Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Penentuan Nilai SPF Kombinasi Ekstrak Daun Ketepeng Dan Binahong Secara In Vitro Intan Lestari; Mia Prajuwita; Anisa Lastri
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 1 (2021): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v10i1.2030

Abstract

Indonesia memiliki iklim tropis dimana jumlah radiasi ultraviolet (UV) yang mencapai permukaan bumi sangat tinggi. Paparan radiasi UV yang berlebih pada kulit dapat menyebabkan berbagai efek negatif seperti pencoklatan, eritema, kulit terbakar, dan kanker kulit. Salah satu upaya untuk mencegah efek negatif tersebut adalah menggunakan tabir surya dengan nilai SPF yang tinggi. Senna alata dan Anredera cordifolia merupakan tanaman yang berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan aktif tabir surya alami karena adanya kandungan senyawa polifenol serta nilai aktivitas antioksidan yang tinggi pada daunnya. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan nilai SPF kombinasi ekstrak etanol S. alata dan A. cordifolia (CSA) (1:1 v/v) dan kategori proteksinya. Penentuan nilai SPF dilakukan secara in vitro, menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang UV B (290-320 nm) selanjutnya nilai absorbansi yang didapat, dikalkulasi kedalam persamaan matematis Mansur. Penentuan kategori proteksi tabir surya berdasarkan nilai SPF mengacu pada ketentuan Food Drug Administrations (FDA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai SPF tertinggi CSA didapatkan pada konsentrasi 600:600 ppm yaitu 20.797 dengan kategori proteksi ultra sedangkan CSA pada konsentrasi 300:200 ppm menunjukkan nilai SPF terendah yaitu 5.228 dengan kategori proteksi sedang. Berdasarkan hasil tersebut, CSA memiliki potensi dikembangkan sebagai bahan aktif tabir surya dengan kategori proteksi sedang hingga ultra.
PEMBERDAYAAN IBU RUMAH TANGGA DESA TANGKIT MELALUI PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH ALAM LOKAL MENJADI PRODUK EKONOMI UNTUK MEMBANTU PEREKONOMIAN KELUARGA Diah Riski Gusti; Intan Lestari; Ade Adriadi; Dila Oktarise Dwina; Oki Alfernando
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i2.556-561

Abstract

Setiap jenis tumbuhan ataupun tanaman memiliki bagian morfologi yaitu daun, batang, buah, bunga dan akar. Tidak banyak dari kita yang tahu bahwa beberapa jenis daun ternyata bisa dimanfaatkan sebagai bahan seni atau kerajinan yang bernilai tinggi. Misalnya daun sirsak, daun nangka, daun jeruk, daun rambutan, daun pterydophyta dan lain-lain. Banyak kita jumpai jenis-jenis tanaman tersebut dibudidayakan oleh masyarakat karena buah dari jenis tanaman tersebut memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Akan tetapi banyak dari masyarakat tidak memanfaatkan daun dari jenis tanaman tersebut, padahal daun dari jenis tanaman tersebut bisa berpotensi sebagai obat-obatan, selain itu bisa juga digunakan untuk produk kerajinan tangan yaitu dibuat menjadi souvenir. Sekitar desa tangkit banyak terdapat berbagai jenis tanaman yang umumnya tumbuh liar yang tidak terlalu dimanfaatkan dan hanya menjadi sampah. Hal ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk yang memiliki nilai ekonomi seperti souvenir. Produk dapat dihasilkan dengan memberdayakan ibu rumah tangga untuk dapat membantu perekonomian keluarga yang semakin sulit akibat semakin menipisnya stock bahan baku batu bata yang menjadi sumber utama perkenonomian warga. Kegiatan pembuatan souvenir ini sangat penting dilakukan karena bahan dan alatnya sangat mudah didapatkan serta prosedur kerjanya yang tidak susah sehingga ibu-ibu rumah tangga bisa membuat souvenir. Mitra yang akan bekerjasama dengan kami adalah masyarakat khususnya ibu rumah tangga RT. 26 Desa Tangkit Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi. Melalui kegiatan pengabdian ini diharapkan akan memberikan pengetahuan, keterampilan dan bakat berwirausaha kepada mitra yaitu masyarakat terutama Ibu-Ibu Rumah Tangga RT. 26 Desa Tangkit melalui pelatihan pengolahan limbah alam lokal menjadi produk bernilai ekonomi untuk membantu perekonomian keluarga. Dalam melakukan pengabdian pelatihan pembuatan souvenir dari limbah alam lokal, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan bahwa limbah alam lokal memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan bisa dijadikan sebagai pendapatan. Kegitan ini juga diharapakan dapat meningkatkan softskill mitra dalam bidang kewirausahaan sehingga mitra dapat membuat atau mendirikan sendiri tempat penjualan dari souvenir gantungan kunci dari limbah alam lokal tersebut sehingga bisa membuka lapangan kerja bagi orang lain. Kegiatan dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 23 September 2023 di Desa Tangkit Kecamatan Sungai Gelam, dimana ibu-ibu sangat antusias dalam mengikuti pelatihan, diakhir kegiatan terbuatnya produk souvenir gantungan kunci yang bisa membantu menambah penghasilan ibu-ibu dalam kehidupan sehari-hari.
INOVASI BATIK BERBASIS COLOR CHANGING-SUN ACTIVATED SEBAGAI UPAYA MELESTARIKAN WARISAN BUDAYA BATIK JAMBI MOTIF SUNGAI PENUH PADA KOMUNITAS BATIK SUNGAI PENUH Mia Aina; Diah Riski Gusti; Damris Muhammad; Intan Lestari; Martina Asti Rahayu
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 4 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i4.1429-1433

Abstract

As a resource, the local cultural value of Batik Jambi with the Sungai Penuh motif is one of the driving forces in the improvement of the economy, capacity, expertise, and reputation of the region. In reality, the development of Batik Jambi with the Sungai Penuh motif is still relatively stagnant. The demand and interest in Batik Jambi with the Sungai Penuh motif have not seen significant growth from year to year. It is can be attributed to several issues, one of which is the lack of knowledge and skills regarding innovation in batik making, resulting in no distinguishing features compared to other batik motifs from the archipelago. As a solution to this problem, training and mentoring should be provided to members of the Batik community in Sungai Penuh City to innovate the Batik products they produce. The innovation introduced in this program involves the use of photochromic dyes. The basis of photochromic dyeing is the phenomenon of reversible color change induced by light in photochromic molecules, causing the molecules to exist in two different forms. These two different forms of molecules result in different colors. Practically observed, photochromic dyeing causes the applied batik products to change color when exposed to sunlight (color-changing - sun activated).
Pengolahan Limbah Plastik Menggunakan Reaktor Pirolisis di Bank Sampah Dream Central, Desa Wijaya Pura, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi Lenny Marlinda; Rahmi Rahmi; Diah Riski Gusti; Intan Lestari; Wahyudi Zahar; Aditya Denny Prabawa; Yuli Evrianti Br Rajagukguk; Ermita Meisa Manulang; Ladiva Adinda; Rif’at Syauqi
Jurnal IPTEK Bagi Masyarakat Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Ali Institute of Research and Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55537/j-ibm.v5i1.1178

Abstract

The COVID-19 pandemic has increased online shopping and food delivery, causing a surge in single-use plastic waste and has become a habit to this day along with the rapid development of digital technology. Dream Central Waste Bank (BSI Dream) in Wijaya Pura Village collects 3 tons of waste monthly but lacked advanced plastic processing technology. This community service initiative aimed to implement a pyrolysis reactor to convert plastic waste into fuel oil and paving blocks, thereby enhancing economic value while promoting environmental sustainability. The activity stages included partner coordination and surveys, reactor performance upgrades, operational training, and evaluation. This activity involved five partners representing the Wijaya Pura Village community.  The reactor successfully produced fuel oil (density: 0.848–0.912 g/mL) and residues suitable for paving block production. The outcome of this initiative demonstrated improved skills among partners, the creation of marketable products and increased community income opportunities. Furthermore, the activity fostered greater awareness of the importance of sustainable waste management and supported the application of circular economy principles.