Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

The Effect Of Macroeconomic, Institutional And Corruption Variables On FDI In Asean Countries Nurul Azizah Az Zakiyyah; Firsty Ramadhona Amalia Lubis; Rintan Nuzul Ainy
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol 7 No 3 (2024): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/costing.v7i3.9498

Abstract

The majority of ASEAN members are categorized as developing countries. One of the biggest challenges that developing countries face is economic development. To support economic development, substantial funding is required. One source of funding that can be used is investment in the form of Foreign Direct Invest-ment (FDI), which is a solution to overcome the limitations of domestic capital. The purpose of this study is to identify variables that influence foreign investment in the form of FDI in seven ASEAN countries (Singapore, Indonesia, Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, and the Philippines). The factors studied include macro variables consisting of Gross Domestic Product (GDP), Trade Openness and Inflation, institutional variables consisting of Political Stability and Absence of Violence / Terrorism, Government effectiveness, and corruption level variables measured by the Corruption Perceptions Index (CPI). The analysis method used in this research is panel data regression analysis. The results of the analysis with the best model in the form of a fixed effect model show that the variables of GDP, Trade Openness, Government Effectiveness, and Corruption Perception Index have a significant positive effect on FDI in ASEAN countries, the Inflation variable has a significant negative effect, while Political Stability and Absence of Violence of Terrorism have no effect on FDI flows in ASEAN countries. Keywords: Macroeconomic, Institutional, Corruption, FDI, ASEAN ABSTRAK Mayoritas anggota ASEAN dikategorikan sebagai negara berkembang. Salah satu tantangan paling besar yang diwaspadai oleh negara yang sedang berkembang adalah dalam hal pembangunan ekonomi. Untuk mendukung pembangunan ekonomi, diperlukan pendanaan yang substansial. Salah satu sumber pendanaanyang dapat digunakan adalah investasi dalam bentuk Foreign Direct Investment (FDI), yang merupakan solusi untuk mengatasi keterbatasan modal domestik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi variabel yang memengaruhi investasi asing dalam bentuk FDI di tujuh negara ASEAN (Singapura, Indonesia, Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, dan Filipina). Faktor-faktor yang diteliti meliputi variable makro yang terdiri dari Produk Domestik Bruto (PDB), Keterbukaan Perdagangan dan Inflasi, variabel kelembagaan yang terdiri dari Political Stability and Absence of Violence/ Terrorism, Government effectiveness, serta variabel tingkat korupsi yang diukur dengan Corruption Perceptions Index (CPI). Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi data panel. Hasil analisis dengan model terbaik berupa fixed effect model menunjukkan bahwa variabel GDP,Trade Openness, Goverment Effectiveness, dan Coruption Perception Index berpengaruh positif signifikan terhadap FDI di negara ASEAN, variabel Inflasi memiliki pengaruh negatif signifikan, sementara Political Stability and Absence Of Violence of Terrorism tidak memiliki pengaruh terhadap aliran FDI pada negara ASEAN
Indonesian Market Response to Green Investment Ainy, Rintan Nuzul; Aisa, Nabila Na'ma; Davila, Pilar Ibarrondo
Jurnal REKSA: Rekayasa Keuangan, Syariah dan Audit Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jreksa.v11i2.9108

Abstract

This research aims to determine the response of the Indonesian market to the announcement of CSR information. The Indonesian government has issued regulations regarding the implementation of CSR for companies in Indonesia. The study explores whether the Indonesian market incorporates CSR information into investment decisions. This research examines the market response to CSR information by conducting an event study on company announcements in the SRI KEHATI Index. Investments in companies listed in the SRI KEHATI Index are known as Green Investment. The market response is measured using the abnormal return value of Green Investment. The estimation window used in this research is five days before the announcement and five days after the announcement. The research results show that the Indonesian market has not fully considered CSR activities in investment decisions. Company sustainability factors such as CSR activities have not become the primary concern for Indonesian investors. This study contributes to the existing literature by providing empirical evidence on the market’s reaction to CSR announcements in Indonesia, where CSR is increasingly emphasized. By concentrating on SRI KEHATI index companies, the research offers valuable insights into the valuation of Green Investment.
Determinan Kinerja Keuangan Perusahaan Otomotif di Indonesia Irfani , Badar; Ainy, Rintan Nuzul
Journal of Business and Halal Industry Vol. 1 No. 4 (2024): June
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jbhi.v1i4.390

Abstract

Dalam konteks globalisasi, perusahaan dituntut untuk meningkatkan profesionalitas dan kualitas pengelolaan guna menghadapi persaingan yang semakin ketat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menerapkan good corporate governance (GCG) atau tata kelola perusahaan yang baik, yang semakin populer di Indonesia. Penelitian ini menganalisis peran spesifik dewan komisaris, dewan direksi, dan komite audit dalam meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan dewan komisaris independen, dewan direksi, dan komite audit yang efektif berkontribusi positif terhadap kinerja keuangan perusahaan. Selain itu, penelitian ini mengeksplorasi pengaruh struktur kepemilikan dan ukuran perusahaan terhadap kinerja keuangan. Struktur kepemilikan dan ukuran perusahaan ditemukan memiliki dampak signifikan terhadap kinerja perusahaan, dengan implikasi penting bagi perancangan struktur kepemilikan dan strategi pertumbuhan.Penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang penerapan GCG dalam industri otomotif di Indonesia, yang memiliki prospek cerah dan peran penting dalam pembangunan ekonomi nasional. Pemahaman yang lebih baik tentang GCG di sektor ini dapat membantu mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kinerja keuangan dan operasional perusahaan otomotif. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi perusahaan dalam memperkuat tata kelola mereka untuk mencapai hasil yang lebih baik.
Upgrading tata kelola keuangan melalui digitalisasi pelaporan keuangan Triani, Khoiri Indah; Ainy, Rintan Nuzul
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v5i4.21912

Abstract

SP Alumunium adalah salah satu perusahaan manufaktur yang berfokus pada pencetakan dan peleburan alumunium, serta produksi peralatan rumah tangga dan kerajinan tangan. Perusahaan ini sedang menghadapi tantangan yang signifikan terkait dengan pengelolaan keuangan yang masih dilakukan secara manual, yang mengakibatkan rendahnya efisiensi, tingginya potensi kesalahan, dan keterbatasan dalam analisis pelaporan data. Akibatnya proses pencatatan keuangan belum optimal dan memerlukan perbaikan. Untuk mengatasi permasalahan ini, tim pengabdian menyediakan solusi berupa pendampingan dalam memanfaatkan teknologi digital dan pembuatan database berbasis Microsoft Access. Metode Tindakan Partisipatif (PAR) digunakan untuk menarik partisipan untuk  bekerja sama, dimana partisipan tidak hanya menjadi sumber informasi, tetapi juga dapat kolaborasi  dalam pengelolaan penelitian tindakan Langkah dari pendampingan ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan pencatatan keuangan digital, pemberian pelatihan, dan peningkatan kemampuan mitra dalam mengelola laporan keuangan secara digital. Kegiatan ini bertujuan untuk mengatasi tantangan pengelolaan keuangan di SP Alumunium dengan memanfaatkan teknologi digital yang telah ada. Dengan memberikan pelatihan dan dukungan dalam penggunaan Microsoft Access kepada mitra SP Alumunium, diharapkan SP Alumunium dapat meningkatkan efisiensi, akurasi, dan kemampuan analisis laporan keuangan, serta mencapai pengelolaan keuangan yang lebih optimal.
Enhancing Marketing Cooperative for Disabilities Through Digitalization of Accounting Information Systems: Akselerasi Koperasi Pemasaran Difabel Melalui Digitalisasi Sistem Informasi Akuntansi Rusdianto, Rusdianto; Setiady, Tedy; Ainy, Rintan Nuzul; Sudarmini, Sudarmini; Hidayatullah, Amir; Solichul, Solichul; Iklasenina, Iklasenina; Sirait, Revina; Perdana, Anang Bima; Arifin, Agustian
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 5 (2024): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v8i5.21395

Abstract

his community service was conducted at the marketing cooperativeof Bangun Akses Kemandirian(Bank) Difabel. The Bank Difabel Cooperativeis a marketing cooperative established on June 21, 2015, by an association of people with disabilities. The motivation behind the establishment of this cooperative is to provide a platform for people with disabilities who have productive economic enterprises to expand their business access and strengthen their capital. The main activity is savings and loans, but the cooperative still faces several issues. Firstly, the savings and loan bookkeeping system and financial reports are still done manually. Secondly, there is a limitation of human resources in managing and developing the cooperative. To address this issue, the PKM team provided assistance and system development. Activities carried out include reviewing the manual financial management, recommending reporting formats, developing a cooperative information system, and training on the use of the cooperative information system. The results of the community service show that the cooperative's management feels supported by the development of the information system, which facilitates the process of recording and reporting finances.
TATA KELOLA PENDIRIAN UNIT USAHA ANGKATAN MUDA MUHAMMADIYAH BANGUNJIWO Wulaningrum, Puspita Dewi; Wardana, Linda Kusumastuti; Ainy, Rintan Nuzul
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i3.767-774

Abstract

Pengabdian ini dilatarbelakangi oleh adanya dorongan dari Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Bangunjiwo untuk memiliki kemandirian ekonomi namun terhalang oleh keterbatasan kemampuan. Tujuan dari pengabdian ini adalah memfasilitasi AMM Bangunjiwo untuk mendirikan unit usaha yang berdaya jual dan berdaya saing. Metode yang digunakan adalah dengan menganalisis kebutuhan dari aspek produksi, aspek pemasaran dan aspek manajemen usaha. Hasil dari pengabdian ini adalah terciptanya unit usaha Arena Juice dengan fokus Research and Development produk pada aspek produksi, penguatan branding pada aspek pemasaran, dan tata kelola keuangan terkomputerisasi dengan menggunakan excel pada aspek manajemen usaha.
MENJAGA PENDENGARAN DALAM MERAWAT KEHIDUPAN: PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNTUK KESEHATAN TELINGA Fakhriani, Rizka; Relawati, Ambar; Amsriza, Fadli Robby; Anggraeni, Meika Kurnia Puji Rahayu Dyah; Ainy, Rintan Nuzul
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i3.30998

Abstract

Abstrak: Gangguan pendengaran merupakan masalah kesehatan global yang signifikan, termasuk di Indonesia yang menempati peringkat keempat tertinggi di Asia Tenggara. Penumpukan serumen merupakan penyebab umum gangguan pendengaran tipe konduktif, yang sering kali dipicu oleh kebiasaan membersihkan telinga dengan cotton buds. Meskipun berisiko menimbulkan cedera, infeksi, dan gangguan pendengaran, kebiasaan ini masih banyak dilakukan oleh masyarakat. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesadaran anggota Ranting “Aisyiyah Condongcatur Barat” sebagai mitra pengabdian masyarakat tentang pentingnya perawatan telinga yang aman dan benar. Metode penelitian yang digunakan mencakup diskusi kelompok terfokus (FGD), edukasi melalui media Power Point, serta evaluasi pengetahuan peserta menggunakan 10 pertanyaan dalam pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rata-rata skor post-test lebih tinggi sebesar 0,8 poin dibandingkan pre-test. Temuan ini mengindikasikan bahwa edukasi kesehatan memiliki efektivitas dalam membentuk persepsi dan perilaku positif masyarakat terkait perawatan telinga. Program ini diharapkan dapat menjadi model edukasi promotif dan preventif yang berkelanjutan berbasis komunitas dalam upaya menjaga kesehatan telinga.Abstract: Hearing loss is a significant global health issue, with Indonesia ranking fourth highest in Southeast Asia. The habit of cleaning the ears with cotton buds often triggers earwax buildup, a common cause of conductive hearing loss. The community continues to widely practice this habit despite the risk of injury, infection, and hearing loss. The purpose of this community service activity is to increase awareness of members of the “Aisyiyah Condongcatur Barat” Branch as community service partners about the importance of safe and proper ear care. The research methods used include focus group discussion (FGD), education through PowerPoint media, and evaluation of participant knowledge using 10 questions in the pre- and post-tests. The evaluation results showed a significant increase in participants’ knowledge after the educational intervention, with post-test scores averaging 0.8 points higher than pre-test scores. These findings indicate that health education is effective in shaping positive perceptions and behaviours towards ear care. This program is expected to serve as a sustainable, community-based model for promotive and preventive ear health education.
Koneksi Politik dan Kualitas Audit: Peran Moderasi dari Manajemen Laba Vernando, Andreas; Ainy, Rintan Nuzul
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol. 5 No. 2 (2021): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/rabin.v5i2.11903

Abstract

Latar Belakang:Hasil penelitian sebelumnya terkait hubungan antara koneksi politik dan kualitas audit masih inkonklusif. Penelitian sebelumnya telah menyediakan bukti empiris bahwa perusahaan yang terkoneksi politik berhubungan negatif terhadap kualitas audit (Habib et al., 2017a; Cheng et al., 2015), tetapi studi lainnya menemukan bahwa perusahaan yang terkoneksi politik berhubungan positif terhadap kualitas audit (Armadiyanti & Iswati, 2019; Guedhami et al., 2013; Harymawan & Nowland, 2016).Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk menguji manajemen laba dalam memoderasi hubungan antara koneksi politik dan kualitas audit.Metode Penelitian:Penelitian ini menggunakan sampel sejumlah 895 observasi di seluruh perusahaan nonfinansial yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan menggunakan regresi logistik.Hasil Penelitian:Penelitian ini menemukan bahwa terdapat hubungan positif antara koneksi politik dan kualitas audit. Hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan yang terkoneksi politik memberikan sinyal positif kepada partisipan pasar bahwa perusahaan telah dikelola dengan lebih akuntabel dan transparan. Selain itu, hasil penelitian ini juga menemukan bahwa manajemen laba memoderasi hubungan koneksi politik dan kualitas audit. Ketika melakukan manajemen laba, perusahaan yang terkoneksi politik memilih auditor tidak berkualitas dalam rangka untuk menutupi praktik manajemen labanya tersebut.Keterbatasan Penelitian:Karena kesulitan untuk mengumpulkan data terkait variabel koneksi politik di laporan tahunan, penelitian ini hanya mampu melakukan observasi perusahaan nonfinansial selama 2017-2018.Keaslian/Novetly Penelitian:Penelitian ini memperluas penelitian Habib et al. (2017a) dengan menggunakan variabel manajemen laba sebagai faktor pemoderasi dan menggunakan perspektif yang berbeda dari penelitian Armadiyanti dan Iswati (2019) terkait koneksi politik diduga berhubungan positif terhadap kualitas audit.
Perusahaan Keluarga dan Manajemen Laba Vernando, Andreas; Ainy, Rintan Nuzul
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol. 6 No. 2 (2022): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/rabin.v6i2.15856

Abstract

Latar Belakang: Perusahaan-perusahaan di Asia umumnya dikendalikan oleh keluarga dan konsentrasi kepemilikan sahamnya cukup tinggi. Literatur menyediakan argumentasi yang inkonklusif terkait asosiasi antara perusahaan keluarga dan manajemen laba. Di satu sisi, entrenchment hypothesis memprediksi bahwa perusahaan keluarga menggunakan manajemen laba secara agresif. Di sisi lain, perusahaan keluarga akan menghindari manajemen laba yang dijelaskan oleh alignment hypothesis.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi manajemen laba di perusahaan keluarga.Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan manufaktur dari tahun 2017-2019 dengan sampel berjumlah 389 observasi. Variabel independen utama yaitu perusahaan keluarga. Variabel dependen yakni manajemen laba yang diukur menggunakan manajemen laba riil dan akrual. Analisis regresi OLS digunakan untuk menguji hipotesis.Hasil Penelitian: Penelitian ini menemukan bahwa manajemen laba akrual dan rill di perusahaan keluarga tidak lebih besar daripada manajemen laba akrual dan riil di perusahaan non-keluarga.Keterbatasan Penelitian: Perusahaan keluarga hanya diukur dengan menggunakan satu pengukuran.Keaslian/Novelty Penelitian: Penelitian ini mengembangkan penelitian sebelumnya yang menggunakan satu proksi manajemen laba akrual, sementara penelitian ini menggunakan proksi manajemen laba riil dan akrual untuk mendapatkan hasil yang lebih komprehensif. Selain itu, penelitian ini juga memperluas penelitian sebelumnya dengan menggunakan kepemilikan saham dari dewan komisaris dan direksi daripada menggunakan reputasi keluarga dari website corporate image reward.
Accounting Standards and ESG Disclosure: Evidence from Global Banks Annisa Fithria; Rintan Nuzul Ainy; Andreas Vernando; Nabila Na'ma Aisa; Surya Darma
InFestasi Vol 22, No 1 (2026): JUNE
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/infestasi.v22i1.33901

Abstract

This study investigates the relationship between the adoption of international accounting standards and environmental, social, and governance (ESG) disclosure in the global banking sector using a panel dataset of 576 banks from 62 countries over the period 2009–2023. The empirical results show that the adoption of international accounting standards, particularly IFRS, is positively associated with ESG disclosure among global banks. Additional analyses indicate that the effect of accounting standards is stronger for environmental and social disclosure than for governance disclosure. The results also suggest that major global events, including the Paris Agreement and the COVID-19 pandemic, are associated with increased ESG disclosure. This study contributes to the literature by providing cross-country evidence on the relationship between accounting standards and ESG disclosure in the banking sector, extending prior research that primarily focuses on single-country settings. The findings highlight the broader transparency effects of international financial reporting frameworks and provide implications for regulators and policymakers seeking to strengthen sustainability reporting and promote sustainable finance.