Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pengembangan dan identifikasi properti psikometris kuesioner intensi prososial berbasis skenario untuk anak dan remaja Sutarimah Ampuni; Sukmo Bayu Suryo Buwono
Jurnal Psikologi Sosial Vol 20 No 2 (2022): August
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Ikatan Psikologi Sosial-HIMPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jps.2022.18

Abstract

This research aimed to construct and examine the psychometric properties of the Scenario-Based Prosocial Intention Questionnaire (SBPIQ), a scenario-based questionnaire to tap prosocial intentions in children and adolescents. We examined the 40 items of SBPIQ representing four dimensions of prosocial behaviors (helping, sharing, comforting, and cooperating). The items were proportionally attached to 10 scenarios of prosocial behaviors commonly found in children and adolescents daily life. Data collection involved 2615 participants who were females (56,67%) and males (43,33%), aged 7-18 YO (7-9 YO, 16,21%; 10-12 YO, 19,81%; 13-15 YO, 35,07%; 16-18 YO, 28,91%), and resided in rural (41,03%) and urban (58,97%) areas. Psychometric properties were identified from construct validity (through Exploratory Factor Analysis & Confirmatory Factor Analysis) and internal consistency (through Stratified Alpha testing). Results showed that the final version of SBPIQ with 24 items exhibited acceptable construct validity and reliability. Furthermore, factor analyses confirmed the multidimentionality of prosocial behavior. Four distinct factors were found to form the construct of prosocial behaviors, and one second-order factor was also found to bind these 4 factors. Other findings and important notes are discussed within this article.
Academic Dishonesty in Online Learning During the COVID-19 Pandemic: The Role of Gender, Moral Self-Concept, and Academic Self-Efficacy Intishar, Ivana Nur; Ampuni, Sutarimah; Buwono, Sukmo Bayu Suryo
Jurnal Psikologi Vol 51, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpsi.90823

Abstract

This study aimed to examine the role of gender, moral self-concept, and academic self-efficacy on academic dishonesty among students during periods of online learning. Participants were 305 students aged 18-24 (male = 65, female = 240) who underwent online learning during the COVID-19 pandemic. This study used a survey method conducted online. The measuring instruments used were the Academic Dishonesty Scale to measure academic dishonesty, the Academic Self-Efficacy Scale to measure academic self-efficacy, and the Moral Self-Concept Scale to measure moral self-concept. Males indicated a higher tendency to commit academic dishonesty than females. The initial results of regression analysis showed that moral self-concept predicted academic dishonesty in a negative direction, while academic self-efficacy did not show a significant contribution toward academic dishonesty. Follow-up regression analysis was conducted by entering the two aspects of academic self-efficacy separately into the model, and it was found that while course efficacy did not show a significant contribution toward academic dishonesty, social efficacy contributed significantly in a positive direction.
Psikoedukasi “Cerdas Menggunakan Gadget dan Internet untuk Anak”: Upaya untuk Meningkatkan Pengetahuan Literasi Digital Anak Afiatin, Tina; Ampuni, Sutarimah; Sukron, Muhammad Ikbal Wahyu; Aprila, Anggia Atin; Hanifah, Salma Nur; Intani, Zahra Frida
Gadjah Mada Journal of Professional Psychology (GamaJPP) Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/gamajpp.98270

Abstract

Rendahnya literasi digital dapat meningkatkan risiko terpaparnya dampak negatif dari penggunaan gadget dan internet seperti mudah terprovokasi oleh hoaks, \textit{cyberbullying}, dan ujaran kebencian. Diperlukan sebuah upaya untuk meningkatkan literasi digital di kalangan masyarakat khususnya anak-anak, karena di usia tersebut anak masih rentan dan membutuhkan pendampingan dari orang dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh psikoedukasi “Cerdas Menggunakan Gadget dan Internet untuk Anak” dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman literasi digital anak. Metode penelitian ini adalah eksperimen acak dengan menggunakan\textit{ pre-post control group design}. Partisipan dalam penelitian ini merupakan anak berusia 9-11 pada sebuah SD di Yogyakarta yang dibagi secara acak ke dalam kelompok eksperimen (n = 38) dan kontrol (n = 38). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan tentang penggunaan gadget dan internet yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (t = 2,079, p = 0,041, p {\textless} 0,05) dengan rata-rata kelompok eksperimen lebih tinggi (n = 38, M = 1,816, SD = 1,74) daripada kelompok kontrol (n = 38, M = 0,921, SD = 2,01).
Prosocial intentions towards religious ingroup and outgroup members among adolescents from public and religious schools Azzahra, Farah Aisyah; Ampuni, Sutarimah
Indigenous Vol 6, No 3 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v6i3.15401

Abstract

Abstract. Prosocial behavior is a very important component in harmonious social relationships, especially within a diverse community such as Indonesia. Public and religion-based schools provide different opportunities for students in terms of interaction with peers from different religions, and in turn may affect attitudes toward ingroup and outgroup religious members. This study compared prosocial intentions towards religion-based ingroup and outgroup peer members in adolescents from heterogeneous (public) schools and homogenous (Islamic) schools. Participants were 220 Muslim middle school studentsaged 11-15 years, who attended public schools (N= 130; M=48, F=82) and religious schools (N=90; M=46, F=44). They were recruited through snowball sampling and convenience sampling. This research is a quasi-experimental study, by using the Scenario-based Prosocial Intention Questionnaire (SBPIQ) to measure prosocial intentions, which was modified to include manipulations on the targets of prosocial intention. Two-way mixed ANOVA results showed that the level of prosocial intention was highest toward the ingroup target (M=3,411; SD=0,392), followed by those toward the outgroup (M=3,357; SD=0,403) and neutral targets (M=3,234; SD=0,411). Furthermore, prosocial intentions towards ingroup, outgroup, and neutral targets were all higher in students from public schools. Theseresults implied that there were biases in students’ prosocial behaviors toward ingroup/outgroup religious members. It is crucial for both public and Islamic schools to facilitate positive interactions with members of other religious group in order to overcome these biases.Keywords: ingroup-outgroup, interreligious, prosocial intention, prosocial behavior, adolescents, homogeneous/heterogeneous school
Perilaku anti sosial remaja laki-laki ditinjau dari identitas moral dan moral disengagement Maharani, Meyrantika; Ampuni, Sutarimah
Indigenous Vol 5, No 1 (2020): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v5i1.8706

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran identitas moral dan moral disengagement terhadap perilaku anti sosial pada remaja laki-laki. Hipotesis yang diajukan adalah identitas moral dan moral disengagement berperan terhadap perilaku anti sosial; jika identitas moral tinggi dan moral disengagement rendah, maka perilaku anti sosial akan rendah, demikian pula sebaliknya. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Identitas Moral, Skala Moral Disengagement, dan Skala Perilaku Anti Sosial. Partisipan adalah 121 siswa laki-laki di dua SMA di Yogyakarta yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas moral dan moral disengagement secara simultan berperan terhadap perilaku anti sosial (R2= 0,12; F = 8,19; t = 3,86;p 0,01). Semakin rendah Identitas moral (b = -0,55; t = -2,08; p 0,05) dan semakin tinggi moral disengagement (b = 0,29; t = 2,49; p 0,05) maka perilaku anti sosial akan semakin tinggi.Katakunci:identitas moral; moral disengagement; perilaku anti sosial; remaja laki-laki
Pilot Project Program The Reading Buddies untuk Stimulasi Perkembangan Literasi Anak Usia Dini Ampuni, Sutarimah; Rachmanie, Aisha Sekar Lazuardini; Asmaradhani, Debrinna Tryanan; Khalisha, I Marannu Andi; Helian, Kevin Pasquella; Handayani, Navia Fathona; Khasanah, Miftakhul; Silvania, Olyn
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 5 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i5.6946

Abstract

Konsep program The Reading Buddies adalah membacakan buku cerita kepada anak dengan teknik read aloud (membacakan nyaring) yang dikombinasikan dengan shared book reading, yang dilakukan oleh para mahasiswa sebagai buddies. Program ini telah dilaksanakan selama masing-masing empat (4) sesi pada anak kelas kecil (kelompok usia 2-4 tahun), kelas menengah (kelompok usia 4-5 tahun), dan kelas besar (kelompok usia 5-6 tahun) pada salah satu TK swasta di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi dengan menggunakan analisis tematik. Melalui program ini, dapat dilihat bahwa anak menunjukkan emosi positif, semakin menunjukkan keterlibatan dalam proses membaca buku, meningkatkan kreativitas dan imajinasi anak, serta meningkatkan pemahaman anak terhadap cerita dan juga kemampuan berbahasa. Strategi readers dalam membacakan buku serta penambahan aktivitas penunjang turut berkontribusi dalam mengembangkan berbagai aspek perkembangan anak. Hasil penelitian melalui pilot project ini diharapkan dapat menjadi panduan dalam perancangan program lanjutan sehingga dapat diterapkan secara efektif di lebih banyak sekolah di Indonesia.
Mendampingi Perkembangan Sosioemosional Anak Usia Dini: Pelatihan bagi Kader Bina Keluarga Balita (BKB) Ampuni, Sutarimah; Intani, Zahra Frida; Handayani, Navia Fathona; Aprilia, Anggia Atin; Hanifah, Salma Nur
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 14 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v14i1.84981

Abstract

Perkembangan sosioemosional merupakan aspek yang penting untuk distimulasi sejak anak usia dini. Meskipun demikian, belum banyak orang tua maupun kader Bina Keluarga Balita (BKB) yang memahami cara mendampingi perkembangan sosioemosional anak melalui emotion coaching. Pengabdian ini bertujuan untuk melihat efektivitas pelatihan dalam meningkatkan pengetahuan emotion coaching kader BKB. Pelatihan terdiri dari empat sesi yang dilaksanakan dalam dua pertemuan. Pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan desain one group pretest-posttest dengan membandingkan skor pengetahuan antara sebelum dan sesudah pelatihan. Subjek yang terlibat dalam pengabdian ini terdiri dari 28 orang anggota BKB Kepanewon Prambanan. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu test, kemudian data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis regresi bootstrapping, dapat disimpulkan bahwa pelatihan pendampingan sosioemosional anak usia dini berpengaruh secara signifikan terhadap pengetahuan kader terkait sosioemosional anak usia dini. Penelitian ini berimplikasi peningkatan pengetahuan kader mengenai cara-cara mendampingi perkembangan sosioemosional anak usia dini, serta membuka kesempatan bagi program-program peningkatan kapasitas Kader BKB yang lain, sehingga aspek perkembangan anak bisa dipahami secara umum, tidak hanya sekedar aspek kesehatan fisik saja.
Teknik Modeling untuk Mengelola Disregulasi Emosi pada Anak Prasekolah: Suatu Pendekatan Kognitif Perilakuan Meilinawati, Ardiana; Ampuni, Sutarimah
Gadjah Mada Journal of Professional Psychology (GamaJPP) Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/gamajpp.109895

Abstract

Disregulasi emosi merupakan ketidakmampuan mengelola emosi yang dirasakan saat menghadapi stimulus eksternal maupun internal. Masalah tersebut dapat berkontribusi pada berkembangnya gangguan psikologis jika tidak dikelola secara memadai. Studi kasus tunggal ini melaporkan manfaat dari penggunaan teknik modeling sebagai salah satu bagian dari terapi perilaku kognitif dalam menangani disregulasi emosi pada anak. Penelitian ini melibatkan seorang anak berusia 6 tahun yang dievaluasi dengan observasi, wawancara, dan alat ukur psikologis yang terdiri dari Strength and Difficulties Questionnaire (SDQ) dan The Emotion Regulation Checklist (ERC). Lima sesi diberikan secara tatap muka, empat sesi diantaranya diberikan pada anak menggunakan metode read-aloud dan role-playing, sementara satu sesi psikoedukatif diberikan kepada orangtua. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan teknik modeling berkaitan dengan peningkatan kemampuan anak untuk memberikan label emosi dan penurunan perilaku yang tidak diinginkan. Dengan demikian, pengembangan buku panduan terkait penggunaan teknik modeling akan bermanfaat untuk membantu penanganan masalah disregulasi emosi pada anak.