Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

RUMAH SAKIT ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI DI JAKARTA nurul aini; erni setyowati; indriastjario indriastjario
IMAJI Vol 2, No 1 (2013): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1829.024 KB)

Abstract

Kota Jakarta merupakan kota besar di Indonesia yang mengalami perkembangan pesat di segala bidang, baik dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, maupun ilmu dan pengetahuan yang akan mempengaruhi segala aspek kehidupan masyarakat. Terutama dalam pertumbuhan jumlah penduduk, hal ini mempengaruhi segala aktivitas masyarakat Kota Jakarta termasuk perihal kesehatan dan keselamatan jiwa. Seiring dengan perkembangan kota tersebut, kasus dan insiden yang terjadi di Kota Jakarta juga ikut bertambah. Pemilihan fungsi fasilitas kesehatan yang mewadahi penanganan kasus trauma sangat dibutuhkan. Dalam ilmu kesehatan di Indonesia, fasilitas tersebut ditangani oleh bidang traumatologi. Ilmu traumatologi ini berkaitan erat dengan kondisi tulang karena itu merupakan subspesialis dari ilmu bedah tulang (ortopedi). Oleh karena itu, keberadaan fasilitas yang menangani ortopedi dan traumatologi sangat dibutuhkan di kota besar seperti Jakarta, yaitu berupa Rumah Sakit Ortopedi dan Traumatologi di Jakarta. Rumah Sakit Ortopedi dan Traumatologi di Jakarta tersebut mengusung konsep arsitektur modern tropis. Mengunggulkan kemodernan namun tidak melupakan lingkungan dan iklim setempat karena dibangun di Kota Jakarta yang merupakan bagian dari Indonesia sebagai negara tropis. Menggabungkan sisi arsitektural dan lansekap sekitar, diharapkan menjadi destinasi para peneliti baik skala nasional maupun skala internasional. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian tentang rumah sakit, pengertian dan standar-standar mengenai rumah sakit khusus ortopedi dan traumatologi, serta studi banding beberapa rumah sakit ortopedi dan traumatologi yang telah ada. Dilakukan juga tinjauan mengenai Kota Jakarta, perkembangan rumah sakit ortopedi dan traumatologi di kota tersebut, serta program-program pemerintah yang mendukungnya. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan konsep arsitektur modern tropis. Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja, teknis, dan konstekstual. Pemilihan tapak dilakukan pada 3 alternatif lokasi dengan menggunakan matriks pembobotan. Sebagai kesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.
KONSERVASI ENERGI TERMAL DI DAERAH IKLIM TROPIS LEMBAB STUDI KASUS: GEDUNG C KAMPUS A, UNIVERSITAS TRISAKTI Lili Kusumawati M; Erni Setyowati; Agus Budi Purnomo
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN 2018 BUKU I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.3448

Abstract

Bangunan di pusat kota memberikan permukaan memantulkan dan menyerap radiasi panas matahari, yang berdampak pada peningkatan panas terhadap lingkungan yang beriklim tropis sehingga menambah kebutuhan untuk mendinginkan ruang dalam gedung. Apabila ventilasi alam tidak mencukupi maka dibutuhkan penghawaan buatan untuk  mendinginkan ruangan supaya nyaman bagi penghuni gedung, berarti menambah biaya yang harus dikeluarkan untuk AC supaya nyaman beraktifitas.Tulisan ini sebagai studi awal penelitian yang mengangkat masalah pengaruh iklim tropis terhadap selubung bangunan dengan batasan penelitian salah satu aspek dari iklim yaitu cahaya matahari, studi kasus pada Gedung C kampus A Universitas Trisakti Grogol Jakarta. GedungC diambil untuk mewakili blok bangunan yang ada di Kampus A.Penelitian dilakukan dengan studi pustaka yang berkaitan dengan iklim dan sinar matahari kemudian berlanjut dengan studi kasus dengan  meninjau posisi dan bentuk masa, pembayangan yang mengurangi cahaya matahari serta lingkungan sekitar gedung. Tujuan dan manfaat penulisan ini untuk membuktikan bahwa selubung dan posisi bangunan sangat dipengaruhi oleh cahaya matahari, serta mengetahui nilai perpindahan panas pada gedung berdasarkan pada SNI 6389-2011, melalui rumus OTTV. Dari hasil perhitungan, maka diperlukan disain yang tepat pada bentuk dan jenis selubung, dan perlunya mempertimbangkan penggunanan material yang tepat untuk mendapatkan nilai transfer panas kedalam bangunan agar membantu meminimalkan kebutuhan energi pengkondisian udara buatan.
PENGATURAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA PENCABULAN Erni Setyowati
Jurnal Supremasi Volume 7 Nomor 2 Tahun 2017
Publisher : Universitas Islam Balitar, Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.485 KB) | DOI: 10.35457/supremasi.v7i2.380

Abstract

Tindak pidana dengan pelaku anak di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Salah satu tindak pidana yang marak dilakukan oleh anak dengan korban anak adalah kekerasan seksual. Salah satu pemicunya adalah maraknya situs-situs porno di internet yang mudah diakses oleh anak melalui handphone atau internet. Dalam penulisan tesis ini digunakan metode penelitian yuridis normatif. Data yang dikumpulkan adalah data sekunder. Pengumpulan data sekunder merupakan upaya mendapatkan landasan teoritis yakni, dengan mempelajari peraturan-peraturan, dokumen-dokumen, buku-buku, dan doktrin yang relevan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk perlindungan hukum secara yuridis diatur dalam perundang-undangan khusus untuk anak yaitu Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Implementasi perlindungan hukum belum terlaksana secara optimal karena masih menggunakan peraturan perundang-undangan yang lama yakni Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Faktor penghambat implementasinya antara lain faktor hukum, aparat penegak hukum, sarana dan fasilitas pendukung, masyarakat, dan kebudayaan.
ANALISA PERBANDINGAN SUHU PERMUKAAN DINDING RUMAH VERNAKULAR PANTAI DAN GUNUNG Hermawan Hermawan; Eddy Prianto; Erni Setyowati
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 2, No 3 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2018
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.471 KB) | DOI: 10.31848/arcade.v2i3.77

Abstract

Abstract: Research on thermal performance will have implications for building energy savings. The method of discussing thermal performance is varied. In this study will look at the performance of the building envelope in creating thermal comfort of buildings. The study used a field study by comparing the temperature of wall surfaces in vernacular houses in coastal and mountain areas. Measurements were carried out for 5 days in three different periods, namely the dry season to rain, the rainy season and the rainy season to the dry season. The results showed differences in wall surface temperature between vernacular houses on mountains and beaches. This is in accordance with the conditions of climate variables at different locations in height. The location of the beach has a higher tendency than the location of the mountain.Keyword: wall surface temperature, vernacular house, thermal performance  Abstrak: Penelitian tentang kinerja termal akan berimplikasi pada penghematan energi bangunan. Metode pembahasan kinerja termal banyak ragamnya. Pada penelitian ini akan melihat kinerja selubung bangunan dalam menciptakan kenyamanan termal bangunan. Penelitian menggunakan studi lapangan dengan membandingkan suhu permukaan dinding pada rumah vernakular di daerah pantai dan gunung. Pengukuran dilakukan selama 5 hari pada tiga periode yang berbeda yaitu musim peralihan kemarau ke hujan, musim hujan dan musim peralihan hujan ke kemarau.  Hasil penelitian menunjukkan perbedaan suhu permukaan dinding antara rumah vernakular di gunung dan pantai. Hal ini sesuai dengan kondisi variabel iklim pada lokasi yang berbeda ketinggiannya. Lokasi pantai mempunyai kecenderungan lebih tinggi dibanding lokasi gunung.Kata Kunci: suhu permukaan dinding, rumah vernakular, kinerja termal
FAKTOR PEMBENTUK PERSEPSI RUANG KOMUNAL DI PEMUKIMAN NELAYAN (Studi Kasus: Pemukiman Nelayan Tambak Mulyo Semarang) Satriya Wahyu Firmandhani; Bambang Setioko; Erni Setyowati
TEKNIK Vol 34, No 2 (2013)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1447.768 KB) | DOI: 10.14710/teknik.v34i2.5633

Abstract

In certain settlement, human always interact with the physical setting arround of them. That interaction causesperception inside of that human, because perception is the process of organizing and interpretating of stimulusprovided by the environment (Rita, 1983). So the perception is strongly influenced by the individual human andphysical surroundings. Based on the theory of perception, found problems in Tambak Mulyo as fishermensettlement in Semarang, where the inhabitants of Tambak Mulyo do the communal activities on the roadenvironment. Road environment should be a mode of land transport circulation is also used for the communalspace. Seeing this phenomenon, it can be concluded that there is the perception of communal space in thefishermen settlement in Tambak Mulyo. And this study aimed to explore the factors forming the perception ofcommunal space.In answering the research objectives, the research paradigm used is a quantitative rationalistic to constructfactor variables. In constructing the factor variabless, based on the theory that the perception of the individualand the setting up of the physical environment (Sarlito, 1992). So that the required variables are perceptionvariables and variables of communal space. The variables is operationalized into a questionnaire that is easy tounderstand the respondents, next after the questionnaire data collected, the data were analyzed using factoranalysis statistical test, so of many variable factors that could wake is reduced to just a few factors thatsignificantly causes the perception of communal space in the fishermen settlement.At the output of this research, revealed about the causal factors of the perception of communal space in thefishermen settlement. These factors is a collection of variable factors that have a strong correlation in theanalysis. By knowing the factors forming the perception of communal space in the fishing settlement, expected toprovide input in the planning and design of fishing settlements.Key words : Perception, Communal Space, Physical Setting