Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Sociopolitical Analysis of The Escalation of The Islamic Defenders Front (FPI) Movement During The Reign of Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) in DKI Jakarta 2014-2017 Fachriel Haykal Maulana; Taufik Nurohman; Faisal Fadilla Noorikhsan
International Journal of Social Sciences Review Vol. 3 No. 1: April, 2022
Publisher : Epistemik Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.966 KB) | DOI: 10.57266/ijssr.v3i1.78

Abstract

This study analyze how social conditions during the reign of Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) affected the escalation of the Islamic community organization Front Pembela Islam (FPI) movement and built the reality of socio-political conflicts that occurred in DKI Jakarta from 2014 to 2017. The method used in this research is a qualitative research method using a case study approach. The case study approach was used to analyze how the process of forming the escalation of the Islamic community organization movement of Front Pembela Islam (FPI) against socio-political conditions during Ahok's reign in DKI Jakarta from 2014 to 2017. Using theories related to the concept of Political Opportunity, New Social Movements, and Identity Theory becomes an analytical knife to explain questions that have been formulated academically and, of course, produce an answer from the results of the analysis. From the results of the research, the Islamic Mass Organization of Front Pembela Islam (FPI) was one of the Organizations that experienced an escalation of the movement based on various conflicts that occurred both before, during his time in office, and also after Ahok served as governor of DKI Jakarta. FPI is present as a hard-pressure group for Ahok's refusal to become Governor. FPI became one of the organizations considered very active and aggressive in carrying out a series of protests against Ahok's rejection.
Van Dijk's Critical Discourse Analysis of The “Dapur Keluarga” Song and Its Relevance To The Corruption, Collusion, and Nepotism Phenomenon in Indonesia Eri Hermawan; Taufik Nurohman; Wiwi Widiastuti
International Journal of Social Sciences Review Vol. 3 No. 1: April, 2022
Publisher : Epistemik Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.559 KB) | DOI: 10.57266/ijssr.v3i1.79

Abstract

In 2020 Feast music group released the Uang Muka album. In the album, one song, Dapur Keluarga, represents the phenomenon of Corruption, Collusion, and Nepotism (KKN) in Indonesia. To analyze the discourse of social criticism in the song Dapur Keluarga, Teun A. Van Dijk's critical discourse analysis model has three analytical frameworks. That is text analysis, social cognition, and social context. Qualitative descriptive is a research method that carefully describes and interprets the data from discourse analysis with existing phenomena and is then used to draw relevance between social criticism discourse and KKN phenomena in Indonesia.Based on the results of research using the method of analysis of critical discourse Teun A. Van Dijk, through text structure, social cognition, and social context analysis, found that the Dapur Keluarga has a meaning with the message of social criticism delivered satirically to human actions in seeking to profit from the suffering of others such as the practice of Corruption, Collusion, and Nepotism carried out by the corrupt and those closest to them (family and relatives) who It is depicted in the Dapur Keluarga. The relevance of discourse is found in the real problems in Indonesia. Cases of KKN practice involving family members and closest people, such as the case of the Regent of East Kutai, Bansos West Bandung, Gratification of Cases in the Supreme Court, and many more. In conclusion, the discourse of social criticism of the lyrics of the Dapur Keluarga song has relevance to the phenomena of Corruption, Collusion, and Nepotism in Indonesia.
Penguatan Literasi Digital Politik Perempuan melalui Pelatihan Pencegahan Hoaks untuk Mendukung Demokrasi Partisipatif di Desa Sukajaya Kabupaten Ciamis Wiwi Widiastuti; Fitriyani Yuliawati; Taufik Nurohman; Rahmi Nur Shofa; Nisa Khoerunisa; Sasy Tasya Kierana; Nur Rachmi Chayatri; Kukun Abdul Syakur Munawar
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/355rx317

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah meningkatkan akses masyarakat terhadap berbagai sumber informasi digital, namun pada saat yang sama juga memperbesar risiko penyebaran hoaks, disinformasi, dan manipulasi informasi yang dapat memengaruhi kualitas partisipasi demokrasi. Perempuan sebagai pendidik pertama dalam keluarga dan penggerak kehidupan sosial memiliki posisi strategis dalam membangun budaya literasi digital di masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi digital politik perempuan melalui pelatihan pencegahan hoaks guna mendukung demokrasi partisipatif di Desa Sukajaya, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis. Kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA) dengan desain one-group pre-test–post-test. Sebanyak 32 perempuan desa berpartisipasi dalam pelatihan yang dilaksanakan melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, simulasi identifikasi hoaks, praktik fact-checking, serta refleksi bersama. Data dikumpulkan menggunakan instrumen pre-test dan post-test yang terdiri atas sepuluh soal pilihan ganda dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, paired sample t-test, dan ukuran efek (Cohen's d). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata pemahaman peserta meningkat dari 80,00 pada saat pre-test menjadi 98,12 pada saat post-test. Seluruh indikator literasi digital mengalami peningkatan, terutama kemampuan melakukan verifikasi informasi, mengenali hoaks, serta memahami partisipasi politik perempuan. Hasil paired sample t-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pre-test dan post-test (p < 0,001), sedangkan nilai Cohen's d = 2,15 menunjukkan bahwa pelatihan memberikan efek yang sangat besar terhadap peningkatan literasi digital peserta. Kegiatan ini menghasilkan model Penguatan Literasi Digital Politik Perempuan Berbasis Partisipatif yang menempatkan pelatihan partisipatif sebagai sarana membangun kesadaran kritis, keterampilan verifikasi informasi, perilaku bermedia digital yang bertanggung jawab, serta penguatan partisipasi demokrasi dan ketahanan informasi masyarakat desa.
Pendampingan Pengembangan Usaha Gula Semut dalam Meningkatkan Inovasi Lokal Wiwi Widiastuti; Riska Sarofah; Fitriyani Yuliawati; Taufik Nurohman; Hilal Ramdhani
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): MARET-APRIL
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/bx5vpb86

Abstract

Pengabdian menjelaskan tentang pengembangan usaha UMKM salah satunya adalah usaha gula semut. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilaksanakan di Desa binangun, Kota Banjar. Kegiatan ini merupakan Kerjasama mitra dengan tujuan pada pengembangan ekonomi lokal. Berdasarkan pada hasil Focus Group Discussion (FGD) dan observasi ditemukan permasalahan bahwa usaha home industry yang dijalankan oleh masyarakat setempat terkesan berjalan masing-masing dan tidak terkoordinasi dengan baik oleh desa. Padahal potensi lokal seperti gula semut bisa menjadi salah satu branding produk lokal desa yang sangat memadai. Karakteristik masyarakat di Desa Binangun cukup menarik misalnya terdapat salah satu dusun yang mata pencaharian masyarakatnya mayoritas sebagai pengrajin industry yaitu Dusun Priyagung. Selama ini produksi gula semut masih mengemas produknya dengan sangat sederhana dan belum memiliki merek dagang yang familiar di mata konsumen. Selain itu, kesulitan dalam manajemen pemasaran dan keuangan menjadi salah satu tantangan perkembangan dari home industry gula semut. Oleh karena  itu, kegiatan pengabdian berfokus meningkatkan inovasi lokal dengan pengembangan industy gula semut. Pengabdian akan memberikan beberapa pendampingan penyusunan business plan, manajemen pemasaran, dan pembukuan keuangan. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa kelompok masyarakat melaksanakan kegiatan UMKM yang merupakan Kerjasama antara pemerintah desa dengan kelompok perempuan. Beberapa hasil produk misalnya pembuatan dodol dengan bahan dasar gula semut dan pembuatan kripik. Kegiatan ini memberikan pendampingan yang intensif mulai dari cara penentuan kualitas produk, pembukuan usaha dan pemasaran. Diharapkan program pengabdian ini dapat membantu pemerintah desa untuk berkolaborasi dengan para pelaku home industry sehingga pengembangan industry gula semut memiliki kelompok usaha, rumah produksi yang memadai, dan manajemen pemasaran yang baik dan terintegrasi dengan potensi wisata lokal lainnya. Pada akhirnya, kegiatan ini akan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Binangun.
Penguatan Ketahanan Pangan Masyarakat Desa Sukajaya Kabupaten Ciamis Melalui Program Menanam Kebutuhan Dapur di Pekarangan Rumah Wiwi Widiastuti; Alex Abdu Chalik; Fitriyani Yuliawati; Taufik Nurohman; Riska Sarofah
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2025): MEI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/bmkv5t69

Abstract

Pengabdian pada masyarakat yang sudah dilakukan menggunakan skema Ketahanan Pangan. Pengabdian ini dilakukan untuk menindaklajuti hasil observasi pemetaan profil, permasalahan dan potensi yang ada di Desa Sukajaya Kabupaten Ciamis, hasil observasi lapangan ditemukan bahwa di wilayah Desa Sukajaya sejalan dengan program desa tentang ketahanan pangan, selain mengadakan penyuluhan tentang isu resesi ekonomi tahun 2023, Dalam rangka meningkatkan akses masyarakat terhadap pangan yang bergizi, program ini mengedukasi masyarakat untuk menanam kebutuhan dapur sehari-hari di pekarangan rumah. Pendekatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan pangan eksternal, tetapi juga untuk menciptakan kemandirian pangan jangka panjang. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi pelatihan teknik bertani di pekarangan rumah, penyediaan bibit tanaman yang sesuai dengan iklim lokal, serta pendampingan dalam perawatan dan panen. Program ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Sukajaya dengan mengoptimalkan potensi lahan pekarangan rumah mereka sebagai sumber pangan yang berkelanjutan. Program ini juga memberikan kontribusi pada peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keberagaman konsumsi pangan dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Program Penguatan Ketahanan Pangan Masyarakat Desa Sukajaya Kabupaten Ciamis berhasil mencapai beberapa tujuan utama yang telah direncanakan. Sebanyak 80% dari peserta pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan mengenai teknik bertani di pekarangan rumah. Selain itu Masyarakat Desa Sukajaya kini lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari mereka. Dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam bahan pangan, mereka berhasil mengurangi ketergantungan pada pasar dan mengurangi biaya belanja pangan. Hal ini juga berdampak positif terhadap pola makan keluarga, yang kini lebih bergizi dan beragam. Sebagai hasil dari program ini, terbentuk kelompok masyarakat yang secara rutin berkumpul untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan terkait pertanian rumah tangga. Kelompok ini diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang terus mengembangkan pengetahuan pertanian di desa dan memperluas jaringan kerja sama dengan instansi terkait.