Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Biaya Transaksi Rumah Tangga Petani Cabai Rawit di Desa Huwongo Kecamatan Biluhu Kabupaten Gorontalo: Transaction Cost of Cayenne Pepper Farmer Households in Huwongo Village, Biluhu District, Gorontalo Regency Ashari, Ulfira; Dahar, Darmiati; Husain, Salma Suleman; Nur, Muh. Jabal
Jurnal : Agricultural Review Vol. 3 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/arview.v3i2.1090

Abstract

Cabai rawit (Capsicum Frutescens L) merupakan salah satu usaha yang diandalkan oleh penduduk Desa Huwongo Kecamatan Biluhu untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Tujuan penelitian ini meliputi: (1) untuk mengidentifikasi biaya transaksi petani cabai rawit di Desa Huwongo Kecamatan Biluhu Kabupaten Gorontalo dan (2) untuk menganalisis pengaruh biaya transaksi terhadap partisipasi rumah tangga petani dalam pemasaran cabai rawit di Desa Huwongo Kecamatan Biluhu. Penelitian ini menggunakan analisis model probit, dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 112 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya transaksi pada petani cabai rawit di Desa Huwongo terbagi atas lama waktu yang dibutuhkan untuk mencari informasi (jam), harga terakhir transaksi yang diterima petani (Rp/Kg), lama waktu transaksi jual beli (jam), jarak lahan ke jalan raya (meter), jarak lahan ke tempat jual cabai rawit (meter), jarak rumah ke tempat jual cabai rawit (meter), jarak rumah ke lahan (meter), luas lahan (ha), lama pembayaran dari tengkulak (hari), pengalaman berbudidaya (tahun), pendapatan terakhir panen (Rp), dapat mengakses kredit (1= tidak, 0=ya). Hasil analisis menggunakan model probit menunjukkan bahwa biaya transaksi yang signifikan mempengaruhi keputusan petani dalam berpartisipasi pada budidaya cabai rawit saja yaitu: harga terakhir transaksi yang diterima petani, lama waktu transaksi jual beli, luas lahan, pengalaman berbudidaya cabai rawit, pendapatan terakhir panen cabai rawit.
Model Keberlanjutan Usahatani Padi Sawah Tadah Hujan Untuk Mendukung Peningkatan Kesejahteraan Petani dan Ketahanan Pangan Rasidin, Rasidin; Sumartan, Sumartan; Nirmasari, Dian; Adelia, Dian; Dahar, Darmiati
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i1.21544

Abstract

The conversion of rainfed rice fields into housing and development projects threaten the sustainability of agriculture, farmers' welfare, and food security in Sidenreng Rappang Regency. This study aims to analyze the level of sustainability and identify sensitive attributes that affect rainfed rice farming in Pitu Riawa District in response to the pressure of land use change. The research method uses the Multi-Dimensional Scaling (MDS) approach which uses Rapfish Software to analyze sustainability indices based on five dimensions, namely ecology, economy, social, legal and institutional, and technology. Data were collected through observations, in-depth interviews with 33 farmers, and Focus Group Discussions (FGD) with stakeholders. The results of the analysis showed that the sustainability status of rainfed rice farming in Pitu Riawa District was in the "quite sustainable" category with an overall index of 58,46. Further leverage analysis revealed key sensitive attributes in each dimension, namely the reduction of water catchment areas (ecological dimension), the decline in farmers' income (economic dimension), changes in the social structure of the community (social dimension), the importance of extension to farmers (legal and institutional dimension), and the technological adaptation of the non-agricultural sector (technological dimension). These findings recommend the need for policies and interventions focused on these sensitive attributes to improve the sustainability of rainfed rice farming.