Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Website “Geo Me Try” untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Luas Bangun Datar Peserta Didik Kelas 4 Sekolah Dasar Veronica Prima Damayanti Bandaso; Nyoto Harjono
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 7 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.7827286

Abstract

The high interest of students in mathematics has not yet shown the achievement of maximum learning outcomes. The difficulty of students in understanding the basic concept of the area of a flat shape and the lack of supporting learning media in the teaching and learning process are factors that are not optimal in student learning outcomes. This is the main reason to create a breakthrough on this phenomenon. Through the development of learning media based on the website "Geo Me Try", the researcher intends to increase the understanding of the concept of flat shapes area concept in grade 4 at SDN Harjosari 1 Bawen in order to increase the achievement of students' learning outcomes. This research uses Research and Development (R&D) type of research. Material validation results obtained a score of 74.54%, media validation results obtained a score of 94.73%, and language validation results obtained a score of 85.71%. Normality test results showed a significance value of 0.818 > 0.05 which indicates that the data obtained are normally distributed. While the test results of Paired Sample T-test showed the results of significance 0.000 < 0.05 which shows that Geo me Try learning media influence the understanding of the broad concept of flat wake learners shown through increased pre-test and post-test results. Based on the validation results of material experts, media experts, and linguists, this learning media is a reference that the "Geo Me Try" product is feasible to use
Meta-Analisis Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Example Non Example Terhadap Hasil Belajar IPA Lailia Novitasari; Nyoto Harjono
JANACITTA Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.704 KB) | DOI: 10.35473/jnctt.v2i1.187

Abstract

The purpose of this research is to re-analyze the effect of Example Non Example model increasing the learning outcome in science subject. The reaseach method was meta-analysis.  In the first steps of the research is formulating research problem continued to colleting data on the test wich has been traced through the Google Scholar and repository of electronic journal. From the research,  getting5 articels from jurnals, 5  minithesis from relevan repository. The data were analyzed using qualitative descrpitive analysis. From the analysis result showed that Example Non Example learning model could improve student’s learning outcomes from the lowest percentage scor 12,08% to the highest 94,94% and the mean was 32,98%.
Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Matematika Siswa Melati Retno Kencono; Nyoto Harjono
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 3 (2023): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i3.5038

Abstract

Matematika masih menjadi salah satu mata pelajaran dengan capaian hasil belajar yang rendah. Situasi ini dialami oleh hampir seluruh siswa, termasuk siswa kelas 5 SD Negeri Bergas Kidul 03. Dari hasil observasi diketahui minat dan hasil belajar siswa di sekolah tersebut masih rendah. Penelitian ini berusaha memperbaiki proses pembelajaran untuk memecahkan permasalahan rendahnya minat dan hasil belajar siswa khususnya pada muatan pelajaran Matematika siswa SD kelas 5 dengan menerapkan model kooperatif tipe make a match. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subyek penelitian ini adalah 25 siswa kelas V di SD Negeri Bergas Kidul 03. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes hasil belajar dan non tes berupa skala sikap untuk mengukur minat siswa. Berdasarkan hasil penelitian, pada prasiklus, persentase siswa dengan minat belajar berkategori sangat tinggi masih 0%, persentase siswa dengan minat belajar tinggi 17%. Pada siklus I persentase siswa dengan minat belajar sangat tinggi 0%, persentase siswa dengan minat belajar tinggi 48%. Pada siklus II, persentase siswa dengan minat belajar sangat tinggi 22%, persentase siswa dengan minat belajar tinggi 57%. Sedangkan rata-rata hasil belajar pada setiap siklus yaitu pada prasiklus menunjukkan rata-rata 41,4, rata-rata siklus I sebesar 67 dan rata-rata siklus II sebesar 81,5. Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan minat dan hasil belajar siswa dari mulai pra siklus hingga siklus II. Dengan demikian, kesimpuan dari penelitian ini adalah model pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match dapat meningkatkan minat dan hasil belajar matematika siswa sekolah dasar.
Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar Anisa Septi Purwaningsih; Nyoto Harjono
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 3 (2023): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i3.5083

Abstract

Matematika masih dianggap sebagai mata pelajaran yang menakutkan bagi sebagian besar siswa. Hal ini mengakibatkan kemampuan berpikir kritis siswa rendah dan siswa kurang memiliki rasa ingin tahu terhadap pelajaran matematika sehingga hasil belajar siswa kurang optimal. Pelaksanaan penelitian Tindakan kelas ini (PTK) berusaha memperbaiki proses pembelajaran matematika agar dapat memecahkan masalah rendahnya berpikir kritis dan sekaligus memperbaiki hasil belajar khususnya pada muatan pelajaran Matematika siswa SD kelas 5. Penelitian ini dilaksanakan SD Pangudi Luhur Ambarawa dengan subyek penelitian adalah siswa kelas 5. Instrumen yang digunakan berbentuk tes dan nontes. Tes untuk menjaring data hasil belajar, sedangkan yang nontes untuk mengukur daya kritis siswa dan kinerja guru maupun kinerja siswa. Instrument telah diuji validitas maupun reliabilitasnya baik secara internal  dari segi konten dan konstruk maupun secara eksternal melalui try out. Teknik sajian dan analisis data menggunakan cara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil pada siklus 1, rata-rata skor hasil tes kemampuan berpikir kritis siswa memperoleh 56 dan rata-rata hasil belajarnya memperoleh 76. Pada siklus 2, rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa memperoleh skor 72 dan hasil belajarnya memperoleh skor rata-rata 89. Dari hasil tersebut, maka kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw untuk meningkatkan berpikir kritis dan hasil belajar matematika siswa sekolah dasar.
Upaya Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Tematik Menggunakan Model Kooperatif Tipe Teams Game Tournament Di Sekolah Dasar Cindy Nur Lutfitaningrum; Nyoto Harjono
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.4375

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi peningkatan motivasi dan hasil belajar tematik peserta didik menggunakan model kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) kelas III SD Negeri Randuacir 03 Salatiga. Jenis penelitian ini Penelitian Tindakan Kelas Kolaboratif (PTKK) menggunakan teknik pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif. Soal tes akhir pembelajaran diuji validitas dengan signifikansi < 0,05 dan uji realibilitas dengan kategori reliabel dengan koefiensi Crownbach’s Alpha 0,568. Penelitian dilakukan dua siklus dengan dua pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan (1) model TGT dapat meningkatkan motivasi di kelas III berdasarkan hasil observasi motivasi belajar peserta didik dan aktivitas guru. Hasil observasi motivasi bela jar pra siklus, siklus I, siklus II sebesar 52,28%, 65,3%, dan 78,71%. Hasil observasi aktivitas guru pra siklus, siklus I, dan siklus II sebesar 55,8%, 81,2%, dan 94,1%; (2) model TGT dapat meningkatkan hasil belajar didik kelas III sebesar 69% pada pra siklus ke siklus I dan dari siklus I ke siklus II sebesar 77%. Simpulan hasil penelitian menunjukkan model kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar tematik peserta didik kelas III.
Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar IPAS Dengan Menggunakan Model Discovery Learning Di Sekolah Dasar Herlina Fitriyawati; Nyoto Harjono
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.4376

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas Kolaboratif  (PTKK) ini bertujuan untuk memperbaiki keaktifan dah hasil belajar IPAS materi wujud zat dan perubahannya di kelas IV SD Negeri Randuacir 03 Salatiga yang dilaksanakan selama dua siklus dengan dua pertemuan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes berupa posttest dan non tes berupa observasi. Alat pengumpulan data menggunakan posttest, instrumen observasi aktivitas guru dan instrumen observasi keaktifan peserta didik. Soal posttest diuji validitas dengan signifikansi <0,05 dan uji reliabilitas dengan kategori reliabel. Hasil penelitian didapatkan (1) model discovery learning dapat meningkatkan keaktifan belajar dengan presentase pra siklus 38,%, siklus I 70,1% dan siklus II 88,4%. (2) model discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar dengan presentase pra siklus  37,5%, siklus I 87,5% dan siklus II 100%. Simpulan dari hasil penelitian bahwa model discovery learning dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik kelas IV.
Peningkatan Minat Dan Hasil Belajar Matematika Melalui Model Problem Based Learning Di Sekolah Dasar Tiyas Murni Lestari; Nyoto Harjono
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.4380

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan minat dan hasil belajar matematika topik penjumlahan dan pengurangan dengan berbagai cara pada kelas II SD Negeri Randuacir 03. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan nos tes melalui kegiatan tes akhir pembelajaran, angket, dan observasi. Teknik pengumpulan data menggunakan soal tes akhir pembelajran, instrumen observasi aktivitas guru, dan angket minat belajar. Soal tes akhir pembelajaran diuji validitas dengan signifikansi < 0,05 dan uji reliabilitas dengan kategori reliabilitas. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas Kolaboratif (PTKK). Hasil penelitian didapatkan (1) model Probelem Based Learning dapat meningkatkan minat belajar. Presentase minat belajar pra siklus, siklus I dan siklus II sebesar 67,64%, 80,38%, 90,87%. (2) Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar pada pra siklus ke siklus I 32,85%, dan pra siklus ke siklus II 59,85%. Simpulan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan minat dan hasil belajar matematika.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri dan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V SD Negeri Bandarjo 02 Kabupaten Semarang Jalu Abdi Septyabi; Nyoto Harjono
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 11 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i11.3254

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah membuktikan penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa kelas V SD Negeri Bandarjo 02, selain itu juga meningkatkan hasil belajar IPS melalui peningkatan rasa percaya diri siswa kelas V SD Negeri Bandarjo 02. Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Hasil penelitian menunjukkan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa pada pembelajaran IPS. Model pembelajaran kooperatif tipe think pair share dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa. Upaya peningkatan rasa percaya diri dan hasil belajar IPS siswa kelas V SD Negeri Bandarjo 02 tahun ajaran 2022/2023 menggunakan model pembelejaran kooperatif tipe think pair share sebagai berikut: (a) pendahuluan, (b) thinking, (c) pairing, (d) sharing, (e) penghargaan dan penguatan materi, (f) kesimpulan dan penutup.
Model Kooperatif Teams Games Tournament dalam Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar IPA Siswa SD Rizal Yusuf Saputra; Nyoto Harjono
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i1.6811

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada topik harmoni dalam ekosistem kelas V SD Negeri Randuacir 03 menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas Kolaboratif (PTKK) yang dilakukan dengan dua siklus dan setiap siklus dua kali pertemuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan tes dan nontes yaitu tes akhir pembelajaran, intrumen observasi keaktifan belajar dan lembar observasi aktivitas guru. Soal akhir pembelajaran telah di uji validitas dengan nilai signifikansi < 0,05 dan uji reliabilitas dengan koefisien Cronbach’s Alpha 0,780 berkategori reliabel. Hasil penelitian didapatkan hasil 1) Model Kooperatif Tipe TGT dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa dan aktivitas guru. Presentase aktivitas guru pada pra siklus, siklus I, dan siklus II sebesar 55%, 68,33% dan 86,67%, sedangkan keaktifan siswa pada pra siklus, siklus I, dan siklus II sebesar 52,21%, 63,20% dan 84,87%. 2) Model Kooperatif Tipe TGT dapat meningkatan hasil belajar dengan presentase 57,38% dari pra siklus ke siklus 1 dan presentase 88,24% pada siklus I ke siklus II. Simpulan dari hasil penelitian bahwa model pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa dan hasil belajar IPA kelas V.