Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengembangan Usaha Pengolahan Pempek Kedai Barokah/Alingan 1209 di Kecamatan Cibiru Kota Bandung Yayan Mulyana; Abdul Rosid; Dendi Maulana Akbar
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6318

Abstract

Kota Bandung merupakan salah satu kota yang terkenal dengan keberagaman usaha di bidang kuliner baik makanan maupun minuman. Salah satu mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pelaku usaha di bidang pengolahan dan penjualan makanan yaitu Kedai Barokah/Alingan 1209, yang dikelola oleh Ibu Silvia Maria Hetharia, bertempat di Jl.AH.Nasution No 104 RT 03/RW 01 Cipadung Wetan, Cibiru, Kota Bandung. Tahun 2013 Ibu Silvia mulai menjalankan usaha di bidang makanan khas Palembang yaitu Pempek. Ibu Silvia melakukan penyediaan bahan baku, pengolahan bahan baku menjadi produk, dan penjualan makanan pempek. Terdapat permasalahan berkaitan dengan manajerial usaha diantaranya, pelaku usaha belum memiliki peralatan untuk menunjang pemasaran dan pengiriman produk ke luar kota Bandung, serta pengelolaan pencatatan keuangan masih sederhana. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan pemasaran produk pempek Kedai Barokah/Alingan 1209 melalui fasilitasi penyediaan peralatan dan pelatihan pengelolaan pembukuan usaha. Metode dalam kegiatan ini terbagi mulai dari tahap persiapan (observasi, wawancara serta dokumentasi), pelaksanaan (pernyataan kesediaan mitra, fasilitasi pelatihan, serta fasilitasi penyediaan peralatan), dan evaluasi kegiatan (mitra dipantau setelah difasilitasi pelatihan maupun peralatan). Hasil yang dicapai dalam kegiatan ini adalah peningkatan pemasaran produk pempek beku (frozen) dan pemahaman pencatatan keuangan.
ANALISIS RANTAI NILAI PRODUK BUNGA POTONG & HIAS DI KABUPATEN BANDUNG BARAT (STUDI KASUS UMKM FLORIST NMM) Mulyana, Yayan; Abdul Rosid, Abdul Rosid; Faisal, Rasyid Nadhif Aryo; Nabila, Firda
Jurnal Bisnis Indonesia Vol 16, No 2 (2024): Jurnal Bisnis Indonesia
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jbi.v16i2.5023

Abstract

Parongpong adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, Indonesia, terkenal dengan wisata bunga. NMM Florist merupakan salah satu UMKM yang bergerak di bidang pertanian dan perdagangan bunga. Berdasarkan hasil penelitian terdapat permasalahan dalam menerapkan pola manajemen rantai nilai dalam memasarkan produk bunga potong & hias baik aktivitas utama dan pendukung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan struktur dan aktivitas aliran rantai nilai bunga potong dan hias. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif-deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, kuesioner, dokumentasi dan studi kepustakaan. Teknik analisis data menggunakan teknik triangulasi menggunakan model Miles and Huberman serta menggunakan analisis Value Chain dari Porter yang terdiri dari Dua Aktivitas, baik aktivitas Primer dan Sekunder. Berdasarkan hasil penelitian dari indicator rantai nilai yang terdiri dari aktivitas primer/logistic ke dalam yang sudah dilaksanakan meliputi : material handling/penanganan material/bahan baku, inventory control/pengendalian persediaan, penjadwalan kendaraan, pemasok, kemasan, perakitan, pengujian, percetakan, serta fasilitas, kegiatan yang belum dilaksanakan adalah pergudangan, mesin & pemeliharaan peralatan, serta iklan sedangkan logistic keluar yang sudah dilaksanakan meliputi pergudangan barang, material handling, kendaraan operasional pengiriman, proses pemesanan.salesforce (tenaga penjualan), pilihan channel/saluran, hubungan dengan channel/saluran,  harga, instalasi, perbaikan, pelatihan, pasokan suku cadang serta penyesuaian produk, kegiatan yang belum dilaksanakan adalah Iklan, dan promosi. Aktivitas pendukung/sekunder yang sudah dilaksanakan meliputi pembeliaan input produksi, perekrutan, penyewaan (pegawai), pelatihan, kompensasi, serta hokum, kegiatan yang belum dilaksanakan adalah pengembangan teknologi, manajemen umum, perencanaan, keuangan dan akuntansi, , urusan pemerintahan, serta manajemen mutu. Kata Kunci : Analisis; Rantai Nilai, Bunga Potong
ANALISIS RANTAI NILAI PRODUK BUNGA POTONG & HIAS DI KABUPATEN BANDUNG BARAT (STUDI KASUS UMKM FLORIST NMM) Mulyana, Yayan; Rosid, Abdul; Faisal, Rasyid Nadhif Aryo; Nabila, Firda
Jurnal Bisnis Indonesia Vol 16, No 2 (2024): Jurnal Bisnis Indonesia (Edisi Spesial)
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jbi.v16i2.4905

Abstract

Parongpong adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, Indonesia,terkenal dengan wisata bunga. NMM Florist merupakan salah satu UMKM yang bergerak di bidangpertanian dan perdagangan bunga. Berdasarkan hasil penelitian terdapat permasalahan dalammenerapkan pola manajemen rantai nilai dalam memasarkan produk bunga potong & hias baikaktivitas utama dan pendukung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikanstruktur dan aktivitas aliran rantai nilai bunga potong dan hias. Metode penelitian yang digunakanadalah metode kualitatif-deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi,wawancara, kuesioner, dokumentasi dan studi kepustakaan. Teknik analisis data menggunakan tekniktriangulasi menggunakan model Miles and Huberman serta menggunakan analisis Value Chain dariPorter yang terdiri dari Dua Aktivitas, baik aktivitas Primer dan Sekunder. Berdasarkan hasilpenelitian dari indicator rantai nilai yang terdiri dari aktivitas primer/logistic ke dalam yang sudahdilaksanakan meliputi : material handling/penanganan material/bahan baku, inventorycontrol/pengendalian persediaan, penjadwalan kendaraan, pemasok, kemasan, perakitan, pengujian,percetakan, serta fasilitas, kegiatan yang belum dilaksanakan adalah pergudangan, mesin &pemeliharaan peralatan, serta iklan sedangkan logistic keluar yang sudah dilaksanakan meliputipergudangan barang, material handling, kendaraan operasional pengiriman, prosespemesanan.salesforce (tenaga penjualan), pilihan channel/saluran, hubungan denganchannel/saluran, harga, instalasi, perbaikan, pelatihan, pasokan suku cadang serta penyesuaian produk, kegiatan yang belum dilaksanakan adalah Iklan, dan promosi. Aktivitas pendukung/sekunderyang sudah dilaksanakan meliputi pembeliaan input produksi, perekrutan, penyewaan (pegawai),pelatihan, kompensasi, serta hokum, kegiatan yang belum dilaksanakan adalah pengembanganteknologi, manajemen umum, perencanaan, keuangan dan akuntansi, , urusan pemerintahan, sertamanajemen mutu.Kata Kunci : Analisis; Rantai Nilai, Bunga Potong
Identification of Best Practices of Higher Education Leadership in Shaping Student Character following Islamic Guidance Rini Fitria; Abdul Rosid; Suwarni; Amirul Syah; Musyarrafah Sulaiman Kurdi
Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/ji.v8i1.3928

Abstract

The study aimed to highlight best practices that showcased effective higher education leadership in character development at the university, substantiating these practices with compelling evidence rooted in Islamic principles. In pursuing this objective, a mixed-method approach was employed in the past. Qualitative data was collected through interviews and document analysis, while surveys and questionnaires provided quantitative insights. The study also reviewed relevant literature to contextualize Fatmawati University's character development efforts. The findings from this past study were illuminating. Fatmawati University effectively integrated Islamic ethics and morality into its academic curriculum through courses like "Islamic Ethics and Morality" and "Islamic Principles of Justice." The academic community actively engaged in charitable initiatives, reinforcing compassion and ethical conduct. Inclusivity was promoted through interfaith dialogues and cultural exchange events, fostering tolerance and understanding among students. Additionally, service learning, ethical discussions, and mentorship programs emphasized character development. The university's interdisciplinary approach, integrating Islamic studies across various academic disciplines, facilitated a holistic understanding of character development within Islamic ethics. In summary, Fatmawati University's past best practices in higher education leadership for character development underscored its commitment to Islamic principles, enriching students' character while promoting academic excellence and moral values. Keywords:  Islamic Ethics, Character Development, Education Leadership
Identification of Best Practices of Higher Education Leadership in Shaping Student Character following Islamic Guidance Rini Fitria; Abdul Rosid; Suwarni; Amirul Syah; Musyarrafah Sulaiman Kurdi
Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/ji.v8i1.3928

Abstract

The study aimed to highlight best practices that showcased effective higher education leadership in character development at the university, substantiating these practices with compelling evidence rooted in Islamic principles. In pursuing this objective, a mixed-method approach was employed in the past. Qualitative data was collected through interviews and document analysis, while surveys and questionnaires provided quantitative insights. The study also reviewed relevant literature to contextualize Fatmawati University's character development efforts. The findings from this past study were illuminating. Fatmawati University effectively integrated Islamic ethics and morality into its academic curriculum through courses like "Islamic Ethics and Morality" and "Islamic Principles of Justice." The academic community actively engaged in charitable initiatives, reinforcing compassion and ethical conduct. Inclusivity was promoted through interfaith dialogues and cultural exchange events, fostering tolerance and understanding among students. Additionally, service learning, ethical discussions, and mentorship programs emphasized character development. The university's interdisciplinary approach, integrating Islamic studies across various academic disciplines, facilitated a holistic understanding of character development within Islamic ethics. In summary, Fatmawati University's past best practices in higher education leadership for character development underscored its commitment to Islamic principles, enriching students' character while promoting academic excellence and moral values. Keywords:  Islamic Ethics, Character Development, Education Leadership