Claim Missing Document
Check
Articles

Usulan Kebijakan Perawatan Optimal Pada Hydraulic Lubrication Pneumatic (hlp) System Dengan Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance (rcm) Dan Risk Based Maintenance (rbm) Di Pt Krakatau Steel (persero), Tbk Nadia Ulfa; Judi Alhilman; Nopendri Nopendri
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri baja merupakan salah satu bagian dari industri strategis di Indonesia. PT Krakatau Steel (Persero) merupakan salah satu perusahaan penghasil baja terbesar di Indonesia. Hot Strip Mill merupakan fasilitas produksi perusahaan yang memiliki kapasitas produk tertinggi sebesar 1,55 juta ton, yang menghasilkan Hot Rolled Coil (HRC) dan Hot Rolled Plate (HRP). Hydraulic Lubrication Pneumatic (HLP) berfungsi dalam menghilangkan scale selama proses pembuatan HRC dan HRP, sehingga HLP harus mampu dioperasikan secara optimal guna mencegah terjadinya kerusakan yang menghambat proses produksi. Dari hasil perhitungan menggunakan metode Risk Priority Number, Water System terpilih sebagai subsistem kritis yang perlu ditentukan kebijakan perawatan yang sesuai dengan karakteristik kerusakan dengan menggunakan metode Reliability Centered Maintenance (RCM) serta konsekuensi dan risiko yang ditimbulkan akibat kerusakan menggunakan metode Risk Based Maintenance (RBM). Hasil pengolahan didapatkan kegiatan preventive maintenance yang tepat yaitu 12 scheduled on-condition tasks, 14 scheduled restoration tasks, dan 1 scheduled discard tasks. Interval waktu perawatan tiap subsistem berbeda-beda sesuai dengan task yang diperoleh. Hasil dari metode RBM diperoleh nilai risiko sebesar Rp Rp 70.465.063.812,86. Total biaya perawatan usulan didapatkan berdasarkan interval waktu yang optimal yaitu sebesar biaya perawatan usulan adalah sebesar Rp 227.703.139.578,47. Kata kunci: Maintenance, Preventive Maintenance, Reliability Centered Maintenance, Risk Based Maintenance
Usulan Kebijakan Preventive Maintenance Mesin Mori Seiki Nh4000 Dcg Dengan Metode Reliability Center Maintenance (rcm) Dan Risk Based Maintenance (rbm) (studi Kasus Pt Pudak Scientific) Fachri Husaini; Judi Alhilman; Nurdinintya Athari
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Pudak Scientific merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri pembuatan part pesawat terbang. Namun target produksi yang sering tidak tercapai menyebabkan loss revenue pada perusahaan. Penyebabnya yaitu breakdown mesin yang berakibat pada product reject, target produksi tidak tercapai, sehingga loss revenue pada perusahaan. Salah satu mesin yang sering mengalami breakdown yaitu Mori Seiki NH4000 DCG. Mori Seiki NH4000 DCG merupakan mesin bagian finishing untuk produk Blank fork End. Breakdown mesin yang cukup tinggi menyebabkan target produksi setiap bulannya sering tidak terpenuhi. Kegiatan perawat an yang tidak efektif dan efesien juga mengakibatkan biaya maintenance cukup besar. Berdasarkan hasil analisis risiko, system performance loss yang ditimbulkan cukup besar yaitu Rp 286.891.212 atau 3,773% dari kapasitas produksi mesin setahun. Angka ini melebihi kriteria penerimaan risiko oleh perusahaan yaitu sebesar 2% . Oleh karena itu perlu dilakukan kebijakan perawatan tepat untuk mesin Mori Seiki NH4000 DCG. Pendekatan yang dilakukan yaitu menggunakan Reliability Centered Maintenance dan Risk Based Maintenance. Berdasarkan dua pendekatan diatas didapatkan kebijakan interval waktu perawatan yang tepat sehingga kegiatan perawatan lebih efektif serta dapat meningkatkan efesiensi perawatan dengan menekan biaya perawatan yang sebelumnya Rp167.506.286 per tahun, menjadi Rp139.994.493 per tahun. Dengan adanya kebijakan tersebut diharapkan dapat mengurangi breakdown mesin dan performance loss yang ditimbulkan. Kata kunci : Preventive Maintenance, Reliability centered maintenance, risk based maintenance, Performance loss
Optimasi Kebijakan Maintenance Dan Pengelolaan Spare Part Pada Mesin Caulking Line 6 Dengan Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance (rcm) Dan Reliability Centered Spares (rcs) (studi Kasus : Pt Dns) Terrin Eliska; Endang Budiasih; Judi Alhilman
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT DNS merupakan salah satu industri manufaktur yang menghasilkan spark plug. Banyaknya mesin dibagian produksi PT DNS diperlukan kegiatan pemeliharaan agar mesin yang ada dapat bekerja tanpa menghambat proses produksi, oleh karena itu diperlukan kegiatan preventive maintenance yang tepat. Mesin caulking yang ada pada line 6 mengalami seringnya terjadi kerusakan. Mesin Caulking merupakan salah satu mesin yang harus selalu siap pakai dan mampu beroperasi secara optimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Reliability Centered Maintenance (RCM) serta kebutuhan komponen pengganti cadangan (spare part) optimal yang harus tersedia di perusahaan dengan menggunakan metode Reliability Centered Spares (RCS). Berdasarkan hasil pengukuran dengan menggunakan metode RCM diperoleh kebijakan maintenance untuk subsistem kritis pada mesin Caulking adalah scheduled on-condition task sebanyak 6, Scheduled Discard Tasks sebanyak 3 dan Scheduled Restoration Tasks sebanyak 2. Interval waktu perawatan diperoleh berbeda-beda berdasarkan task masing-masing dan biaya perawatan usulan diperoleh Rp 2.321.757.069,00 dimana biaya tersebut lebih kecil dari biaya perawatan existing. Dan hasil dari metode RCS diperoleh kebutuhan spare part buat empat tahun kedepan yaitu untuk subsistem kritis Solenoid Valve Up-Down sebanyak 84 buah, subsistem kritis Piston Pump sebanyak 12 buah dan subsistem kritis Hydraulic Cylinder sebanyak 104 buah. Kata kunci : Preventive Maintenance, Reliability Centered Maintenance, Reliability Centered Spares
Optimalisasi Kebijakan Perawatan Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance (rcm) Dan Perencanaan Pengelolaan Suku Cadang Menggunakan Reliability Centered Spares (rcs) Pada Continuous Casting Machine 3 Slab Steel Plant Di Pt Krakatau Steel, Tbk Made Shanti Sarashvati; Judi Alhilman; Nopendri Nopendri
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Industri baja merupakan salah satu industri pendukung pembangunan nasional yang sedang direncanakan oleh pemerintah Indonesia. Permintaan baja nasional pada tahun 2013 mencapai 12,7 juta ton. Hal ini merupakan tantangan bagi industri baja nasional untuk tumbuh dan berkembang. PT Krakatau Steel merupakan satu-satunya industri nasional milik pemerintah yang bergerak di bidang produksi baja. Bisnis baja sangat berfluktuatif dipengaruhi oleh gejolak ekonomi dunia, akhir tahun 2012 harga baja turun sejalan dengan kelebihan suplai baja dunia oleh China. Pada tahun 2013, perusahaan memutuskan menghentikan operasi pabrik SSP (Slab Steel Plant) karena biaya produksi slab lebih tinggi dibandingkan pembelian bahan baku slab baja impor. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan metode RCM (Reliability Centered Maintenance) untuk mendapatkan interval waktu perawatan yang tepat. Pemilihan maintenance task berdasarkan perhitungan kualitatif menggunakan FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) dan RCM Worksheet, didapatkan 1 scheduled oncondition, 5 scheduled restoration, 2 scheduled discard task dan 1 run to failure dilanjutkan perhitungan kuantitatif untuk mendapatkan interval perawatan. Selisih biaya perawatan apabila perusahaan menggunakan kebijakan maintenance usulan dibandingkan dengan kebijakan maintenance eksisting adalah Rp 12.476.379.035,01. Penelitian ini juga menggunakan metode RCS (Reliability Centered Spares) untuk memperhitungkan tingkat persediaan spare part yang harus disediakan perusahaan untuk setiap komponen kritis repairable dan non-repairable agar tidak terjadi stock out. Kata kunci : Failure Mode and Effect Analysis, RCM Worksheet, Reliability Centered Maintenance, Reliability Centered Spares
Usulan Kebijakan Perawatan Mesin Dan Kebijakan Pengelolaan Sparepart Mesin Fin Cnc Bl1412 Dengan Metode Reliability Centered Maintenance (rcm) Dan Reliability Centered Spares (rcs) Di Pt Duta Hita Jaya Muhammad Hamdan; Judi Alhilman; Endang Budiasih
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - PT. Hita Jaya merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di industri fabrikasi besi dan baja. Menjadi salah satu pendukung utama dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia yang saat ini terus berkembang ditandai dengan pembangunan jalan, bandara, pelabuhan, rel kereta api, dan beberapa fasilitas lainnya. Tower merupakan salah satu produk yang sering dipesan oleh pelanggan baik itu tower telekomunikasi atau tower listrik. Untuk menghindari kerusakan yang akan menghambat proses produksi yang telah ditargetkan sehingga berdampak pada kerugian maka dilakukanlah penelitian menggunakan metode Reliability Centered Maintenance (RCM) untuk mendapatkan interval waktu perawatan yang tepat dan metode Reliability Centered Spares (RCS) untuk memperhitungkan tingkat persediaan sparepart yang harus disediakan agar tidak terjadi stock out. Pemilihan maintenance task berdasarkan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan RCM Worksheet dihasilkan sepuluh kegiatan Scheduled On-Condition kemudian dilanjutkan melakukan perhitungan kuantitatif untuk mendapatkan interval waktu perawatan dengan biaya perawatan usulan sebesar Rp 88.390.300,00. Hasil perhitungan RCS dengan metode poisson process yaitu komponen repairable seperti selang hidrolik membutuhkan 4 buah, selang pneumatic pada marking 4 buah dan selang pneumatic pada punching 9 buah. Komponen non-repairable seperti solenoid valve 10 buah, tubing 14 buah, baut L8 22 buah, limit switch 30 buah, dan oring koper 55 buah. Kata kunci: RCM Worksheet, Failure Mode and Effect Analysis, Poisson Process, Reliability Centered Maintenance, Reliability Centered Spares. Abstract - PT. Duta Hita Jaya is one of the companies in the iron and steel fabrication industry. Being one of the main support in infrastructure development in Indonesia, which is currently growing, is marked by the construction of roads, airports, ports, railroads and several other facilities. The tower is one of product that is often ordered by customers, whether it's a telecommunications tower or an electric tower. To avoid failure of the production that has an impact on production target with the result that make disadvantage to company, so this research is using the Reliability Centered Maintenance (RCM) method to get the proper maintenance time interval and the Reliability Centered Spares (RCS) method to calculate the level of spare parts inventory that must be provided so there is no stock out. Maintenance task election based on Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) and RCM Worksheet. The result was ten Scheduled On-Condition activities and then continued to do quantitative calculations to get a maintenance time interval with a proposed maintenance cost of Rp 88.390.300,00. The results of RCS calculation with the Poisson process method are repairable components such as hydraulic hose requiring 4 pieces, pneumatic hose on marking 4 pieces and pneumatic hose on punching 9 pieces. Non-repairable components such as 10 pieces of the solenoid valve, 14 pieces of tubing, 22 pieces of L8 bolts, 30 pieces of limit switches, and 55 pieces of oring koper . Keywords: RCM Worksheet, Failure Mode and Effect Analysis, Poisson Process, Reliability Centered Maintenance, Reliability Centered Spares.
Performance Assessment Berbasis Reliability Pada Continuous Casting Machine 3 (ccm 3) Pt Krakatau Steel (persero), Tbk Menggunakan Metode Reliability Availability Maintainability (ram) Analysis Dan Cost Of Unreliability (cour) Ika Praesita; Judi Alhilman; Nopendri Nopendri
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Industri baja merupakan industri strategis yang digunakan sebagai bahan baku penting bagi industriindustri secara keseluruhan, baik untuk infrastruktur, produksi barang modal, alat transportasi, otomotif, hingga persenjataan. World Steel Association mencatat, konsumsi baja per kapita pada tahun 2014, Indonesia mencapai 62,2 kg/kapita, namun angka tersebut masih tergolong rendah. Pemerintah Indonesia saat ini sadar akan hal tersebut dan merencanakan akan meningkatkan konsumsi baja nasional. Salah satu cara dalam mengurangi kerugian yang terjadi adalah dengan meningkatkan RAM (Reliability, Availability, Maintainability) dari mesin CCM 3. Dalam perhitungan RAM digunakan pemodelan RBD (Reliability Block Diagram) untuk mempermudah pemahaman terhadap sistem. Biaya yang dihasilkan dari masalah RAM dapat diketahui dengan menggunakan metode COUR (Cost of Unreliability). Hasil pengolahan data menggunakan RAM dengan pemodelan RBD didapatkan nilai reliability system sebesar 28,44% pada t = 936 dan nilai maintainability mesin sebesar 100% minimal membutuhkan waktu 13 jam. Dengan nilai inherent availability sebesar 99,47% dan operational availability sebesar 99,44%. Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan dengan menggunakan kebijakan perusahaan dan Key Performance Indicator IVARA, indikator availability telah mencapai target indikator yang diberikan. Dari hasil perhitungan menggunakan RAM didapatkan nilai COUR sebesar Rp 5.031.295.257,00 berdasarkan pada downtime atau corrective time. Kata Kunci : Availability, Cost of Unreliability, Key Performance Indicator, Maintainability, Reliability, Reliability Block Diagram
Analisis Penentuan Kebijakan Maintenance Pada Mesin Tenun 251 Dengan Menggunakan Metode Life Cycle Cost (lcc) Dan Overall Equipment Effectiveness (oee) (studi Kasus : Pt Buana Intan Gemilang) Vanita Zahra Zahirah; Judi Alhilman; Nurdinintya Athari
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Buana Intan Gemilang (BIG) merupakan sebuah perusahaan industri tekstil di Indonesia yang terletak di Jalan Tarajusari, Banjaran, Bandung Produk utama yang dihasilkan kain bermotif dan sajadah. Mesin tenun 251 adalah salah satu mesin tenun yang digunakan untuk memproduksi kain bermotif. Mesin tenun 251 memiliki downtime tertinggi pada tahun 2014 sehingga mesin tidak bekerja secara optimal dalam memproduksi kain bermotif. Untuk mengatasi hal tersebut, metode yang digunakan adalah LCC dan OEE. Berdasarkan metode LCC, total nilai LCC paling minimal sebesar Rp 967.826.380,00 dengan umur mesin optimal adalah tiga tahun dan jumlah maintenance crew optimal sebanyak satu orang untuk setiap shift. Berdasarkan metode OEE, didapatkan nilai OEE sebesar 81,20% dan faktor equipment failures dari six big losses sebesar 77,08% dari total losses. Kata Kunci : LCC, OEE, six big losses
Perancangan Simulasi Monitoring Jarak Jauh Dengan Sensor Getaran Untuk Memprediksi Kerusakan Mesin Cnc Milling A Pada Pt. Sandy Globalindo Annisa Prias Maysarah; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji; Judi Alhilman
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Beberapa tahun ke depan, industri akan memasuki era baru yang disebut Industry 4.0. Industry 4.0 merupakan tahap industri baru di mana ada integrasi antara sistem operasi manufaktur, teknologi informasi, dan komunikasi (TIK), terutama Internet of Things (IoT). PT Sandy Globalindo merupakan perusahaan swasta yang memproduksi beberapa produk spare part motor sesuai pesanan yang ada atau made to order. Mesin CNC Milling A merupakan salah satu dari sebelas mesin CNC yang dimiliki oleh PT. Sandy Globalindo. Mesin ini memiliki fungsi untuk membentuk material dengan bentuk dasar balok menjadi bentuk yang diinginkan. Seringkali terjadi kerusakan pada mesin ini yang diakibatkan oleh oleh coolant yang secara terus-menerus membasahi bearing rel, sehingga permukaan bearing rel permukaannya tidak lagi rata dan berkarat. Hal tersebut berdampak pada proses produksi menjadi terganggu karena kerusakan pada bearing rel menyebabkan getaran pada mesin tinggi sehingga output yang dihasilkan tidaklah sesuai standar yang ditetapkan yakni kasar dan tidak lulus uji Quality Control. Maka dari itu, diperlukan suatu alat yang dapat mendeteksi degradasi fungsi dari bearing rel. Alat ini dapat memantau getaran yang terjadi pada mesin secara real time. Kata kunci: Industry 4.0, IoT, bearing rel, coolant, CNC Miling Abstract In the next few years, the industry will enter a new era called Industry 4.0. Industry 4.0 is a new industrial stage where there is integration between manufacturing operations, information technology and communication (ICT) systems, especially the Internet of Things (IoT). PT Sandy Globalindo is a private company that produces several motorbike spare parts products according to existing orders or made to order. CNC Milling A machine is one of eleven CNC machines owned by PT. Sandy Globalindo. This machine has a function to form the material with the basic shape of the beam into the desired shape. Damage to this machine is often caused by coolants that constantly wet the rail bearing, so that the surface of the surface rail bearing is no longer flat and rusty. This has an impact on the production process which is disrupted because damage to the rail bearing causes vibrations to the high engine so that the output produced is not in accordance with the standard set, which is rough and does not pass the Quality Control. Therefore, we need a device that can detect the function degradation of the bearing rail. This device has the ability to monitor vibrations that occur on the machine in real time. Keywords: Industry 4.0, IoT, rail bearing, coolant,CNC Milling
Performance Assessment Based On Reliability In Huron Machines Using Cost Of Unreliability (cour) Method Using Cost Of Poor Maintenance (copm) Analysis In Pt. Pindad (PERSERO) Ida Bagus Yoga Samkhyaita; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji; Judi Alhilman
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT PINDAD (PERSERO) merupakan perusahan yang bergerak di bidang alat utama sistem persenjataan dan produk komersial di Indonesia. PT PINDAD (PERSERO) memproduksi senjata dan munisi, kendaraan khusus, bahan peledak, produk komponen, sarana, dan prasarana dalam bidang trasnportasi, dan produk alat berat. Dengan adanya proses produksi maka diperlukan perbaikan setelah mesin mengalami breakdown. Perbaikan atau perawatan sangat penting dalam meminimasi terjadinya ganguan pada produksi. Mesin Huron merupakan salah satu mesin di PT PINDAD (PERSERO). Permasalahan yang diteliti yaitu, penyebab terjadinya kerusakan pada mesin Huron, menentukan nilai COUR pada mesin Huron, dan pengaruh menggunakan analisis COPM yang digunakan untuk mengidentifikasi kelemahan pada kinerja perawatan di PT.PINDAD (PERSERO). Dari hasil pengolahan data yang telah dilakukan dengan metode COUR didapatkan biaya yang disebabkan oleh ketidakandalan sistem yang berdasarkan corrective time sebesar Rp 130.119.673 dan berdasarkan downtime sebesar Rp 1.370.731.116. Sedangkan untuk analisis COPM diperoleh bahwa terdapat tiga jenis kegiatan yang perlu dioptimalkan dan tiga jenis kegiatan yang perlu dikurangi. Kegiatan yang perlu melakukan pengoptimalan adalah kegiatan pemeliharaan bahan lain untuk pemeliharaan, lubricants, logistik. Sedangkan kegiatan yang perlu dikurangi adalah kegiatan lost production time, jam kerja untuk pemeliharaan, dan pemeliharaan exchange parts. Kata kunci: Cost of Unreliability, Cost of Poor Maintenance, Preventive Maintenance, Corrective Maintenance Abstrack PT PINDAD (PERSERO) is an Indonesian company that engages in the primary production of weapon systems and commercial products. PT PINDAD (PERSERO) produces weapons, ammunitions, exclusive vehicles, explosives, component products, various tools and infrastructure in relation to transport, as well as heavy equipment and machineries. With these processes of production, regular upkeeping is needed when machinery breakdowns occur. Maintenance and repairment is an important aspect as it minimizes production failures and errors. The Huron machine is one of the equipment used in the upkeeping process by PT PINDAD (PERSERO). The observations of this report are to identify the culprit of breakdowns of the Huron machine, to determine the COUR value of the Huron machine and the effects of using the COPM analysis that is required to identify weaknesses in the upkeeping performance at PT.PINDAD (PERSERO). From the processed data achieved with the COUR methoda cost estimation is attained by poor system due to corrective time at Rp 130.119.673 and due to downtime at Rp 1.370.731.116.. Meanwhile, for the COPM analysis, three types of activities were found to be in need of optimization and three types of activities were found to be in need of reduction. Therefore, the activities required for optimization are maintenance activities of other materials for maintenance, lubrication and logistics. On the other hand, the activities that are needed to be reduced are times for lost productions, times for maintenance activities and the maintenance of exchange parts. Keywords: Cost of Unreliability, Cost of Poor Maintenance, Preventive Maintenance, Corrective Maintenanc
Estimasi Risiko Kegagalan Dan Penentuan Umur Ekonomis Mesin Injeksi Plastik Dengan Menggunakan Metode Risk Based Maintenance (rbm) Dan Replacement Analysis Di Cv Xyz Mohammad Tajudin; Judi Alhilman; Endang Budiasih
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak CV XYZ merupakan perusahaan yang memproduksi spare part dari shockbreaker yaitu spring guide. Mesin yang digunakan CV XYZ untuk memproduksi spare part tersebut adalah mesin Injeksi Plastik. Mesin Injeksi Plastik memiliki peranan penting dalam mengolah bisi plastik polypropylene menjadi spring guide yang mendukung proses usaha dalam CV XYZ, apabila mesin tersebut mengalami kerusakan maka proses produksi akan berhenti dan akan menimbulkan kerugian. Untuk dapat menjaga atau mengembalikan mesin agar tetap beroperasi sesuai dengan fungsinya maka dapat dilakukan kegiatan maintenance oleh perusahaan. Metode maintenance yang digunakan dalam penelitian ini adalah Risk Based Maintenance (RBM) dan Replacement Analysis. Metode Risk Based Maintenance (RBM) digunakan untuk mengetahui nilai risiko kegagalan dari mesin Injeksi Plastik yang diterima perusahaan. Berdasarkan metode Risk Based Maintenance diperoleh nilai risiko sebesar Rp 439,313,212. Metode Replacement Analysis digunakan untuk menentukan kebijakan kapan mesin Injeksi Plastik harus dilakukan penggantian dan umur ekonomis dari mesin tersebut. Berdasarkan metode Replacement Analysis diperoleh kebijakan waktu penggantian dan umur ekonomis dari mesin Injeksi Plastik adalah 8 tahun lagi. Kata kunci: Mesin Injeksi Plastik, Maintenance, Risk Based Maintenance, Replacement Analysis Abstract CV XYZ is a company producing spare parts of the shockbreaker that is spring guide. The machine used CV XYZ to manufacture the spare part is the Plastic Injection machine. Plastic Injection machine has an important role in the processing of plastic pellets polypropylene into a spring guide that supports the business processes in CV XYZ, if the engine is damaged then the production process will stop and will be cause any harm. To be able to keep or restore the machine to continue to operate in accordance with its function then it can be done the activities of the maintenance by the company. The method of maintenance used in this study is a Risk Based Maintenance (RBM) and Replacement Analysis. Methods of Risk Based Maintenance (RBM) is used to determine the value of the risk of failure of the Plastic Injection machine received by the company. Based on the methods of Risk Based Maintenance obtained risk value of Rp 439,313,212. The method of Replacement Analysis is used to determine the policy of when the Plastic Injection machine to do the replacement and the economic life of the machine. Based on the method of Replacement Analysis obtained policy the time of replacement and the economic life of the Plastic Injection machine is 8 years old again. Keywords: Plastic Injection Machine, Maintenance, Risk Based Maintenance, Replacement Analysis