Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Keterampilan Kolaborasi Siswa SMK Negeri 2 Lamongan melalui Pembelajaran Kooperatif dengan Metode Role-Playing: Penelitian Cica Khofifah Triputri; Rahmanu Wijaya; Siti Maizul Habibah; Budi Santosa
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.574

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan kolaborasi siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), sehingga diperlukan pembelajaran yang mampu mendorong partisipasi aktif dan kerja sama antarsiswa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan keterampilan kolaborasi siswa SMK Negeri 2 Lamongan melalui penerapan pembelajaran kooperatif dengan metode role-playing. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One-Shot Case Study. Subjek penelitian berjumlah 37 siswa kelas XI TKJ 1 SMK Negeri 2 Lamongan. Data dikumpulkan melalui observasi dan angket keterampilan kolaborasi yang disusun berdasarkan indikator Evans (2020), kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif dengan metode role-playing terlaksana dengan baik dan mampu memfasilitasi siswa untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi, pembagian peran, pengambilan keputusan, serta penyelesaian tugas kelompok melalui simulasi kasus tindak pidana korupsi. Keterampilan kolaborasi siswa berdasarkan hasil observasi dan angket berada pada kategori baik. Indikator kemampuan berkontribusi serta mendukung anggota kelompok memperoleh capaian tertinggi, sedangkan kemampuan memantau, merefleksi, dan menyesuaikan proses kerja kelompok memperoleh capaian terendah. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif dengan metode role-playing efektif mendukung pengembangan keterampilan kolaborasi siswa dalam pembelajaran PPKn.
Peran Guru Pendidikan Pancasila dalam Membangun Karakter Jujur Peserta Didik di Era Artificial Intelligence Nurul Hidayah; Rianda Usmi; Raden Roro Nanik Setyowati; Rahmanu Wijaya
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10601

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence dalam dunia pendidikan membawa perubahan besar terhadap cara peserta didik belajar, mencari informasi, dan menyelesaikan tugas. Teknologi ini memberikan kemudahan yang sangat besar karena peserta didik dapat memperoleh jawaban dengan cepat, menemukan referensi secara instan, serta menyusun gagasan dengan bantuan mesin. Akan tetapi, kemudahan tersebut juga menimbulkan persoalan baru, terutama terkait kejujuran akademik, kebiasaan menyalin jawaban tanpa pemahaman, dan ketergantungan yang berlebihan pada teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Pendidikan Pancasila di SMKN 2 Jombang dalam membangun karakter jujur peserta didik serta menjelaskan kendala yang dihadapi guru dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Pancasila menjalankan beberapa peran penting, yaitu sebagai model, fasilitator, motivator, pembimbing, korektor, dan evaluator. Guru berupaya menanamkan kejujuran melalui pembiasaan, pengarahan, pemberian aturan tugas, diskusi kelas, koreksi hasil kerja, serta pemberian penguatan positif. Namun, guru juga menghadapi kendala berupa kebiasaan plagiarisme, kecenderungan peserta didik bergantung pada AI, serta budaya belajar instan yang membuat peserta didik kurang mandiri. Meskipun demikian, AI tetap dapat dimanfaatkan secara positif apabila digunakan dengan bimbingan yang tepat. Penelitian ini menegaskan bahwa peran guru Pendidikan Pancasila tetap sangat penting dalam menjaga nilai kejujuran di tengah perubahan teknologi.
Upaya Mengurangi Pelanggaran Disiplin Waktu Peserta Didik di Lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan Anisa Rahma Novitasari; Rahmanu Wijaya
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10969

Abstract

Keterlambatan peserta didik merupakan salah satu bentuk pelanggaran disiplin waktu yang masih sering terjadi di sekolah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya pelanggaran keterlambatan peserta didik di SMK Negeri 1 Driyorejo meskipun sekolah telah menerapkan berbagai bentuk pembinaan dan penegakan tata tertib. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan upaya SMK Negeri 1 Driyorejo dalam mengurangi pelanggaran disiplin waktu peserta didik serta menganalisis faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian meliputi wakil kepala bidang kesiswaan, guru BK, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis penelitian menggunakan Teori Sistem Hukum Lawrence M. Friedman yang meliputi struktur hukum, substansi hukum, dan budaya hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya SMK Negeri 1 Driyorejo dilakukan melalui penerapan tata tertib, pengawasan kedatangan peserta didik, sistem poin pelanggaran, pemberian sanksi edukatif, pembinaan oleh guru BK dan wali kelas, serta komunikasi dengan orang tua. Faktor pendukung meliputi keterlibatan pihak sekolah dalam pembinaan, adanya tata tertib yang jelas, serta kerja sama antara sekolah dan orang tua. Faktor penghambat meliputi rendahnya kesadaran disiplin peserta didik, kebiasaan tidur larut malam, kendala transportasi, dan kurangnya pengawasan keluarga. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa upaya SMK Negeri 1 Driyorejo dalam mengurangi pelanggaran disiplin waktu telah dilakukan secara sistematis. Namun, budaya hukum sekolah dalam membentuk disiplin waktu peserta didik belum berjalan maksimal sehingga diperlukan pembinaan dan pengawasan yang berkelanjutan.