Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : Gunung Djati Conference Series

Sintesis Grafena Oksida (GO) dan GO/ZnO sebagai Fotokatalis untuk Mendekolorisasi Larutan Metilena Biru Eka Febrianti; Sandi Muhamad Arifin; Arief Iyustiana; Eko Prabowo Hadisantoso; Soni Setiadji
Gunung Djati Conference Series Vol. 44 (2024): Seminar Nasional (SEMNAS) Kimia Tahun 2024
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Grafena oksida (GO) dapat diaplikasikan sebagai bahan fotokatalis karena kemampuannya dalam mendekolorisasi beberapa jenis zat pewarna organik seperti metilena biru. Pada penelitian ini, GO disintesis dari grafit menggunakan prosedur modifikasi Hummer’s. Sampel GO yang dihasilkan kemudian dikompositkan dengan larutan Zn(NO3)2.6H2O 0,1 M melalui metode kopresipitasi dengan menambahkan larutan NH4OH untuk mengendapkan sampel komposit GO/ZnO. pH endapan GO/ZnO dinetralkan kemudian dikeringkan pada suhu 70ºC selama 8 jam. Sampel GO dan GO/ZnO dikarakterisasi menggunakan X-Ray Diffraction (XRD), Scanning Electron Microscope (SEM) dan Fourier Transform - Infra Red Spectroscopy (FT-IR). Hasil XRD menunjukan bahwa sampel GO dan kompositnya telah terbentuk. Namun GO yang dihasilkan masih belum murni. GO dan GO/ZnO lalu diaplikasikan sebagai fotokatalis dalam mendekolorisasi larutan metilena biru (MB) dengan penyinaran cahaya tampak dan sinar matahari. Kondisi optimum fotokatalitik sampel GO, GO/ZnO dan ZnO dapat mendekolorisasi larutan metilen biru 10 ppm dengan sinar cahaya tampak secara berturut-turut sebesar 98.15%, 97.76%, dan 90.92%, sedangkan dengan sinar matahari sebesar 99.16%, 98.35%, dan 99.01% selama 180 menit penyinaran dengan massa fotokatalis 0,05 gram.
Pengaruh Konsentrasi CaCl2 terhadap Bioplastik dari Pati Garut (Maranta Arundinacea L.) dan Karagenan Kevin Mardiansyah Bayu Ardana; Esa Sofariah; Syifa Akmalia Zahra; Gina Giftia Azmiana Delilah; Soni Setiadji
Gunung Djati Conference Series Vol. 44 (2024): Seminar Nasional (SEMNAS) Kimia Tahun 2024
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plastik digunakan dalam kehidupan sehari-hari karena dinilai murah dan praktis. Sifatnya yang sulit didegradasi oleh mikroorganisme menyebabkan plastik bertahan hingga bertahun- tahun dan akhirnya menimbulkan penimbunan sampah plastik. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dibuat plastik yang terbuat dari bahan alam yaitu bioplastik yang ramah lingkungan dan tidak menimbulkan sampah. Bahan utama yang dipilih adalah pati garut (Maranta arundinacea L.) dan karagenan. Pada penelitian ini telah dibuat bioplastik dari pati garut, karagenan, CaCl2 dan gliserol. Bioplastik ini dibuat dengan memvariasikan konsentrasi CaCl2 yaitu 1%, 2%, dan 3% (b/v). Komposit dibuat dengan mencampurkan 25 ml CaCl2, 2,670 g pati, 1,335 g karagenan, 60 ml air dan 2,5 ml gliserol diaduk dan dipanaskan pada suhu 70-80 oC selama 1 jam. Lalu komposit di cetak dan di oven pada suhu 60o C selama 12 jam membentuk lembaran plastik. Ketiga sampel memiliki kuat tarik pada nilai 6,8-6,2 MPa, elongasi pada nilai 0,041-0,043 dan derajat swelling pada nilai 23,98-28,38%. Ketiga sampel memiliki ketebalan sekitar 0,1522-0,1512 mm.
Studi Awal Pembuatan Cangkang Kapsul dari Komposit Pati Garut (Maranta Arundinacea L.) dan Karagenan Intan Siti Fatonah; Sansan Firmansyah Kadarusman; Silvianaqori Nurulaeni; Gina Giftia Azmiana Delilah; Soni Setiadji
Gunung Djati Conference Series Vol. 44 (2024): Seminar Nasional (SEMNAS) Kimia Tahun 2024
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan bahan pembungkus makanan dan obat di Indonesia terus meningkat. Salah satu bahan pembungkus obat adalah cangkang kapsul. Cangkang kapsul berbahan dasar gelatin merupakan kapsul yang banyak digunakan. Perkembangan produk halal di Indonesia terus meningkat seiring banyaknya permintaan konsumen terhadap produk halal. Pada penelitian ini cangkang kapsul keras telah dibuat menggunakan pati garut (Maranta arundinacea L.) dan karagenan sebagai bahan utama. Ikat silang CaCl2 dan pemlatis sorbitol digunakan sebagai bahan penunjang. Karagenan yang digunakan adalah karagenan semi halus dari rumput laut merah jenis Eucheuma cottonii. Komposit dibuat dengan mencampurkan pati garut dan karagenan (2:1) serta sorbitol dengan memvariasikan konsentrasi CaCl2 (1-3%) yang dilarutkan dengan air disertai pengadukan dan pemanasan hingga homogen. Kemudian komposit dicetak menyerupai cangkang kapsul keras. Karakterisasi yang dilakukan terdiri dari uji mekanik, swelling, disintegrasi, dan spektra Infra-merah. Ketiga sampel cangkang kapsul memiliki derajat swelling pada nilai 34,19-38,59%, elongasi pada nilai 0,0332-0,0369, dan kuat tarik pada nilai 1,3647-1,2095 kN/m2. Cangkang kapsul 3% CaCl2 memiliki waktu hancur 15 menit 20 detik pada suhu 37 oC.
Pembuatan Bioplastik dari Komposit Pati Garut (Maranta arundinacea L.) dan Karagenan dengan Variasi Konsentrasi Sorbitol Pipi Oktaviani; Dzikry Muhammad Nashir; Nisrina Dhia Pinasti; Gina Giftia Azmiana Delilah; Soni Setiadji
Gunung Djati Conference Series Vol. 44 (2024): Seminar Nasional (SEMNAS) Kimia Tahun 2024
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plastik yang tidak dapat dikonsumsi masih banyak digunakan sebagai pembungkus makanan. Limbah plastik tersebut sulit terurai dan menjadi permasalahan lingkungan. Jenis plastik yang dapat dikonsumsi dan dapat menjadi alternatif sebagai plastik pembungkus makanan adalah edible film. Pada penelitian ini telah dibuat bioplastik yang bersumber dari komposit pati garut (Maranta arundinacea L.) dan karagenan dengan menambahkan CaCl2 dan sorbitol. Konsentrasi sorbitol divariasikan pada rentang 2-6%. Sampel bioplastik dikarakterisasi melalui uji tarik, swelling air, ketebalan dan FTIR. Ketebalan bioplastik bertambah pada nilai 0,185-0,230 mm seiring bertambahnya konsentrasi sorbitol pada bioplastik. Nilai kuat tarik dan elastisitas menurun seiring dengan bertambahnya konsentrasi sorbitol sedangkan nilai elongasi sebaliknya. Nilai kuat tarik berada pada nilai 2,16-1,21 MPa. Elongasi bernilai 21-40% dan swelling air bernilai 24,41-33,80% berdasarkan pada meningkatnya konsentrasi sorbitol. Nilai swelling air pada ketiga bioplastik tersebut belum memenuhi syarat untuk digunakan sebagai edible film, yaitu maksimal 16,00% menurut standar mutu edible film.