Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Karakterisasi Briket Bonggol Jagung dengan Variasi Konsentrasi Tepung Beras Ketan sebagai Perekat Shafwan Amrullah; Cyrilla Oktaviananda
Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo (JTPG) Vol 8 No 1 (2023): Jurnal JTPG (Mei)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtpg.v8i1.1142

Abstract

Kebutuhan energi suatu negara sangatlah penting. Peningkatan aktivitas manusia berimplikasi pada meningkatnya kebutuhan energi terutama bahan bakar fosil yang tidak dapat diperbaharui. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam produksi produk energi alternatif seperti briket dengan menggunakan limbah organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi jumlah perekat tepung beras ketan dengan konsentrasi 0%, 3%, 5%, dan 7%, terhadap kadar air, kadar abu, indeks kehancuran, dan nilai kalor briket bonggol jagung. Penelitian ini menggunakan ANOVA dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor untuk mengetahui pengaruh penggunaan variasi perekat terhadap briket bonggol jangung. Hasil penelitian menunjukkan indeks kehancuran berpengaruh pada jumlah perekat tepung beras ketan, nilai tertinggi ada pada konsentrasi perekat 5% sebesar 0,5% dan nilai terendah ada pada konsentrasi perekat 7% sebesar 0,11%, secara statistik perlakuan variasi perekat berbeda nyata (P-value = 0,29) sehingga dilakukan uji duncan yang dimana penggunaan perekat 7% dan 0% tidak berbeda nyata (P-value = 0,378), selanjutnya penggunaan perekat 0% dan 3% tidak berbeda nyata (P-value = 0,099), dan pada penggunaan perekat 3% dan 5% tidak berbeda nyata (P-value = 0,540). Sedangkan penggunaan perekat 7%, 3% dan 5% berbeda nyata.
Analisis Produk Asap Cair Berdasarkan Variasi Limbah Cangkang Kemiri dan Sekam Padi Shafwan Amrullah; Cyrilla Oktaviananda
Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo (JTPG) Vol 8 No 1 (2023): Jurnal JTPG (Mei)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtpg.v8i1.1147

Abstract

Pengawetan makanan merupakan salah satu hal penting dalam menanggulangi kelangkaan pangan. Hal ini disebabkan karena teknologi pengawetan makanan dapat memberikan dampak besar terhadap penyimpanan makanan. Salah satu produk yang paling banyak diminati saat ini adalah asap cair. Asap cair sendiri merupakan hasil kondensasi asap dari bahan dengan kandungan selulosa dan hemiselulosa, hingga menjadi asap cair yang dengan senyawa yang terkandung dapat mengawetkan makanan seperti daging dan ikan. Pada penelitian ini, dilakukan analisis karakter dari produk asap cair yang dibuat dengan variasi bahan baku, yaitu cangkang kemiri dan sekam padi (V1=100% cangkang kemiri, V2=70% cangkang kemiri dan 30% sekam padi, V3=50% cangkang kemiri dan 50% sekam padi. Hasil yang didapatkan dianalisis karakteristiknya berdasarkan rendemen, nilai pH, bobot jenis, dan kandungan asam asetat. Hasil yang didapatkan adalah rendemen terbaik adalah pada V3 yaitu 2,32. Nilai pH terendah adalah pada V1 yaitu 3,62. Bobot jenis dari ketiga variasi hampir sama yaitu 1,007 (V1), 1,008 (V2), dan 1,010 (V3). Sedangkan nilai asam asetat yang dihasilkan terbanyak adalah pada V1 yaitu 57,59%. Berdasarkan hasil yang didapatkan, V3 merupakan variasi terbaik dalam hal rendemen, pH, bobot jenis dan juga kandungan asam asetat berdasarkan SNI 8985:2021.
Pengaruh Jumlah Pengemulsi pada Pembuatan Cat Emulsi Berbasis Bahan Alami Kasein dari Susu Sapi Sari Purnavita; Cyrilla Oktaviananda; Elisa Rinihapsari; Priyo Wibowo; Yosef Bintang Satya Primahendra
METANA Vol 19, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/metana.v19i1.52473

Abstract

Produksi susu sapi yang melimpah tidak diikuti dengan permintaan yang tinggi dari  masyarakat sehingga banyak produk susu sapi yang tidak termanfaatkan. Susu sapi yang masih segar maupun yang sudah rusak memiliki kandungan kasein yang cukup tinggi. Kasein termasuk polimer alami sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan utama pada pembuatan cat emulsi. Pada pembuatan cat emulsi, faktor yang harus diperhatikan adalah kestabilan emulsi. Maka, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah pengemulsi (1 gram, 2 gram, 3 gram, dan 4 gram) yang digunakan terhadap karakteristik cat yang meliputi ukuran partikel, waktu kering, viskositas, daya rekat, dan kekerasan. Hasil uji statistik (Uji F) menunjukkan bahwa jumlah pengemulsi memiliki pengaruh terhadap karakteristik cat yang meliputi ukuran partikel, waktu kering, viskositas, daya rekat, dan kekerasan. Hasil penelitian dengan menggunakan uji statistik (Uji F) menunjukkan bahwa jumlah pengemulsi berpengaruh nyata terhadap karakteristik viskositas, ukuran partikel, waktu kering, dan tingkat kekerasan, serta jumlah pengemulsi berpengaruh sangat nyata terhadap karakteristik daya rekat cat. Cat emulsi berbasis kasein dan kapur tohor dengan penambahan bahan pengemulsi CMC sebanyak 4 gram memiliki kualitas yang terbaik, yaitu nilai kekerasan 4 H, daya rekat 97,5%, waktu kering 38,5 menit, ukuran partikel 8,75 mikron, dan viskositas 450 d.Pa.s.   The abundant cow's milk production is not followed by high demand from the public so that many cow's milk products are not utilized. Cow's milk that is still fresh or that has been spoiled has a fairly high casein content. Casein is a natural polymer so it can be used as the main ingredient in the manufacture of emulsion paints. The factor that must be considered in the manufacture of emulsion paint is the stability of the emulsion, thus this study aims to determine the effect of the amount of emulsifier (1 gram, 2 gram, 3 gram, and 4 gram) used on the paint characteristics which include particle size, dry time, viscosity, adhesion, and hardness. Statistical test results (Test F) showed that the amount of emulsifier has an influence on the characteristics of the paint which includes particle size, drying time, viscosity, adhesion, and hardness. The results of the study using statistical tests (Test F) showed that the amount of emulsifier had a significant effect on the characteristics of viscosity, particle size, dry time, and level of hardness, and the amount of emulsifier had a very significant effect on the characteristics of paint adhesion. Casein and quicklime based emulsion paint with the addition of 4 grams of CMC emulsifier has the best quality, namely 4 H hardness, 97.5% adhesion, 38.5 minutes dry time, 8.75 micron particle size, and 450 viscosity. d.Pa.s.
ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE HAZOP DI PT. ASA: Bahasa Indonesia Cyrilla Oktaviananda; Rahel Margareta
The Journal of Teknologi Pangan Vol 3 No 1 (2022): Food Innovation, Hazard and Agro-industry Development
Publisher : Faculty of Agricultural Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberlanjutan bisnis suatu perusahaan merupakan salah satu hal yang menjadi perhatian baik pengusaha maupun tenaga kerja. Untuk mewujudkan tujuan ini salah satu aspek yang perlu menjadi perhatian manajemen perusahaan adalah kesehatan dan keselamatan kerja. Metode Hazard and Operability Study (HAZOP) merupakan salah satu tools yang dapat digunakan untuk menganalisis risiko kecelakaan kerja. PT. ASA sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan kulit yang memiliki lebih dari 200 tenaga kerja wajib menerapkan prinsip-prinsip kesehatan dan keselamatan kerja. Untuk mewujudkan perusahaan dengan zero accident, analisis risiko kecelakaan kerja adalah kegiatan yang harus dilakukan. Analisis risiko kecelakaan kerja dilakukan terhadap bidang kesehatan kerja, kelembagaan dan keahlian, K3 kebakaran, lingkungan kerja, dan K3 bahan kimia berbahaya. Hasil penelitian berdasarkan metode HAZOP didapatkan hasil bahwa bidang lingkungn kerja serta kelembagaan dan keahlian memiliki level risiko tinggi. Rekomendasi yang diberikan untuk meminimalkan risiko ini adalah dengan menyelenggarakan pelatihan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) secara konsisten kepada tenaga kerja. Untuk bidang kelembagaan dan keahlian direkomendasikan untuk mengikutsertakan operator forklift dalam pelatihan agar memiliki Surat Izin Operasi (SIO) yang diakui.
ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE HAZOP DI PT. ASA: Bahasa Indonesia Cyrilla Oktaviananda; Rahel Margareta
The Journal of Teknologi Pangan Vol 3 No 1 (2022): Food Innovation, Hazard and Agro-industry Development
Publisher : Faculty of Agriculture Science & Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberlanjutan bisnis suatu perusahaan merupakan salah satu hal yang menjadi perhatian baik pengusaha maupun tenaga kerja. Untuk mewujudkan tujuan ini salah satu aspek yang perlu menjadi perhatian manajemen perusahaan adalah kesehatan dan keselamatan kerja. Metode Hazard and Operability Study (HAZOP) merupakan salah satu tools yang dapat digunakan untuk menganalisis risiko kecelakaan kerja. PT. ASA sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan kulit yang memiliki lebih dari 200 tenaga kerja wajib menerapkan prinsip-prinsip kesehatan dan keselamatan kerja. Untuk mewujudkan perusahaan dengan zero accident, analisis risiko kecelakaan kerja adalah kegiatan yang harus dilakukan. Analisis risiko kecelakaan kerja dilakukan terhadap bidang kesehatan kerja, kelembagaan dan keahlian, K3 kebakaran, lingkungan kerja, dan K3 bahan kimia berbahaya. Hasil penelitian berdasarkan metode HAZOP didapatkan hasil bahwa bidang lingkungn kerja serta kelembagaan dan keahlian memiliki level risiko tinggi. Rekomendasi yang diberikan untuk meminimalkan risiko ini adalah dengan menyelenggarakan pelatihan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) secara konsisten kepada tenaga kerja. Untuk bidang kelembagaan dan keahlian direkomendasikan untuk mengikutsertakan operator forklift dalam pelatihan agar memiliki Surat Izin Operasi (SIO) yang diakui.
Karakterisasi Air Hasil Filtrasi Instalasi Pengolahan Air Sederhana Berdasarkan Variasi Waktu Filtrasi dan Ketebalan Media Arang Ampas Teh Aprilianto, Zaka; Oktaviananda, Cyrilla
Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Vol. 6 No. 1 (2024): JPPL, Maret 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/jppl.v6i1.2251

Abstract

The increase in population and the development of the industrial sector have resulted in water pollution and a decrease in the quality of clean water. Water treatment with filtration method is an effort to reduce the concentration of pollutants in water using adsorbents. This study aims to test the quality of water filtration results using a simple water treatment plant with tea grounds as the adsorbent. The media used in the simple water treatment plant are coconut fiber, zeolite sand, silica sand, tea grounds, gravel, and sponge. The water quality parameters tested were TDS (Total Dissolved Solid) analysis, pH analysis, organoleptic analysis, total hardness analysis, fixed hardness, temporary hardness and COD analysis. The independent variables in this study were the thickness of tea pulp media (0 cm, 3 cm, 5 cm, and 7 cm) and filtration time (20 minutes, 40 minutes, and 60 minutes). The results showed that the combination of tea pulp media height and process time had no significant effect on TDS, pH, hardness, COD, and organoleptic values. The optimum condition of tea pulp media height and process time with filtration-adsorption process for pH characteristics is in the treatment of 0 cm charcoal height, on the characteristics of total hardness and fixed hardness is in the treatment of 0 cm charcoal height and 20 minutes process time, while the optimum condition of temporary hardness is in the treatment of 7 cm charcoal height and 20 minutes process time.
Karakterisasi Biodiesel dari Minyak Jelantah Menggunakan Katalis CaO/SiO2 dari Ekstrak Cangkang Telur dan Sekam Padi Amrullah, Shafwan; Oktaviananda, Cyrilla
Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Vol. 6 No. 2 (2024): JPPL, September 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/jppl.v6i2.2418

Abstract

Energi terbarukan saat ini memiliki perhatian besar terhadap ketahanan energi dunia. Hal ini dikarenakan cadangan minyak berbasis fosil mengalami penipisan. Salah satu alternatif energi terbarukan adalah biodiesel. Harga produksi biodiesel saat ini masih relatif mahal. Sehingga pada penelitian ini bertujuan untuk membuat biodiesel murah dari minyak jelantah. Katalis yang digunakan adalah CaO/SiO2 dari limbah cangkang telur dan sekam padi dengan perbandingan 50:50 w/w. Penelitian dilakukan dengan pembuatan katalis dengan kalsinasi tertentu dan karakterisasi katalis menggunakan Surface Area Analyzer (SAA). Selanjutnya, biodiesel dibuat melalui proses esterifikasi dan transesterifikasi. Katalis CaO/SiO2 yang dihasilkan memiliki luas permukaan total sebesar 31,958 m2/gram. Nilai ini telah memenuhi standar luas permukaan katalis heterogen. Yield biodiesel yang dihasilkan dari jumlah katalis 5; 10; dan 15 gram berturut-turut sebesar 80%, 81%, dan 86%. Densitas biodiesel semakin kecil dengan meningkatnya kadar katalis yang digunakan. Densitas biodiesel dengan jumlah katalis 5,10, dan 15 gram berturut-turut 890, 860, 870 kg/m3. Nilai ini telah memenuhi SNI 7162:2015. Viskositas kinematik yang dihasilkan sedikit menurun dengan meningkatnya jumlah katalis yang digunakan. Viskositas kinematik yang dihasilkan dari jumlah katalis 5; 10; dan 15 gram berturut-turut adalah 3,1; 3,1; dan 3,0 mm2/s. Kadar FFA biodiesel cenderung menurun dengan penambahan jumlah katalis yang digunakan. Hasil penelitian ini belum memenuhi standar kadar FFA biodiesel yaitu maksimum 0,5 mg-KOH/g. Kadar FFA yang dihasilkan berturut-turut adalah 0,64%, 0,65%, dan 0,64%. Peningkatan jumlah katalis yang digunakan menyebabkan peningkatan methyl ester stearate. Hasil methyl ester stearat yang dihasilkan berdasarkan jumlah katalis 5, 10, dan 15 gram berturut-turut adalah 80,3%; 91,4%; dan 95,8%.
Pelatihan PENINGKATAN KOMPETENSI GURU KIMIA KABUPATEN KENDAL MELALUI PELATIHAN PENENTUAN BERAT MOLEKUL BERDASARKAN PENURUNAN TITIK BEKU: PENINGKATAN KOMPETENSI GURU KIMIA KABUPATEN KENDAL MELALUI PELATIHAN PENENTUAN BERAT MOLEKUL BERDASARKAN PENURUNAN TITIK BEKU Herman, Herman Yoseph Sriyana; Pratiwi, Mumpuni Asih; Purnavita, Sari; Oktaviananda, Cyrilla
Ngudi Waluyo Empowerment: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Ngudi Waluyo Empowerment: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Komputer dan Pendidikan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Guru Kimia Kabupaten Kendal adalah wadah perkumpulan guru kimia dari SMA yang ada di Kabupaten Kendal. Berdasarkan Surat Permohonan dari MGMP Kendal kepada Kaprodi D3 Teknik Kimia Politeknik Katolik Mangunwijaya Nomor : 03/MGMPK/V/2024 tentang permohonan sebagai nara sumber untuk pelatihan dengan materi “Penentuan Berat Molekul Berdasarkan Penurunan Titik Beku” Materi ini diajukan karena relevan untuk mendukung materi pembelajaran. Penentuan BM berdasarkan penurunan titik beku sangat relevan dengan materi stoikiometri di SMA. Melalui pelatihan ini diharapkan Guru kimia di Kabupaten Kendal memiliki variasi dalam pembelajaran stoikiometri sehingga lebih menarik. Materi ini menarik karena tidak diberikan secara teoritis tepai melalui pembelajaran praktikum di laboratorium. Kata kunci: pelatihan, MGMP, berat molekul
Pengaruh Rasio Jumlah Pati Sagu Dengan Carboxy Methyl Cellulose (CMC) Dan Jenis Plasticizer Terhadap Karakteristik Biodegradable Film Friska Septia; Sari Purnavita; Cyrilla Oktaviananda; Mumpuni Asih Pratiwi
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v10i1.12192

Abstract

Plastik biodegradable merupakan plastik yang ramah lingkungan. Tujuan pada penelitian ini adalah mempelajari pengaruh komposisi pati sagu dan CMC dengan jenis plasticizer dan mendapatkan kondisi optimum. Variabel bebas (75:25, 80:20, 85:15, 90:10, 95:5) (%) pada penelitian ini adalah komposisi jumlah pati sagu dengan CMC dan jenis plasticizer (gliserol dan sorbitol) terhadap karakteristik biodegradable film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CMC yang terbuat dari sabut kelapa muda memiliki sifat fisik berbentuk serabut-serabut yang pendek, berwarna kuning, larut dalam air, kental dan memiliki nilai derajat substitusi sebesar 0.033756. Hasil uji anova menunjukkan bahwa kombinasi pati sagu dan CMC dengan jenis plasticizer tidak berpengaruh terhadap karakteristik ketebalan, ketahanan air dan degradabilitas, sehingga dilihat secara deskriptif. Pada komposisi pati sagu dan CMC rasio 95:5 (%) menghasilkan morfologi, ketebalan, ketahanan air dan degradabilitas terbaik. Pada komposisi pati sagu dan CMC rasio 75:25 (%) dengan plasticizer sorbitol menghasilkan nilai tensile strength tertinggi sedangkan pada komposisi jumlah pati sagu dan CMC rasio 85:15 (%) plasticizer gliserol menghasilkan nilai elongasi tertinggi.
PEMANFAATAN LIMBAH STYROFOAM UNTUK APLIKASI CAT EMULSI BERBASIS AIR Septia, Friska; Purnavita, Sari; Sutanti, Sri; Oktaviananda, Cyrilla
CHEMTAG Journal of Chemical Engineering Vol 6, No 1 (2025): CHEMTAG Journal of Chemical Engineering
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/cjce.v6i1.5828

Abstract

Styrofoam dibuat dari polimer polystyrene jenis emulsi. Polystyrene mengandung monomer styrene yang murah dan mudah didapat, akan tetapi sulit terdegradasi oleh alam. Oleh karena itu perlu dilakukan terobosan untuk pemanfaatan limbah polystyrene seperti styrofoam menjadi produk yang mempunyai nilai ekonomis dan dapat dimanfaaatkan pada industri seperti lem lateks atau cat emulsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi jenis filler (kalsium karbonat, talk, dan kaolin) dan komposisi bahan pigment dengan filler (90:10, 80:20, 70:30, dan 60:40) yang digunakan terhadap karakteristik cat yang meliputi daya tutup, morfologi, kestabilan emulsi, daya rekat, waktu kering, hardness, viskositas, dan ketahanan air. Hasil penelitian dengan menggunakan uji statistik (Uji F) menunjukkan bahwa kombinasi jenis filler dan komposisi bahan pigment dengan filler berpengaruh nyata terhadap karakteristik daya rekat dan hardness, serta kombinasi jenis filler dan komposisi bahan pigment dengan filler berpengaruh sangat nyata terhadap karakteristik cat yang meliputi waktu kering dan viskositas. Cat emulsi berbasis air dari bahan binder limbah styrofoam dengan kombinasi jenis filler talc dan komposisi bahan pigment dengan filler 60;40 memiliki kualitas yang terbaik, yaitu kestabilan emulsi 12,5 hari, daya rekat 84,38%, waktu kering 38,5 menit, hardness 3H, viskositas 87 detik, dan ketahanan air 30,45 gram.