Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Agrikultura

Dinamika Populasi Gulma Akibat Aplikasi Herbisida Metil Metsulfuron pada Padi Sawah Sistem Tanam Pindah (Tapin) dan Tanam Benih Langsung (Tabela) Sri Utami; Denny Kurniadie; Dedi Widayat
Agrikultura Vol 31, No 3 (2020): Desember, 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v31i3.29231

Abstract

Perubahan jenis, komposisi dan dominasi gulma merupakan masalah yang sering timbul akibat adanya pengendalian gulma, terutama pengendalian gulma menggunakan herbisida. Gulma dapat menjadi lebih berbahaya, sulit dikendalikan dan menjadi resisten jika tidak diatasi dengan baik. Perubahan jenis dan komposisi juga dipengaruhi oleh sistem budidaya tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pergeseran atau perubahan gulma akibat aplikasi herbisida metil metsulfuron pada penanaman padi sistem Tapin dan sistem Tabela. Penelitian ini menggunakan rancangan split plot yang diulang sebanyak empat kali. Faktor utama adalah sistem tanam dengan dua taraf, yaitu sistem Tabela (T2) dan Tapin (T1). Anak petak adalah penyiangan gulma dengan tiga taraf, yaitu penyiangan menggunakan herbisida metil metsulfuron (H1), penyiangan manual (H2) dan tanpa penyiangan atau kontrol (H3). Hasil penelitian menunjukan bahwa selain perlakuan kontrol pada sistem Tabela (T2H3), dominasi gulma berubah dari gulma golongan daun lebar menjadi gulma golongan teki. Perlakuan herbisida metil metsulfuron sistem Tabela (T2H1) memiliki tingkat kesamaan komunitas gulma yang paling berbeda terhadap Anveg awal dan perlakuan kontrol pada sistem Tapin (T1H3) maupun Tabela (T2H3). Keanekaragaman gulma menurun, terutama pada perlakuan herbisida metil metsulfuron sistem Tabela (T2H1) yang memiliki tingkat keanekaragaman gulma paling rendah dan nilai dominsi paling tinggi.
Sinergisme Campuran Herbisida Berbahan Aktif IPA Glifosat 240 g/L dan 2,4 D AminA 120 g/L dalam Mengendalikan Beberapa Jenis Gulma Denny Kurniadie; Dita Agustin Purbayanti; Yayan Sumekar
Agrikultura Vol 30, No 3 (2019): Desember, 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.534 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v30i3.24831

Abstract

ABSTRACT Synergism of herbicide mixture of Glyphosate IPA 240 g/L and 2,4 D Amines 120 g/L in controlling various types of weeds Mixture of herbicides with two or more types of active ingredients will show an interaction of the ingredients. These interactions could be synergistic, additive, or antagonistic. The purpose of this research was to investigate the herbicide mixture of Glyphosate IPA 240 g/L and 2,4 D Amines 120 g/L to control various types of broadleaf weeds and grass weeds. The research was conducted from March until May 2019, at the green house of the Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran at Jatinangor Sumedang. The treatment consisted of three types of herbicides with different dosages, namely mixture of glyphosate IPA 240 g/L and 2.4 D Amine 120 g/L (2,880, 1,440, 720, 360, 180, and 0 g/ha), glyphosate IPA 240 g/L (1,920, 960, 480, 240, 120, and 0 g/ha), and 2,4 D Amine 120 g/L (960, 480, 240, 120, 60, and 0 g/ha) with five replications. The target weeds were Ageratum conyzoides, Synedrella nodiflora, Borreria alata, Ischaemun timorense, and Otochloa nodosa.  Data were analyzed using analysis of linear regression and MSM method to determine LD95 treatment and LD95 expectation. The result showed that mixture of herbicides glyphosate IPA and 2.4 D Amine had LD95 treatment value (3992,91 g/ha) and smaller than LD95 expectation value (4180,81 g/ha), so the herbicide mixture was synergistic. Keywords: Mixed herbicide, IPA Glyphosate, 2,4 D Amine, LD95, MSM method ABSTRAK Herbisida campuran dengan dua atau lebih jenis bahan aktif akan menunjukkan interaksi satu bahan dengan bahan yang lain. Interaksi tersebut dapat bersifat sinergis, aditif dan antagonis. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui interaksi herbisida campuran berbahan aktif IPA Glifosat 240 g/L dan 2,4 Amina 120 g/L terhadap pengendalian gulma berdaun lebar dan gulma rumput. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2019, di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Ciparanje, Jatinangor. Perlakuan terdiri dari tiga jenis herbisida dengan dosis yang berbeda yaitu herbisida campuran IPA Glifosat 240 g/L dan 2,4 D Amina 120 g/L (2.880, 1.440, 720, 360, 180, 0 g/ha), herbisida tunggal IPA Glifosat 240 g/L (1.920, 960, 480, 240, 120, 0 g/ha), dan herbisida tunggal 2,4 D Amina 120 g/L (960, 480, 240, 120, 60, 0 g/ha) dengan lima ulangan. Gulma sasaran pada penelitian ini di antaranya yaitu Ageratum conyzoides, Synedrella nodiflora, Borreria alata, Ischaemun timorense, dan Otochloa nodosa. Analisis data menggunakan analisis regresi linear dan metode MSM untuk menentukan LD95 perlakuan dan LD95 harapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencampuran herbisida berbahan aktif IPA Glifosat dan 2,4 D Amina memiliki nilai LD95 perlakuan (3992,91 g/ha) lebih kecil dari nilai LD95 harapan (4180,81 g/ha) sehingga campuran herbisida tersebut bersifat sinergis. Kata Kunci: Herbisida campuran, IPA Glifosat, 2,4 D Amina, LD95, Metode MSM
Uji Resistensi Gulma Echinochloa crus-galli Asal Sulawesi Selatan terhadap Herbisida Natrium Bispiribak Rasyid, Zidan Zulfikar; Kurniadie, Denny; Umiyati, Uum
Agrikultura Vol 33, No 3 (2022): Desember, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i3.40049

Abstract

Aplikasi herbisida dengan cara kerja menghambat Acetolactate synthase (ALS) telah dilakukan secara intensif untuk mengendalikan gulma jajagoan [Echinochloa crus-galli (L.) P. Beauv.] pada areal pertanaman padi di Sulawesi Selatan, Indonesia. Hal ini diduga menimbulkan E. crus-galli yang tahan dan diperkirakan resisten terhadap herbisida natrium bispiribak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resistensi dan tingkat resistensi E. crus-galli terhadap herbisida natrium bispiribak. Percobaan dilaksanakan pada bulan September 2021 sampai Januari 2022 di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Kabupaten Sumedang. Rancangan percobaan disusun dalam bentuk Rancangan Petak Terbagi yang terdiri dari dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah lokasi asal gulma sebagai petak utama yang berasal dari daerah terpapar herbisida (Kabupaten Maros, Kabupaten Sidrap dan Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan) dan dari daerah tidak terpapar herbisida (Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat). Faktor kedua adalah dosis herbisida sebagai anak petak yang terdiri atas 0, 4, 8, 16, 32, 64, 128 g bahan aktif (b.a)/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E. crus-galli asal Sidrap dan Maros tergolong ke dalam resisten tingkat rendah terhadap herbisida natrium bispiribak dengan nisbah resistensi masing-masing sebesar 5,61 dan 2,36, sedangkan, pada gulma E. crus-galli asal Pinrang tidak menunjukkan adanya resistensi terhadap herbisida natrium bispiribak.
Pengaruh Dosis Herbisida Isopropilamina Glifosat 480 SL untuk Pengendalian Gulma pada Budidaya Tanaman Eukaliptus (Eucalyptus sp.) Kurniadie, Denny; Widayat, Dedi; Sernita, Putri Intan
Agrikultura Vol 33, No 2 (2022): Agustus, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i2.40613

Abstract

Eukaliptus merupakan salah satu tanaman prioritas pada Hutan Tanaman Industri (HTI) yang memiliki banyak manfaat. Upaya peningkatan produksi eukaliptus dipengaruhi oleh keberadaan gulma yang merugikan karena menyebabkan adanya kompetisi dengan tanaman eukaliptus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas herbisida Isopropilamina Glifosat 480 SL untuk mengendalikan gulma umum pada pertanaman eukaliptus. Penelitian ini dilakukan di kebun eukaliptus, Desa Lebak Muncang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tujuh perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan terdiri dari aplikasi herbisida Isopropilamina Glifosat 480 SL dosis 1,50 l/ha; 2,25 l/ha; 3,00 l/ha; 3,75 l/ha; 4,50 l/ha; penyiangan manual; dan kontrol (tanpa perlakuan pengendalian). Hasil penelitian menunjukkan bahwa herbisida Isopropilamina Glifosat 480 SL pada dosis 1,50 l/ha sampai 4,50 l/ha efektif dalam mengendalikan gulma daun lebar seperti Ageratum conyzoides dan Borreria alata, gulma rumput seperti Paspalum conjugatum dan Imperata cylindrica, serta gulma total pada budidaya tanaman eukaliptus hingga pengamatan 12 MSA dan tidak menimbulkan efek keracunan pada tanaman eukaliptus.