Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Analisa Perancangan Buck Converter Dengan Ground Terpisah (Iso-Buck) Menggunakan Matlab-Simulink Untuk Aplikasi Konverter Daya Multilevel Anggun Anugrah; Andi M Nur Putra
Jurnal Teknik Elektro Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Situs resmi ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.317 KB)

Abstract

Multilevel inverter is the best DC to AC power converter that was founded by experts in the field of power electronics, because it is able to provide AC voltage output with a very low Total Harmonic Distortion (THD), below 5%. However, this Multilevel Inverter is very difficult to find in the market today because there are no multilevel inverters that are able to work properly for large currents. A quite large pull current can cause voltage imbalances between inverter levels, thereby reducing inverter performance. This paper is presented as an effort to maintain multilevel inverter performance, by supporting the voltage at each regulated level so that the inverter is not affected when there is a large current pulling on the load. The technique used is to offer a Buck Converter Regulator with a separate ground (commonly known as Iso-Buck). The feasibility of this method is further analyzed using MATLAB-Simulink. The analysis shows that Iso-Buck work sufficiently and can regulate voltage well for large currents. So that it can be applied to a low-speed multi-phase permanent magnet generator energy converter.
Desain Transformator Multi-Phasa Menggunakan Simulasi Matlab/Simulink Antonov Bactiar; Anggun Anugrah; Rangga Fernando
Jurnal Teknik Elektro Vol 10, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK ELEKTRO
Publisher : Situs resmi ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan listrik menggunakan sistem tiga fasa efisiensinya jauh lebih tinggi dari sistem satu fasa. Performa mesin-mesin listrik yang menggunakan sistem tiga fasa jauh lebih bagus dari performa mesin-mesin listrik satu fasa. Kehandalan mesin listrik yang beroperasi pada sistem tiga fasa jauh lebih handal dari mesin-mesin listrik yang beroperasi pada sistem satu fasa. Jadi dengan demikian, pengoperasian mesin-mesin listrik akan lebih efisien, lebih tinggi performanya dan lebih handal jika sistem listrik yang digunakan jumlah fasanya lebih banyak (multi-phasa). Untuk itulah karya tulis ini mengakat topik transformator multi-phasa untuk menguji hipotesa  tersebut  dengan  cara  melakukan  pengujian  melalui  software  MATLAB/SIMULINK  kemudian divalidasi  degan  eksperimen  di laboratorium.  Pengujian  menggunakan  simulink  ini  meliputi  pengujian rangkaian transformator dari sistem 3 fasa menjadi 9 fasa, baik menggunakan center tap maupun tidak menggunakan center tap. Harapan penulis hasil simulasi dapat divalidasi melalui pengujian eksperimen yang akan menunjukkan sistem multi-phasa lebih efisien, handal dan punya performa yang lebih tinggi dari sistem satu fasa atau sistem tiga fasa.
PERANCANGAN MODEL WIRELESS FAST CHARGING MENGGUNAKAN CONSTANT CURRENT PADA KENDARAAN LISTRIK Ridho Anfu salam; Andi Muhammad Nur Putra; Gilang Ramadhan; Salman Parizi; Anggun Anugrah; Yusreni Warmi
Prosiding Seminar Nasional Teknik Elektro, Sistem Informasi, dan Teknik Informatika (SNESTIK) 2022: SNESTIK II
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.096 KB) | DOI: 10.31284/p.snestik.2022.2754

Abstract

Beberapa tahun kedepan akan berkembang pesat dari sektor electrical vehicle karena dalam perkembangan ini sangat menguntungkan dari ramah lingkungan dan penghematan bahan bakar. Dalam pengisian mobil listrik saat ini mambutuhkan waktu yang cukup lama dalam pengisian. Jadi perlu dikaji hingga didapat pengoptimalan saat mengunakan electrical vehilce dalam pemakaian sehari-hari. Sistem pengisian yang sedang dikembangkan yaitu dengan wireless charging, sistem ini memungkinkan mempermudah dalam pengisian. Pada penelitian ini model yang akan dikembangkan menggunakan LC (Induktor Kapasitor) pada satu sisi. Pada penelitian ini menggunakan LC pada satu sisi yang merupakan pengembangan dari metode penggunaan LCC (Induktor Kapasitor Kapasitor), dari metode ini diharapkan dapat melakukan pengisian cepat. Proses pengisian baterai memiliki beberapa metode salah satu nya metode arus konstan. Metode arus konstan menerapkan arus konstan saat tegangan baterai meningkat hingga pengisian baterai penuh.
PERANCANGAN MODEL WIRELESS FAST CHARGING MENGGUNAKAN CONSTANT CURRENT DAN CONSTANT VOLTAGE PADA KENDARAAN LISTRIK Andi Muhammad Nur Putra; Ridho Anfu Salam; Salman Parizi; Anggun Anugrah; Yusreni Warmi
Prosiding Seminar Nasional Teknik Elektro, Sistem Informasi, dan Teknik Informatika (SNESTIK) 2022: SNESTIK II
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.096 KB) | DOI: 10.31284/p.snestik.2022.2733

Abstract

Teknologi pada kendaraan listrik muncul sebagai topik utama dalam pengembangan energi yang ramah lingkungan dan juga efisien seperti sumber energi terbarukan, maka kendaraan ini masih sangat sedikit sekali masyarakat yang menggunakan kendaraan listrik ini. Baterai adalah salah satu komponen mobil listrik yang sangat penting, baterai digunakan sebagai sumber arus untuk seluruh sistem kelistrikan serta sebagai tempat untuk menyimpan energi listrik pada saat terjadi proses pengisian dengna menggunaka metode pengisian CCCV baterai akan lebih stabil saat pengisian. Baterai berfungsi untuk mensuplai arus listrik pada saat sistem starter agar mesin dapat dihidupkan, lampu-lampu dan komponen-komponen kelistrikan lainnya. Karena penggunaan energi listrik yang dibutuhkan oleh mobil listrik ini banyak, maka dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengisian cepat untuk kendaraan listrik. Makalah ini mengusulkan desain dan metode yang dapat menjalankan muatan metode CC/CV dan selama peroses pengujian didapat 15.3kW dengan kecepatan pengisian 1 jam 40 menit.
A new windings design for improving single-phase induction motor performance Zuriman Anthony; Erhaneli Erhaneli; Yusreni Warmi; Zulkarnaini Zulkarnaini; Anggun Anugrah; Sepannur Bandri
International Journal of Electrical and Computer Engineering (IJECE) Vol 12, No 6: December 2022
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijece.v12i6.pp5789-5798

Abstract

Single-phase induction (asynchronous) motors are widely used at home. These motors have two windings and usually operate at a lower performance than 3-phase asynchronous motors which have three windings. For this reason, this study aims to design a new winding of a single-phase asynchronous motor by increasing the number of phases in the motor windings in order to increase the performance of the motor. This research was focused on 36 slot capacitor-start capacitor-run asynchronous motor. The design used 4 non-identical windings in the motor, where three windings acted as auxiliary windings and one winding acted as main winding. The rated current of the designed motor winding was 2.74 A for the main winding and 3.15 A for the auxiliary winding. The performance of the designed motor compared to the traditional single-phase asynchronous motor with the same structure of stator, rotor, and rated current. A traditional single-phase asynchronous motor had data: 1 HP, 220 V, 8.3 A, 1440 RPM, 50 Hz, and 4 poles. The results of this study indicated that the designed motor operated with power factors almost close to unity and had higher output power, torque, and efficiency than the traditional single-phase asynchronous motors.
ANALISA PENGARUH EFISIENSI MOTOR INDUKSI 3 FASA DENGAN DESAIN 6 FASA 3 MEDAN FLUKS Muhammad Fiqri Oktarianto; Zuriman Anthony; Sepannur Bandri; Arfita Yuana Dewi; Anggun Anugrah
Ensiklopedia of Journal Vol 5, No 3 (2023): Volume 5 No. 3 Edisi 1 April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.645 KB) | DOI: 10.33559/eoj.v5i3.1631

Abstract

Penelitian ini untuk mengkaji pengaruh desian 6 fasa 3 medan fluks pada motor induksi 3 fasa terhadap arus dan efisiensi. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk membandingkan kinerja motor konvesional dengan motor desain 6 fasa 3 medan fluks terhadap arus dan efisiensi. Motor ini hanya di desain kumparan saja, kumparan nya menggunakan 75 lilitan. Dalam penelitian ini akan dilakukan untuk mengkaji peningkatan kinerja motor terutama meningkatkan arus dan efisiensi dengan cara menbuat desain kumparan motor induksi 3 fasa menjadi motor induksi 6 fasa. Data yang diperlukan adalah arus, tegangan, faktor daya, kecepatan daya keluaran. Motor ini di spesifikasikan dengan data 1 HP, 0,75 kw, 380 V, 1,3 A, 50 hz dan 2880 rpm. Percobaan motor memakai generator dan lampu pijar yang divariasikan bebannya. Dari hasil penelitian yang dilakukan laboratorium pada motor induksi 3-fasa dengan desain 6 fasa 3 medan fluks terhadap arus dan efisiensi motor didapatkan, hasil motor desain 6 fasa 3 medan fluks menghasilkan sedikit meningkat dibandingkan motor induksi 3 fasa konvesional, kemudian untuk arus, didapatkan motor desain 6 fasa 6 medan fluks menghasilkan arus sedikit meningkat juga dibandingkan motor induksi 3 fasa konvesional. hal ini terjadi pada kerapatan fluks pada motor induksi 6 fasa adalah 60º sedangkan pada motor induksi 3 fasa konvensional kerapatan fluks nya adalah 120º.Kata Kunci: Motor 3-fasa, Motor 6-fasa, 6 Medan Fluks, Arus, Efisiensi.    
PENINGKATAN EFISIENSI MOTOR INDUKSI 3 FASA DENGAN DESAIN 6 FASA 6 MEDAN FLUKS Vikri Zulmi; Zuriman Anthony; Sepannur Bandri; Arfita Yuana Dewi; Anggun Anugrah
Ensiklopedia of Journal Vol 5, No 3 (2023): Volume 5 No. 3 Edisi 1 April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.152 KB) | DOI: 10.33559/eoj.v5i3.1632

Abstract

Penelitian ini untuk mengkaji pengaruh desian 6 fasa 6 medan fluks pada motor induksi 3 fasa terhadap arus dan efisiensi. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk membandingkan kinerja motor konvesional dengan motor desain 6 fasa 6 medan fluks terhadap arus dan efisiensi. Motor ini hanya di desain kumparan saja, kumparan nya menggunakan 75 lilitan. Dalam penelitian ini akan dilakukan untuk mengkaji peningkatan kinerja motor terutama meningkatkan arus dan efisiensi dengan cara menbuat desain kumparan motor induksi 3 fasa menjadi motor induksi 6 fasa. Data yang diperlukan adalah arus, tegangan, faktor daya, kecepatan daya keluaran. Motor ini di spesifikasikan dengan data 1 HP, 0,75 kw, 380 V, 1,3 A, 50 hz dan 2880 rpm. Percobaan motor memakai generator dan lampu pijar yang divariasikan bebannya. Dari hasil penelitian yang dilakukan laboratorium pada motor induksi 3-fasa dengan desain 6 fasa 6 medan fluks terhadap arus dan efisiensi motor didapatkan, hasil motor desain 6 fasa 6 medan fluks menghasilkan sedikit meningkat dibandingkan motor induksi 3 fasa konvesional, kemudian untuk arus, didapatkan motor desain 6 fasa 6 medan fluks menghasilkan arus sedikit meningkat juga dibandingkan motor induksi 3 fasa konvesional. hal ini terjadi pada kerapatan fluks pada motor induksi 6 fasa adalah 60º sedangkan pada motor induksi 3 fasa konvensional kerapatan fluks nya adalah 120º.Kata Kunci: Motor 3-fasa, Motor 6-fasa, 6 Medan Fluks, Arus, Efisiensi.
PENINGKATAN TORSI MOTOR INDUKSI 3 FASA DENGAN DESAIN 6 FASA 6 MEDAN FLUKS Firman Agung; Zuriman Anthony; Erhaneli Erhaneli; Arfita Yuana Dewi; Anggun Anugrah
Ensiklopedia of Journal Vol 5, No 3 (2023): Volume 5 No. 3 Edisi 1 April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.63 KB) | DOI: 10.33559/eoj.v5i3.1616

Abstract

Penelitian ini untuk mengkaji pengaruh desain 6 fasa dengan 6 medan fluks terhadap torsi dan kecepatan motor induksi 3 fasa dengan sistem desain satu lapis simetris. Dimana motor ini tetap disuplay dengan sumber 3 fasa. Penelitian dilakukan di laboratorium sistem tenaga Teknik Elektro Institut Teknologi Padang. Penelitian dilakukan untuk membandingkan kinerja motor induksi 3 fasa yang didesain 6 fasa dengan desain satu lapis simetris. Kajian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh torsi dan kecepatan motor induksi 3 fasa konvensional terhadap desain 6 fasa satu lapis simetris. Kumparan pada desain 6 fasa dengan lapisan simetris yang digunakan adalah desain 1 lapisan kumparan pada motor induksi 3 fasa. Motor induksi yang menjadi objek penelitian adalah motor induksi 3 fasa, 0,75 KW, 1 HP,380 V/Y, 1,3 A, 50 HZ dan 1440 rpm. Dari hasil penelitian ini didapatkan hasil data torsi dan kecepatan yang sedikit berbeda untuk kedua motor. Hal ini dikarenakan pada motor desain 6 fasa 6 medan fluks menghasilkan kecepatan sedikit meningkat jika dibandingkan dengan motor induksi 3 fasa konvesional. hal ini terjadi pada kerapatan fluks pada motor induksi 6 fasa adalah 60º sedangkan pada motor induksi 3 fasa konvensional kerapatan fluks nya adalah 120º.
PERANCANGAN SISTEM KELISTRIKAN PADA MESIN PERONTOK PADI BERTENAGA LISTRIK Aldy Apfissetra; Anggun Anugrah
Rang Teknik Journal Vol 6, No 2 (2023): Vol. 6 No. 2 Juni 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.354 KB) | DOI: 10.31869/rtj.v6i2.4153

Abstract

Padi merupakan salah satu komoditas pertanian yang sangat penting dan menjadi makanan pokok di Indonesia. Di Indonesia, petani mengolah hasil panen padi dengan cara merontokkan padi menggunakan alat tradisional dan konvensional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat mesin perontok padi bertenaga listrik baterai, mengetahui komsumsi daya mesin dan waktu pengoperasian dengan memvariasikan kecepatan putaran perontok padi untuk kapasitas gabah yang sama dan kapasitas berat 1 kilogram padi. Metode penelitian dilakukan beberapa tahapan seperti perancangan dan perakitan mesin perontok padi, perancangan sistem kelistrikan dan perakitan serta pengujian mesin perontok padi. Dengan menghadirkan sebuah alat perontok padi tanpa bahan bakar maka perlu dilakukan perancangan mesin perontok padi menggunakan motor listrik DC 300 watt, arus 12,5 ampere, tenaga penggerak 1,04 Nm, dan memiliki kecepatan maxsimal 2750 rpm dengan baterai 24 volt 70 Ah sebagai catu dayanya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mesin dapat bekerja dengan baik dengan kecepatan yang dapat divariasikan sesuai kebutuhan dengan konsumsi daya maxsimal 25,31 watt. Pada pengujian 1 karung dengan kecepatan 1250 rpm, berat padi 5 kg dengan waktu pengoperasian 5,06 menit. Pada pengujian 1 Kg padi dengan kecepatan 1250 rpm, berat padi 350 gram, dengan waktu pengoperasian selama 18 detik. Mesin ini juga ramah lingkungan karena tidak ada emisi gas buang dan bersifat portable (dapat dipindahkan) ke lokasi yang diinginkan.
ANALISA PENGARUH KETIDAKSEIMBANGAN SUDUT FASA PADA MOTOR INDUKSI 3 FASA MENGGUNAKAN MATLAB Zadil Hafis; Erhaneli Erhaneli; Anggun Anugrah; Sapannur Bandri
Rang Teknik Journal Vol 6, No 2 (2023): Vol. 6 No. 2 Juni 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.648 KB) | DOI: 10.31869/rtj.v6i2.4144

Abstract

Ketidakseimbangan sudut fasa akan mempengaruhi motor induksi . Pada kondisi ini dapat menyebabkan kecelakaan pada motor induksi yang membuat mesin menjadi cepat panas, sehingga mengurangi kekuatan dan kemampuan motor tersebut. Definisi ketidakseimbang ditentukan berdasarkan metode NEMA. Simulasi dengan Matlab Simulink dilakukan untuk menganalisis dampak sudut fasa seimbang pada motor induksi 3 fasa dengan ketidakseimbangan 5%, dimana Phase A= 6o, Phase B = 120o, dan Phase = 240o. Pada saat sudut fasa tidak seimbang terjadinya perbedaan signifikan terhadap gelombang torsi dan kecepatan motor, dimana grafik  torsi dan kecepatan motor mengalami osilasi yang mengakibatkan getaran pada motor semakin besar. Ketidakseimbangan sudut fasa menyebabkan peningkatan nilai torsi dan kecepatan motor. Pada tanpa beban torsi bernilai 660 Nm dan kecepatan bernilai 1501 Rpm.  Sehingga dengan semakin naiknya nilai beban maka nilai torsi akan meningkat dan nilai pada kecepatan akan menurun. NEMA membuat motor dapat beroperasi secara normal spesifikasinya jika unbalace voltage tidak lebih dari 1%. Ketika ketidakseimbangan sudut fasa adalah 5% akan menyebabkan panas berlebihan dan kerugian pada motor meningkat. Untuk mengatasi ketidakseimbangan sudut fasa dengan cara dereating atau menurunkan peringkat motor. Ketika sudut fasa melebihi 1% maka motor harus melambat agar motor dapat berjalan dengan baik