Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Tata Kelola Potensi Zakat, Infaq Dan Shodaqoh Di Desa Wisata Mojo Ngeposari Gunung Kidul Saputra, R. Gati Reditya; Wardana, Linda Kusumastuti
Jurnal Pengabdian Dharma Bakti VOL 3, NO 1 (2020) : FEBRUARI 2020
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jpdb.v3i1.102

Abstract

Mojo village, located in Mojo, Ngeposari, Semanu, Gunung Kidul. The distance from the city of Yogyakarta is approximately 20 km to the east. There are various types of tourism in this village, ranging from agriculture, nature tourism, cultural tourism, to handicrafts. Nature tourism is also diverse such as Goa Gesing, Goa Jlamprong, Goa Sinden, and Embung Jlamprong. However, there is one of the tourist attractions in the Mojo Tourism Village. However, it is necessary to manage governance from the potential infaq, zakat, and shodaqoh to improve the ability of the community. In terms of planning, there is no governance and transaction income that originates from the income of indigenous people because of the recording and documentation that is not optimal. The direct benefits derived from tax payments to the Government are felt to be lacking. Therefore it is necessary to conduct financial management training and management of zakat, infaq and shodaqoh management for the surrounding community so that it can be used quickly, in accordance with the budget and costs incurred during Zakat, Infaq and Shodaqoh use. By issuing good and documented zakat, infaq and shodaqoh, the manager of the Mojo hamlet will more easily get capital to develop the region's economy. The program to achieve targets and outcomes consists of two areas namely training on ZIS financial management and collection of zakat, infaq and shodaqoh for special communities in the Mojo hamlet. Each plan consists of 2 activities, namely preparation and briefing as well as implementation.Key Word: escalation of working capital, financial governance, ZIS
PELATIHAN JURNALISME WARGA SEBAGAI SARANA PENGEMBANGAN BAKAT REMAJA DALAM DUNIA DIGITAL SERTA PROMOSI PARIWISATA DESA SAMIRAN KECAMATAN SELO KABUPATEN BOYOLALI Muttaqien, Muhammad; Wardana, Linda Kusumastuti
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1289.917 KB) | DOI: 10.28989/kacanegara.v3i2.671

Abstract

Konsep pariwisata berkelanjutan mulai banyak digunakan guna mendukung perkembangan perekonomian di daerah yang memiliki potensi wisata, salah satunya dengan cara menawarkan pemandangan yang indah, yang nantinya juga akan mendatangkan perekonomian untuk masyarakat di sekitar. Desa Samiran berada di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah merupakan salah satu desa yang memiliki potensi pariwisata yang selain menawarkan keindahan panorama alam juga memiliki potensi lain seperti pertanian, homestay dan kesenian. Namun permasalahannya adalah kurangnya pemanfaatan potensi warga sebagai sumber untuk menciptakan materi promosi yang murah dan mudah. Oleh karena itu, pengabdian ini bertujuan untuk memberi pengetahuan kepada masyarakat khususnya remaja untuk bersama-sama memanfaatkan kekuatan media elektronik sebagai sarana promosi. Kegiatan yang dilakukan adalah pelatihan dan pendampingan pembuatan konten video jurnalisme warga. Pada pengabdian ini akan mengajak masyarakat Desa Samiran untuk belajar menjadi jurnalis warga, yang nantinya akan digunakan sebagai media promosi yang bisa dipublish di media social, baik Instagram, youtube, facebook dan lainnya. Metode yang digunakan melalui tiga tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.  
PENGARUH LOVE OF MONEY DAN IKLIM ETIS ORGANISASI TERHADAP MANAJEMEN LABA: STUDI EKSPERIMENTAL Wardana, Linda Kusumastuti
Jurnal REKSA: Rekayasa Keuangan, Syariah dan Audit Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/j.reksa.v5i1.156

Abstract

This study is a 2x2 experiment which aims to test the effects of love of money and the ethical climate of the organization on earnings management. This study used 64 students of Master of Accounting. The student decisions represent manager’s belief on performing earnings management when organizational ethical climate and love of money were presented. ANOVA test results indicate that the degree of love of money affects manager’s belief to perform earnings management, organizational ethical climate affects manager’s belief to perform earnings management, and the influence of love of money interact with ethical climate of organization on the manager’s belief to perform earnings management. Thus, all of hypotheses in this study are supported.
Pengolahan Air Mineral dalam Kemasan Rendah Kontaminasi Wardana, Linda Kusumastuti
Berdikari: Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks Vol 6, No 2 (2018): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/bdr.6243

Abstract

Tirta Polengan merupakan merupakan produk olahan dari sumber air murni kaki Gunung Merapi di Dusun Lembar, Desa Polengan, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah menjadi air minum dalam kemasan rendah kontaminasi. Teknologi yang digunakan untuk mengolah sumber air tersebut menjadi air minum adalah Reverse Osmosis (RO). Pelaksanaan program dibagi menjadi tiga tahapan, pertama adalah pra program, tahap pelaksanaan program, dan keberlanjutan program. Tahap pra program dirinci menjadi 4 kegiatan yaitu dimulai dengan observasi, menyiapkan alat dan bahan, membentuk kelompok usaha, dan merancang desain label serta kemasan. Tahap pelaksanaan program dirinci menjadi 7 kegiatan yaitu meliputi sosialisasi program kepada masyarakat setempat, perbaikan dan penambahan cabang saluran air, pemasangan penampungan air, pemasangan alat Reverse Osmosis (RO), uji coba produk, pelatihan produksi dan pengemasan, dan pendampingan produksi serta pengemasan. Hasil dari program ini adalah adannya pandangan baru masyarakat setempat bahwa sumber air yang selama ini tidak bernilai ekonomis dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi produk yang bernilai jual. Selain itu, timbul motivasi masyarakat setempat untuk menjalankan unit usaha bersama dalam bidang pengolahan air minum dalam kemasan rendah kontaminasi yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dalam jangka panjang. Program ini tidak hanya bermuara pada terciptanya produk, rencana lanjutan program ini adalah dengan melakukan pendampingan pemasaran produk baik secara online maupun offline dan diversifikasi produk Tirta Polengan. Kata kunci: Tirta Polengan, Reverse Osmosis, mata air pegunungan, air minum rendah kontaminasi
Menilai Kinerja Keuangan dengan Analisis Rasio Keuangan: Studi Kasus BKAD Sleman Susilawati, Desi; Wardana, Linda Kusumastuti; Rahmawati, Intan Fajar
Jati: Jurnal Akuntansi Terapan Indonesia JATI Vol 1, No 2: October 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jati.010210

Abstract

Keberhasilan dalam praktek otonomi daerah berasal dari kerja keras Pemda dalam berupaya melakukan pengelolaan keuangan sesuai dengan hukum. Masalah yang dihadapi dalam mengelola keuangan daerah adalah ketika potensi sumber daya keuangan daerah tertentu belum dimaksimalkan. Ini merupakan fakta bahwa anggaran Kabupaten Sleman masih tergantung pada pendanaan dari Pemerintah Pusat. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur independensi pemerintah daerah dalam melaksanakan otonomi daerah di Kabupaten Sleman dengan menilai kinerja keuangan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) berdasarkan Laporan Realisasi Anggaran (LRA) selama 5 tahun dari 2012-2016 dengan cara menganalisis rasio kemandirian keuangan regional, rasio efisiensi pembelian, analisis varian, tingkat desentralisasi, rasio ketergantungan keuangan regional, dan rasio cakupan layanan utang (DSC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola hubungan kemandirian pemerintah daerah dianggap belum cukup independen, tetapi tingkat efisiensi pengelolaan keuangan dinilai efisien. Tingkat desentralisasi fiskal Kabupaten Sleman dianggap cukup karena realisasi pendapatan PAD sangat efektif, namun tingkat ketergantungan keuangan daerah terhadap pemerintah pusat dianggap sangat tinggi. Salah satu faktornya adalah karena kurangnya kontribusi dari Pajak Bumi dan Bangunan Pendapatan ke PAD. Situasi ini disebabkan oleh pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan yang tidak efektif. Rasio pertumbuhan menunjukkan bahwa kemampuan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mempertahankan dan meningkatkan keberhasilan berfluktuasi. 
Pengolahan Air Mineral dalam Kemasan Rendah Kontaminasi Wardana, Linda Kusumastuti
Berdikari: Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks Vol 6, No 2 (2018): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/bdr.6243

Abstract

Tirta Polengan merupakan merupakan produk olahan dari sumber air murni kaki Gunung Merapi di Dusun Lembar, Desa Polengan, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah menjadi air minum dalam kemasan rendah kontaminasi. Teknologi yang digunakan untuk mengolah sumber air tersebut menjadi air minum adalah Reverse Osmosis (RO). Pelaksanaan program dibagi menjadi tiga tahapan, pertama adalah pra program, tahap pelaksanaan program, dan keberlanjutan program. Tahap pra program dirinci menjadi 4 kegiatan yaitu dimulai dengan observasi, menyiapkan alat dan bahan, membentuk kelompok usaha, dan merancang desain label serta kemasan. Tahap pelaksanaan program dirinci menjadi 7 kegiatan yaitu meliputi sosialisasi program kepada masyarakat setempat, perbaikan dan penambahan cabang saluran air, pemasangan penampungan air, pemasangan alat Reverse Osmosis (RO), uji coba produk, pelatihan produksi dan pengemasan, dan pendampingan produksi serta pengemasan. Hasil dari program ini adalah adannya pandangan baru masyarakat setempat bahwa sumber air yang selama ini tidak bernilai ekonomis dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi produk yang bernilai jual. Selain itu, timbul motivasi masyarakat setempat untuk menjalankan unit usaha bersama dalam bidang pengolahan air minum dalam kemasan rendah kontaminasi yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dalam jangka panjang. Program ini tidak hanya bermuara pada terciptanya produk, rencana lanjutan program ini adalah dengan melakukan pendampingan pemasaran produk baik secara online maupun offline dan diversifikasi produk Tirta Polengan. Kata kunci: Tirta Polengan, Reverse Osmosis, mata air pegunungan, air minum rendah kontaminasi
Pembuatan Desain Kemasan Ramah Lingkungan Serta Sosialisasi Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Sarana Peningkatan Perluasan Pasar Kripik Singkong Semuluh Kidul Muhammad Muttaqien; Linda Kusumastuti Wardana
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 6. Penanggulangan Bencana dan Pelestarian Lingkungan Hidup
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.405 KB) | DOI: 10.18196/ppm.26.543

Abstract

Luasnya lahan pertananian dan tanah yang cocok untuk ditanami palawija dan ubi-ubian, membuatmasyarakat Dusun Semuluh Kidul, Kecamatan Semanu, Desa Ngeposari, Kabupaten Gunungkidul,Daerah Istimewa Yogyakarta bersama-sama mengolah ubi-ubian menjadi kripik yang diberi nama “PikKong Nyai Semuluh Kidul”. Namun, produk tersebut belum dimanajemen dengan baik mulai dari logo,desain kemasan hingga tata cara penjualan dengan pemanfaatan media social. Oleh karena itu, untukmemperkuat pemasaran produk “Pik-Kong Nyai Semuluh Kidul ” program pengabdian kali ini fokuspada branding dan sosialisasi pemasaran melalui media social. Pelaksanaan dibagi menjadi 2 tahapan,pra program dan pelaksanaan program. Tahap pra program dibagi menjadi empat kegiatan yaitu,brainstroming dengan tim, observasi, mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan, membuatdesain logo dan kemasan. Tahap pelaksaan dibagi menjadi dua tahap, yaitu sosialisasi penggunaanmedia social dan branding sebagai sarana peningkatan penjualan produk, dan pelatihan pengemasanproduk. Hasil dari program ini adalah adanya desain kemasan baru yang sudah menggunakan logo dankemasan yang lebih menarik. Selain itu juga meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnyamedia sosial sebagai sarana publikasi dan pemasaran. Untuk pengabdian berikutnya direkomendasikanuntuk meneruskan penyempurnaan penggunaan kemasan yang lebih baik dalam menyerap minyak yangdihasilkan oleh olahan produk.
Peningkatan Nilai Bisnis Tanaman Hias Melalui Digital Marketing Andreani Hanjani; Linda Kusumastuti Wardana
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.638 KB) | DOI: 10.18196/ppm.41.860

Abstract

Digital marketing merupakan usaha mempromosikan produk menggunakan media digital sehingga dapat meningkatkan omzet penjualan. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah pendampingan implementasi digital marketing proses distribusi tanaman hias sehingga dapat meningkatkan penjualan. Mitra usaha program ini adalah Kios Tanaman Hias Sekar Sejati milik Bapak Purwito. Mitra menghadapi masalah mengenai bagaimana menetapkan strategi pemasaran yang tepat agar produk tanaman hias semakin dikenal karena selama ini masih menggunakan sistem konvensional yang mana dalam penjualannya menunggu konsumen datang ke kios. Metode kegiatan yang dilakukan adalah pembuatan aplikasi sesuai kebutuhan mitra menggunakan media sosial dan transfer knowledge kepada mitra dilanjutkan pada fase pendampingan, meliputi pembuatan iklan produk, upload data produk baru, dan perawatan aplikasi media sosial. Hasil pengabdian ini mitra paham mengoperasikan media sosial serta kreatif marketing sebagai promosi produk dan terpasangnya papan nama.
Penerapan Digital Marketing dan Teknologi Alat Pemintal Benang Tenun Otomatis Ramah Lingkungan pada Pengrajin Lurik Mulyo Cawas Klaten Jawa Tengah Adhianty Nurjanah; Linda Kusumastuti Wardana; Wahyudi Wahyudi; Riski Apriliani
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7 No Special-1 (2022): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v7iSpecial-1.2367

Abstract

Dusun Tegalmulyo Cawas Klaten, Central Java, is one of the centers for producing striated weaving using Non-Machine Weaving Equipment (ATBM). ATBM, owned by craftsmen, is a legacy from their predecessors and has been running for decades, including Kreasi's partner and Lurik Weaving Craftsman "Lurik Mulyo." Producing the woven fabric requires five stages and is carried out manually: dyeing and evaporation of yarn, spinning, arranging motifs, weaving, and finishing. Partners currently do not have direct customers; sales presently being made are sales through middlemen. So that if there are no middlemen who order, then the two partners will not get income, especially in conditions of the Covid-19 pandemic like this. The two partners also have no bargaining value because the middleman determines the selling price. Therefore, the expansion of the marketing area with the direct selling method through a digital marketing platform is one of the solutions offered in this program. The next problem is the inefficient and effective production process because it is done manually and can encourage high production costs. Therefore, the service team offers a solution by applying environmentally friendly automatic spinner technology by combining energy sources from solar cells and household electricity sources. The non-academic outcomes that will be achieved through this program are an increase in spinning process capacity to double, which is then patented, an increase in turnover by 50%, and an increase in direct customers by 50%.
PELATIHAN JURNALISME WARGA SEBAGAI SARANA PENGEMBANGAN BAKAT REMAJA DALAM DUNIA DIGITAL SERTA PROMOSI PARIWISATA DESA SAMIRAN KECAMATAN SELO KABUPATEN BOYOLALI Muhammad Muttaqien; Linda Kusumastuti Wardana
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Juli
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v3i2.671

Abstract

Konsep pariwisata berkelanjutan mulai banyak digunakan guna mendukung perkembangan perekonomian di daerah yang memiliki potensi wisata, salah satunya dengan cara menawarkan pemandangan yang indah, yang nantinya juga akan mendatangkan perekonomian untuk masyarakat di sekitar. Desa Samiran berada di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah merupakan salah satu desa yang memiliki potensi pariwisata yang selain menawarkan keindahan panorama alam juga memiliki potensi lain seperti pertanian, homestay dan kesenian. Namun permasalahannya adalah kurangnya pemanfaatan potensi warga sebagai sumber untuk menciptakan materi promosi yang murah dan mudah. Oleh karena itu, pengabdian ini bertujuan untuk memberi pengetahuan kepada masyarakat khususnya remaja untuk bersama-sama memanfaatkan kekuatan media elektronik sebagai sarana promosi. Kegiatan yang dilakukan adalah pelatihan dan pendampingan pembuatan konten video jurnalisme warga. Pada pengabdian ini akan mengajak masyarakat Desa Samiran untuk belajar menjadi jurnalis warga, yang nantinya akan digunakan sebagai media promosi yang bisa dipublish di media social, baik Instagram, youtube, facebook dan lainnya. Metode yang digunakan melalui tiga tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.