Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : TEKNO

Pengaruh Variasi Nilai Index Plastisitas Dari Agregat Halus Terhadap Daya Dukung Lapis Pondasi Agregat Kelas-A Runtuwene, Adelina A. R.; Kaseke, Oscar H.; Jansen, Freddy
TEKNO Vol 13, No 62 (2015): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan Spesifikasi Umum Kementerian Pekerjaan UmumTahun 2010 Lapis Pondasi Agregat kelas-A harus memiliki nilai CBR minimum 90 % dan nilai index palstisitas (PI) diantara 0% hingga 6%. Dalam pelaksanaan di lapangan, Lapis Pondasi Agregat kelas–A kemungkinan  terjadi fluktuasi terhadap nilai Index Plastisitas ( PI) oleh beberapa sebab, seperti tercampurnya Lapis Pondasi Agregat kelas–A dengan material tanah yang memiliki nilai indeks plastisitas yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hubungan nilai index plastisitas terhadap nilai index plastisitas. Penelitian ini menggunakan material sirtu yang berasal dari desa Lilang Minahasa Utara dan tanah pencampur berasal dari daerah disekitar lokasi pengambilan material sirtu. Penelitian ini bersifat kajian dilaboratorium, dimulai dengan pemeriksaan sifat-sifat fisik terhadap material sirtu dan tanah. Kemudian dilakukan  variasi penambahan tanah dilakukan untuk mendapatkan variasi index plastisitas. Penambahan tanah terhadap sirtu akan divariasikan mulai dari 0%, 3%, 6%,9%,hingga 12%. Selanjutnya variasi tersebut dilakukan pemeriksaan index plastisitas dan pemeriksaan pemadatan untuk mendapatkan kadar air optimum. Berdasarkan kadar air optimum maka dilakukan pemeriksaan CBR laboratorium untuk mendapatkan nilai CBR. Dengan variasi penambahan tanah didapat bahwa adanya penambahan tanah yang memiliki nilai PI tinggi membuat nilai CBR mengalami penurunan.Tanpa adanya penambahan tanah material sirtu memiliki nilai index plastisitas (PI) = 3.15 % dan CBR = 98.35%. Penambahan tanah sebesar 3% memiliki nilai index plastisitas (PI) = 4.92% dan nilai CBR= 86.34%. Penambahan tanah sebesar 6% memiliki nilai index plastisitas (PI) = 6.4% dan nilai CBR  = 76.81% .Penambahan tanah sebesar 9% memiliki nilai index plastisitas (PI) = 7.24% dan nilai CBR = 67.28%. Penambahan tanah sebesar 12 % memiliki nilai index plastisitas (PI) = 8.3% dan nilai CBR  =53.37%. Dapat disimpulkan bahwa nilai index plastisitas mempengaruhi nilai CBR. Kenaikkan nilai index plastisitass ebesar 1.2% dapat menurunkan nilai CBR sebesar 11%. Untuk material pada penelitian ini penambahan tanah dapat dilakukann sebesar 3%. Disarankan walau nilai index plastisitas diperbolehkan hingga 6% dalam pelaksanaaanya sebaiknya material untuk Lapis Pondasi Agregat kelas-A memiliki nilai index plastisitas sekecil mungkin. Seperti hasil penelitian ini, meningkatnya nilai index plastisitas menyebabkan daya dukung Lapis Pondasi Agregat kelas-A mengalami penurunan. Kata kunci : CBR, Index Plastisitas, Lapis Pondasi Agregat kelas-A
Uji Kelayakan Agregat Dari Saoka Sorong Barat Sebagai Material Lapis Pondasi Agregat Jalan Raya Purba, Brian Rivaldo; Kaseke, Oscar H.; Manoppo, Mecky R. E.
TEKNO Vol 13, No 62 (2015): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Kota Sorong khususnya daerah Saoka terdapat kandungan deposit agregat batuan yang cukup banyak. Untuk mengoptimalkan potensi sumber material yang ada di Saoka dalam pembuatan jalan khususnya sebagai  material lapis pondasi agregat, maka akan dilakukan pengujian di laboratorium tentang uji kelayakan agregat yang ada di Saoka sebagai material lapis pondasi agregat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik agregat terhadap sifat-sifat lapis pondasi agregat dan tingkat kelayakan agregat sebagai material lapis pondasi yang memberikan daya dukung yang tinggi dengan berdasarkan pada Spesifikasi Umum Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga tahun 2010. Agregat yang akan diteliti berupa sirtu yang telah melalui proses pemecah batu (stone crusher). Percobaan-percobaan yang akan dilakukan adalah : Abrasi (SNI 03-2417-1991 / AASHTO T 96 – 87), Batas Cair (SNI 1967:2008), pengujian Indeks Plastisitas (SNI 1966:2008), dan Angularitas agregat kasar (SNI 03-6877-2002). Setelah itu membuat komposisi agregat sesuai dengan syarat gradasi yang telah ditentukan untuk selanjutnya akan dilakukan percobaan pemadatan (SNI 03-1743-1989 / AASHTO T180 - 90), sehingga mendapatkan Berat isi kering (γd) dan Kadar air optimum (ωopt). Setelah mendapatkan kadar air optimum kemudian akan dibuat sample untuk diuji daya dukung agregat dengan cara CBR (SNI 03-1744-1989/AASHTO : T - 193 – 98) berdasarkan kadar air optimum yang telah didapat. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil: Abrasi = 20%, Indeks Plastisitas = 5,59, Batas Cair = 21, dan Angularitas agregat kasar = 100% dan Pengujian kekuatan atau daya dukung agregat dengan cara CBR diperoleh hasil: Lapis Pondasi Kelas A dengan nilai CBR = 147 % dan Lapis Pondasi Kelas B dengan nilai CBR = 123%  dan telah memenuhi standar spesifikasi yang telah ditetapkan oleh Kementrian Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Bina Marga tahun 2010. Karena telah teruji dapat digunakan sebagai material lapis pondasi agregat jalan raya dan memiliki nilai daya dukung atau nilai CBR yang tinggi  maka pembuatan jalan di Kota Sorong khusunya pembuatan  lapis pondasi agregat disarankan menggunakan material yang berasal dari Saoka. Kata kunci : Agregat, Uji Kelayakan Agregat, Lapis Pondasi Agregat, CBR
Uji Kelayakan Agregat Dari Desa Galela Kabupaten Halmahera Utara Untuk Bahan Lapis Pondasi Agregat Jalan Raya Kumendong, Sandro Carlos Paulus; Kaseke, Oscar H.; Diantje, Sompie
TEKNO Vol 13, No 62 (2015): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Desa Galela Halmahera Utara terdapat kandungan deposit agregat yang cukup banyak dan dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai bahan lapis pondasi, itu sebabnya maka dilakukan uji kelayakan dalam bentuk penelitian dengan demikian penelitian ini untuk mengetahui sifat-sifat agregat sampai pengujian CBR jika di manfaatkan sebagai lapis pondasi. Dalam proses penelitian  dilakukan pemeriksaan ketahanan agregat atau Abrasi Los Angeles berdasarkan (SNI 2417:2008, AASHTO T 96-74), Indeks Plastis (SNI 1966:2008), Batas Cair (SNI 1967:2008), Analisa saringan ( SNI 03-1970-1990, AASHTO T 27-74), dan Angularitas agregat kasar (SNI 03-6877-2002) pengambilan agregat dari hasil pemecah batu (stone crusher) dilokasi Desa Galela, setelah itu dilakukan pemeriksaan lanjutan penyiapan sampel uji kepadatan (SNI 1742:2008, AASHTO T 180-74), pengujian pemadatan dibuat 5 sampel benda uji dan akan dicampur dengan air masing - masing  ± 1% ωopt dengan tujuan mencari nilai kepadatan kering maksimum dan kadar air, ɤd = Berat isi kering dan ωopt = Kadar air optimum yang akan menjadi dasar untuk pembuatan sampel pengujian CBR (SNI 03-1744-1989, AASHTO T 193-98), benda uji direndam selama 4 hari sebelum pengujian CBR.      Hasil penelitian yang diperoleh : Abrasi = 22%, Indeks Plastis = 0, Batas Cair = 22, Analisa saringan, Angularitas agregat kasar = 99%,  pengujian pemadatan untuk Lapis Pondasi Agregat Kelas A ɤd = 2,119 (gr/cm3), ωopt = 4,39% untuk Lapis Pondasi Agregat Kelas B ɤd = 2,236 (gr/cm3), ωopt = 6,38%. Uji CBR untuk Lapis Pondasi Agregat Kelas  A = 164 % dan Lapis Pondasi Agregat Kelas B = 156 %. Di lihat dari hasil tersebut bahwa material dari Desa Galela Halmahera Utara layak sebagai bahan lapis pondasi, terutama dari segi nilai CBR relatif tinggi sehingga dianjurkan menggunakan material yang berasal dari daerah-daerah terdekat dalam jangkauan Desa Galela Halmahera Utara secara luas jika digunakan sebagai bahan lapis pondasi khususnya lapis pondasi agregat kelas A. Kata kunci : Agregat, Ketahanan Agregat, Pemadatan , Uji CBR
Pengaruh Kandungan Material Plastis Terhadap Nilai CBR Lapis Pondasi Agregat Kelas‒S Pokaton, Indria E.; Kaseke, Oscar H.; Elisabeth, Lintong
TEKNO Vol 13, No 62 (2015): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut Spesifikasi Teknik Bina Marga 2010, untuk perkerasan lentur dikenal 3 jenis lapis pondasi yaitu Lapis Pondasi Agregat Kelas‒A, Lapis Pondasi Agregat Kelas‒B, dan Lapis Pondasi Agregat Kelas‒S. Lapis Pondasi Agregat Kelas‒S berfungsi sebagai lapis perkerasan untuk bahu jalan dan disyaratkan harus memiliki nilai plastisitas yang berkisar antara 4% sampai 15% dan nilai California Bearing Ratio (CBR) minimal 50%. Dalam penelitian ini akan diteliti pengaruh dari variasi kandungan material plastis terhadap nilai CBR Lapis Pondasi Agregat Kelas‒S. Penelitian dilakukan terhadap salah satu jenis sample material yang terpilih dan sudah sering digunakan dari lokasi sumber Lolan serta campuran sample tanah yang mengandung plastisitas. Penelitian diawali dengan memeriksa sifat-sifat bahan yang digunakan dengan mengacu pada persyaratan Spesifikasi Teknik Bina Marga 2010. Selanjutnya dibuat benda uji terhadap agregat dengan variasi campuran tanah yang dicampur sedemikian rupa sehingga mendapatkan variasi kandungan plastisitas dengan nilai PI sebesar 0% ; 4,72% ; 5,33% ; 6,62% ; 7,86%. Terhadap benda uji tersebut dilakukan uji pemadatan untuk memperoleh kadar air optimum dan berat kering maksimum, selanjutnya dilakukan pengujian CBR. Hasil yang diperoleh sebagai berikut, PI 0% wopt 7,17% gd(max) 2,259 (gr/cm3) nilai CBR 99% ; PI 4,72% wopt 7,62% gd(max) 2,244 (gr/cm3) nilai CBR 90% ; PI 5,33% wopt 8,01% gd(max) 2,240 (gr/cm3) nilai CBR 74% ; PI 6,62% wopt 8,97% gd(max) 2,237 (gr/cm3) nilai CBR 60% ; PI 7,86% wopt 9,53% gd(max) 2,227 (gr/cm3) nilai CBR 47%. Dari hasil pemeriksaan terhadap material agregat dengan berlokasi sumber Lolan yang dicampur dengan tanah yang mengandung plastisitas ini menunjukkan bahwa kandungan material plastis memberikan pengaruh terhadap nilai CBR. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa yang memenuhi syarat pada sample yang diperiksa ini hanya kandungan material dengan nilai PI antara 4,72% sampai 6,62% yang memberikan nilai CBR ≥ 50% sedangkan untuk material yang tidak memiliki nilai PI memperoleh nilai CBR yang tinggi namun untuk persyaratan Indeks Plastisitas tidak memenuhi syarat untuk Lapis Pondasi Agregat Kelas-S. Terlihat bahwa untuk kandungan material dengan nilai PI yang lebih besar, walaupun lebih kecil dari batas maksimum 15% tidak dapat digunakan karena nilai CBR < 50%. Hal ini menunjukkan adanya range kandungan PI tertentu yang memenuhi syarat dari segi kandungan plastisitas dan dari segi nilai CBR. Untuk material yang lain perlu juga diteliti dengan cara yang sama seperti ini. Kata kunci : Indeks Plastisitas, CBR, Lapis Pondasi Agregat, Kadar Air, Pemadatan