Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Composite Journal

PENGARUH LAMA RENDAMAN DAN PENUAAN ASPAL TERHADAP NILAI DURABILITAS CAMPURAN ASPAL COLD PAVING HOT MIX ASBUTON (CPHMA) Ardhy Prathama; Fadly Achmad; Frice L. Desei
Composite Journal Vol. 2 No. 1 (2022): Composite Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/cj.v2i1.39

Abstract

CPHMA adalah aspal siap pakai dan bisa dihampar dengan menggunakan suhu ruang. Kerusakan jalan pada permukaan sering terjadi karena proses penuaan aspal. Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukanya penelitian mengenai keawetan campuran aspal (Durabilitas) dan pengaruh penuaan aspal guna mengetahui kekuatan dan masa pelayanan dari aspal CPHMA. Pembuatan benda uji pada penuaan aspal jangka pendek (Short-Term Oven Aging, (STOA) dilakukan dengan cara memasukkan benda uji dalam keadaan curah ke dalam oven selama 4 jam dengan suhu 135°C, sedangkan untuk penuaan jangka panjang (Long-Term Oven Aging, LTOA) dilakukan dengan cara memasukkan benda uji ke dalam oven dalam keadaan padat selama 2 hari untuk masa pelayanan 5 tahun dan 3 hari untuk masa pelayanan 10 tahun. Parameter keawetan campuran CPHMA dilihat dari Indeks Kekuatan Sisa (IKS), Indeks Durabilitas Pertama (IDP), dan Indeks Durabilitas Kedua (IDK). Berdasarkan hasil penelitian nilai kadar aspal CPHMA yang diperoleh melalui hasil ekstraksi adalah sebesar 7,05%. Nilai stabilitas untuk benda uji normal, LTOA 5 tahun, LTOA 10 tahun, dan STOA secara berturut-turut sebesar 634,61 kg, 504,58 kg, 451,21 kg, dan 1.261,45 kg. Nilai IKS pada benda uji normal sebesar 95,41%, pada benda uji LTOA 5 tahun dan 10 tahun secara berturut-turut sebesar 85,58% dan 84,95%. Nilai IKS pada benda uji STOA sebesar 96,15%. IDP dengan nilai kelandaian r pada rendaman 24 jam untuk benda uji normal, LTOA 5 tahun, LTOA 10 tahun dan STOA secara berturut-turut sebesar 1,49%, 1,66%, 1,81%, dan 0,16%. IDK benda uji normal, LTOA 5 tahun, LTOA 10 tahun dan STOA untuk nilai a secara berturut-turut sebesar 14,32%, 23,20%, 23,89%, dan 1,88%. Lama rendaman sangat berpengaruh terhadap nilai stabilitas yang diperoleh, semakin lama rendaman maka semakin rendah nilai stabilitas yang didapatkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspal CPHMA hanya diperuntukkan untuk kendaraan ringan hingga sedang.
ANALISIS KINERJA SIMPANG BERSINYAL MENGGUNAKAN SOFTWARE VISSIM PADA PERPOTONGAN JALAN PROF. DR. H.B JASSIN DAN JALAN JENDERAL SUDIRMAN Mohamad Risky Ibrahim Risky; Yuliyanti Kadir; Frice L. Desei
Composite Journal Vol. 2 No. 1 (2022): Composite Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/cj.v2i1.36

Abstract

Persimpangan jalan adalah daerah atau tempat dimana dua atau lebih jalan raya bertemu atau berpotongan. Adapun tujuan penelitian ini adalah menganalisis kinerja lalu lintas dan tingkat pelayanan pada simpang bersinyal Jalan Prof. Dr. H.B Jassin-Jalan Jenderal Sudirman menggunakan software vissim. Metode analisis yang digunakan adalah mikro-simulasi menggunakan software vissim, dengan melakukan kalibrasi, validasi model simpang secara trial dan error, mempertimbangkan perilaku pengemudi, melakukan uji GEH terhadap volume kendaraan, serta uji chi-square terhadap panjang antrian kendaraan. Berdasarkan hasil mikro- simulasi menggunakan software Vissim kinerja lalu lintas dihari kerja dengan panjang antrian terbesar adalah senilai 38,55 m pada pendekat Jalan Jenderal Sudirman, serta nilai tundaan terbesar adalah senilai 16,96 det/kend dan rata-rata konsumsi bahan bakar adalah 0,46 liter. Level of Service dengan nilai rata-rata 12,15 det/kend dengan tingkat pelayanan LOS_B. Untuk hari libur dengan panjang antrian terbesar adalah senilai 47,22 m pada pendekat Jalan Jenderal Sudirman, serta nilai tundaan terbesar adalah senilai 16,00 det/kend dan rata-rata konsumsi bahan bakar adalah 0,60 liter. Level of Service dengan nilai 12,19 det/kend dengan tingkat pelayanan LOS_B yang berarti karakteristik dari simpang tersebut adalah arus stabil, kecepatan sedikit terbatas oleh lalu lintas, pengemudi masih dapat bebas dalam memilih kecepatannya.
KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN ASPHALT CONCRETE BINDER COURSE (AC-BC) MENGGUNAKAN ASBUTON PRACAMPUR DAN AGREGAT GORONTALO Eko Prasetiyo; Frice L. Desei; Fadly Achmad
Composite Journal Vol. 4 No. 1 (2024): Composite Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/cj.v4i1.42

Abstract

Indonesia memiliki cadangan aspal alam terbesar di dunia berupa aspal gunung, dikenal sebagai asbuton, yang terdapat di Pulau Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik asbuton pracampur dan agregat Gorontalo serta karakteristik Marshall campuran AC-BC menggunakan kedua bahan tersebut. Metode yang digunakan adalah Marshall Test untuk memastikan campuran aspal panas memenuhi spesifikasi teknik Direktorat Jenderal Bina Marga. Aspal buton pracampur memiliki berat jenis 1,036, nilai penetrasi 54 mm, titik lembek 55,5°C, dan hasil ekstraksi menunjukkan 98% bitumen dan 2% mineral. Karakteristik agregat meliputi: Coarse Aggregate (CA) dengan berat jenis 2,56, nilai abrasi 24,84%, nilai angularitas 99,32/98,84%, absorpsi 1,27%, kelekatan agregat terhadap aspal >95%, dan material lolos saringan No.200 sebesar 0,6%. Medium Aggregate (MA) memiliki berat jenis 2,54, nilai abrasi 27,51%, nilai angularitas 99,32/98,84%, absorpsi 1,74%, kelekatan agregat terhadap aspal >95%, dan material lolos saringan No.200 sebesar 0,9%. Fine Aggregate (FA)/abu batu memiliki berat jenis 2,42, absorpsi 1,32%, sand equivalent 75,76%, dan material lolos saringan No.200 sebesar 9,92%. Pasir memiliki berat jenis 2,40, absorpsi 2,28%, dan material lolos saringan No.200 sebesar 2,03%. Semua nilai karakteristik aspal dan agregat memenuhi Spesifikasi Umum 2018 (Revisi 2). Nilai KAO AC-BC asbuton pracampur adalah 5,25%. Karakteristik Marshall menggunakan KAO 5,25% menunjukkan kepadatan 2,22 gr/cm³, VIM 4,95%, VMA 14,63%, VFA 66,19%, stabilitas 1.310,20 kg, flow 2,54 mm, dan Marshall Quotient 515,83 kg/mm. Disimpulkan bahwa campuran asbuton pracampur dan agregat Gorontalo memiliki stabilitas tinggi, cocok untuk jalan yang melayani lalu lintas berat dan padat.