Erwin G. Kristanto
Department of Forensic and Medicolegal Science, Faculty of Medicine, University of Sam Ratulangi, Manado

Published : 30 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : e-CliniC

Angka Kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga di Kota Manado Tahun 2018-2019 Tumewu, Rebennia; Tomuka, Djemi; Kristanto, Erwin G.
e-CliniC Vol 9, No 1 (2021): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v9i1.31704

Abstract

Abstract: Domestic violence is universal and can occur regardless of age, profession, economic level or education of the victims. According to World Health Organization, 1 in 3 women in the world had experienced physical or sexual violence. In addition, according to the British Crime Survey, 1/3 of victims of domestic violence were male. This study was aimed to obtain the number of domestic violence cases in Manado during 2018-2019. This was a retrospective and descriptive study with a cross-sectional design using secondary data of domestic violence case reports at Polresta Manado regarding domestic violence in Manado 2018-2019. The results showed that there were 111 cases of domestic violence in 2018-2019 in Manado. Most cases occurred at Sario District (14 cases; 13%) dominated by physical violence (78 cases; 70%), committed by male perpetrators (101 cases; 91%), husbands of the victims (101 cases; 91%), and age group of 15-24 years (43 cases; 39%). In conclusion, there was a fluctuation in the number of domestic violence cases; an increase of 51.3% comparing to the number of cases in 2012-2013 and a decrease of 27.4% comparing to the number of cases in 2015-2016.Keywords: domestic violence Abstrak: Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan hal yang universal dan dapat terjadi tanpa memandang usia, profesi, tingkat ekonomi, maupun pendidikan dari korban. Menurut data WHO (World Health Organization), 1 dari 3 perempuan di dunia pernah mengalami kekerasan fisik maupun seksual. Selain itu, menurut British Crime Survey, 1/3 korban KDRT ialah laki-laki.  Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan angka kasus KDRT di Kota Manado tahun 2018-2019. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif dengan desain potong lintang. Data sekunder yaitu laporan kasus KDRT di Polresta Manado mengenai KDRT di Kota Manado pada tahun 2018-2019. Hasil penelitian mendapatkan, kasus KDRT pada tahun 2018-2019 di Kota Manado berjumlah 111 kasus, paling banyak terjadi di Kecamatan Sario (14 kasus; 13%), didominasi oleh jenis kekerasan fisik (78 kasus; 70%), pelaku berjenis kelamin laki-laki (101 kasus; 91%), yang merupakan suami korban (101 kasus; 91%), dan paling sering dialami oleh kelompok usia 15-24 tahun (43 kasus; 39%). Simpulan penelitian ini ialah terdapat fluktuasi angka kasus KDRT dibandingkan jumlah kasus pada tahun 2012-2013 yaitu terjadi peningkatan sebanyak 51,3% dan terjadi penurunan 27,4% bila dibandingkan dengan jumlah kasus pada tahun 2015-2016.Kata kunci: kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)
Gambaran Hasil Autopsi di RS Bhayangkara Tingkat III Manado Periode Januari 2020 - Desember 2022 Setiawan, Dwipania P.; Siwu, James F.; Kristanto, Erwin G.
e-CliniC Vol. 12 No. 3 (2024): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v12i3.53427

Abstract

Abstract: The rise in cases of natural or unnatural deaths in Manado has led to suspicions about the cause of death; therefore, the police will ask for help from forensic doctors to carry out autopsies. This study aimed to obtain the autopsy description, especially at Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Manado for the period of January 2020 - December 2022. This was a retrospective and descriptive study using data from the visum et repertum results. The results showed that there were 97 autopsy cases; 21 of which were excluded. The most frequent cases were in 2021 and 2022, namely 28 cases (36.84%). Most cases were male (89.47%). The largest age group was early adulthood (26-35 years) (28.95%). The most common cause of death was unnatural death (92.1%), with sharp violent death cases (92.1%). For natural deaths, cardiovascular disease and lung disease were the highest (each of 50%). In conclusion, autopsies are often performed on men in early adulthood (26-35 years), with unnatural deaths in cases of sharp violence, while the most common natural deaths are cardiovascular and lung diseases. Keywords: autopsy; cause of death; sharp violence; cardiovascular disease; lung disease    Abstrak: Maraknya kasus kematian wajar atau tidak wajar di Manado menyebabkan munculnya kecurigaan tentang sebab kematian sehingga dari pihak kepolisian akan meminta bantuan ahli dokter forensik untuk dilakukan autopsi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran autopsi terutama di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Manado periode Januari 2020 – Desember 2022. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif menggunakan data hasil visum et repertum. Hasil penelitian mendapatkan 97 kasus yang di autopsi; 21 di antaranya dieksklusi. Kasus terbanyak pada tahun 2021 dan 2022 yaitu 28 kasus (36,84%). Sebagian besar kasus berjenis kelamin laki-laki (89,47%). Kelompok usia terbanyak yaitu dewasa awal (26-35 tahun) (28,95%). Penyebab kematian  terbanyak ialah kematian tidak wajar (92,1%), dengan kasus kematian kekerasan tajam (92,1%). Untuk kematian wajar didapatkan penyakit kardiovaskuler dan penyakit paru yang terbanyak (masing-masing 50%). Simpulan penelitian ini ialah autopsi yang sering dilakukan pada jenis kelamin laki-laki, usia dewasa awal (26-35 tahun), dengan kematian tidak wajar kasus kekerasan tajam, sedangkan pada kematian wajar penyebabnya ialah penyakit kardiovaskuler dan penyakit paru yang terbanyak. Kata kunci: autopsi; sebab kematian; kekerasan tajam; penyakit kardiovaskuler; penyakit paru
Profil Kasus Kematian Mendadak di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado pada Tahun 2022-2024 Tindaon, Yohana D. E.; Kristanto, Erwin G.; Siwu, James F.
e-CliniC Vol. 14 No. 1 (2026): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v14i1.65530

Abstract

Abstract: Although sudden natural unexpected death is still common in Indonesia, data on sudden natural unexpected death are very limited. This study aimed to determine the profile of sudden natural unexpected death cases at Prof. Dr. R. D. Kandou Manado General Hospital in 2022-2024. This was a retrospective and descriptive study with a cross-sectional design, using secondary data from the medical records of Prof. Dr. R. D. Kandou Manado General Hospital. The results showed that between 2022 and 2024, there were 878 cases of sudden natural unexpected death at Prof. Dr. R. D. Kandou General Hospital in Manado that met the inclusion criteria. Year 2023 had the highest number of cases (331 cases). The highest number of cases was male, with 516 cases. Adults were the largest age group, with 420 cases, and most sudden natural unexpected deaths were caused by respiratory disorders or abnormalities, with 411 cases. In conclusion, the majority of sudden natural unexpected death cases at Prof. Dr. R. D. Kandou Manado General Hospital during 2022-2024 were males, within the adult age group, and had respiratory system disorders as the most common cause. Keywords: death; sudden natural unexpected death; cause of death     Abstrak: Kematian mendadak masih banyak terjadi di Indonesia akan tetapi data mengenai kematian mendadak masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kasus kematian mendadak di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado pada tahun 2022-2024. Metode penelitian yang digunakan ialah deskriptif retrospektif dengan desain potong lintang dan menggunakan data sekunder yang berasal dari rekam medis RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Hasil penelitian mendapatkan 878 kasus kematian mendadak di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado pada tahun 2022 sampai tahun 2024 yang memenuhi kriteria inklusi. Tahun 2023 merupakan tahun terbanyak dengan jumlah 331 kasus. Jenis kelamin terbanyak merupakan jenis kelamin laki-laki dengan jumlah 516 kasus. Kelompok usia dewasa merupakan kelompok usia terbanyak dengan jumlah 420 kasus, dan kematian mendadak paling banyak disebabkan oleh gangguan atau kelainan dari sistem respirasi dengan 411 kasus. Simpulan penelitian ini ialah jumlah kasus kematian mendadak di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado selama tahun 2022-2024 terbanyak terjadi pada jenis kelamin laki-laki, kelompok usia dewasa, dan dengan penyebab oleh gangguan atau kelainan sistem respirasi. Kata kunci: kematian; kematian mendadak; penyebab kematian