Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Optimizing Optimalisasi Ketersediaan Produk-produk Pertanian Berbasis Organic Farming Menuju Gaya Hidup Sehat melalui Sistem Pertanian Terpadu Syamsul Hadi; Muhammad Hazmi; Insan Wijaya; Arief Noor Akhmadi; Muhammad Iwan Wahyudi
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2021): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.7.1.94-105

Abstract

A crucial problem faced by the target village community is the inhibition of changing the paradigm of the farmer community on the process of changing the mindset and action patterns in organic and conventional cultivation systems. In fact, the potential for the application of organic farming in the village is wide open, because the market for organic fertilizers and biological pesticides has started to run. The objective of the IbDM program is to optimize the supply of organic-based agricultural products towards healthy living. The implementation method used to find solutions to problems is in the form of social engineering and technological engineering approaches through socialization and training. The approach taken to the engineering process is in the form of a participatory approach, empowerment, and inter-entrepreneurial development in an effort to strengthen the capacity of community human resources by involving stakeholders through the village system model. The results of program implementation are as follows: 1) Socialization of the IbDM program with the results of partners understanding intellectually about the concept of this activity and are ready to participate in building an organic village; 2) The organic village cycle has been implemented properly with the formation of the Organic Farming Institute (OFI)) Al-Istiqomah; 3) Soil sample analysis has been carried out with 10 types of complete analysis and a 3 hectare demonstration plot mapping has been carried out; 4) A comparative study has been carried out to Gapoktan Al-Barokah Bondowoso; 5) Training has been carried out on the manufacture of organic materials; and 6) The results of the participatory review showed the achievement of success indicators of 65% and OFI performance of 30.23% or semi empowered and ready to go organic.
Pemberian Urine Sapi dan Penentuan Dosis Pupuk N Pada Tanaman Ketimun (Cucumis Sativus, L.) Titiek Widyastuti; Insan Wijaya
PLANTA TROPIKA: Jurnal Agrosains (Journal of Agro Science) Vol 1, No 1 (2005)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/pt.v1i1.3104

Abstract

An experiment to study the effect of cow urine applications and dosage of N fertilizer was conducted in Bondowoso, from February to April 2002. A factorial experiment consisted of two factors and the whole treatments were arranged in 3x4 factorial Randomized Complete Block Design (RCBD) with 3 replications. The first factor was urine of Cow, consist of U0 = control, U1= 20%, U = 40%. The second factor was dosage of N fertilizer, consist of N1 = 0 kg/ha, N2 = 150 kg/ha, N3 = 300 kg/ha, N4 = 450 kg/ha. The effect of treatments on growth and yield of cucumber were observed. The result showed that there was no interaction between cow urine application and dosage of N fertilizer, except to the fruit diameter. Cow urine application significantly improved the yield of Cucumber, and the 40% application gave the best fruits weight. Dosage of N fertilizer significantly increased the growth and yield of cucumber, and the 450 kg N-fertilizer/ha had the better effects.
RESPON TINGGI TIPPING DAN UMUR PANEN TERHADAP PRODUKSI BENIH TANAMAN BAYAM ( Amaranthus tricolor L ) Insan Wijaya; Wiwit Widiarti; Imam Bukhori
AGRIBIOS Vol 11 No 2 (2013): NOPEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayam merupakan salah satu sayuran daun terpenting di Asia Afrika. Budidaya bayam untuk tujuan produksi benih merupakan alternative lain yang dapat meningkatkan pendapatan. Salah satu budidaya agar panen serempak adalah tipping pucuk dan umur panen yang tepat. Tujuan untuk mengetahui tinggi tipping yang sesuai, serta untuk mengetahui umur panen yang paling tepat digunakan diantara keduanya untuk meningkatkan produksi benih tanaman bayam.Penelitian dilaksanakan di Desa Jenggawah Kecamatan Jenggawah Jember dengan ketinggian tempat kurang lebih 60 meter diatas permukaan laut, jenis tanah regosol. Pelaksanaan penelitian berlangsung mulai September sampai Oktober 2012. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan 3 ulangan. Dengan perlakuan tinggi tipping yang terdiri dari 4 taraf, yaitu P0 = Tanpa Tipping, P1= Tipping pada batang utama setinggi 10 cm, P2 = Tipping pada batang utama setinggi 20 cm, P3 = Tipping pada batang utama setinggi 30 cm, Umur Panen U1 = Panen umur 50 hari setelah tanam, U2 = Panen umur 60 hari setelah tanam, U3 = Panen umur 70 hari setelah tanam, U4 = Panen umur 80 hari setelah tanam..Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1). Penggunaan Tipping 30 cm pada batang utama mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman, (2). Pengunaan umur panen 60 hst mampu meningkatkan peningkatkan produksi benih tanaman bayam, (3). Penggunaan tipping 30 cm pada batang utama dan umur panen 60 hari setelah tanam mampu meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman.
Socio-Economic Analysis of Hybrid Rice Variety “OPTIMA” Farming in District of Banyuwangi to Increase Income, Indonesia Syamsul Hadi; Insan Wijaya; Henik Prayuginingsih
Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Vol 1, No 3 (2018): Budapest International Research and Critics Institute October
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v1i3.46

Abstract

In general, hybrid rice has a significant advantage over inbred rice, such as higher yields, more competitive harvesting, wider, shorter plant life, wider photosynthetic area, lower respiratory intensity and higher assimilation translocation . Although in Indonesia hybrid rice has been popularized since 1983, but the empirical facts show that few farmers are adopting new technology in this field of seed, although the price of production is more expensive than the price of the rice product inbrid. Therefore, this paper explains the following matters: 1) Socio-economic factors that influence farmers' decision to plant hybrid rice OPTIMA, 2) Level of profit of hybrid rice farming OPTIMA, and 3) Cost efficiency level of rice farming hybrid OPTIMA. The research method used is descriptive method of quantitative and qualitative techniques where census data information collected includes primary data and secondary data. The population in this research is farmers of hybrid rice varieties of OPTIMA in Banyuwangi. Data analysis techniques used are probability probability analysis of probit model function, cost efficiency analysis, and profit. Simultaneously there are several factors that are expected to significantly influence farmers' decision to plant hybrid rice optima at a 1% significance level. But partially only factor of production amount which have no significant effect to dependent variable (Farmer's Decision, while variable of output price and farmer perception about hybrid varieties of Optima hybrid is significant effect) Farm profit rate during second rainy season and drought in year 2013/2014 reach IDR 9.61.992,06 per hectare with average production of 5,9 tons and the farming efficiency level reached 1,5 or has reached the point of technical efficiency.
Rekayasa Substrat Pada Sistem Budidaya Hidroponik untuk Meningkatkan Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Bawang Prei (Allium ampeloprasum L.) Noviatul Auliyah; Insan Wijaya; Bejo Suroso
AGRITROP Vol 19, No 1 (2021): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v19i1.5436

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rekayasa substrat pada sistem budidaya hidroponik untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi bawang prei (Allium Ampeloprasum L.). Penelitian dilakukan dengan metode Rancangan Acak Kelompok ( RAK ) yang terdiri dari satu faktor, yang masing – masing di ulang sebanyak 3 kali. Perlakuan yang digunakan ialah komposisi media serabut kelapa (A), media arang kayu (B) dan media batu bata (C) dengan kombinasi dari ke tiga substrat sesuai perbandinga komposisi.Hasil penelitian menunjukan bahwa, perlakuan media yang berpengaruh terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun yaitu media sabut kelapa 25 % + arang kayu 75 % . Pada parameter panjang akar per sample media yang berpengaruh hampir sama dengan tinggi tanaman, namun hanya berbeda pada presentase media yaitu arang kayu 25 % + sabut kelapa 75 % . Namun berbeda dengan parameter berat akar per sample dan berat segar bagian atas tanaman, perlakuan media yang berpengaruh nyata terhadap berat segar bagian atas tanaman yaitu perlakuan media B ( Arang kayu ).
EFEKTIVITAS PUPUK HAYATI CAIR DAN PEMANGKASAN DAUN TERHADAP PRODUKSI OKRA (Abelmoschus esculentus L. Moench) Bejo Suroso; Insan Wijaya; Vita Rahmawati
AGRITROP Vol 16, No 2 (2018): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v16i2.1808

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan interaksi perlakuan konsentrasi pupuk hayati cair dengan umur pemangkasan daun terhadap produksi okra (Abelmoschus esculentus L. Moench). Dilaksanakan di Karangrejo, Sumbersari, Jember pada tanggal 22 Nopember 2017 sampai dengan 12 Maret 2018, disusun menggunakan rancangan acak kelompok dengan dua faktor yaitu konsentrasi pupuk hayati cair dengan umur pemangkasan daun. Hasil penelitian menunjukkan (a) jumlah buah per sampel terbanyak sebesar 63 buah pada interaksi tanpa pupuk hayati cair dan tanpa pemangkasan daun dapat meningkatkan produksi 3 % dan terhadap jumlah buah per petak terbanyak sebesar 677 buah pada interaksi pupuk hayati cair konsentrasi 80 ml/l air dengan pemangkasan daun umur 73 hst dapat meningkatkan hasil produksi 21%, dan (b) berat buah per petak terbanyak sebesar 4093,67 gram (konversi 16,37 ton/ha) pada interaksi pupuk hayati cair konsentrasi 80 ml/l air dengan pemangkasan daun umur 73 hst dapat meningkatkan produksi 51%.
Manajemen Nutrisi Si Dalam Peningkatan Pertumbuhan Dan Ketahananalami Tanaman Jagung (Zea Mays) Pada Berbagai Kondisi Media Tanah Bejo Soeroso; Insan Wijaya; Wiwit Widiarti; Iwan Wahyudi; Oktarina Oktarina
AGRITROP Vol 19, No 2 (2021): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v19i2.5993

Abstract

Salah satu upaya peningkatan  produktivitas  tanaman jagung yang  ramah  lingkungan  yaitu dengan  manajemen nutrisi melalui unsure beneficial seperti  Silikon (Si). Unsur hara ini  mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil panen, menekan stress biotik dan abiotik. Peran silicon terhadap tanaman tersebut  sebanding dengan  tingkat  kandungan unsur tersebut di jaringan tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui factor lingkungan media tumbuh yang berpengaruh terhadap terhadap tingkat serapan Si dan implikasinya terhadap pertumbuhan dan ketahanan alami tanaman. Metode yang akan dilaksanakan pada penelitian ini menggunakan rancangan lingkungan RAL faktorial dengan 3 ulangan dan dianailisis menggunakan Analysis of Variance (Anova) yang dilanjutkan dengan Uji duncant (DMRT) apabila terdapat beda nyata. Output dari penelitian yaitu informasi factor dominan media tanam yang mempengaruhi ketersediaan dan tingkat serapan Si tanaman jagung yang berimplikasi pada pertumbuhan dan  ketahanan alami jagung. Hasil penelitian bahwa Kandungan Si di jaringan daun meningkat sejalan dengan peningkatan dosis pupuk Si pada media yang cukup BO, Kahat P, dan Kelebihan N yang menyebabkan penurunan N di jaringan tanaman pada media tinggi N dan peningkatan P pada media yang kahat P, peningkatan kandungan Si dijaringan daun cenderung meningkatkan ketahanan alami tanaman terhadap hama dan penyakit.
OPTIMIZATION OF PRODUCTION TECHNOLOGY TRUE SHALLOT SEED (BIOLOGICAL SEEDS) ONION(Allium ascalonicum L) Wiwit Widiarti; Insan Wijaya; Iskandar Umarie
AGRITROP Vol 15, No 2 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agr.v15i2.1174

Abstract

Penggunaan True Shallot Seed (TSS) untuk produksi umbi bawang merah belum banyak dilakukan di Indonesia. Ketersediaan TSS sebagai benih bawang merah yang sehat dan berdayahasil tinggi masih sangat terbatas karena belum banyak yang memproduksi TSS. Masalah utama dalamp roduksi TSS di Indonesia adalah kemampuan berbunga dan menghasilkan biji varietas-varietas bawang merah masih rendah, terutama di dataran rendah. Tujuan jangka pendek: ditemukan teknik pembungaan dan pembentukan biji bawang merah untuk memproduksi TSS. Tujuan jangka panjang: tersedia teknologi budidaya bawang merah menggunakan biji (TSS) sebagai bahan tanam. Target yang akan dicapai adalah diperoleh paket teknologi produksi True Shallot Seed (biji biologi) yang efektif dan efesien pada bawang merah, sehingga memudahkan masyarakat untuk memproduksi TSS secara masal. Percobaan dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember pada bulan Maret sampai Juni 2017. Rancangan yang digunakan adalah Split plot yang disusun secara Faktorial, dengan 3 ulangan, faktor utama penggunaan konsentrasi ZPT dengan 3 level pemberian, Z1 = GA3 konsentrasi 50 ppm, Z2 = GA3 konsentrasi 100 ppm, Z3 = GA3 konsentrasi 150 ppm dan anak petak adalah vernalisasi, terdiri dari 4 level, V0: tanpa vernalisasi, V1: vernalisasi 2 minggu, V2: vernalisasi 4 minggu, dan V3: vernalisasi 6 minggu, sebagai faktor ke dua. Karakter agronomis yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, diameter umbi, dan berat umbi.  Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pengaruh faktor utama yaitu: pemberian GA3 dengan berbagai konsentrasi belum menunjukkan pengaruh nyata terhadap semua karakteristik morfologi tanaman bawang merah. Sedangkan pengaruh anak petak yaitu waktu vernalisasi bibit, menunjukkan pengaruh yang nyata, disemua karakteristik morfologi tanaman bawang merah yang diamati. Hasil uji lanjut dengan LSD 0,05, menunjukkan perlakuan pendinginan pada bibit bawang merah berbeda nyata dengan kontrol, pada semua karakteristik morfologi tanaman bawang merah yang diamati, sedangkan antar perlakuan pendinginan (V1, V2, dan V3), tidak menunjukkan perbedaan yang nyata pada semua karakter yang diamati. Pengaruh interaksi antara konsentrasi ZPT dengan Pendinginan bibit, belum menunjukkan pengaruh yang nyata pada semua karakteristik morfologi tanaman bawang merah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, diameter umbi, dan berat umbi.
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN SELADA (LACTUCA SATIVA) TERHADAP PEMBERIAN NUTRISI DAN BEBERAPA MACAM MEDIA TANAM SISTEM HIDROPONIK NFT (NUTRIENT FILM TECHNIQUE) Mohammad Ato Maulana; Insan Wijaya; Bejo Suroso
AGRITROP Vol 18, No 1 (2020): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v18i1.3270

Abstract

Tanaman selada memerlukan unsur hara makro dan unsur unsur mikro sesuai dengan kebutuhan yang telah tersedia di dalam larutan nutrisi untuk pertumbuhan dan kualitas tanaman. Untuk memenuhi kebutuhan maka hidroponik merupakan alternatif yang dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas tanaman terutama dilahan sempit. Penelitian ini dilaksanakan di Greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember. Rancangan percobaan yang digunakan dalam  penelitian ini menggunakan  Rancangan Split Plot RAL yang terdiri dari perlakuan Nutrisi sebagai Petak Utama terdiri tiga taraf yaitu AB Mix (N1), NPK Mutiara 16-16-16 (N2) dan Urea TSP KCl, Gandasil D (N3) demikian juga Media tanaman sebagai Anak Petak seanyak tiga taraf yaitu Rock woll (M0), Arang sekam (M1) dan Batu bata (M2) dan diulang tiga kali. Analisis data dilakukan dengan uji F dan dlanjutkan dengan uji lanjut Duncan 5%. Hasil peneltian pemberian nutrisi AB Mix berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman selada pada tinggi tanaman 14 hst, selanjutnya media  tanam rockwool berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman selada pada variabel pengamatan jumlah helai daun. Pengaruh interaksi nutrisi dan media,berpengaruh pada variabel pengamatan jumlah helai daun dan panjang daun.
EFIKASI MIKROORGANISME LOKAL (MOL) SABUT KELAPA (Cocos nucifera L.) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L) Ahmad sidiq; Bagus Tripama; Insan wijaya
AGRITROP Vol 17, No 2 (2019): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v17i2.2623

Abstract

Mentimun (Cucumis sativus L) merupakan merupakan salah satu jenis sayuran dari keluarga labu-labuan yang di sukai oleh seluruh lapisan masyarakat. Budidaya mentimun setiap tahun terus mengalami penurunan karena menurunnya kualitas tanah pertanian. Penggunaan Mikroorganisme Lokal (MOL) sabut kelapa menjadi salah satu alternatif untuk memperbaiki kualitas tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi mol sabut kelapa terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun (Cucumis sfativus L.). penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2018 sampai Februari 2019 di Desa Kedungrejo, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang. Rancangan yang digunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial dengan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari 10 taraf yaitu S0 : tanpa mol, S1 : 10 m/l, S2 : 20 ml/l, S3 : 30 ml/l, S4 : 40 ml/l, S5 : 50 ml/l, S6 : 60 ml/l, S7 : ml/l, S8 : 80 ml/l, S9 : 90 ml/l. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan mol sabut kelapa memberikan pengaruh sangat nyata terhadap variabel pengamatan jumlah buah pertanaman, berat buah pertanaman, jumlah buah perplot, berat buah perplot. Berpengaruh nyata terhadap panjang buah, berat berangkasan basah, berat berangkasan kering. Berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman 14 hts dan tinggi tanaman 21 hst. Secara keseluruhan perlakuan S3 : 30 ml/l merupakan perlakuan terbaik.