesar 98% menjadi 94%. Peningkatan hasil belajar muatan IPA dilihat dari aspek kognitif persentase ketuntasan untuk siklus I mencapai 73,5% dan meningkat pada siklus II menjadi 100%.
PENINGKATAN PROSES DAN HASIL BELAJAR MUATAN IPA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) SISWA KELAS 4 SD Dina Candra Anugrahwati; Nyoto Harjono; Gamaliel Septian Airlanda
e- Jurnal Mitra Pendidikan Vol 2 No 7 (2018): Jurnal Mitra Pendidikan Edisi Juli
Publisher : Kresna Bina Insan Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.027 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil belajar muatan IPA tema 8 subtema 1 menggunakan model pembelajaran PBL siswa kelas 4 SD Negeri Kutowinangun 04 Salatiga semester II tahun pelajaran 2017/2018. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, pada setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Sumber data yang digunakan adalah guru dan siswa. Teknik pengumpulan data dengan melalui wawancara, observasi, kajian dokumen, dan tes, selanjutnya dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Terbukti dari observasi keaktifan guru pada prasiklus dengan rata-rata presentase 75,7%, kemudian aktivitas siswa prasiklus rata-rata 72,8. Hasil belajar muatan IPA pada prasiklus membuktikan nilai- rata- rata 64,03%. Nilai tertinggi yang diperoleh siswa 85 sedangkan nilai terendah 38. Ketuntasan belajar prasiklus sebanyak 16 siswa dinyatakan belum mencapai KKM atau 53%, sedangkan yang dinyatakan tuntas sebanyak 14 siswa atau 47% dari keseluruhan siswa. Simpulan hasil penelitian adalah bahwa penerapan model PBL dapat meningkatkan proses dan hasil belajar muatan IPA tema 8 subtema 1, persentase ketercapaian aktivitas guru sebesar 91% yang meningkat pada siklus II menjadi 100% dan ketercapaian aktivitas siswa siklus I sebesar 88% yang meningkat pada siklus II menjadi 100%. Peningkatan hasil belajar muatan IPA dibuktikan dari aspek kognitif persentase ketuntasan untuk siklus I mencapai 73,3 % dan meningkat pada siklus II menjadi 93,3 %.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK PENINGKATAN PROSES DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS 4 SD NEGERI KEMETUL TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Muhammad Sholeh; Nyoto Harjono; Gamaliel Septian Airlanda
e- Jurnal Mitra Pendidikan Vol 2 No 11 (2018): Jurnal Mitra Pendidikan Edisi November
Publisher : Kresna Bina Insan Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.98 KB)

Abstract

Proses siswa dan guru memperoleh skor rendah, berdasarkan pengamatan yang dilaksanakan pada siswa kelas 4 SD Negeri Kemetul, khususnya pada pembelajaran KD Menggunakan konsep keliling dan luas bangun datar sederhana, demikian pula hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil belajar matematika dengan penerapan model pembelajaran berbasis masalah pada siswa semester II tahun ajaran 2017/2018. Jenis penelitian yang digunakan yaitu PTK ruang kelas kolaboratif, dilakukan dalam dua siklus masing-masing siklus terdiri dari tiga pertemuan. Instrumen pengumpul data menggunakan observasi dan tes. Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif komparatif yaitu membandingkan proses dan hasil belajar sebelum tindakan, dengan kondisi setelah dilakukan tindakan (siklus I dan siklus II). Perolehan aktivitas guru prasiklus yang memperoleh total skor 32 dengan persentase 40%, kemudian aktivitas siswa memperoleh total skor 31 dengan persentase 38%. Peningkatan skor aktivitas guru pada siklus II sebesar 71 dengan presentase 89%, skor aktivitas siswa sebesar 67 dengan presentase 84%. Rata-rata hasil belajar prasiklus sebesar 62,1 meningkat menjadi 83.42 pada siklus II. Penerapan model pembelajaran berbasis masalah berarti dapat meningkatkan proses dan hasil belajar matematika.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS VIDEO PEMBELAJARAN TEMATIK DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS 1 SD Wisnu Agung Hidayat; Nyoto Harjono
e- Jurnal Mitra Pendidikan Vol 3 No 11 (2019): Jurnal Mitra Pendidikan Edisi November
Publisher : Kresna Bina Insan Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.485 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan bahan ajar berbasis video pembelajaran tematik dan mengetahui efektifitas media video pembelajaran dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas 1 SD. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi, tes dan angket. Berdasarkan penilaian dari ahli media didapatkan rata-rata skor 3 dengan kategori baik. Penilaian dari ahli materi didapatkan rata-rata skor 3 dengan kategori baik. Selain penilaian dari ahli media dan ahli materi, didapatkan penilaian dari ahli motivasi atau psikologi dengan rata-rata skor 3,1 dengan kategori baik. Nilai ketuntasan tes siswa meningkat 22% setelah menggunakan media video pembelajaran. Selain itu, angket respon siswa mengenai keterterimaan siswa terhadap media pembelajaran juga tergolong sangat baik dengan persentase 86% atau 20 siswa mengisi angket dengan jawaban yang memuaskan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka pengembangan media video pembelajaran dinyatakan layak.
KOMPARASI MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER DAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION DITINJAU DARI PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK SD Budhiarti Sri Utami; Nyoto Harjono
Genta Mulia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 11, No 2 (2020): Genta Mulia : Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan ada tidaknya perbedaan peningkatan hasil belajar matemtaika menggunakan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dan Student Teams Achievement Division (STAD). Jenis penelitian yang dilakukan adalah kajian meta analisis. Penelitian meta analisis yang digunakan adalah dengan cara merangkum, mereview dan menganalisis penelitian  menggunakan artikel model pembelajaran NHT dan  STAD. Teknik pengumpulan data dilakukan oleh peneliti dengan mencari artikel yang relevan atau berkaitan dengan penelitian yang akan diteliti melalui Google Cendikia atau Google Scholar. Hasil analisis data model pembelajaran STAD lebih tinggi dibandingkan model pembelajaran NHT. Uji prasyarat dilakukan menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji linearitas yang membuktikan bahwa kedua model pembelajaran berdistribusi normal, homogen, dan linear. Berdasarkan hasil uji Ancova membuktikan bahwa nilai signifikan 0,004 < 0,05 yang artinya terdapat perbedaan antara model pembelajaran NHT dan STAD ditinjau dari peningkatan hasil belajar matematika peserta didik sekolah dasar. Berdasarkan hasil uji Effect Size membuktikan bahwa model pembelajaran NHT dan STAD memberikan pengaruh sedang terhadap hasil belajar matematika. Kata Kunci: Numbered Heads Together, Student Teams Achievement Division, Hasil Belajar Matematika 
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SD Rini Siswanti; Nyoto Harjono
MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2019): MAJU: JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahap observasi proses pembelajara yang berlangsung di SD Sumogawe 04, terbilang masih rendah pada proses pembelajaran siswa belum aktif mengikuti proses pembelajaran dan hasil belajar matematika masih belum tercapai oleh sebab itu dilakukan penelitian tindakan kelas yang bertujuan meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika dengan penerapan model Problem Based Learning. Metode penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang mengikuti model Kemmis dan Taggart. Penelitian ini mencakup 4 tahap yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), observasi (observing), dan refleksi (reflecting). Data keaktifan diperoleh dengan menjumlahkan seluruh skor dari 4 indikator keaktifan, hasil keatifan pada pra siklus dengan perolehan skor 0-7 dengan kriteria Tidak Aktif sebesar 45,83%, pada siklus 1 dengan perolehan skor keseluruhan 22 dengan kriteria sangat aktif dengan prsentase 50%. Pada siklus 2 mengalami peningkatan perolehan skor 22 dengan sangat aktif presentase yang diperoleh 66,66%. Dari persentase hasil belajar matematika dengan pada pra siklus  37,5% dan mengalami peningkat pada siklus I  dengan presentase 75 % dan meningkat kembali pada siklus II  yaitu 91,6% sesuai indikator keberhasilan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pembelajaran problem based learning dapat meeningkatkan keaktifan dan hasil belajar pada mata pelajaran matematika.
PENINGKATAN PROSES DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISON Hadist Awalia Fauzia; Nyoto Harjono
MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2019): MAJU: JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Ledok 05 Salatiga pada semester I tahun pelajaran 2018/2019 mulai dari bulan September sampai bulan Desember 2018. Subjek penelitian adalah siswa kelas 5 yang berjumlah 39 siswa, terdiri dari 28 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Berdasarkan observasi kegiatan pembelajaran matematika dapat diamati bahwa sebagian besar siswa belum memahami pembelajaran matematika khususnya pada materi kecepatan dan debit sehingga memengaruhi hasil belajar siswa yang masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan proses dan hasil belajar matematika pada materi kecepatan dan debit melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siswa kelas 5 SD Negeri Ledok 05 Salatiga semester I tahun pelajaran 2018/2019. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus. Pada proses pembelajaran ada peningkatan aktivitas guru dari prasiklus 75,88%, siklus I menjadi 85%,dan siklus II meningkat menjadi 92%. Seiring dengan peningkatan aktivitas guru, rata-rata skor siswa juga mengalami peningkatan, pada prasiklus 65%, siklus I menjadi 75%, dan pada siklus II meningkat menjadi 86,25%.  Hasil belajar siswa prasiklus rata-rata 56, siklus I menjadi 76, siklus II meningkat menjadi 80. Berdasarkan penelitian yang dilaksanakan dapat diketahui adanya peningkatan proses dan hasil belajar matematika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.