Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Mitigasi Bencana dan Business Continuity Plan (BCP) di Desa Wisata Kayupuring Kabupaten Pekalongan Kurniawan, Turkhamun Adi; Imron, Ali; Ariyanti, Rizka
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Mengabdi Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Mengabdi (JimawAbdi)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jmab.v5i3.54663

Abstract

Desa Wisata Kayupuring merupakan destinasi unggulan di Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, dengan potensi wisata alam berupa pegunungan, air terjun, dan hutan pinus. Wilayah ini memiliki risiko tinggi terhadap bencana tanah longsor, banjir, dan gempa bumi yang dapat mengganggu kegiatan wisata. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan mitigasi bencana dan Business Continuity Plan (BCP) dilaksanakan pada 23 Oktober 2025 di Kayu Coffee, Desa Wisata Kayupuring, oleh tim mahasiswa ITSNU Pekalongan bekerja sama dengan BPBD dan Dinas Pariwisata Kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana serta menyusun BCP untuk keberlanjutan usaha pariwisata. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, simulasi evakuasi, dan pendampingan penyusunan BCP. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta, terbentuknya Tim Relawan Desa Tangguh Bencana, dan tersusunnya draft BCP Desa Wisata Kayupuring. Selain itu, diperkenalkan aplikasi WISME-4 untuk mendukung digitalisasi manajemen wisata. Kegiatan ini memberikan kontribusi pada penguatan ketahanan desa wisata berbasis mitigasi dan inovasi digital
Pemberdayaan UMKM Cluster Batik Kabupaten Pekalongan Melalui Penerapan Ekosistem Pemasaran Digital untuk Peningkatan Daya Saing Ariyanti, Rizka; Imron, Ali; Notoatmojo, Iqbal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Mengabdi Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Mengabdi (JimawAbdi)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jmab.v5i3.58461

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan pelaku UMKM melalui penerapan ekosistem pemasaran digital yang terintegrasi guna meningkatkan daya saing usaha. Metode pelaksanaan menggunakan model training, mentoring–monitoring dengan 25 pelaku UMKM cluster batik sebagai peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan literasi dan keterampilan digital, yang tercermin dari kenaikan transaksi digital sebesar 22% dalam dua minggu pascapelatihan serta peningkatan frekuensi unggahan konten promosi sebesar 40% dibandingkan sebelum kegiatan. Selain itu, 100% peserta berhasil memiliki akun media sosial bisnis dan 76% peserta aktif mengelola etalase produk pada marketplace. Program ini berhasil membangun fondasi ekosistem pemasaran digital yang berkelanjutan dan meningkatkan daya saing UMKM.
Optimalisasi Penggunaan E Commerce untuk Mempeluas Pangsa Pasar pada UMKM Makanan Olahan Ali Imron; M. Iqbal Notoatmojo; Rizka Ariyanti
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2025): Mei-Agustus "The Role of Community Service in Increasing Children's Educational
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/rnd8hb30

Abstract

This community service program aims to enhance the capacity of micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in the processed food sector in Pekalongan Regency to utilize e-commerce as a strategy to expand their market reach. The main issues identified include low digital literacy and suboptimal use of digital platforms for product marketing. Through an action-based learning approach, the program was implemented through structured training and mentoring activities focused on social media utilization, marketplace registration, and the creation of digital promotional content. The results indicate an improvement in participants’ skills in managing social media accounts, registering on marketplaces, and producing engaging promotional materials. The long-term outcomes of the program include increased sales volume, higher income, and sustainable digital business practices among MSMEs. Additionally, the program produced scientific publications, video documentation, and a replicable training module. This community service initiative contributes to strengthening the competitiveness of MSMEs in the digital economy era.  
MODEL KEPUTUSAN KONSUMEN ATAS PRODUK BERKELANJUTAN: PENGARUH GREEN MARKETING, GREEN BRAND IMAGE, DAN GREEN TRUST TERHADAP GREEN PURCHASE INTENTION PADA UMKM BATIK DI PEKALONGAN Ali Imron; Rizka Ariyanti; M. Iqbal Notoatmojo
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 2 (2026): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/h8hby968

Abstract

Penelitian ini menguji model keputusan konsumen atas produk berkelanjutan pada UMKM batik di Pekalongan dengan menempatkan green marketing dan green brand image sebagai anteseden green purchase intention dan green trust sebagai variabel mediasi. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif eksplanatori dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur kepada konsumen UMKM batik di Kabupaten dan Kota Pekalongan pada Desember 2025–Januari 2026 dan dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics 24. Hasil uji instrumen menunjukkan bahwa seluruh indikator valid dan reliabel dengan korelasi item-total di atas 0,1966 dan Cronbach’s alpha antara 0,796–0,833. Model struktural memiliki daya jelaskan tinggi dengan adjusted R square 0,786 untuk green brand image, 0,818 untuk green trust, dan 0,863 untuk green purchase intention. Secara empiris, green marketing dan green brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap green trust dan green purchase intention, sementara green trust memberikan pengaruh terbesar terhadap green purchase intention dan secara signifikan memediasi pengaruh green marketing serta green brand image.
Model Literasi Keuangan–Business Saving sebagai Dasar Penyusunan Blueprint Intervensi Digital UMKM Efriyani Sumastuti; C. Tri Widiastuti; Ika Indriasari; Antono Herry Purnomo Adhi; Ali Imron; Rizka Ariyanti
Solusi Vol. 24 No. 2 (2026): April
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v24i2.14105

Abstract

UMKM sering menghadapi keterbatasan pengelolaan arus kas, pencatatan keuangan, dan kesiapan adopsi digital, sehingga rentan terhadap guncangan dan penurunan keberlanjutan usaha. Studi ini penting dilakukan karena intervensi yang dirancang perlu berbasis bukti mengenai mekanisme yang paling berpengaruh, agar program peningkatan literasi dan digitalisasi  dapat dioperasionalkan secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji model literasi keuangan–business saving sebagai dasar penyusunan blueprint intervensi digital UMKM. Data penelitian berupa data primer yang diperoleh dari pelaku UMKM melalui survei kuesioner. Literasi keuangan diukur melalui kemampuan memisahkan keuangan pribadi dan usaha, melakukan pencatatan transaksi, merencanakan arus kas, menyusun anggaran, serta memahami pemanfaatan produk keuangan manual maupun digital. Business saving merepresentasikan kebiasaan menyisihkan dana usaha, pembentukan dana cadangan, penetapan target jumlah yang ditabung, aturan penggunaan, dan orientasi reinvestasi. Adopsi digital keuangan mengukur penggunaan pembayaran dan transfer digital serta pencatatan digital sederhana dalam aktivitas usaha. Keberlanjutan usaha menggambarkan ketahanan terhadap guncangan, stabilitas operasional, kemampuan adaptasi, serta orientasi keberlanjutan. Analisis dilakukan menggunakan PLS-SEM untuk menguji pengaruh langsung maupun tidak langsung antar konstruk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berperan penting dalam mendorong business saving dan memperkuat keberlanjutan usaha, dan business saving menjadi jalur mediasi utama bagaimana literasi keuangan dapat meningkatkan ketahanan usaha. Adopsi digital keuangan tidak selalu berkorelasi positif terhadap keberlanjutan, sehingga penerapan aspek digital perlu mempertimbangkan kesiapan dan konteks operasional UMKM. Temuan ini menegaskan bahwa blueprint intervensi sebaiknya memprioritaskan literasi keuangan terapan dan pembentukan tabungan usaha, sedangkan komponen digital diposisikan sebagai enabler sederhana untuk monitoring dan pencatatan agar tidak menambah beban kompleksitas serta biaya bagi UMKM.
Peningkatan Digitalisasi Branding dan Akses Permodalan untuk Mendorong UMKM Naik Kelas melalui Pendampingan Terintegrasi di Kabupaten Pekalongan Rizka Ariyanti; M. Iqbal Notoatmojo; Ali Imron
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Agustus: NUSANTARA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/nusantara.v6i3.10138

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a vital role in national economic development. However, many still face challenges in digital branding and access to formal financing. This community engagement program aimed to enhance the capacity of MSMEs through digital branding training, social media optimization, marketplace strengthening, financial literacy improvement, and assistance in accessing business financing. The program adopted a Participatory Action Research (PAR) approach, consisting of needs assessment, training, implementation assistance, monitoring, and evaluation. It was conducted over a four-month period involving culinary-sector MSMEs in Pekalongan Regency, Indonesia. The results demonstrated significant improvements in participants' ability to develop brand identities, manage business social media accounts, prepare simple financial statements, and understand the procedures for applying for the People's Business Credit (Kredit Usaha Rakyat/KUR) program. The program also produced several tangible outputs, including active social media business accounts, digital promotional content, simplified financial reports, and financing application documents. The findings indicate that an integrated approach combining digital branding and financial literacy effectively enhances MSMEs' readiness to become more professional, competitive, and financially sustainable.