Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Analisis Pengetahuan Mahasiswa Pendidikan Fisika Tentang Energi Angin Sebagai Energi Alternatif Pembangkit Listrik Dina Mahartika; Sudarti Sudarti; Yushardi Yushardi
Justek : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 5, No 2 (2022): November
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/justek.v5i2.11861

Abstract

Abstract: Wind is air that moves and occurs due to the difference between the temperature of hot air and cold air. The results of this study should shed light on the possibilities for using wind energy to ease the current electrical energy crisis. 50 students from the class of 2021 studying physics education at the University of Jember made up the study's population. The study was carried out in October 2022, and a questionnaire with 8 questions was issued via a google form. The study's findings revealed that 82.25% of students had good awareness of how wind might be used as a source of electricity on Java Island's south coast. Students can use their current experience in the community to help the next generation establish renewable and alternative energy sourcesAbstrak: Pergerakan udara, atau angin, adalah hasil dari perbedaan suhu antara udara panas dan dingin. Studi ini harus menjelaskan potensi energi angin dan bagaimana hal itu dapat digunakan untuk meringankan krisis energi listrik saat ini. Populasi penelitian ini terdiri dari 50 mahasiswa program studi Pendidikan Fisika Universitas Jember angkatan 2021. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2022, dan kuesioner dengan 8 pertanyaan dikeluarkan melalui google form. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa 82,25% siswa memiliki kesadaran yang baik tentang bagaimana angin dapat digunakan sebagai sumber listrik di pantai selatan Pulau Jawa. Mahasiswa dapat menggunakan keahlian yang ada di masyarakat untuk berkontribusi dalam penciptaan sumber energi terbarukan dan alternatif sebagai generasi penerus.
ANALISIS DAMPAK RADIASI OLEH PLTN TERHADAP POPULASI ORGANISME DI LAUT Novita Risna Sari; Helmi Alfiaturrohmah; Sudarti Sudarti
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v5i2.4154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak radiasi yang disebabkan oleh Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) terhadap populasi organisme di laut. PLTN merupakan salah satu sumber energi yang kontroversial, karena penggunaan bahan bakar nuklir untuk menghasilkan energi dapat menghasilkan radiasi yang berpotensi merusak ekosistem laut. Untuk mengumpulkan data tentang dampak radiasi oleh PLTN terhadap populasi organisme di laut, penelitian ini menggunakan metode studi literatur atau tinjauan pustaka. Metode ini melibatkan pencarian, pengumpulan, dan analisis informasi yang telah dipublikasikan sebelumnya tentang topik penelitian yang relevan. Dari berbagai artikel yang didapat dapat diketahui bahwa biota air tawar di Fukushima sangat tercemar, dan semakin besar ukuran ikan, semakin tinggi trofiknya, maka semakin besar pula pencemarannya. Air limbah nuklir yang dilepaskan ke Samudera Pasifik menimbulkan ancaman dalam ratusan tahun bahkan ribuan tahun mendatang. Jaringan makanan laut menghubungkan kehidupan laut secara erat melalui tindakan predator, dan setelah kecelakaan, aktivitas radionuklida dalam biota laut sudah terbukti meningkat. Jadi kesimpulan dari penelitian ini yaitu air yang dipanaskan dari pembangkit listrik Fukushima dapat mempercepat metabolisme hewan air seperti ikan sehingga menyebabkan malnutrisi akibat kurangnya sumber makanan karena lingkungan tersebut tidak layak bagi mereka.
Potensi Radiasi Medan Magnet Extremely Low Frequency (ELF) Terhadap Penyakit Leukemia Ayu Sulistiyowati; Ana Zuyyinah Ulfah; Sudarti .
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 13 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8148833

Abstract

Paparan medan magnet Extremely Low Frequency (ELF) diduga memiliki pengaruh terhadap penyakit leukemia. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis potensi radiasi medan magnet Extremely Low Frequency terhadap penyakit leukemia. Metode penelitian yang digunakan adalah artikel review sebanyak 24 artikel internasional dan nasional pada rentang 10 tahun dari 2013-2023. Dalam penyajian data secara deskriptif dengan disertai tabel hasil penelitian. Potensi radiasi medan magnet extremely low frequency (ELF) terhadap penyakit leukimia yang berada di rumah sakit, tempat kerja, saluran listrik tegangan tinggi, dan paparan rumah tangga mungkin berpengaruh terhadap leukimia anak-anak. Oleh karena itu diperlukan banyak penelitian lagi untuk mengklarifikasi permasalahan ini.
RESPON MASYARAKAT TERHADAP REKLAMASI LAHAN BEKAS TAMBANG SEMEN SEBAGAI EKOWISATA DI DAERAH SALE KABUPATEN REMBANG Sudarti .; Siti Hindun Hindiyati
PARIWISATA BUDAYA: JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pba.v6i1.1943

Abstract

Pertambangan merupakan salah satu aktifitas yang memiliki dampak buruk bagi lingkungan dan memiliki dampak positif bagi masyarakat sekitar. Dengan adanya pertambangan, masyarakat dapat menyambung hidup dengan bekerja sebagai bagian dari perusahaan, dan disisi lain pertambangan juga memiliki dampak negative yang mana dapat menghilangkan keseimbangan ekosistem dengan adanya pengerukan lahan secara besar-besaran. Teori yang digunakan adalah teori respon, yang merupakan tanggapan, reaksi dan jawaban. Respon yang diambil adalah dari masyarakat sekitar di daerah Sale Kabupaten Rembang, dan respon perusahaan. Respon perusahaan ada beberapa yang berbanding terbalik dengan respon masyarakat mengenai adanya reklamasi. Harapan masyarakat dengan adanya pertambangan, pada akhirnya bila sudah tidak digunakan harus dilakukan pengembalian lahan atau reklamasi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskiriptif kuantitatif dengan penarikan sampel menggunakan responden, yang mana 60 jiwa masyarakat Sale digunakan sebagai responden penelitian. Teknik dan pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh masyarakat bersedia mengelola lahan bekas tambang yang sudah tidak digunakan akan diserahkan kepada masyarakat dan dilakukan reklamasi skala mikro sebagai ekowisata. Dengan catatan, setidaknya perusahaan harus memberikan sedikit biaya operasional dan ganti rugi lahan masyarakat.
ANALISIS STUDI KASUS KRISIS KETERSEDIAN AIR MUSIM KEMARAU DALAM UPAYA MENANGGULANGI PADA MASYARAKAT DESA BUTUH . Sudarti; Nila Rayi Puspitasari
Ekologia: Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup Vol 21, No 1 (2021): Ekologia : Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/ekologia.v21i1.2787

Abstract

Water is a source of life that must exist in human life. Water supply crises have hit a lot due to drought disasters from the dry season. Drought is a disaster that occurs slowly due to changes in weather patterns that last a long time. A village that is located in Kediri Regency, namely Butuh Village has experienced a drought. Efforts that must be made can help reduce the impact of extreme climate change disasters. So, this article is used to add insight into the efforts and solutions that can be implemented. Respondents in the study were sixteen respondents with ten respondents who experienced the dry season, five people came to each house for observation. The results of the analysis that the author conducted through interviews resulted in a process carried out by the community by drilling wells and five people using bucket wells. However, if the drilling of wells by means of continuous deepening of the ground hole can have a dangerous impact on the environment. So, the authors provide another solution by making biopores in each house.