Claim Missing Document
Check
Articles

THE EFFECTIVENESS OF BAMBOO BIO-CHARCOAL AS ADSORBENT IN HANDLING CHROMIUM ION OF ELECTROPLATING WASTE Putu Pratiwi Surya Rahayu .; Dr. rer.nat. I Wayan Karyasa,S.Pd,M.Sc .; Dr. I Wayan Redhana,M.Si .
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v1i2.4449

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi yang makin pesat di negara kita, jumlah industri yang ada di Indonesia semakin banyak. Salah satunya adalah industri electroplating. Industri ini berkembang di bidang pelapisan. Selain menghasilkan produk yang berguna, industri ini juga menghasilkan limbah. Limbah yang dihasilkan banyak mengadung logam berat. Salah satunya adalah logam krom. Jika logam krom dalam limbah sedikit mendapatkan perlakuan, hal ini dapat menyebabkan polusi di lingkungan. Meskipun limbah ini ada dalam jumlah kecil, tetapi dengan kondisi krom yang stabil dan jika terakumulasi dalam tubuh pada akhirnya dapat memicu sel-sel kanker (karsinogenik) yang bisa berbahaya bagi kesehatan. Pada penelitian ini dilakukan adsorpsi ion Cr3+ pada limbah electroplating dengan menggunakan bio-charcoal bamboo. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas bio-charcoal bambu untuk menyerap logam berat (Cr) yang terkandung di limbah electroplating dan karakteristik serapan ion Cr3+ pada limbah electroplating dengan menggunakan bio-charcoal bambu. Pengukuran konsentrasi ion Cr3+ sebelum dan sesudah mendapatkan perlakuan dilakukan dengan alat instrument yaitu AAS pada panjang gelombang 357,74 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas bio-charcoal bamboo untuk menyerap ion Cr3+ yang ada di limbah electroplating adalah dengan massa optimum 2 gram, sedangkan waktu kontaknya adalah 8 jam dan adsorpsi bio-charcoal mengikuti pola isotherm adsorpsi Langmuir dengan daya adsorpsi maksimum sebesar 0.190 g/g.Kata Kunci : Adsorpsi, bio-charcoal bamboo, electroplating Along with the fast development of technology in our country, the number of industries in Indonesia is growing. One of them is electroplating industry. The industry is growing in the field of coating. Besides producing useful products, this industry also produces waste. The waste produced that contain many heavy metals. One of them is chrom. If chrom metal wastes less to get the treatment, it can influence pollution in environment. Although this waste present in small amount, but the condition of chrom is stable and if it accumulates in the body can eventually lead to cancer cells (carcinogenic) that can be harmful to health. In this research, the adsorption of Cr3+ ions in electroplating waste was done by using bio-charcoal bamboo. This research aims to know the effectiveness of bio-charcoal from bamboo to reduce/adsorb the heavy metal (Cr) that content in the electroplating waste and the characteristic of adsorption Cr in electroplating waste by bio-charcoal bamboo. The measurement of Cr3+ ion concentration before and after getting treatment was done by AAS at a wavelength of 357.74 nm. The results showed that the effectiveness of bio-charcoal bamboo to absorb the of Cr ions in electroplating waste is to optimum mass of 2 grams, while the contact time is 8 hours and bio-charcoal adsorption followed Langmuir adsorption isotherm pattern with maximum of adsorption capacity was 0.190 g/g.keyword : Adsorption, bio-charcoal bamboo, electroplating
PENGEMBANGAN CEMENTIOUS BINDER DARI LIMBAH BATU PIPIH, SILIKA ABU SEKAM PADI DAN BATU GAMPING SERTA PEMANFAATANNYA DALAM PEMBUATAN BATAKO INTERLOCKING I Wayan Karyasa
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan cementious binder (CB) secara triaksial blend bubuk halus batu pipih (BHBP) – bubuk super halus silika amorp dari abu sekam padi (RHA-UFAS) – bubuk batu gamping (CaO) dan merancang sebuah teknologi tepat guna pembuatan batako interlocking menggunakan CB terbaik yang dihasilkan. Pengamatan penampakan luar, pengujian porositas dan pengukuran kuat tekan dilakukan terhadap masing-masing 5 benda uji plat beton yang dihasilkan dari tiap-tiap komposisi CB sehingga telah ditemukan CB dengan komposisi relatif terbaik yang dibuat dengan triaksial blend bubuk halus batu pipih – bubuk super halus silika abu sekam padi dan bubuk CaO. Komposisi CB : pasir : fraksi air yaitu 1 : 6 : 0,4 telah menghasilkan batako interlocking kualitas I (sesuai SNI) dan superior dibandingkan dengan batako interloking dengan komposisi CB : pasir lainnya termasuk benda uji kontrol yang menggunakan campuran semen : pasir = 1 : 6. Hasil penelitian berkontribusi pada (1) pemberian added value terhadap limbah pemotongan batu pipih dan sekam padi, (2) memperbaiki kualitas batako sehingga mampu meningkatkan harga jual batako dan meningkatkan kekuatan batako sebagai salah satu bahan konstruksi; dan (3) menghasilkan teknologi tepat guna yang bermanfaat bagi masyarakat khususnya UKM batako.
META-ANALISIS TERHADAP MATERIAL BERBASIS SILIKA TERBARUKAN DARI SEKAM PADI PEMETAAN BIOMASSA TROPIS KAYA SILIKON I Wayan Karyasa
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan dari studi ini adalah (1) memeta-analisis penelitian-penelitian tentang material berbasis silika terbarukan yang berasal dari limbah pertanian padi yaitu sekam padi sebagai upaya untuk membangun pemahaman yang mendalam tentang pembangunan berkelanjutan dalam memproduksi material maju dengan harga murah dan ramah lingkungan; dan (2) pemetaan biomassa tropis kaya silikon melalui analisa terhadap abu hitam dari beberapa bagian tumbuhan tropis sebagai upaya mengeksplorasi potensi biomassa tropis sebagai kandidat penghasil bubuk silika terbarukan dan material maju turunannya. Untuk mencapai tujuan pertama, metode meta-analisis Wilson dan Kelly diadopsi untuk menelaah jurnal-jurnal penelitian di dunia dalam dekade terakhir tentang silika dari sekam padi dan material-material turunannya. Untuk pemetaan biomassa tropis kaya silikon, analisis dengan spektroskopi X-ray fluoresensi telah dilakukan terhadap lima belas abu hitam tumbuhan tropis. Hasil meta-analisis menunjukkan bahwa material anorganik berbasis silika terbarukan merupakan tema yang menarik para peneliti untuk mendukung gerakan kimia hijau untuk industri hijau. Hasil pemetaan tersebut menunjukkan bahwa selain sekam padi, ada beberapa tumbuhan tropis menjadi kandidat yang baik sebagai biomassa tropis yang kandungan silikonnya tinggi.
MEMPELAJARI FENOMENA ABSORPSI-DESORPSI AIR DARI BATU CADAS ABASAN DI WILAYAH SANGSIT BULELENG I Wayan Karyasa
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batu cadas Abasan telah dikenal sebagai bahan bangunan tradisional berarsitektur Bali Utara seperti Pura Beji di Desa Sangsit dan Pura Dalem di Desa Jagaraga karena memiliki ketahanan cuaca dalam kurun waktu yang lama, dan memiliki keunikan variasi warna yang berbeda serta dapat berubah warna dengan adanya air atau perubahan kelembaban. Penelitian awal ini bertujuan mendeskripsikan fenomena absorpsi-desorpsi air dari batu cadas Abasan yang bervariasi warna yaitu merah, merah tua, merah ungu, abu tua, dan hitam. Tiap-tiap variasi warna batu cadas dipilih secara acak di lokasi penggalian di Desa Sangsit yang selanjutnya dibuat sejumlah cuplikan berukuran 7,0 cm x 7,0 cm x 4,0 cm. Tiap-tiap cuplikan dikeringkan di bawah sinar matahari hingga mencapai berat kering, selanjutnya direndam dengan air hingga mendapatkan berat basah. Sekelompok cuplikan (kelompok A) dibiarkan di tempat teduh beberapa hari hingga mencapai berat kering kembali dan sekelompok lagi (kelompok B) dijemur selama 10 jam dan didiamkan di tempat teduh 14 jam secara berselang-seling. Pengukuran berat cuplikan dilakukan tiap-tiap 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan kemampuan absorpsi dan desorpsi air batu cadas yang berbeda warna namun memiliki pola desorpsi yang mirip. Penjelasan absorpsi-desorpsi air batu cadas Abasan dapat dipakai sebagai landasan dalam menemukan geopolimer smart material baru. Kata-kata Kunci: batu cadas, absorpsi, desorpsi AbstractAbasan Cadas Stone have already well known as  material of Northern Bali architectural traditional buildings such as Beji Temple in Sangsit Village and Dalem Temple in Jagaraga Village because of its time long span resistant against weather, and its different color variation uniqueness and its color changes in the presence of water or moisture. The preliminary research was aimed to describe the fenomena of water absorption-desorption of the stones with color variation, namely red, dark red, violet-red, dark grey, and black. Each color variation of the stones was randomly chosen at mining location in Sangsit Village, and then some stone samples in size of 7.0 cm x 7.0 cm x 4.0 cm. Each sample was dried under sun rays until reaching the dry weight and then it was dipped in water unttil reaching wet weight. A group of samples (group A) was allowed for water desorption in ambient condition without sun rays, but the other group (group B) was allowed for water desorption with help of sun rays about 10 hours and 14 hours without sun rays. Two series of weight measurements were conducted every 24 hours. As a result, it showed that there was different water absorption-desorption abilities those stones with color variation, however their water desorption patterns were similar. The explanation of water absorption-desorption of Abasan cadas stones may be used as a foundation in finding a new geopolimer smart material. Keywords: cadas stone, absorption, desorption
Karakterisasi Batu Mulia Badar Pulaki I Wayan Karyasa; I Wayan Muderawan; I Wayan Rai
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batu mulia Pulaki telah lama dikenal dengan berbagai keunikan dan didukung oleh cerita-cerita mistis di baliknya, namun belum didukung oleh kajian ilmiah yang memadai. Beberapa nama batu mulia dari Kawasan Suci Pulaki yang banyak dikenal orang adalah Kresnadana, Rambut Sedana, Pancawarna dan Badar Pulaki. Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi secara kimia batu mulia Badar Pulaki dengan varian Badar Pulaki Melanting, Badar Musi dan Badar Pangkung Kangin yang difokuskan pada aspek kandungan unsur-unsur dan identifikasi senyawa kimia yang menyusun batu permata Pulaki. Untuk mencapai tujuan itu, analisis cuplikan dengan metode X-Ray Fluoresence (XRF) dan X-Ray Difraction (XRD). Hasil karakterisasi XRF menunjukkan bahwa Badar Pulaki Melanting mengandung unsur silikon dan besi yang besar, Badar Pangkung Kangin mengandung unsur silikon, aluminium dan besi yang besar dan Badar Musi mengandung unsur kalsium dan besi yang besar serta adanya variasi jenis dan prosentase unsur-unsur penyerta lainnya. Hasil karakterisasi XRD menunjukkan bahwa Badar Pulaki Melanting tersusun dari quarsa sebagai fase utamanya, Badar Pangkung Kangin tersusun dari aluminosilikat dan Badar Musi tersusun dari kalsit sebagai fase utamanya. Hasil ini memberikan sebagaian penjelasan ilmiah terhadap keunikan dan mitos batu permata Pulaki.Kata-kata kunci: Badar Pulaki, X-Ray Fluoresence, X-Ray Diffraction
PETA MASALAH IPTEK KERAJINAN KAYU BALI DAN PELUANG APLIKASI KAYU SINTETIK BERTEKNOLOGI NANOKOMPOSIT SILIKA-KARBON I Wayan Karyasa; I Wayan Muderawan; I Made Gunamantha
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerajinan kayu Bali saat ini mengalami kemerosotan yang tajam disebabkan oleh banyak faktor seperti yang sering terungkap di berbagai media massa, namun pemetaan masalah IPTEK pendukung kerajinan kayu jarang diungkap secara ilmiah dan komprehensif. Tulisan ini melaporkan hasil focus group discussion dengan analisis masalah-akar masalah (root cause analysis) terhadap peta masalah IPTEK kerajinan Bali dan peluang aplikasi kayu sintetik berteknologi nanokomposit silika-karbon. Masalah IPTEK kerajinan kayu Bali berpangkal dari keterbatasan bahan baku, teknologi produksi, teknologi pendukung pengembangan desain produk, teknologi pewarnaan, dan teknologi pengemasan sertak IPTEK terkait manajemen usaha yang semuanya berujung pada tingginya biaya produksi. Aplikasi kayu sintetik yang dibuat dari biomassa tropis kaya silikon yang diperkuat dengan nanokomposit silika­karbon memiliki prospek sebagai bahan baku pengganti bahan baku utama kayu tropis dan dapat menurunkan biaya produksi karena dapat dicetak sesuai desain yang diinginkan dengan waktu pengerjaan yang lebih cepat dan limbah yang minimal.Kata-kata kunci: kerajinan, kayu sintetik, nanokomposit
PROFIL MODEL MENTAL SISWA SMA KELAS X TENTANG KONSEP-KONSEP DASAR KIMIA PADA KURIKULUM SAINS SMP Anak Agung Sri Yoni; I Wayan Suja; I Wayan Karyasa
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpk.v2i2.16616

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan profil model mental siswa SMA Kelas X tentang konsep-konsep dasar kimia pada kurikulum sains SMP. Penelitian ini dilakukan dengan teknik sensus di kelas X SMA Negeri Sukasada dengan melibatkan 90 orang siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tes diagnostik dua tingkat (two-tier). Analisis data dilakukan secara deskriptif melibatkan hubungan antara jawaban siswa dan argumentasinya dengan melibatkan tiga level kimia. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa profil model mental siswa kelas X tentang konsep-konsep dasar kimia pada kurikulum sains SMP adalah 6,44% model mental ilmiah  dan 93,56% model mental alternatif, yang terdiri atas 45,56% model mental benar sebagian, 44,22% model mental miskonsepsi khusus, dan 3,78% tidak ada tanggapan. Sehubungan dengan temuan tersebut, guru-guru sains di SMP perlu membekali diri dengan pemahaman konsep-konsep dasar kimia yang mencakup tiga level kimia dan interkoneksinya. Selain itu, guru kimia di SMA melakukan remidiasi berkaitan dengan konsep-konsep dasar kimia yang telah dipelajari siswa di SMP agar menjadi model konseptual.
PROFIL KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA DALAM PRAKTIKUM TITRASI ASAM BASA Made Darmaprathiwi Adiningsih; I Wayan Karyasa; I Wayan Muderawan
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpk.v3i2.21241

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil keterampilan proses sains (KPS) dan faktor-faktor yang memengaruhi keterampilan proses sains (KPS) siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Singaraja dalam pelaksanaan praktikum titrasi asam basa. Penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah profil keterampilan proses sains siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Singaraja yang dibatasi pada penguasaan keterampilan proses sains. Keterampilan proses sains yang sudah dikuasai oleh siswa dengan baik terdiri dari 7 aspek keterampilan, yaitu keterampilan mengukur yang terdiri dari keterampilan mengukur volume larutan dengan pipet volumetrik dan mengukur volume larutan dengan buret, keterampilan melakukan eksperimen yang terdiri dari keterampilan melakukan titrasi dan menggunakan indikator universal, keterampilan mengobservasi, memprediksi, menginterpretasi, mengaplikasikan konsep, dan mengomunikasikan. Keterampilan yang kurang dikuasai oleh siswa adalah keterampilan menyimpulkan. Keterampilan proses sains yang tidak dilatih kepada siswa terdiri dari 4 keterampilan, yaitu keterampilan merumuskan hipotesis, mengontrol variabel, merancang penyelidikan, dan mengklasifikasikan. Faktor-faktor yang memengaruhi keterampilan proses sains (KPS) siswa dalam pelaksanaan praktikum titrasi asam basa digolongkan menjadi empat faktor, yaitu alat, bahan, manusia, dan cara/teknis. Kata-kata kunci : keterampilan proses sains, praktikum, titrasi asam basa AbstractThe research was aimed to describe the profile of student’s science process skills and describe the factors that influence science process skills of class XI MIPA SMA Negeri 1 Singaraja in the implementation of acid base titration practicum. Research carried out using a phenomenological qualitative approach. The method that used to collect data in this research are observation, interviews, and documentation. Data were analyzed by qualitative descriptive techniques. The result that obtained is profile of class XI MIPA SMA N 1 Singaraja which is limited to mastering science process skills. Science process skills that have been mastered by students consist of 7 aspects of skills, namely measuring skills consisting of skills to measure the volume of solutions with volumetric pipettes and measure the volume of solutions with burette, experimental skills consisting of titration skills and using universal indicator paper, the skill of observing, predicting, interpreting, applying concepts, and communicating. Skills that is less mastered by students are concluding skills. Science process skills that are not trained for students consist of 4 skills, namely the skills of formulating hypotheses, controlling variables, designing investigations, and classifying. The factors that influence the science process skills of students in the implementation of acid base titration practicum are classified into four factors, namely tools, materials, humans, and methods/techniques. Key words: acid base titration, practicum, science process skills
PEMBUATAN PAPAN KOMPOSIT DARI LIMBAH PLASTIK POLYVINYL CHLORIDE (PVC) DAN LIMBAH BATANG JAGUNG I Kadek Eka Karyawan; I Wayan Karyasa; I Gusti Lanang Wiratma
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 11 No. 2 (2017): OKTOBER 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.795 KB) | DOI: 10.23887/wms.v11i2.12580

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi, tekanan saat proses pencetakan, dan ukuran serbuk batang jagung untuk menghasilkan papan komposit dengan kualitas terbaik. Penelitian dilakukan dengan menggunakan 3 variabel bebas yaitu komposisi, tekanan saat proses pencetakan, dan ukuran serbuk batang jagung. Papan komposit dibuat dengan cara melarutkan plastik polyvinyl chloride (PVC) dengan pelarut cyclohexanone, selanjutnya dipanaskan  pada suhu 212°C kemudian dicampurkan dengan serbuk batang jagung dan dicetak. Pertama, papan komposit dibuat dengan perbandingan komposisi serbuk batang jagung dengan limbah plastik PVC yaitu  50%:50%; 60%:40%; 70%:30%; 80%:20% dan 90%:10%. Kedua, papan komposit dibuat dengan variasi tekanan saat pencetakan yaitu 10 kgf/cm2, 20 kgf/cm2, dan 30 kgf/cm2. Ketiga, papan komposit dibuat dengan variasi  ukuran serbuk batang jagung yaitu 10 mesh, 30 mesh,dan 60 mesh. Papan komposit yang dihasilkan kemudian diuji daya serap air dan kuat tekannya. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh komposisi terbaik yaitu 60% serbuk batang jagung berbanding 40% limbah plastik PVC dengan nilai daya serap air sebesar 8,04% dan kuat tekan 6,89 kgf/mm2, tekanan terbaik saat proses pencetan yaitu 20 kgf/cm2 dengan nilai daya serap air sebesar 8,04% dan kuat tekan 6,89 kgf/mm2, dan ukuran serbuk batang jagung terbaik yaitu 60 mesh dengan nilai daya serap air sebesar 6,49 % dan kuat tekan 9,46 kgf/mm2.
KOMPARASI HASIL BELAJAR KIMIA SISWA SMA YANG DIBELAJARKAN MENGGUNAKAN METODE TUTOR SEBAYA DAN METODE KERJA KELOMPOK Ni Nengah Astri Minanti; I Nyoman Tika; I Wayan Karyasa
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 10 No. 1 (2016): APRIL 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.251 KB) | DOI: 10.23887/wms.v10i1.12655

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: 1) hasil belajar siswa; 2) aktivitas belajar siswa; dan 3) respon siswa terhadap pembelajaran dengan penggunaan metode tutor sebaya dan metode kerja kelompok. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent pre-test post-test control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIA di SMA Negeri 1 Singaraja dengan jumlah siswa 277 siswa. Sampel penelitian ini adalah 30 siswa kelas X MIA 5 (Eksperimen 1) dan 32 siswa kelas X MIA 2 (Eksperimen 2) yang dipilih melalui teknik random sampling. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa, aktivitas belajar siswa, dan respon siswa. Data skor hasil belajar siswa dianalisis dengan statistik anakova pada taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan hasil belajar kimia antara siswa yang belajar dengan menggunakan metode tutor sebaya dengan siswa yang belajar dengan metode kerja kelompok. Dengan kata lain kedua metode ini sama-sama mampu meningkatkan hasil belajar dan dapat diterapkan pada materi stoikiometri. Aktivitas siswa pada kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen 2 dikategorikan baik. Siswa menunjukkan respon positif terhadap metode tutor sebaya dan metode kerja kelompok.
Co-Authors Aa Kt. Wisnu A.k . Adiningsih, Made Darmaprathiwi Anak Agung Sri Yoni Astawa, I Gede Putu Banu Astawa, I Putu Gede Banu Desak Made Citrawathi Dr. I Nyoman Tika,M.Si . Drs.Ngadiran Kartowasono, M.Pd. . EKA SUJANA . Gede Agus Beni Widana Holyness Nurdin Singadimedja I DEWA AYU TRISNA HANDAYANI . I DEWA AYU TRISNA HANDAYANI ., I DEWA AYU TRISNA HANDAYANI I DEWA GEDE ANOM . I Gede Putu Astawa I Gusti Agung Komang Diafari Djuni Hartawan I Gusti Lanang Wiratma I Kadek Eka Karyawan I Ketut Sida Arsa, I Ketut Sida I Made Ardwi Pradnyana I Made Candiasa I MADE KARTAMA . I Nyoman Bagiarata I NYOMAN BAGIARTA . I NYOMAN BAGIARTA ., I NYOMAN BAGIARTA I Nyoman Suardana I Nyoman Sujana I Wayan Muderawan I Wayan Rai I Wayan Rai I Wayan Redhana I Wayan Sadia I Wayan Suja Ida Ayu Purnama Bestari Ida Ayu Putu Wida Septiari . Karyawan, I Kadek Eka Luh Sami Asih . M.Pd. Drs.Ngadiran Kartowasono . Made Agus Wijaya Made Darmaprathiwi Adiningsih Made Vivi Oviantari Minanti, Ni Nengah Astri Mudianta, I Wayan N. P. J. Artini NI KADEK SRI MULYANI . NI KADEK SRI MULYANI ., NI KADEK SRI MULYANI NI LUH EKA NINGSIH . NI LUH EKA NINGSIH ., NI LUH EKA NINGSIH NI LUH PUTU MANIK WIDIYANTI Ni Made Ary Widiastini Ni Nengah Astri Minanti NI NYOMAN RUSMINIATI . NI NYOMAN RUSMINIATI ., NI NYOMAN RUSMINIATI NI NYOMAN WIDIYANINGSIH . Ni Putu Dian Pertiwi, Ni Putu Dian Pradnyana, I Gede Ardwi PUTU FANNY SASTRADEWI . PUTU FANNY SASTRADEWI ., PUTU FANNY SASTRADEWI Putu Pratiwi Surya Rahayu . Wayan Muderawan Yoni, Anak Agung Sri Young, David James