Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Proses Pembuatan Es Krim Berbahan Dasar Daun Kelor Aryantha, I Wayan Debik; Sukaarnawa, I Gusti Made
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i6.811

Abstract

Es krim merupakan sebuah makanan beku yang dibuat dari produk susu seperti cream, lalu dicampur dengan perasa dan pemanis buatan ataupun alami. Peneliti ingin membuat peneliti tentang penambahan daun pada es krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kualitas ice cream berbahan dasar daun kelor agar menciptakan inovasi baru dan dapat dinikmati oleh masyarakat dengan metode deskriptif kualitatif didukung dengan uji organoleptic dengan 30 responden. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian es krim berbahan dasar daun kelor memiliki tekstur yang lembut dan aroma yang khas, warna yang menarik, dan rasa yang sangat enak. Dengan harga jual per pcs yaitu Rp. 2.500. Ice cream is a frozen food made from dairy products such as cream, then mixed with artificial or natural flavors and sweeteners. Researchers want to make researchers about adding leaves to ice cream. This research aims to find out the quality of ice cream made from Moringa leaves so that it creates new innovations and can be enjoyed by the public using a qualitative descriptive method supported by organoleptic tests with 30 respondents. Data collection techniques using interviews, observation and documentation. The research results show that ice cream made from Moringa leaves has a soft texture and distinctive aroma, attractive color and very delicious taste. With a selling price per piece of Rp. 2,500 Public interest in buying ice cream made from Moringa leaves
Pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) Dinas Pariwisata Kota Denpasar Astrama, I Made; Sukaarnawa, I Gusti Made; Darsana, I Made
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.7925

Abstract

Kualitas dan keberadaan sumber daya manusia memegang peranan penting dalam pengembangan kapasitas pariwisata suatu daerah. Kota Denpasar memiliki prospek yang menjanjikan untuk meningkatkan daya saing industri pariwisata, baik secara regional maupun nasional. Kajian ini mengkaji dan mengidentifikasi bagaimana peningkatan kualitas pengelolaan sumber daya manusia dapat memberikan dampak signifikan terhadap kualitas pariwisata daerah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi kualitatif dengan deskripsi sistematis. Objek penelitiannya adalah Aparatur Sipil Negara Dinas Pariwisata Kota Denpasar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa keberhasilan pengembangan pariwisata daerah tidak hanya bergantung pada keamanan dan stabilitas politik, anggaran daerah, kebijakan hukum atau sosialisasi dan promosi tetapi juga dipengaruhi oleh kapasitas transportasi dan penggunaan sumber daya manusia khususnya yang bekerja di sektor pariwisata.
Kualitas Pelayanan Pramusaji pada Main Dining Restaurant Saputra, I Putu Arya; Sukaarnawa, I Gusti Made
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i3.749

Abstract

Penelitian yang dilakukan di The Grand Hotel Mackinac Island Michigan ini bertujuan untuk memperdalam pengetahuan kualitas pelayanan dari seorang pramusaji serta mengetahui apakah indikator kuaitas pelayanan yakni kehandalan, jaminan, daya tahan, bukti fisik, dan jaminan telah dilaksanakan dengan baik atau tidak. Penelitian ini berjenis deskripsi kuantitatif dengan populari berasal dari pelanggan dari Main Dining The Grand Hotel Mackinac Island Michigan. Adapun sampel yang digunakan sebanyak 15 orang dan pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner ke objek penelitian. Melalui penelitian ini didapatkan hasil bahwa secara keseluruhan kualitas pelayanan di The Grand Hotel Mackinac Island Michigan, USA tergolong pada kategori sangat baik. This research, which was conducted at The Grand Hotel Mackinac Island Michigan, aims to deepen the knowledge of service quality from a waiter and to find out service quality indicators, namely reliability, guarantee, durability, physical evidence, and guarantees that have been implemented properly or not. This study is of a quantitative description type with popularity stemming from customers of Main Dining The Grand Hotel Mackinac Island Michigan. The sample used was 15 people and data collection was carried out by distributing questionnaires to the research object. Through this research, it was found that the overall quality of service at The Grand Hotel Mackinac Island Michigan, USA was in the very good category.
Proses Pembuatan Es Krim Berbahan Dasar Daun Kelor Aryantha, I Wayan Debik; Sukaarnawa, I Gusti Made
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i6.811

Abstract

Es krim merupakan sebuah makanan beku yang dibuat dari produk susu seperti cream, lalu dicampur dengan perasa dan pemanis buatan ataupun alami. Peneliti ingin membuat peneliti tentang penambahan daun pada es krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kualitas ice cream berbahan dasar daun kelor agar menciptakan inovasi baru dan dapat dinikmati oleh masyarakat dengan metode deskriptif kualitatif didukung dengan uji organoleptic dengan 30 responden. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian es krim berbahan dasar daun kelor memiliki tekstur yang lembut dan aroma yang khas, warna yang menarik, dan rasa yang sangat enak. Dengan harga jual per pcs yaitu Rp. 2.500. Ice cream is a frozen food made from dairy products such as cream, then mixed with artificial or natural flavors and sweeteners. Researchers want to make researchers about adding leaves to ice cream. This research aims to find out the quality of ice cream made from Moringa leaves so that it creates new innovations and can be enjoyed by the public using a qualitative descriptive method supported by organoleptic tests with 30 respondents. Data collection techniques using interviews, observation and documentation. The research results show that ice cream made from Moringa leaves has a soft texture and distinctive aroma, attractive color and very delicious taste. With a selling price per piece of Rp. 2,500 Public interest in buying ice cream made from Moringa leaves
Teh Berbahan Dasar Daun Sirih Cina Pratama, I Kadek Putra Jaya; Sukaarnawa, I Gusti Made
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2025
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v4i2.936

Abstract

Tujuan dari penelitian Teh Berbahan Dsar Daun Sirih Cina adalah untuk mengetahui hasil uji organoleptik dari segi rasa, warna, dan aroma, kemudian untuk mengetahui seberapa besar biaya yang diperlukan dalam pembuatan Teh Berbahan Dasar Daun Sirih Cina. Serta untuk mengetahui serta mengedukasi mengenai manfaat dari Teh Berbahan Dasar Daun Sirih Cina. Pendekatan jenis data yang digunakan adalah jenis data kuantitatif yang diuji oleh 20 paneliis dngan tes organoleptik dan analisis biaya. Hasil penelitian Teh Berbahan Dasar Daun Sirih Cina adalah enaak dari segi rasa, menariik dari segi warna, serta memiliki aroma yang haarum. Dari segi analisis biaya dalam pembuatan Teh Berbahan Dasar Daun Sirih Cina menghabiskan biaya Rp. 47.500,- untuk menghasilkan 100g bubuk daun teh siap seduh. Manfaat dari mengkonsumsi teh daun sirih cina antara lain: mengobati bisul, jerawat, radang kulit, penyakit ginjal, dan lain-lain. The purpos of the reseach on Chinese Betel Leaf Based Tea is to find out the results of organoleptic tests in terms of taste, color, and aroma, then to fiind out how much cost is neded in making Chinese Betel Leaf Based Tea. As well as to find out and educate about the benefits of Tea Made from Chinese Betel Leaves. The data type approach used was a quantitative data type tested by 20 paneliists with organoleptic tests and cost analysis. The results of research on Tea Based on Chinese Betel Leaves are deliciious in terms of taste, attractiive in termsof color, and have a fragrant aroma. In terms of cost analysis, it costs Rp. 47,500 to produce 100g of ready-to-brew tea leaf powder. The benefits of consuming Chinese betel leaf tea include: treating ulcers, acne, skin inflammation, kidney disease, and others.
Proses Pembuatan Es Krim Berbahan Dasar Daun Kelor Aryantha, I Wayan Debik; Sukaarnawa, I Gusti Made
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2025
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v4i4.958

Abstract

Es krim merupakan sebuah makanan beku yang dibuat dari produk susu seperti cream, lalu dicampur dengan perasa dan pemanis buatan ataupun alami. Peneliti ingin membuat peneliti tentang penambahan daun pada es krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kualitas ice cream berbahan dasar daun kelor agar menciptakan inovasi baru dan dapat dinikmati oleh masyarakat dengan metode deskriptif kualitatif didukung dengan uji organoleptic dengan 30 responden. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian es krim berbahan dasar daun kelor memiliki tekstur yang lembut dan aroma yang khas, warna yang menarik, dan rasa yang sangat enak. Dengan harga jual per pcs yaitu Rp. 2.500. Abstract should be written in Indonesian and English. An English abstract comes after an Indonesian abstract. Ice cream is a frozen food made from dairy products such as cream, then mixed with artificial or natural flavors and sweeteners. Researchers want to make researchers about adding leaves to ice cream. This research aims to find out the quality of ice cream made from Moringa leaves so that it creates new innovations and can be enjoyed by the public using a qualitative descriptive method supported by organoleptic tests with 30 respondents. Data collection techniques using interviews, observation and documentation. The research results show that ice cream made from Moringa leaves has a soft texture and distinctive aroma, attractive color and very delicious taste. With a selling price per piece of Rp. 2,500 Public interest in buying ice cream made from Moringa leaves
Pengaruh Pendidikan serta Pengalaman Kerja Bagi Perkembangan Karir Tenaga Kerja Candra, I Gede Ari Krisna; Sukaarnawa, I Gusti Made
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2025
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v4i4.959

Abstract

Pendidikan dan pengalaman kerja sering kali menjadi faktor utama dalam menentukan kemajuan karir bagi tenaga kerja. Sebagai contoh, ada seorang tenaga kerja yang telah bekerja sebagai daily worker selama empat tahun namun belum juga dipromosikan menjadi karyawan tetap, memperlihatkan potensi adanya korelasi antara latar belakang pendidikan serta pengalaman profesional dengan perkembangan karier. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara tingkat pendidikan serta pengalaman kerja dengan kemajuan karir karyawan di The Westin Resort Nusa Dua, baik secara bersamaan maupun secara parsial. Penelitian ini melibatkan seluruh karyawan The Westin Resort Nusa Dua sebagai populasi, dengan sampel sebanyak 85 responden yang dipilih menggunakan teori Slovin. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan meliputi pengujian validitas dan reliabilitas, regresi linier berganda, analisis determinasi, serta pengujian hipotesis melalui uji F dan T. Analisis data mengungkapkan bentuk persamaan regresi Y= 7,037+0,438X1+0,271X2 + 1,414. Berdasarkan penelitian ini, Pengujian hipotesis mengungkapkan adanya korelasi positif dan signifikan antara tingkat pendidikan serta pengalaman kerja dengan perkembangan karier tenaga kerja. Koefisien determinasi sebesar 0,608 menunjukkan bahwa 60,8% kemajuan karir dipengaruhi oleh pendidikan serta pengalaman kerja, sementara 39,2% Dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dianalisis dalam studi ini. Pihak manajemen dianjurkan untuk memperhatikan tingkat pendidikan dan pengalaman kerja saat mengembangkan karier tenaga kerja. Education and work experience are often the main factors in determining career advancement for workers. For example, there is a worker who has worked as a daily worker for four years but has not yet been promoted to permanent employee, showing the potential for a correlation between educational background and professional experience and career development. The aim of this research is to identify the relationship between education level and work experience and employee career progress at The Westin Resort Nusa Dua, both simultaneously and partially. This research involved all employees of The Westin Resort Nusa Dua as a population, with a sample of 85 respondents selected using Slovin's theory. Data collection was carried out by distributing questionnaires. The data analysis techniques used include validity and reliability testing, multiple linear regression, determination analysis, and hypothesis testing via F and T tests. Data analysis reveals the form of the regression equation Y= 7.037+0.438X1+0.271X2 + 1.414. Based on this research, hypothesis testing revealed a positive and significant correlation between the level of education and work experience and the career development of the workforce. The coefficient of determination of 0.608 shows that 60.8% of career progress is influenced by education and work experience, while 39.2% is influenced by other variables not analyzed in this study. Management is advised to pay attention to the level of education and work experience when developing workforce careers.
Penerapan Standar Operasional Prosedur dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan di Café Acme Canggu Purwadi , I Gusti Ngurah Agung Krisna Purwadi; Sukaarnawa, I Gusti Made
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 4 No. 8 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2025
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v4i8.1093

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan standar operasional prosedur (SOP) dalam meningkatkan kualitas pelayanan di Café Acme Canggu. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi, penelitian ini mengungkap bahwa meskipun SOP telah disusun secara sistematis dan disosialisasikan kepada seluruh staf, pelaksanaannya di lapangan belum berjalan secara optimal. Salah satu pelanggaran yang ditemukan adalah tidak digunakannya sarung tangan (hand gloves) saat meracik minuman seperti jus dan smoothies, yang mencerminkan ketidakkonsistenan dalam penerapan prosedur kebersihan. Kesenjangan antara standar dan praktik ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti beban kerja tinggi saat jam sibuk, kurangnya pelatihan lanjutan, dan lemahnya pengawasan langsung. Temuan ini menegaskan pentingnya pelatihan formal yang berkelanjutan, penguatan supervisi, serta pembiasaan budaya kerja berbasis SOP guna memastikan pelayanan yang higienis, profesional, dan konsisten. This study aims to evaluate the implementation of standard operating procedures (SOPs) in improving service quality at Café Acme Canggu. Using a qualitative approach with data collection techniques such as interviews, observations, and documentation, this study reveals that although SOPs have been systematically developed and disseminated to all staff, their implementation in the field has not been optimal. One of the violations identified was the failure to use gloves when preparing beverages such as juices and smoothies, reflecting inconsistency in the implementation of hygiene procedures. The gap between standards and practices is influenced by several factors, including high workloads during peak hours, insufficient ongoing training, and weak direct supervision. These findings underscore the importance of ongoing formal training, strengthened supervision, and the cultivation of a SOP-based work culture to ensure hygienic, professional, and consistent service.