Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

RESPON TANAMAN MENTIMUN (CUCUMIS SATIVUS L) TERHADAP PESTISIDA NABATI DAN PUPUK CAIR GREEN TONIC Mangsur Efendi; Oktarina O; Insan Wijaya
AGRITROP Vol 17, No 1 (2019): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v17i1.2188

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; (1) Jenis bahan pestisida nabati yang tepat terhadap pertumbuhan, hasil dan intensitas serangan OPT  tanaman mentimun. (2) Waktu pemupukan pupuk cair green tonic yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. (3). Interaksi antara jenis bahan pestisida nabati dengan waktu pemupukan pupuk cair green tonic yang tepat terhadap pertumbuhan, hasil dan intensitas serangan OPT tanaman mentimun. Penelitian dilakukan dengan pola dasar Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor yaitu faktor 1 : jenis bahan pestisida nabati, yaitu: P0: tanpa pestisida, P1: Ekstrak Daun Pepaya, P2: Ekstrak Daun Lamtoro, P3: Campuran Ekstrak Daun Pepaya dan Ekstrak Daun Lamtoro (1: 1) dan Faktor 2 : waktu pemberian pupuk cair tonik hijau G1: Tampa Green Toninc, G2: 7 dan 14 hst, G3: 14 dan 28 hst, diulang 3 kali. Hasil menunjukkan bahwa pestisida nabati berpengaruh terhadap pertumbuhan, hasil dan intensitas serangan OPT. Jenis campuran  Ekstrak Daun Pepaya dan Ekstrak Daun Lamtoro (P3) memberikan pengaruh terbaik. Pupuk cair green tonik (G3 pada 14 dan 28 hst) memberikan yang terbaik.
RESPONS PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) PADA PEMBERIAN DOSIS PUPUK KANDANG KAMBING DAN INTERVAL WAKTU APLIKASI PUPUK CAIR SUPER BIONIK Indra Wardhana; Hudaini Hasbi; Insan Wijaya
AGRITROP Vol 14, No 2 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agr.v14i2.431

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kandang kambing dan interval waktu aplikasi pupuk cair super bionik yang tepat terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman selada. Penelitian ini dilaksanakan dilahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember dari bulan November 2015 sampai bulan Januari 2015 dengan ketinggian ±89 meter diatas permukaan laut. Rancangan yang digunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAK) terdapat dua faktor, Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang kambing terdiri dari P0: Kontrol, P1: 10 ton/ha (2 kg/plot), P2: 20 ton/ha (4 kg/plot), P3: 30 ton/ha (6 kg/plot) faktor kedua interval waktu aplikasi pupuk cair super bionik yaitu W0: Kontrol, W1: 5 hari sekali, W2: 10 hari sekali. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlakuan pemberian pupuk kandang kambing pada dosis 20 ton/ha (P2) memberikan hasil terbaik pada variabel pengamatan jumlah daun tanaman selada. Interval waktu aplikasi pupuk cair super bionik berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan diameter batang, tinggi tanaman, dan jumlah daun tanaman selada dengan interval waktu aplikasi 5 hari sekali. Pemberian dosis pupuk kandang kambing tidak berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan tinggi tanaman 7 hst dan 14 hst, tetapi berpengaruh sangat nyata terhadap diameter batang (7,14,21) hst, tinggi tanaman 7 hst, jumlah daun (7,14,21) hst, panjang daun, lebar daun, luas daun, panjang akar, berat kering akar, berat berangkasan basah, dan berat berangkasan kering. Perlakuan interval waktu aplikasi pupuk cair super bionik berpengaruh nyata terhadap semua variabel pegamatan, dan tidak berpengaruh nyata pada variabel pengamatan diameter batang 14 hst dan 21 hst, jumlah daun 7 hst dan 14 hst. Interaksi antara pemberian dosis pupuk kandang kambing dan interval waktu aplikasi pupuk cair super bionik tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman selada, namun berpengaruh sangat nyata pada produksi tanaman selada dengan variabel pengamatan panjang daun, lebar daun, luas daun, panjang akar, dan berat kering akar.
RESPON PRODUKTIFITAS OKRA (Abelmoschus esculentus)TERHADAP PEMBERIAN DOSIS PUPUK PETROGANIK DAN PUPUK N Muhammad Chabib Ichsan; Pranata Riskiyandika; Insan Wijaya
AGRITROP Vol 14, No 1 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agr.v14i1.407

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis pupuk Petroganik dan dosis pupuk N yang tepat terhadap produksi tanaman okra. Penelitian ini dilaksanakan dilahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember dari tanggal 1 September 2015 sampai 29 November 2015 dengan ketinggian 89 meter diatas permukaan laut.Rancangan yang digunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAK) terdapat dua factor, Faktor pertama adalah pemberian dosis pupuk Petroganik terdiri dari kontrol,  1000 kg/ha, 2000 kg/ha, 3000 kg/ha, faktor kedua dosis pupuk N yaitu 150 kg/ha, 200 kg/ha, 250 kg/ha. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Perlakuan pemberian dosis pupuk Petroganik 2000 kg/ha memberikan hasil terbaik pada variabel pengamatan baik pertumbuhan maupun produksi tanaman okra. Dosis pupuk N 200 kg/ha  memberikan hasil terbaik pada variabel pengamatan pertumbuhan dan produksi tanaman okra. Perlakuan dosis  pupuk Petroganik dan dosis pupuk N berpengaruh sangat nyata terhadap variabel pengamatan tinggi tanaman umur (40 dan 60) ht, jumlah buah persampel, berat buah persampel, jumlah buah perpetak, berat buah perpetak dan berat kering brangkasan, berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan tinggi tanaman umur 20 hst dan berpengaruh tidak nyata pada variabel tinggi tanaman umur 20 hst dan diameter batang umur 20 hst, 40 hst, dan 60 hst. Interaksi antara dosis pupuk Petroganik dan  pupuk N berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan.
Efektivitas Sumber Nutrisi Terhadap Pertumbuhan Beberapa Varietas Selada (Lactuca sativa L.) Pada Sistem Hidroponik Ayu soleha; Bejo Suroso; Insan Wijaya
AGRITROP Vol 18, No 2 (2020): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v18i2.4065

Abstract

Sayuran selada banyak digemari oleh masyarakat untuk dikonsumsi sebagai lalapan, penghias makanan. Seiring permintaan sayuran selada meningkat dan lahan pertanian beralih menjadi lahan non pertanian maka memanfaatkan lahan sempit untuk budidaya sayuran. Penelitian ini bertujuan untuk respon pertumbuhan beberapa varietas selada (Lactuca sativa L.) dan macam jenis nutrisi yang dibudidayakan pada sistem hidroponik. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi (Split plot design) yang terdiri dua faktor yaitu faktor pertama sebagai petak utama, jenis nutrisi (N) terdiri 3 taraf : N1 = AB Mix, N2 = POC Biogan, N3 = POP Supernasa sedangkan faktor kedua sebagai anak petak, varietas (V) terdiri 3 taraf: V1= Selada keriting, V2 = Selada merah, V3 = Selada krop masing – masing diulang tiga kali. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan nutrisi AB Mix (N1) merupakan perlakuan terbaik karena berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman selada. Sedangkan perlakuan varietas selada krop (V3) merupakan perlakuan terbaik karena berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan selada diantaranya lebar daun, panjang daun, berat segar tanaman. Interaksi antara nutrisi dengan varietas berpengaruh nyata terhadap jumlah daun dan lebar daun (30 hst) sedangkan perlakuan lainnya tidak berpengaruh nyata.
PENGGUNAAN BERBAGAI JENIS MULSA DAN PEMUPUKAN TERHADAP INTENSITAS SERANGAN ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN DAN HASIL KACANG PANJANG (Vigna sinensi L.) Anan Pamuji; Insan Wijaya; Bejo Suroso
AGRITROP Vol 16, No 1 (2018): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agr.v16i1.1557

Abstract

Teknik  budidaya tanaman kacang panjang saat ini yaitu teknik budidaya menggunakan mulsa. Mulsa adalah material penutup tanah pada tanaman  budidaya dimaksudkan untuk menjaga kelembaban tanah , menekan pertumbuhan gulma dan melindungi dari serangan OPT  (Organisme pengganggu tanaman) sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik, Untuk mendapatkan hasil tanaman budidaya yang maksimal pemberian pupuk juga harus dilakukan. Penggunaan berbagai jenis mulsa dan pupuk diharapkan dapat berpengaruh terhadap intensitas serangan OPT dan hasil  tanaman kacang panjang. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember, Jl.Karimata, Kabupaten Jember, ,Pada tanggal 10 November 2017 sampai dengan 14 Februari 2018.  Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial. Ada 2 faktor,  faktor 1 jenis mulsa terdiri dari (M1) tanpa mulsa, (M2) mulsa kacang tanah ,(M3) mulsa plastik (M4) mulsa jerami . Faktor 2 Jenis pupuk; (P1) NPK Phonska, (P2) Urea,SP36,KCl, (P3) ZA, SP36, KCl. Hasilnya menunjukkan bahwa mulsa plastik berpengaruh sangat baik terhadap intentensitas kerusakan pada daun, kepadatan populasi hama, total jumlah buah sehat dan berat panen pertanaman, Jenis pupuk tidak berpengaruh terhadap intensitas serangan daun dan hasil tanaman. Interaksi penggunaan mulsa plastik dan pupuk NPK phonska memberikan pengaruh yang baik terhadap variabel total jumlah buah yang sehat.
PENGARUH WARNA NAUNGAN PLASTIK DAN DOSIS PUPUK ORGANIK KOMPOS TERHADAP PERTUMBUHAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Iskandar Umari; Wiwit Widarti; Insan Wijaya; Hudaini Hasbi
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 16 No 2 (2018): Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.869 KB) | DOI: 10.32663/ja.v16i2.458

Abstract

The aim of the research was to study the effect of calors plastic shade and dosage organic fertilizer and the interaction on the growth analyze of Shallots. The experiment was conducted in experiment field of Agriculture Faculty, University Muhammadiyah of Jember.The experiment was arranged in Randomized Block Design consisted of 4 x 3 factorial treatments with three replications. The first factor were 3 levels of Transparent Plastic Shelter, i.e.: clear, blue, and red. The second factor were 4 levels of compost organic fertilizer application, i.e.: 15, 20, 25 and 30 t/ha. The results showed a significant interaction between the color shade of plastic and a dose of organic fertilizer on the parameters of leaf area age 60 days after planting and leaf area index age 60 days after planting, treatment shade of blue with organic fertilizer 30 tons / ha showed the best effect on leaf area and treatment shade of blue with dosages of 25 tons / ha showed the best effect on leaf area index. Use of shade of blue give the best effect on leaf area age 60 hst and shade of red gives the best effect on the growth rate of plants. The treatment dose of organic fertilizer 25 tons / ha gives the best effect on leaf area index age of 60 days after planting, the rate of plant growth, and relative growth rate, and treatment with a dose of fertilizer 30 ton / ha.
Pendampingan Pengelolaan Kotoran Hewan Menjadi Pupuk Organik Dan Biogas Di Dusun Tetelan Desa Seputih Kecamatan Mayang Kabupaten Jember Syamsul Hadi; Bejo Suroso; Insan Wijaya; Abdul Jalil
JIWAKERTA: Jurnal Ilmiah Wawasan Kuliah Kerja Nyata Vol 2, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.246 KB) | DOI: 10.32528/jiwakerta.v2i2.6734

Abstract

Kawasan kecamatan pinggira Kota Jember pada tahun 2019 memiliki kepadatan penduduk rata- rata 1200 jiwa/km2  dengan pekerjaan rutin sebagai petani sapi memiliki masalah dalam pengelolaan kotorannya. Maka akumulasi kotoran sapi yang banyak akan menimbulkan dampak baik dari segi sosial maupun kesehatan. Kesehatan menimbulkan rawan penyakit, dari segi sosial menimbulkan bau, ketidaknyamanan dan lainnya. Solusi yang diberikan adalah merancang pembuatan pupuk organik bokashi dan biogas skala kecil yang memiliki dua fungsi, yaitu fungsi mengurangi kotoran sapi dan memberikan nilai tambah. Mengurangi kotoran sapi artinya volumenya berkurang dan baunya juga berkurang sehingga potensi menimbulkan penyakit dapat diminimalisir. Adapun nilai tambahnya adalah menghasilkan gas yang kemudian dapat dimanfaatkan untuk memasak sehingga mengurangi biaya pembelian gas elpiji bagi para petani. Selain itu, manfaat lainnya adalah petani tidak perlu mengeluarkan modal untuk pembelian pupuk kimia (sistesis) karena kotoran ternaknya juga menghasilkan pupuk organik yang dapat mengembalikan kesuburan lahan yang selama ini sudah mengalami degradasi. Tahapan kegiatan meliputi pembuatan rancangan tabung biogas, pembuatan tabung biogas, pelatihan dan pendampingan, monitoring dan evaluasi. 
Budidaya Kelinci Sistem Kandang Ranch semi Baterai serta Pemanfaatan Limbah Kelinci pada Pertanian di Desa Pontang Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember Atok Ainur Ridho; Insan Wijaya; Bejo Suroso; Oktarina Oktarina
JIWAKERTA: Jurnal Ilmiah Wawasan Kuliah Kerja Nyata Vol 3, No 2 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jiwakerta.v3i2.9134

Abstract

Ranting Muhammadiyah Pontang adalah salah satu wadah dan pengembangan masyarakat di desa Pontang, Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember yang bergerak khususnya dalam bidang keagamaan. Kegiatan yang diarahkan pada tumbuhnya kewirausahaan bagi para anggota Ranting Muhammadiyah Pontang belum banyak dilakukan. Wilayah desa Pontang sebagai daerah pertanian dan memiliki jumlah  masyarakat usia produktif yang banyak memiliki potensi untuk mengembangkan suatu usaha berbasis sumber daya lokal. Kegiatan pengabadian yang dilakukan oleh tim ini bertujuan mengembangkan keterampilan masyarakat Ranting Muhammadiyah Pontang melalui budidaya kelinci sistem kandang ranch semi batrai serta pemanfaatan limbah kelinci pada pertanian. Bentuk kegiatan ini berupa penyuluhan dan pelatihan Budidaya kelinci sistem kandang ranch semi baterai serta pemanfaatan kotoran limbah sebagai penyedia unsur hara tanaman pertanian, serta manajemen pemasaran. Kegiatan penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah tentang potensi Masyarakat untuk berwirausaha, potensi limbah kelinci menjadi material yang bernilai ekonomis dan sistem perkandangan yang ideal dan efektif dalam budidaya kelinci. Sementara pelatihan ditekankan pada teknik perkandangan dan budidaya.   Setelah kegiatan pelatihan selesai kemudian dilakukan kegiatan pendampingan sampai perserta pelatihan yaitu Ranting Muhammadiyah Pontang mampu menjalankan materi pelatihan. Hasil kegiatan yang diperoleh adalah Ranting Muhammadiyah mendapatkan pengetahuan tentang sistem perkandangan kelinci yang ideal, manajemen pemasaran,  manajemen pemeliharaan kelinci yang benar, serta mampu memahami dan memanfaatkan limbah kelinci sebagai asupan nutrisi pada tanaman pertanian serta terbentuknya   usaha produk anakan kelinci dan daging kelinci dan kedepan memiliki produk olahan berbasis bahan baku daging kelinci.
Pemanfaatan Potensi PGPR Dari Akar Bambu Dan Pemberian Pupuk Kandang Sapi Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kedelai Edamame (Glycin max (L.) Merrill) Frestika Wanantari; Bejo Suroso; Insan Wijaya
AGRITROP Vol 20, No 2 (2022): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v20i2.8586

Abstract

Permasalahan yang timbul dari budidaya kedelai Edamame yaitu pengembangannya sangat padat modal dengan masukan yang tinggi baik pupuk, pestisida dan bahan lain-lainnya, sehingga hal ini mengakibatkan biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi sangat tinggi dan produk yang dihasilkan dimungkinkan mengandung residu kimia yang tinggi. Selain itu, produksi yang kurang maksimal serta kesuburan tanah yang kurang membuat produksi hasil edamame rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi PGPR, dosis pupuk kandang sapi, dan interaksi antara konsentrasi PGPR dan dosis pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai edamame (Glycin max (L.) Merrill). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2021 – Januari 2022 di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) yang terdiri dari dua faktor. Dua faktor tersebut yaitu konsentrasi PGPR (P) dalam 4 taraf, yaitu : P0 = 0 ml/lt, P1 = 40 ml/lt, P2 = 80 ml/lt, P3 = 120 ml/lt dan dosis pupuk kandang sapi (K) dalam 3 taraf, yaitu K0 = 0 gr/plot, K1 = 4000 gr/plot, K3 = 6000 gr/plot yang masing – masing diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan konsentrasi PGPR dan dosis pupuk kandang sapi berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman edamame, dan terdapat interaksi antara perlakuan konsentrasi pemberian PGPR dan dosis pemberian pupuk kandang sapi
Invigorasi Osmoconditioning Terhadap Viabilitas Dan Vigor Benih Kedelai Varietas Biosoy 1 Dengan Masa Simpan Lebih Dari 6 (Enam) Bulan Niyah Nala Kumala Sari; Bejo suroso; Insan Wijaya
National Multidisciplinary Sciences Vol. 1 No. 2 (2022): Proceeding SEMARTANI 1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.639 KB) | DOI: 10.32528/nms.v1i2.75

Abstract

Benih kedelai cepat mengalami kemunduran apabila disimpan pada kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan. Invigorasi osmoconditioning merupakan salah satu teknik untuk memperbaiki mutu benih yang mengalami kemunduran. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh jenis larutan, lama proses invigorasi osmoconditioning serta interaksi antara jenis larutan dan lama proses invigorasi osmoconditioning dalam meningkatkan viabilitas dan vigor benih kedelai varietas Biosoy 1 dengan masa simpan lebih dari 6 ( enam) bulan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor yang diteliti yaitu lama perendaman (L) dan jenis larutan invigorasi osmoconditioning (J). Faktor pertama lama perendaman sejumlah 3 taraf yaitu 3 jam (L1) , 6 jam (L2), dan 9 jam (L3). Sedangkan faktor kedua jenis larutan invigorasi osmoconditioning sejumlah 3 taraf yaitu Aquades (J0), KNO3 3% (J1) dan PEG 6000 15% (J2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor tunggal lama perendaman pada proses invigorasi osmoconditioning, yaitu perendaman selama 3 jam memberikan hasil yang terbaik terhadap parameter viabilitas ( daya berkecambah) 50,00%. Faktor tunggal jenis larutan pada proses invigorasi osmoconditioning yaitu perendaman PEG 6000 15% memberikan hasil yang terbaik terhadap parameter viabilitas (daya berkecambah) 51,67% , kecepatan tumbuh 11,63%, keserempakan tumbuh 38,75% dan potensi tumbuh maksimum 67,50%. Untuk interaksi lama perendaman dengan jenis larutan , perlakuan perendaman PEG 6000 15% selama 3 jam memberikan nilai yang terbaik terhadap parameter potensi tumbuh maksimum yaitu sebesar 73,75 %. Sedangkan parameter panjang akar dan hypokotil menunjukkan berbeda tidak nyata