Claim Missing Document
Check
Articles

MEMPELAJARI FENOMENA ABSORPSI-DESORPSI AIR DARI BATU CADAS ABASAN DI WILAYAH SANGSIT BULELENG Karyasa, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batu cadas Abasan telah dikenal sebagai bahan bangunan tradisional berarsitektur Bali Utara seperti Pura Beji di Desa Sangsit dan Pura Dalem di Desa Jagaraga karena memiliki ketahanan cuaca dalam kurun waktu yang lama, dan memiliki keunikan variasi warna yang berbeda serta dapat berubah warna dengan adanya air atau perubahan kelembaban. Penelitian awal ini bertujuan mendeskripsikan fenomena absorpsi-desorpsi air dari batu cadas Abasan yang bervariasi warna yaitu merah, merah tua, merah ungu, abu tua, dan hitam. Tiap-tiap variasi warna batu cadas dipilih secara acak di lokasi penggalian di Desa Sangsit yang selanjutnya dibuat sejumlah cuplikan berukuran 7,0 cm x 7,0 cm x 4,0 cm. Tiap-tiap cuplikan dikeringkan di bawah sinar matahari hingga mencapai berat kering, selanjutnya direndam dengan air hingga mendapatkan berat basah. Sekelompok cuplikan (kelompok A) dibiarkan di tempat teduh beberapa hari hingga mencapai berat kering kembali dan sekelompok lagi (kelompok B) dijemur selama 10 jam dan didiamkan di tempat teduh 14 jam secara berselang-seling. Pengukuran berat cuplikan dilakukan tiap-tiap 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan kemampuan absorpsi dan desorpsi air batu cadas yang berbeda warna namun memiliki pola desorpsi yang mirip. Penjelasan absorpsi-desorpsi air batu cadas Abasan dapat dipakai sebagai landasan dalam menemukan geopolimer smart material baru. Kata-kata Kunci: batu cadas, absorpsi, desorpsi AbstractAbasan Cadas Stone have already well known as  material of Northern Bali architectural traditional buildings such as Beji Temple in Sangsit Village and Dalem Temple in Jagaraga Village because of its time long span resistant against weather, and its different color variation uniqueness and its color changes in the presence of water or moisture. The preliminary research was aimed to describe the fenomena of water absorption-desorption of the stones with color variation, namely red, dark red, violet-red, dark grey, and black. Each color variation of the stones was randomly chosen at mining location in Sangsit Village, and then some stone samples in size of 7.0 cm x 7.0 cm x 4.0 cm. Each sample was dried under sun rays until reaching the dry weight and then it was dipped in water unttil reaching wet weight. A group of samples (group A) was allowed for water desorption in ambient condition without sun rays, but the other group (group B) was allowed for water desorption with help of sun rays about 10 hours and 14 hours without sun rays. Two series of weight measurements were conducted every 24 hours. As a result, it showed that there was different water absorption-desorption abilities those stones with color variation, however their water desorption patterns were similar. The explanation of water absorption-desorption of Abasan cadas stones may be used as a foundation in finding a new geopolimer smart material. Keywords: cadas stone, absorption, desorption
PROFIL KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA DALAM PRAKTIKUM TITRASI ASAM BASA Adiningsih, Made Darmaprathiwi; Karyasa, I Wayan; Muderawan, I Wayan
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpk.v3i2.21241

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil keterampilan proses sains (KPS) dan faktor-faktor yang memengaruhi keterampilan proses sains (KPS) siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Singaraja dalam pelaksanaan praktikum titrasi asam basa. Penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah profil keterampilan proses sains siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Singaraja yang dibatasi pada penguasaan keterampilan proses sains. Keterampilan proses sains yang sudah dikuasai oleh siswa dengan baik terdiri dari 7 aspek keterampilan, yaitu keterampilan mengukur yang terdiri dari keterampilan mengukur volume larutan dengan pipet volumetrik dan mengukur volume larutan dengan buret, keterampilan melakukan eksperimen yang terdiri dari keterampilan melakukan titrasi dan menggunakan indikator universal, keterampilan mengobservasi, memprediksi, menginterpretasi, mengaplikasikan konsep, dan mengomunikasikan. Keterampilan yang kurang dikuasai oleh siswa adalah keterampilan menyimpulkan. Keterampilan proses sains yang tidak dilatih kepada siswa terdiri dari 4 keterampilan, yaitu keterampilan merumuskan hipotesis, mengontrol variabel, merancang penyelidikan, dan mengklasifikasikan. Faktor-faktor yang memengaruhi keterampilan proses sains (KPS) siswa dalam pelaksanaan praktikum titrasi asam basa digolongkan menjadi empat faktor, yaitu alat, bahan, manusia, dan cara/teknis. Kata-kata kunci : keterampilan proses sains, praktikum, titrasi asam basa AbstractThe research was aimed to describe the profile of student’s science process skills and describe the factors that influence science process skills of class XI MIPA SMA Negeri 1 Singaraja in the implementation of acid base titration practicum. Research carried out using a phenomenological qualitative approach. The method that used to collect data in this research are observation, interviews, and documentation. Data were analyzed by qualitative descriptive techniques. The result that obtained is profile of class XI MIPA SMA N 1 Singaraja which is limited to mastering science process skills. Science process skills that have been mastered by students consist of 7 aspects of skills, namely measuring skills consisting of skills to measure the volume of solutions with volumetric pipettes and measure the volume of solutions with burette, experimental skills consisting of titration skills and using universal indicator paper, the skill of observing, predicting, interpreting, applying concepts, and communicating. Skills that is less mastered by students are concluding skills. Science process skills that are not trained for students consist of 4 skills, namely the skills of formulating hypotheses, controlling variables, designing investigations, and classifying. The factors that influence the science process skills of students in the implementation of acid base titration practicum are classified into four factors, namely tools, materials, humans, and methods/techniques. Key words: acid base titration, practicum, science process skills
PROFIL MODEL MENTAL SISWA SMA KELAS X TENTANG KONSEP-KONSEP DASAR KIMIA PADA KURIKULUM SAINS SMP Yoni, Anak Agung Sri; Suja, I Wayan; Karyasa, I Wayan
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpk.v2i2.16616

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan profil model mental siswa SMA Kelas X tentang konsep-konsep dasar kimia pada kurikulum sains SMP. Penelitian ini dilakukan dengan teknik sensus di kelas X SMA Negeri Sukasada dengan melibatkan 90 orang siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tes diagnostik dua tingkat (two-tier). Analisis data dilakukan secara deskriptif melibatkan hubungan antara jawaban siswa dan argumentasinya dengan melibatkan tiga level kimia. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa profil model mental siswa kelas X tentang konsep-konsep dasar kimia pada kurikulum sains SMP adalah 6,44% model mental ilmiah  dan 93,56% model mental alternatif, yang terdiri atas 45,56% model mental benar sebagian, 44,22% model mental miskonsepsi khusus, dan 3,78% tidak ada tanggapan. Sehubungan dengan temuan tersebut, guru-guru sains di SMP perlu membekali diri dengan pemahaman konsep-konsep dasar kimia yang mencakup tiga level kimia dan interkoneksinya. Selain itu, guru kimia di SMA melakukan remidiasi berkaitan dengan konsep-konsep dasar kimia yang telah dipelajari siswa di SMP agar menjadi model konseptual.
ANODIZING LOGAM ALUMINIUM DENGAN VARIASI BEDA POTENSIAL ., Aa Kt. Wisnu A.k; ., Dr. rer.nat. I Wayan Karyasa,S.Pd,M.Sc; ., Drs. I Nyoman Suardana,M.Si
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v1i1.4448

Abstract

Penelitian ini bertujuan menentukan karakteristik permukaan logam aluminium melalui proses anodizing. Variabel bebas yang digunakan adalah besar beda potensial yang diberikan pada proses anodizing. Kualitas karakteristik permukaan logam aluminium ditentukan dengan analisis data yang berupa ketebalan dan lebar pori yang terbentuk selama proses anodizing yang diperoleh dari uji Scanning Electron Microscope-Energy Dispersive X-ray. Pada penelitian ini digunakan logam aluminium dengan kemurnian 99% dengan ketebalan 3 mm berukuran 6 cm x 1,5 cm yang sudah dibersihkan menggunakan aquades, sabun, dan alkohol, selanjutnya direndam dalam larutan NaOH 1M selama 2 menit, kemudian dilanjutkan dengan proses anodizing dengan variasi beda potensial yang diberikan yaitu 15 V, 20 V, dan 25 V. Tahap selanjutnya dilakukan uji Scanning Electron Microscope-Energy Dispersive X-ray terhadap sampel sehingga didapatkan data Ketebalan dan lebar pori yang terbentuk selama proses anodizing pada permukaan logam aluminium serta data komposisi penyusun logam aluminium hasil anodizing. Hasil analisis data ketebalan dan lebar pori yang diperoleh dari uji Scanning Electron Microscope-Energy Dispersive X-ray menunjukkan beda potensial 25 V memberikan hasil yang paling baik.Kata Kunci : aluminium, beda potensial, anodizing The Aim of this study was to determine the characterization of aluminium surfaces that have been anodized. Independent variable of this experiment is voltage variations in anodizing processes. Quality of the aluminium surfaces is determined by analyzing data of the aluminium oxide pores thickness and width that occurred from Scanning Electron Microscope-Energy Dispersive X-ray instrument test. In this study is used an aluminium metals with 99% purity with thickness approximately 3 mm and 6 cm x 1,5 cm dimension and have been cleaned by aquadest, soap, and alcohol. After that, it degreased with NaOH 1 M solution in 2 minutes and then continuing with anodizing processes with voltage variation (15 V, 20 V, and 25 V). The next step is it tested by Scanning Electron Microscope-Energy Dispersive X-ray instrument. In these processes, the data of aluminium oxide pores thickness and width is occurred. Data of the composition of aluminium after anodized is occurred from Energy Dispersive X-ray test. The results show that the best condition of aluminium surfaces is occurred at 25 V.keyword : aluminium, voltage, anodizing
THE EFFECTIVENESS OF BAMBOO BIO-CHARCOAL AS ADSORBENT IN HANDLING CHROMIUM ION OF ELECTROPLATING WASTE ., Putu Pratiwi Surya Rahayu; ., Dr. rer.nat. I Wayan Karyasa,S.Pd,M.Sc; ., Dr. I Wayan Redhana,M.Si
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v1i2.4449

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi yang makin pesat di negara kita, jumlah industri yang ada di Indonesia semakin banyak. Salah satunya adalah industri electroplating. Industri ini berkembang di bidang pelapisan. Selain menghasilkan produk yang berguna, industri ini juga menghasilkan limbah. Limbah yang dihasilkan banyak mengadung logam berat. Salah satunya adalah logam krom. Jika logam krom dalam limbah sedikit mendapatkan perlakuan, hal ini dapat menyebabkan polusi di lingkungan. Meskipun limbah ini ada dalam jumlah kecil, tetapi dengan kondisi krom yang stabil dan jika terakumulasi dalam tubuh pada akhirnya dapat memicu sel-sel kanker (karsinogenik) yang bisa berbahaya bagi kesehatan. Pada penelitian ini dilakukan adsorpsi ion Cr3+ pada limbah electroplating dengan menggunakan bio-charcoal bamboo. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas bio-charcoal bambu untuk menyerap logam berat (Cr) yang terkandung di limbah electroplating dan karakteristik serapan ion Cr3+ pada limbah electroplating dengan menggunakan bio-charcoal bambu. Pengukuran konsentrasi ion Cr3+ sebelum dan sesudah mendapatkan perlakuan dilakukan dengan alat instrument yaitu AAS pada panjang gelombang 357,74 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas bio-charcoal bamboo untuk menyerap ion Cr3+ yang ada di limbah electroplating adalah dengan massa optimum 2 gram, sedangkan waktu kontaknya adalah 8 jam dan adsorpsi bio-charcoal mengikuti pola isotherm adsorpsi Langmuir dengan daya adsorpsi maksimum sebesar 0.190 g/g.Kata Kunci : Adsorpsi, bio-charcoal bamboo, electroplating Along with the fast development of technology in our country, the number of industries in Indonesia is growing. One of them is electroplating industry. The industry is growing in the field of coating. Besides producing useful products, this industry also produces waste. The waste produced that contain many heavy metals. One of them is chrom. If chrom metal wastes less to get the treatment, it can influence pollution in environment. Although this waste present in small amount, but the condition of chrom is stable and if it accumulates in the body can eventually lead to cancer cells (carcinogenic) that can be harmful to health. In this research, the adsorption of Cr3+ ions in electroplating waste was done by using bio-charcoal bamboo. This research aims to know the effectiveness of bio-charcoal from bamboo to reduce/adsorb the heavy metal (Cr) that content in the electroplating waste and the characteristic of adsorption Cr in electroplating waste by bio-charcoal bamboo. The measurement of Cr3+ ion concentration before and after getting treatment was done by AAS at a wavelength of 357.74 nm. The results showed that the effectiveness of bio-charcoal bamboo to absorb the of Cr ions in electroplating waste is to optimum mass of 2 grams, while the contact time is 8 hours and bio-charcoal adsorption followed Langmuir adsorption isotherm pattern with maximum of adsorption capacity was 0.190 g/g.keyword : Adsorption, bio-charcoal bamboo, electroplating
PEMBUATAN PAPAN PARTIKEL DARI LIMBAH PLASTIK POLYPROPHYLENE (PP) DAN TANGKAI BAMBU ., Ida Ayu Putu Wida Septiari; ., Dr. rer.nat. I Wayan Karyasa,S.Pd,M.Sc; ., Drs.Ngadiran Kartowasono, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v1i1.4027

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi dan tekanan papan partikel terbaik dilihat dari daya serap air minimum dan kuat tekan maksimumnya. Penelitian dilakukan dengan menggunakan 2 variabel bebas yaitu komposisi dan tekanan. Eksperimen pertama, papan partikel dibuat dengan cara plastik polyprophylene dilarutkan dalam xylene dan dipanaskan pada suhu 170°C. Kemudian matrik plastik dicampurkan dengan serbuk tangkai bambu tali sebagai filler hingga homogen dengan komposisi filler berbanding matrik yang digunakan adalah 90%:10%, 80%:20%, 70%:30%, 60%:40%, dan 50%:50%. Selanjutnya campuran yang homogen dicetak pada tekanan 25 kgf/cm2 selama 1 jam. Papan partikel yang dihasilkan dikeringkan kemudian diuji kuat tekan dan daya serap air. Komposisi cetakan papan partikel yang daya serap airnya minimum dan kuat tekannya maksimum digunakan untuk eksperimen kedua. Eksperimen kedua, papan partikel dibuat menggunakan  perbandingan komposisi filler dan matrik yang terbaik dengan variasi tekanan pada saat pencetakan yaitu berturut-turut 15 kgf/cm2, 20 kgf/cm2, 25 kgf/cm2, 30 kgf/cm2, dan 35 kgf/cm2 masing-masing selama 1 jam. Hasil penelitian eksperimen pertama yaitu daya serap air 14,34% dan kuat tekan 671 kgf/cm2 dan pada eksperimen kedua yaitu tekanan terbaik saat proses pencetakan papan partikel yaitu 35 kgf/cm2 dengan nilai daya serap air 6,93% dan nilai kuat tekan 878 kgf/cm2. Hasil penelitian dari papan partikel yang terbuat dari plastik PP dan serbuk tangkai bambu tali mempunyai nilai daya serap air dan nilai kuat tekan yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) 03-2105-2006.Kata Kunci : papan partikel, polyprophylene, tangkai bambu, daya serap air, kuat tekan The aim of the study was to determine the best composition and pressure conditions in making particle board for having minimum water absorption and maximum compressive strength properties. The study used two independent variables, there were composition and pressure. Firstly experiment, polyprophylene plastic were dissolved in a xylene and heated at the temperature of 170°C. Then, the plastic matrix was mixed with bamboo stalks rope as filler until homogeneous in certain compositions 90%:10%, 80%:20%, 70%:30%, 60%:40%, and 50%:50%. Finally, the homogeneous mixtures were pressure of 25 kgf/cm2 for 1 hour. The results were dried particle board then tested compressive strength and water absorption. The composition of particle board that the minimum water absorption and maximum compressive strength was used for the second experiment. The second experiment, particle board were made by using the best comparison filler and matrix composition with the variation of pressure at the time of printing the consecutive 15kgf/cm2, 20kgf/cm2, 25kgf/cm2, 30kgf/cm2, and 35kgf/cm2 each for 1 hour. The results of the first experiment of water absorption 14,34% and compressive strength 671 kgf/cm2 and in the second experiment pressure data obtained during the process of mold that is particle board 35 kgf/cm2 with water absorption 6,93% and 878 kgf/cm2 compressive strength. Results show that the particle board made of plastic PP rope and bamboo stalk powder has a value of water absorption and compressive strength fulfilling the requirement of SNI 03-2105-2006.keyword : particle board, polyprophylene, stalk of bamboo, water absorption, compressive
Karakterisasi Batu Mulia Badar Pulaki Karyasa, I Wayan; Muderawan, I Wayan; Rai, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batu mulia Pulaki telah lama dikenal dengan berbagai keunikan dan didukung oleh cerita-cerita mistis di baliknya, namun belum didukung oleh kajian ilmiah yang memadai. Beberapa nama batu mulia dari Kawasan Suci Pulaki yang banyak dikenal orang adalah Kresnadana, Rambut Sedana, Pancawarna dan Badar Pulaki. Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi secara kimia batu mulia Badar Pulaki dengan varian Badar Pulaki Melanting, Badar Musi dan Badar Pangkung Kangin yang difokuskan pada aspek kandungan unsur-unsur dan identifikasi senyawa kimia yang menyusun batu permata Pulaki. Untuk mencapai tujuan itu, analisis cuplikan dengan metode X-Ray Fluoresence (XRF) dan X-Ray Difraction (XRD). Hasil karakterisasi XRF menunjukkan bahwa Badar Pulaki Melanting mengandung unsur silikon dan besi yang besar, Badar Pangkung Kangin mengandung unsur silikon, aluminium dan besi yang besar dan Badar Musi mengandung unsur kalsium dan besi yang besar serta adanya variasi jenis dan prosentase unsur-unsur penyerta lainnya. Hasil karakterisasi XRD menunjukkan bahwa Badar Pulaki Melanting tersusun dari quarsa sebagai fase utamanya, Badar Pangkung Kangin tersusun dari aluminosilikat dan Badar Musi tersusun dari kalsit sebagai fase utamanya. Hasil ini memberikan sebagaian penjelasan ilmiah terhadap keunikan dan mitos batu permata Pulaki.Kata-kata kunci: Badar Pulaki, X-Ray Fluoresence, X-Ray Diffraction
MENGUATKAN BRANDING TENUN ENDEK KHAS BULELENG MELALUI REVITALISASI PEWARNAAN DENGAN FIKSATOR NANOPASTA ANORGANIK BERBAHAN ABU VULKANIK GUNUNG AGUNG Karyasa, I Wayan; Astawa, I Gede Putu Banu; Pradnyana, I Gede Ardwi; Oviantari, Made Vivi
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.377 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v10i2.30053

Abstract

In the Covid-19 pandemic era, most of craft industries, including Buleleng endek ethnical woven crafts, had an impact on sales drastically. Woven craft industries did some preventive efforts, one of them was through enhancing ecofriendly industry branding, i.e. through intensifying yarn dying using natural colors from local raw materials. However, the main problems on color quality, color fastness, tensile strength and ductile ability of colored yarns resulted by natural dyeing should be handled. Our current finding on inorganic nanopaste fixator of natural colors could be as solution. The natural color dyeing technology was applied for cotton as well as silk yarn by using local color natural resources. It resulted that the yarns had better color quality, good grade color fastness and higher tensile strength and ductile ability. The industrial partner had good response on the natural dyeing technology, where it was also supported by good response from costumer candidates of the endek woven crafts. The revitalization of natural dyeing technology through applying inorganic fixator nanopaste affected the stronger branding of Buleleng endek woven crafts through enhancing the selling revenue.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA DAN SIKAP ILMIAH SISWA I DEWA GEDE ANOM .; Dr. I Nyoman Tika,M.Si .; Dr. rer.nat. I Wayan Karyasa,S.Pd,M.Sc .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif Group Investigation terhadap hasil belajar kimia dan sikap ilmiah siswa. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 112 siswa yang langsung dijadikan sampel penelitian. Rancangan penelitian ini adalah post test only kontrol group design. Data hasil belajar kimia siswa dikumpulkan dengan tes hasil objektif dan data sikap ilmiah siswa dikumpulkan dengan kuesioner. Data dianalisis menggunakan MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) secara simultan, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar kimia dan sikap ilmiah siswa antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif Group Investigation dengan pembelajaran konvensional, 2) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar kimia antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif group investigation dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional, 3) terdapat perbedaan yang signifikan sikap ilmiah antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif Group Investigation dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional. Kata Kunci : Group investigation, hasil belajar, sikap ilmiah This study aims to determine the effect of the cooperative group investigation learning model to the chemistry learning outcomes and scientific attitude of students. The population of this research were 112 students and directly into the research samples. This research is a post test only control group design. The data of chemistry learning outcomes collected by objective tests and while scientific attitude was collected by questionnaire. The data were analyzed using MANOVA. The results showed that: 1) simultaneously, the are a significant differences chemistry learning outcomes and scientific attitude of students between following the group investigation cooperative learning model with conventional model, 2) there are a significant differences chemistry learning outcomes betwen students’ following group investigation cooperative learning models with conventional model, 3) there are a significant differences scientific attitude of students betwen students’ following group investigation cooperative learning models with conventional model. keyword : group investigation, chemistry learning outcomes, scientific attitude
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP KECERDASAN EMOSIONAL SISWA N. P. J. Artini; Wayan Muderawan; I Wayan karyasa
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.204 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis proyek terhadap kecerdasan emosional siswa dalam pembelajaran sains. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan non equivalent pretest-posttest control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII di SMP Negeri 6 Negara dengan jumlah sampel 124 siswa yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui kecerdasan emosional adalah tes pilihan ganda free content. Data yang diperoleh berupa g-skor ternormalisasi. Analisis dilakukan dengan menggunakan ANAVA satu jalur. Berdasarkan hasil analisis, terjadi peningkatan nilai rerata dari setiap aspek kecerdasan emosional pada kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Peningkatan nilai rata-rata kelas eksperimen cukup signifikan dibandingkan dengan kelas kontrol. Berdasarkan analisis data, diperoleh F hitung adalah 1491,278. Angka F hitung lebih besar dari Ftabel (3,89) pada taraf signifikansi 0,05 sehingga dapat disimpulkan  bahwa, terdapat perbedaan kecerdasan emosional antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis proyek dan model pembelajaran konvensional.   Kata kunci: pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran konvensional, dan kecerdasan emosional   Abstract This study aimed to investigate the effect of project-based learning model for emotional intelligence of students in science learning. This research was a quasi-experimental design with pretest-posttest non-equivalent control group design. The research population was a student of class VII in SMP Negeri 6 Negara with a sample of 124 students were divided into experimental and control groups. The instrument used to determine the emotional intelligence is a multiple choice test free content. The data obtained in the form g-score normalized. Analyses were performed using ANOVA one-way. Based on the analysis, an increase in the average value of each aspect of emotional intelligence in the experimental class and the control class. Increase in the average value of the experimental class is quite significant compared to the control class. Based on the analysis of the data, obtained F calculated is 1491.278. Figures F calculated is greater than F table (3.89) at the 0.05 significance level so that it can be concluded that, there is a difference between the emotional intelligence of students learning with project-based learning model and conventional learning models.   Keywords: project-based learning, conventional learning, and emotional intelligence
Co-Authors Aa Kt. Wisnu A.k . Adiningsih, Made Darmaprathiwi Anak Agung Sri Yoni Astawa, I Gede Putu Banu Astawa, I Putu Gede Banu Desak Made Citrawathi Dr. I Nyoman Tika,M.Si . Drs.Ngadiran Kartowasono, M.Pd. . EKA SUJANA . Gede Agus Beni Widana Holyness Nurdin Singadimedja I DEWA AYU TRISNA HANDAYANI . I DEWA AYU TRISNA HANDAYANI ., I DEWA AYU TRISNA HANDAYANI I DEWA GEDE ANOM . I Gede Putu Astawa I Gusti Agung Komang Diafari Djuni Hartawan I Gusti Lanang Wiratma I Kadek Eka Karyawan I Ketut Sida Arsa, I Ketut Sida I Made Ardwi Pradnyana I Made Candiasa I MADE KARTAMA . I Nyoman Bagiarata I NYOMAN BAGIARTA . I NYOMAN BAGIARTA ., I NYOMAN BAGIARTA I Nyoman Suardana I Nyoman Sujana I Wayan Muderawan I Wayan Rai I Wayan Rai I Wayan Redhana I Wayan Sadia I Wayan Suja Ida Ayu Purnama Bestari Ida Ayu Putu Wida Septiari . Karyawan, I Kadek Eka Luh Sami Asih . M.Pd. Drs.Ngadiran Kartowasono . Made Agus Wijaya Made Darmaprathiwi Adiningsih Made Vivi Oviantari Minanti, Ni Nengah Astri Mudianta, I Wayan N. P. J. Artini NI KADEK SRI MULYANI . NI KADEK SRI MULYANI ., NI KADEK SRI MULYANI NI LUH EKA NINGSIH . NI LUH EKA NINGSIH ., NI LUH EKA NINGSIH NI LUH PUTU MANIK WIDIYANTI Ni Made Ary Widiastini Ni Nengah Astri Minanti NI NYOMAN RUSMINIATI . NI NYOMAN RUSMINIATI ., NI NYOMAN RUSMINIATI NI NYOMAN WIDIYANINGSIH . Ni Putu Dian Pertiwi, Ni Putu Dian Pradnyana, I Gede Ardwi PUTU FANNY SASTRADEWI . PUTU FANNY SASTRADEWI ., PUTU FANNY SASTRADEWI Putu Pratiwi Surya Rahayu . Wayan Muderawan Yoni, Anak Agung Sri Young, David James