Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Analysis of Students' Creative Thinking Ability with Problems Solving in Terms of Adversity Quotient Muslim, Buchori; Suryaningsih, Siti; Aprianti, Rizqa Fadhila
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 7 NO. 2 2020
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v7i2.15234

Abstract

AbstractStudents’ difficulties in chemistry subject are the main cause of their low rate to think creatively. Students with high adversity quotient are most likely to overcome the difficulties in finding a solution to answer the creative thinking problems. The objective of this research is to analyze the creative thinking ability in chemistry from the perspective of adversity quotient. The subjects of the study are 72 senior high school students from XII grade in Tangerang. The sampling applies a random sampling technique. Data collection technique is carried out by giving a test about chemical creative thinking skills in the form is essay question with 0,727 realibility scale. Adversity quotient data is obtained using a questionnaire scale with 0,652 realibility scale. The method used in this study is a descriptive qualitative and quantitative method. The result indicates that camper and quitter subjects are classified as creative and climber subjects are classified as very creative. The different aspects of students’ ability in solving problems can be used in mapping students' creative thinking abilities. As a recommendation, to improve creative thinking ability requires a high level of adversity quotient. Therefore, in this research students are expected to explore their creative thinking abilities in the learning process.AbstrakKesulitan siswa pada mata pelajaran kimia menjadikan rendahnya kemampuan berpikir kreatif. Siswa yang memiliki adversity quotient tinggi maka dapat mengatasi kesulitan untuk menemukan solusi jawaban dari soal berpikir kreatif. Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisis kemampuan berpikir kraetif kimia ditinjau dari adversity quotient. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII SMA di Kabupaten Tangerang yang  sebanyak 72 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melaksanakan tes kemampuan berpikir kreatif kimia berupa soal uraian dengan realibilitas sebesar 0,727. Data adversity quotient, diperoleh dengan menggunakan skala angket dengan realibilitas sebesar 0,652. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek camper dan quitter tergolong kreatif dan Subjek dengan climber tergolong sangat kreatif. Perbedaan aspek kemampuan siswa dalam mengatasi kesulitan dapat digunakan dalam memetakan kemampuan berpikir kreatif siswa. Sebagai rekomendasi, dengan memiliki tingkat adversity quotient yang tinggi dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatifnya. Oleh karena itu, Penelitian ini diharapkan siswa dapat mengeksplorasi kemampuan berpikir kreatifnya dalam proses pembelajaran. How to Cite:  Muslim, B., Suryaningsih, S., Aprianti, R. F. (2020).  Analysis of Students' Creative Thinking Ability with Problems Solving in Terms of Adversity Quotient. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 7(2), 217-225. doi:10.15408/tjems.v7i2.15234.
Pemanfaatan multimedia interaktif pada materi hidrokarbon untuk menumbuhkan keterampilan berpikir kritis siswa Sa'adah, Munirotus; Suryaningsih, Siti; Muslim, Buchori
Jurnal Inovasi Pendidikan IPA Vol. 6 No. 2: October 2020
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jipi.v6i2.29680

Abstract

Berdasarkan hasil PISA Tahun 2018, peringkat siswa Indonesia pada kategori Sains yaitu 71 dari 79 negara dengan memperoleh rata-rata sebesar 396 yang masih dalam kategori dibawah rata-rata internasional yaitu 500. Hal tersebut terjadi karena beberapa faktor, salah satunya yaitu siswa Indonesia masih memiliki keterampilan berpikir kritis yang rendah dalam menyelesaikan soal-soal berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menumbuhkan keterampilan berpikir kritis siswa melalui pemanfaatan multimedia interaktif pada materi Hidrokarbon. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 2 dan XI IPA 3 yang berjumlah masing-masing 24 dan 25 siswa pada kelas kontrol dan eksperimen. Metode penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan Nonrandomized Control Group Pre-test-Pottest Design. Instrumen penelitian ini berupa soal tes esai dan lembar observasi berdasarkan indikator keterampilan berpikir kritis. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan multimedia interaktif pada materi Hidrokarbon dapat menumbuhkan keterampilan berpikir kritis. Pertumbuhan keterampilan berpikir kritis paling besar terjadi pada indikator memfokuskan pertanyaan sebesar 88,12% dengan kategori sangat baik. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan rata-rata antara kelas kontrol dan eksperimen dengan taraf signifikan sebesar 0,00. Hal tersebut juga didukung dengan perolehan rata-rata kelas eksperimen (22) yang memperoleh hasil lebih besar dari rata-rata kelas kontrol (18,56). The use of interactive multimedia on hydrocarbon chapter to grow student's critical thinking skill AbstractBased on PISA 2018 results, Indonesia ranked 71 out of  79 participant countries with results below the international average. This happens due to several factors, one of which is that Indonesian students have low critical thinking skills to solving high-order thinking test. This study aims to determine whether the use of interactive multimedia on hydrocarbon chapter is effective to make grow critical thinking skills. Sample in this study were students of XI IPA 2 and XI IPA 3 with 24 and 25 students each control and experimental classes. The research method is Quasi Experiment with Nonrandomized Control Group Pre-test-Pottest Design. The research instrument used essay test questions and observation sheets based on indicators of critical thinking skills. Data were analyzed by SPSS version 22. The result showed that interactive multimedia use on Hydrocarbon chapter was effective to grow critical thinking skills. The most critical thinking skill growth occurs in focusing questions indicator with 88,12% on very good category. Statistical analysis result showed there was difference average between control and experimental classes with significant level 0.00. That data also powered by average result of experimental classes (22) bigger then average result of control calsses (18,56).
Learning Innovations: Students’ Interest and Motivation on STEAM-PjBL Suryaningsih, Siti; Nisa, Fakhira Ainun; Muslim, Buchori; Aldiansyah, Fauzan
International Journal of STEM Education for Sustainability Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Gemilang Maju Publikasi Ilmiah (GMPI) 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.528 KB) | DOI: 10.53889/ijses.v2i1.40

Abstract

The purpose of this study was to 1) determine the results of the prerequisite test of the research instrument consisting of tests of validity, reliability, and normality, 2) know students' responses to interest and motivation to learn using chemistry learning innovations. The method used is descriptive quantitative. A sample of 76 students was selected by purposive sampling at one of the senior high schools in Indonesia. Data was collected using a questionnaire instrument with ten items arranged based on a Likert scale based on student interest and motivation indicators on the acid-base titration concept. The instrument used was declared valid, and reliability was proven by a corrected item-total correlation of 10 items. Each of them has a value of more than 0.325. A reliability value of 0.785 and a significance value of 0.2 indicates that the data is normally distributed. The Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics-Project Based Learning (STEAM-PjBL) innovation received a good response from students in the form of a high percentage of interest and learning motivation. Students' interest in learning got an average score of 4.17 in the high category of 83.4%. Likewise, learning motivation scored 4.22 in the high category of 84.4%. In general, student responses gave positive responses or agreed to the application of STEAM-PjBL in chemistry learning because it gave students high interest and motivation to learn. The results of this study can be used as innovations in the science learning process.
Manfaat Puasa Senin Kamis dalam Pembentukan Karakter Spiritual Santri Podok Pesantren Daarul Musthofa Nguwet, Kranggan, Temanggung Iqbal Bakhits Taufiqurrohman; Siti Suryaningsih; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6712

Abstract

Puasa Senin-Kamis adalah salah satu bentuk ibadah yang dianjurkan dalam Islam dan memiliki banyak manfaat, baik dalam aspek spiritual, psikologis, maupun pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat manfaat dari puasa Senin-Kamis bagi para santri di Pondok Pesantren Daarul Musthofa Nguwet, Kranggan, Temanggung, terutama dalam membentuk karakter, mengendalikan diri, meningkatkan kecerdasan emosional, serta menjaga kesehatan mental. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Untuk mengumpulkan data, dilakukan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, yang melibatkan santri yang selalu menjalani puasa Senin-Kamis serta para pengelola pesantren yang bertugas memberikan bimbingan keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menjalani puasa Senin-Kamis secara rutin memberikan dampak positif dalam pengembangan kemampuan mengendalikan diri, mengelola emosi, meningkatkan rasa empati, dan menjaga kesejahteraan mental para santri. Selain itu, puasa juga berfungsi sebagai alat efektif dalam membangun pendidikan spiritual yang mendukung pembentukan karakter secara menyeluruh di lingkungan pesantren. Dengan demikian, puasa Senin-Kamis bukan hanya sekadar ritual ibadah, tetapi juga menjadi sarana pendidikan yang strategis di sekolah berasrama berbasis Islam.