Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Matriks Teknik Sipil

ANALISIS DAKTILITAS TEXTILE REINFORCED CONCRETE (TRC) DENGAN PERKUATAN SERAT CANTULA (AGAVE CANTULA ROXB) Kristiawan, Stefanus Adi; Purwanto, Edy; Fathurahman, Irfan
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (785.722 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v8i1.41525

Abstract

Beton merupakan salah satu bahan konstruksi yang paling umum digunakan saat ini. Beton memiliki beberapa kerugian seperti kuat tarik yang rendah, perawatan beton segar yang cukup sulit dan bersifat getas. Sifat getas pada beton inilah yang harus ditanggulangi dengan penambahan tulangan untuk memberikan kekuatan dan daktilitas yang diperlukan beton untuk menopang beban struktur dan salah satu jalan keluarnya adalah menggunakan TRC. Textile reinforced concrete (TRC) adalah beton yang mengganti tulangan dengan suatu serat, serat yang digunakan adalah serat alami. Kelebihan yang dimiliki oleh serat cantula itu sendiri diantaranya yaitu harga murah, dapat diuraikan oleh alam, mudah di dapat (producible), kuat, ringan dan kemampuan mekanik yang tinggi (Kurniawan Indra P, Wijang Wisnu Raharjo, 2015). TRC diaplikasikan sebagai confinement concrete pada silinder beton untuk mengetahui pengaruh anyaman serat cantula dengan berbagai variasi pada kuat tekan beton. Textile Reinforced Concrete (TRC) pada penelitian ini terdiri dari matriks berupa silinder beton dengan dimensi diameter dan tinggi sebesar 75 mm dan 150 mm. Reinforcement berupa anyaman serat cantula yang direkatkan dengan Polymer Modified Mortar kemudian dikekangkan pada beton. Anyaman serat cantula memiliki variasi arah penulangan aksial sesuai dengan dimensi 10 mm x 10 mm, 10 mm x 15 mm, 10 mm x 20 mm, 15 mm x 10 mm, 20 mm x 10 mm. Variasi anyaman tersebut digunakan untuk mengetahui nilai daktilitas dan serapan energi dalam hal ini toughness. Pengujian pada TRC dilakukan pada umur 28 hari. Hasil penelitian penggunaan serat cantula yang dianyam untuk perkuatan meningkatkan nilai daktilitas dari beton normal. Peningkatan nilai daktilitas dalam % dari nilai terendah berturut-turut: TRC-100, TRC-150, TRC-002, TRC-200 dan TRC-051 adalah berturut-turut: 26,79%; 30%; 30,42%; 31,09% dan 37,06%. Nilai Toughness mengalami peningkatan dalam % dari nilai terendah berturut-turut: TRC-002, TRC-100, TRC-051, TRC-200 dan TRC-150 adalah berturut-turut: 24,1%; 28,7%; 39,2%; 40,2% dan 41,1%. Hal ini menunjukkan bahwa pengekangan anyaman serat cantula memberi pengaruh yang cukup signifikan membuat beton lebih daktail dan persebaran energinya meningkat.
Pengaruh Konsentrasi Klorida Terhadap Laju Penetrasi Ion Klorida Ke Dalam Beton High Volume Fly Ash-Self Compacting Concrete (HVFA-SCC) Hardianti, Hilda; Kristiawan, Stefanus Adi; Wibowo, Wibowo
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.747 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36727

Abstract

Bangunan yang berada pada wilayah perairan terutama laut sangat rentan terkena korosi akibat lingkungan air yang asam. Hal tersebut mempengaruhi umur layan struktur bangunan baik dari segi fungsi maupun kemampuannya dalam memenuhi layanan. Berdasarkan latar belakang tersebut,tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui laju penetrasi ion klorida pada beton HVFA-SCC. Pada penelitian ini didasarkan pada rumus Hukum Ficks kedua dan menggunakan metode eksperimental dengan membuat 5 benda uji dengan ukuran 20 x 20 x 10 cm. Dari 5 benda uji, 4 benda uji digenangi larutan klorida 1%-4% dan 1 benda uji tidak digenangi larutan klorida. Metode yang digunakan dalam pengujian penetrasi ion klorida didasarkan pada standar AASHTO T 259, ASTM 1556 dan Uji X-Ray Fluoresensi (XRF). Hasil dari pengujian tersebut bertujuan untuk mendapatkan parameter yang mempengaruhi penetrasi klorida ke dalam beton pada tahap inisiasi korosi, yaitu koefisien difusi (D), konsentrasi klorida di permukaan beton (Cs) dan pengaruh waktu terhadap umur layan tahap inisiasi. Dengan parameter tersebut dapat digunakan untuk menentukan umur layan dengan batasan nilai klorida kritis (Ccr) dan tebal selimut beton. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi klorida lingkungan 2% adalah yang paling kritis menyerang pada beton. Jika beton terus berada pada lingkungan asam, akan semakin tinggi kandungan klorida dalam beton. Umur layan beton pada klorida lingkungan 1%-4% terhadap ketebalan selimut beton 5 cm diprediksi sampai umur 37 tahun. Prediksi ketebalan selimut beton pada klorida lingkungan 1%-4% terhadap umur layan 50 tahun sebesar 6 cm.
Kajian Uji Geser Murni Beton HVFA Memadat Sendiri teradap Beton Normal Pambudi, Cahyo Dwi; Budi, Agus Setiya; Kristiawan, Stefanus Adi
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 4 (2019): DESEMBER
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.415 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v7i4.38488

Abstract

Fly ash merupakan limbah pembakaran batu bara yang memiliki kandungan kimia berupa silika dan alumina mencapai 80%. Senyawa tersebut bereaksi dengan Ca(OH)2 hasil proses hidrasi semen dan membentuk C3S2H3 atau tubermorite yang dapat menambah kekuatan beton. Fly ash sebagai subtituen semen sering digunakan dalam jumlah besar (>50%). Untuk mengatasi permasalahan terbentuknya rongga pada beton bertulang, konsep HVFAC dipadukan dengan Self Compacting Concrete (SCC). Penggunaan fly ash sebagai pengganti sebagian semen dalam campuran Self Compacting Concrete dengan kadar lebih dari 50% disebut High Volume Fly Ash Self Compacting Concrete (HVFA SCC). Penelitian ini mengkaji pengaruh persentase fly ash terhadap kuat geser pada beton HVFA-SCC. Pada penelitian ini menggunakan 2 variasi kadar fly ash pada beton HVFA-SCC yaitu 50% dan 60% serta beton normal sebagai pembanding. Benda uji kuat geser beton berbentuk balok dobel L (200mm x 100mm x 360mm). Sampel tersebut diseragamkan berdasarkan mutu yaitu 30 Mpa. Kemudian dilakukan pengujian menggunakan Universal Testing Machine dan LVDT untuk mengetahui lendutan arah vertikal yang dialami oleh benda uji. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa pada balok dobel L HVFA-SCC memiliki kuat geser yang lebih besar dari pada beton normal.
KAPASITAS LENTUR BALOK BETON BERTULANG HIGH VOLUME FLY ASH SELF COMPACTING CONCRETE (HVFA-SCC) USIA 28 HARI. Sugianto, Putut; Budi, Agus Setiya; Kristiawan, Stefanus Adi
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 4 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.928 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v6i4.36539

Abstract

Fly ash merupakan limbah pembakaran batu bara yang memiliki kandungan kimia berupa silika dan alumina mencapai 80%. Senyawa tersebut bereaksi dengan Ca(OH)2 hasil proses hidrasi semen dan membentuk C3S2H3 atau tubermorite yang dapat menambah kekuatan beton. Penggunaan fly ash dalam jumlah besar yaitu 50% subtitusi semen dan penambahan superplastictizer mampu menghasilkan struktur beton yang daktail dan dapan mengalir sendiri atau disebut High Volume Fly Ash – Self Compacting Concrete (HVFA-SCC). Pada pengaplikasiannya dapat digunakan juga untuk pembuatan balok beton bertulan. Penelitian ini mengkaji perilaku lentur balok dengan penambahan 50% flay ash pada balok beton bertulang dan dibandingkan dengan lentur balok beton normal. Metode yang digunakan adalah eksperimen dimana digunakan 3 balok beton bertulang HVFA-SCC dan 3 balok beton bertulang normal dengan dimensi panjan 2000 mm, lebar 150 mm, dan tinggi 300 mm. Sampel tersebut diseragamkan berdasarkan mutu yaitu 40 MPa. Pengujian beton segar HVFA-SCC dilakukan dengan 3 metode yaitu : flow table test, L-box test, dan V-funnel test. Sedangkan pada beton normal dilakukan pengujian slump. Sedangakan untuk pengujian balok menggunakan alat loading frame yang akan dibebani dengan 2 buah titik pembebanan pada 1/3 untuk mencari kuat lentur balok tersebut. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa pada balok beton bertulang HVFA-SCC memiliki lendutan yang lebih besar dari pada balok beton bertulang normal akan tetapi balok beton bertulang normal dapat menerima beban yang lebih besar dari pada balok beton bertulang HVFA-SCC. Pada nilaki daktilitas balok beton bertulang HVFA-SCC memiliki nilai yang lebih besar dari balok beton bertulang normal yaitu 10,95 untuk balok HVFA-SCC dan 10,76 untuk balok normal.
UJi Balok Beton Bertulang Memadat Sendiri High Volume Fly Ash 50% tanpa Sengkang Kristiawan, Stefanus Adi; Budi, Agus Setiya; Sri Kartika, Agelia Gita
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 3 (2020): September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v8i3.45551

Abstract

ABSTRAKDalam pengembangan industri beton memadat sendiri (Self Compacting Concrete), pemanfaatan fly ash dalam skala besar pada campuran material pembentuk beton sebagai bahan pengganti semen memiliki beberapa dampak yang menguntungkan. Fly ash memiliki butiran yang lebih halus dibandingkan dengan semen sehingga dapat mengisi rongga-rongga di antara butiran campuran beton. Selain itu, Fly ash memiliki kandungan Oksida Silika (SiO2) yang dapat bereaksi dengan kandungan Kalsium Hidroksida Ca(OH)2 dari produksi hidrasi reaksi semen dengan air, dan menghasilkan senyawa C-S-H yang dapat membangun kekuatan beton. Hal ini mendorong penelitian mengenai pengaruh substitusi parsial semen dengan fly ash terhadap kapasitas geser balok beton bertulang. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode eksperimental menggunakan 3 balok beton bertulang High Volume Fly Ash – Self Compacting Concrete dengan kadar substitusi fly ash terhadap semen sebesar 50% dan 3 balok beton bertulang normal yang masing-masing memiliki dimensi penampang sebesar 18,5 cm x 15 cm, dan memiliki panjang 130 cm. Pengujian kapasitas geser dilaksanakan dengan memberi beban terhadap benda uji hingga mencapai keruntuhan geser. Hasil pengujian tersebut kemudian diteliti kembali untuk dianalisis mengenai pengaruh beban terhadap lendutan. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahawa balok beton bertulang High Volume Fly Ash – Self Compacting Concrete memiliki lendutan yang lebih besar pada setiap kenaikan pembebanan.Kata Kunci : fly ash, hvfa-scc, kapasitas geser.
Kajian Kuat Tekan Beton HVFA Kadar 60% Memadat Sendiri Terhadap Beton Normal Dengan Kekangan Teflon-Grease Andrianing, Silvia Sabela; Budi, Agus Setiya; Kristiawan, Stefanus Adi
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 4 (2019): DESEMBER
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v7i4.38483

Abstract

Produksi semen yang semakin meningkat turut berkontribusi dalam pencemaran CO2. Oleh karena itu perlu ada kajian untuk meneliti bahan lain pengganti semen yang lebih ramah lingkungan, salah satu bahan yang berpotensi adalah fly ash. Fly ash adalah limbah pembakaran batu bara yang mengandung silica dan alumina mencapai 80% dan bersifat pozzolan. Sebagai subituen semen, penggunaan fly ash dengan kadar tinggi (>50%) disebut dengan High Volume Fly Ash Concrete (HVFAC). Pada penelitian ini akan dikaji tentang pengaruh kadar fly ash 60% pada beton HVFA-SCC terhadap karakteristik beton yang dihasilkan. Pada pegujian ditambahkan kekangan teflon dan grease dengan tujuan untuk mereduksi friksi yang terjadi antara plat mesin uji dengan permukaan benda uji. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Sampel yang digunakan adalah HVFA-SCC kadar 60% dan beton normal sebagai pembanding. Benda uji berbentuk silinder dengan ukuran 150 mm x 300 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kuat tekan HVFA-SCC 60% masih lebih kecil dibandingkan dengan beton normal. Rata-rata kuat tekan HVFA-SCC 60% sebesar 21,871 Mpa sedangkan beton normal sebesar 24,070 Mpa. Penambahan restraint teflon dan grease menghasilkan keruntuhan yang merata pada benda uji.
ANALISIS MODULUS ELASTISITAS DAN KUAT TARIK PADA POLYMER MODIFIED MORTAR (PMM) DENGAN PENAMBAHAN SERAT CANTULA (AGAVE CANTULA ROXB) Pratama, Firman; Purwanto, Edy; Kristiawan, Stefanus Adi
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v8i1.41521

Abstract

Kombinasi ilmu material bahan bangunan dan teknologi tekstil di zaman modern terus meningkat,shingga terbentuk textile reinforced concrete. Dimana penggunaan textile reinforced concrete dapat membantu jembatan, pilar atau beton bertulang untuk menahan getaran, sentakan tiba-tiba dan torsi. Namun pada dasarnya kelemahan reinforced concrete masih cenderung menggunakan tulangan baja sehingga rentan terhadap korosi. Alternatif untuk mengatasi keadaan tersebut dengan penggunaan bahan alternatif alam, salah satunya adalah serat cantula (Agave Cantula Roxb) yang diselimuti dengan polymer modified mortar. Penelitian ini membahas pengaruh modulus elastisitas terhadap variasi matriks yang berupa polymer modified mortar (PMM) dan textile reinforced concrete (TRC ) dengan menggunakan variasi anyaman serat cantula berupa 10mm x 10mm, 10mm x 20mm, 10mm x 15mm, 20mm x 10 mm dan 15mm x 10mm dan kuat tarik pada polymer modified mortar (PMM) . Pengujian dilakukan dengan cara tarik langsung benda uji pada umur 28 hari. Hasil dari pengujian didapatkan kenaikan tertinggi kuat tarik pada benda uji PMM TRC 200 (10 mm x 20 mm) dengan nilai kekuatan tarik sebesar 1.50 MPa pada umur 28 hari. Nilai modulus elastisitas terbesar pada TRC terdapat pada PMM TRC 200 (10 mm x 20 mm) dengan nilai modulus elastisitas sebesar 262.2968 MPa  dan nilai kuat tarik sebesar 21.3508 MPa pada umur 28 hari.