Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Karakterisasi Briket Bonggol Jagung dengan Variasi Konsentrasi Tepung Beras Ketan sebagai Perekat Shafwan Amrullah; Cyrilla Oktaviananda
Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo (JTPG) Vol 8 No 1 (2023): Jurnal JTPG (Mei)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtpg.v8i1.1142

Abstract

Kebutuhan energi suatu negara sangatlah penting. Peningkatan aktivitas manusia berimplikasi pada meningkatnya kebutuhan energi terutama bahan bakar fosil yang tidak dapat diperbaharui. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam produksi produk energi alternatif seperti briket dengan menggunakan limbah organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi jumlah perekat tepung beras ketan dengan konsentrasi 0%, 3%, 5%, dan 7%, terhadap kadar air, kadar abu, indeks kehancuran, dan nilai kalor briket bonggol jagung. Penelitian ini menggunakan ANOVA dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor untuk mengetahui pengaruh penggunaan variasi perekat terhadap briket bonggol jangung. Hasil penelitian menunjukkan indeks kehancuran berpengaruh pada jumlah perekat tepung beras ketan, nilai tertinggi ada pada konsentrasi perekat 5% sebesar 0,5% dan nilai terendah ada pada konsentrasi perekat 7% sebesar 0,11%, secara statistik perlakuan variasi perekat berbeda nyata (P-value = 0,29) sehingga dilakukan uji duncan yang dimana penggunaan perekat 7% dan 0% tidak berbeda nyata (P-value = 0,378), selanjutnya penggunaan perekat 0% dan 3% tidak berbeda nyata (P-value = 0,099), dan pada penggunaan perekat 3% dan 5% tidak berbeda nyata (P-value = 0,540). Sedangkan penggunaan perekat 7%, 3% dan 5% berbeda nyata.
Analisis Produk Asap Cair Berdasarkan Variasi Limbah Cangkang Kemiri dan Sekam Padi Shafwan Amrullah; Cyrilla Oktaviananda
Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo (JTPG) Vol 8 No 1 (2023): Jurnal JTPG (Mei)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtpg.v8i1.1147

Abstract

Pengawetan makanan merupakan salah satu hal penting dalam menanggulangi kelangkaan pangan. Hal ini disebabkan karena teknologi pengawetan makanan dapat memberikan dampak besar terhadap penyimpanan makanan. Salah satu produk yang paling banyak diminati saat ini adalah asap cair. Asap cair sendiri merupakan hasil kondensasi asap dari bahan dengan kandungan selulosa dan hemiselulosa, hingga menjadi asap cair yang dengan senyawa yang terkandung dapat mengawetkan makanan seperti daging dan ikan. Pada penelitian ini, dilakukan analisis karakter dari produk asap cair yang dibuat dengan variasi bahan baku, yaitu cangkang kemiri dan sekam padi (V1=100% cangkang kemiri, V2=70% cangkang kemiri dan 30% sekam padi, V3=50% cangkang kemiri dan 50% sekam padi. Hasil yang didapatkan dianalisis karakteristiknya berdasarkan rendemen, nilai pH, bobot jenis, dan kandungan asam asetat. Hasil yang didapatkan adalah rendemen terbaik adalah pada V3 yaitu 2,32. Nilai pH terendah adalah pada V1 yaitu 3,62. Bobot jenis dari ketiga variasi hampir sama yaitu 1,007 (V1), 1,008 (V2), dan 1,010 (V3). Sedangkan nilai asam asetat yang dihasilkan terbanyak adalah pada V1 yaitu 57,59%. Berdasarkan hasil yang didapatkan, V3 merupakan variasi terbaik dalam hal rendemen, pH, bobot jenis dan juga kandungan asam asetat berdasarkan SNI 8985:2021.
Pengaruh Jumlah Pengemulsi pada Pembuatan Cat Emulsi Berbasis Bahan Alami Kasein dari Susu Sapi Sari Purnavita; Cyrilla Oktaviananda; Elisa Rinihapsari; Priyo Wibowo; Yosef Bintang Satya Primahendra
METANA Vol 19, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/metana.v19i1.52473

Abstract

Produksi susu sapi yang melimpah tidak diikuti dengan permintaan yang tinggi dari  masyarakat sehingga banyak produk susu sapi yang tidak termanfaatkan. Susu sapi yang masih segar maupun yang sudah rusak memiliki kandungan kasein yang cukup tinggi. Kasein termasuk polimer alami sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan utama pada pembuatan cat emulsi. Pada pembuatan cat emulsi, faktor yang harus diperhatikan adalah kestabilan emulsi. Maka, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah pengemulsi (1 gram, 2 gram, 3 gram, dan 4 gram) yang digunakan terhadap karakteristik cat yang meliputi ukuran partikel, waktu kering, viskositas, daya rekat, dan kekerasan. Hasil uji statistik (Uji F) menunjukkan bahwa jumlah pengemulsi memiliki pengaruh terhadap karakteristik cat yang meliputi ukuran partikel, waktu kering, viskositas, daya rekat, dan kekerasan. Hasil penelitian dengan menggunakan uji statistik (Uji F) menunjukkan bahwa jumlah pengemulsi berpengaruh nyata terhadap karakteristik viskositas, ukuran partikel, waktu kering, dan tingkat kekerasan, serta jumlah pengemulsi berpengaruh sangat nyata terhadap karakteristik daya rekat cat. Cat emulsi berbasis kasein dan kapur tohor dengan penambahan bahan pengemulsi CMC sebanyak 4 gram memiliki kualitas yang terbaik, yaitu nilai kekerasan 4 H, daya rekat 97,5%, waktu kering 38,5 menit, ukuran partikel 8,75 mikron, dan viskositas 450 d.Pa.s.   The abundant cow's milk production is not followed by high demand from the public so that many cow's milk products are not utilized. Cow's milk that is still fresh or that has been spoiled has a fairly high casein content. Casein is a natural polymer so it can be used as the main ingredient in the manufacture of emulsion paints. The factor that must be considered in the manufacture of emulsion paint is the stability of the emulsion, thus this study aims to determine the effect of the amount of emulsifier (1 gram, 2 gram, 3 gram, and 4 gram) used on the paint characteristics which include particle size, dry time, viscosity, adhesion, and hardness. Statistical test results (Test F) showed that the amount of emulsifier has an influence on the characteristics of the paint which includes particle size, drying time, viscosity, adhesion, and hardness. The results of the study using statistical tests (Test F) showed that the amount of emulsifier had a significant effect on the characteristics of viscosity, particle size, dry time, and level of hardness, and the amount of emulsifier had a very significant effect on the characteristics of paint adhesion. Casein and quicklime based emulsion paint with the addition of 4 grams of CMC emulsifier has the best quality, namely 4 H hardness, 97.5% adhesion, 38.5 minutes dry time, 8.75 micron particle size, and 450 viscosity. d.Pa.s.
ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE HAZOP DI PT. ASA: Bahasa Indonesia Cyrilla Oktaviananda; Rahel Margareta
The Journal of Teknologi Pangan Vol 3 No 1 (2022): Food Innovation, Hazard and Agro-industry Development
Publisher : Faculty of Agricultural Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberlanjutan bisnis suatu perusahaan merupakan salah satu hal yang menjadi perhatian baik pengusaha maupun tenaga kerja. Untuk mewujudkan tujuan ini salah satu aspek yang perlu menjadi perhatian manajemen perusahaan adalah kesehatan dan keselamatan kerja. Metode Hazard and Operability Study (HAZOP) merupakan salah satu tools yang dapat digunakan untuk menganalisis risiko kecelakaan kerja. PT. ASA sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan kulit yang memiliki lebih dari 200 tenaga kerja wajib menerapkan prinsip-prinsip kesehatan dan keselamatan kerja. Untuk mewujudkan perusahaan dengan zero accident, analisis risiko kecelakaan kerja adalah kegiatan yang harus dilakukan. Analisis risiko kecelakaan kerja dilakukan terhadap bidang kesehatan kerja, kelembagaan dan keahlian, K3 kebakaran, lingkungan kerja, dan K3 bahan kimia berbahaya. Hasil penelitian berdasarkan metode HAZOP didapatkan hasil bahwa bidang lingkungn kerja serta kelembagaan dan keahlian memiliki level risiko tinggi. Rekomendasi yang diberikan untuk meminimalkan risiko ini adalah dengan menyelenggarakan pelatihan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) secara konsisten kepada tenaga kerja. Untuk bidang kelembagaan dan keahlian direkomendasikan untuk mengikutsertakan operator forklift dalam pelatihan agar memiliki Surat Izin Operasi (SIO) yang diakui.
ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE HAZOP DI PT. ASA: Bahasa Indonesia Cyrilla Oktaviananda; Rahel Margareta
The Journal of Teknologi Pangan Vol 3 No 1 (2022): Food Innovation, Hazard and Agro-industry Development
Publisher : Faculty of Agriculture Science & Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberlanjutan bisnis suatu perusahaan merupakan salah satu hal yang menjadi perhatian baik pengusaha maupun tenaga kerja. Untuk mewujudkan tujuan ini salah satu aspek yang perlu menjadi perhatian manajemen perusahaan adalah kesehatan dan keselamatan kerja. Metode Hazard and Operability Study (HAZOP) merupakan salah satu tools yang dapat digunakan untuk menganalisis risiko kecelakaan kerja. PT. ASA sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan kulit yang memiliki lebih dari 200 tenaga kerja wajib menerapkan prinsip-prinsip kesehatan dan keselamatan kerja. Untuk mewujudkan perusahaan dengan zero accident, analisis risiko kecelakaan kerja adalah kegiatan yang harus dilakukan. Analisis risiko kecelakaan kerja dilakukan terhadap bidang kesehatan kerja, kelembagaan dan keahlian, K3 kebakaran, lingkungan kerja, dan K3 bahan kimia berbahaya. Hasil penelitian berdasarkan metode HAZOP didapatkan hasil bahwa bidang lingkungn kerja serta kelembagaan dan keahlian memiliki level risiko tinggi. Rekomendasi yang diberikan untuk meminimalkan risiko ini adalah dengan menyelenggarakan pelatihan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) secara konsisten kepada tenaga kerja. Untuk bidang kelembagaan dan keahlian direkomendasikan untuk mengikutsertakan operator forklift dalam pelatihan agar memiliki Surat Izin Operasi (SIO) yang diakui.
Praktik Pembuatan Lilin Aromaterapi Bagi Anak-Anak Dampingan Pelayanan Sosial Garam Guna Peningkatan Minat Belajar Cyrilla Oktaviananda; Sri Sutanti; Antonio Asmaranda Putra Kusuma; Leony Margrita
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 5, No 2 (2024): Jurnal Karya untuk Masyarakat
Publisher : STARKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/jkum.v5i2.1174

Abstract

Sesuai dengan visi dan misi Pelayanan Sosial (PS) Garam, anak-anak yang menjadi anak dampingan PS.Garam adalah anak-anak yang dikategorikan sebagai anak-anak dari keluarga prasejahtera dan memiliki kemampuan akademis rendah. Anak-anak dampingan PS. Garam terdiri dari berbagai tingkatan sekolah, mulai dari TK hingga SMA. Profil orangtua anak-anak dampingan sebagian besar bekerja sebagai pemulung, buruh serabutan, dan wiraswasta. Pendidikan orangtua yang rendah menjadikan para orangtua terpaksa bekerja apa saja untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Selain itu, orangtua yang kurang berpendidikan menyebabkan minimnya kesadaran orangtua akan pentingnya pendidikan. Latar belakang pendidikan orangtua seringkali mempengaruhi peran serta orangtua dalam upaya meningkatkan minat dan motivasi belajar anak-anak. Kegiatan pendampingan belajar yang dilakukan PS Garam setiap seminggu sekali dirasakan anak-anak dampingan sebagai kegiatan yang membosankan. Kegiatan pendampingan rutin juga belum dapat memotivasi anak-anak dampingan untuk belajar. Sebagai upaya memecahkan persoalan ini, PS Garam bermitra dengan tim pengabdian pada masyarakat Polteka Mangunwijaya hadir pada kegiatan pendampingan membawakan materi praktik pembuatan lilin aromaterapi. Tujuan kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan rasa keingintahuan dan membangun keterlibatan anak-anak dalam proses pembuatan suatu produk. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dibagi menjadi dua tahapan proses, yaitu: (1) materi pengantar untuk memotivasi anak-anak, (2) praktik pembuatan lilin aromaterapi. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan motivasi belajar anak-anak dan peningkatan keterlibatan anak-anak dalam kegiatan pendampingan setiap minggunya. Selain itu juga dihasilkan produk lilin aromaterapi yang dapat digunakan anak-anak secara mandiri.
Workshop Pembuatan Sabun Padat Aroma Kopi pada Mitra Kelompok Karya Ilmiah Remaja (KIR) SMA Kesatrian 1 Semarang Cyrilla Oktaviananda; Mumpuni Asih Pratiwi; Sari Purnavita
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Karya untuk Masyarakat
Publisher : STARKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/jkum.v3i2.753

Abstract

SMA Kesatrian 1 Semarang merupakan salah satu SMA swasta terakreditasi A di Kota Semarang yang didirikan pada tanggal 20 Mei 1967. SMA Kesatrian 1 Semarang terletak di Jl. Pamularsih 116 Semarang. SMA Kesatrian 1 memiliki visi utama dalam iman dan prestasi, berlandaskan kedisiplinan dan kekeluargaan. Untuk mewujudkan visi sekolah diperlukan langkah kecil dan nyata. Salah satu hal yang dilakukan adalah dengan pembimbingan keilmuan kepada Kelompok Karya Ilmiah Remaja (KIR). Pembimbingan ini bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas dan produktivitas Kelompok KIR sehingga mampu berkompetisi dan meningkatkan softskill untuk berwirausaha. Permasalahan lain ditemukan bahwa SMA Kesatrian 1 Semarang dalam hal ini sebagai mitra pengabdian pada masyarakat belum mengetahui kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Untuk itu, pada Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat ini dilakukan workshop pembuatan produk kimia terapan berupa sabun padat aroma kopi. Metode kegiatan yang dilakukan adalah melalui penjelasan umum secara klasikal mengenai alat, bahan, prinsip, dan prosedur dan sabun padat aroma kopi kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan sabun padat aroma kopi oleh para siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra memberikan respon yang positif dan antusias mengikuti kegiatan workshop. Mitra telah mengetahui alat, bahan, dan prosedur pembuatan sabun padat aroma kopi. Pengetahuan dan praktik yang telah diberikan diharapkan dapat meningkatkan kreativitas dan produktivitas siswa terutama dalam pembuatan produk-produk kimia terapan. ABSTRACT SMA Kesatrian 1 Semarang is one of the private high schools accredited A in Semarang City which was established on May 20, 1967. SMA Kesatrian 1 Semarang is located on Jl. Pamularsih 116 Semarang. SMA Kesatrian 1 has a main vision of faith and achievement, based on discipline and kinship. To realize the school's vision, small and real steps are needed. One of the things that is done is by providing scientific guidance to the Youth Scientific Work Group (KIR). This guidance aims to foster creativity and productivity of the KIR Group so that they are able to compete and improve their soft skills for entrepreneurship. Another problem was found that SMA Kesatrian 1 Semarang, in this case as a community service partner, did not know what activities could be done to achieve this goal. For this reason, in this Community Service Activity, a workshop on the manufacture of applied chemical products in the form of making solid soap with coffe aromas is held. The method of the activity carried out was through classical general explanations regarding tools, materials, principles, and procedures for coffe scented solid soap, then continued with direct practice of making solid coffe scented soap by students. The results of the activity showed that the partners gave a positive response and were enthusiastic about participating in the workshop activities. Partners already know the tools, materials, and procedures for making and solid coffe scented soap. The knowledge and practices that have been provided are expected to increase students' creativity and productivity, especially in the manufacture of applied chemical products.
Pemberdayaan Ekonomi Ibu-Ibu PKK RT 01 RW 11 Kelurahan Meteseh Kecamatan Tembalang Kota Semarang Melalui Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring Herman Yoseph Sriyana; Cyrilla Oktaviananda; Stefanus Muryanto; Teresa Divana Rosaria
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Karya untuk Masyarakat
Publisher : STARKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/jkum.v4i2.943

Abstract

Kekhawatiran akan isu inflasi global di tahun 2023 menyebabkan harga-harga kebutuhan rumah tangga semakin meningkat. Hal ini mendorong Ibu-Ibu PKK RT 01 RW 11 Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang untuk menggandeng Perguruan Tinggi dalam rangka pemberdayaan ekonomi warga. Melalui kerjasama dengan Politeknik Katolik Mangunwijaya dan Universitas 17 Agustus 1945, telah disepakati kegiatan pelatihan pembuatan sabun cuci piring. Materi sabun cuci piring dipilih dengan pertimbangan cara pembuatan dan pemasarannya yang mudah. Selain itu, sabun cuci piring merupakan salah satu kebutuhan pembersih rumah tangga yang harus selalu tersedia. Kegiatan pelatihan pembuatan sabun cuci piring dilakukan melalui 4 tahap yaitu: persiapan alat dan bahan, penjelasan pengetahuan dan fungsi bahan, penjelasan resep dan cara kerja serta praktik pembuatan, evaluasi kegiatan, dan perhitungan analisa ekonomi. Hasil dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah antusiasme Ibu-Ibu PKK dalam mengikuti dan mempraktikkan proses membuat sabun cuci piring, pengetahuan mengenai alat dan bahan, prinsip, dan cara pembuatan sabun cuci piring. Melalui kegiatan pengabdian pada masyarakat ini diharapkan kelompok mitra dapat menerapkan pengetahuan yang diberikan untuk efisiensi pengeluaran rumah tangga serta dapat menjadi kegiatan wirausaha untuk meningkatkan perekonomian keluarga. ABSTRACT Concerns about the issue of global inflation in 2023 will cause the prices of household needs to increase. This has encouraged PKK RT 01 RW 11 Meteseh Village, Tembalang District, Semarang City to partner with universities in the context of empowering the people's economy. Through collaboration with the Mangunwijaya Catholic Polytechnic and the University of August 17, 1945, a training activity for making dishwashing soap was agreed. The material for dishwashing soap is chosen by considering how easy it is to manufacture and market. In addition, dish soap is one of the household cleaning needs that must always be available. Dish soap making training activities are carried out through 4 stages, namely: preparation of tools and materials, explanation of knowledge and functions of ingredients, explanation of recipes and how to work as well as manufacturing practices, activity evaluation, and economic analysis calculations. The result of this community service activity is the enthusiasm of PKK mothers in following and practicing the process of making dish soap, knowledge of tools and materials, principles, and how to make dish soap. Through this community service activity, it is hoped that partner groups can apply the knowledge provided for efficiency in household expenses and can become entrepreneurial activities to improve the family economy.
Pelatihan Pembuatan Produk Kimia Terapan: Pembuatan Pelembut Pakaian bagi Siswa-siswi SMAN 16 Semarang Herman Yoseph Sriyana; Cyrilla Oktaviananda; Sari Purnavita; Adnan Darmawan; Endah Tri Utami Handhayani
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 4, No 1 (2023): Jurnal Karya untuk Masyarakat
Publisher : STARKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/jkum.v4i1.868

Abstract

SMA Negeri 16 Semarang terletak di Jalan Ngadirgo Tengah 1, Mijen, Kota Semarang. SMA Negeri 16 Semarang memiliki slogan BERKREASI, yaitu Berkolaborasi, Religi, dan Seni. Visi SMA Negeri 16 adalah mewujudkan pelajar yang berakhlak mulia mandiri, kreatif, dan berwawasan lingkungan. Salah satu sarana untuk mewujudkan sifat dan sikap kreatif para siswa SMA Negeri 16 adalah dengan mengadakan pelatihan pembuatan produk-produk kimia terapan. Kehadiran tim pengabdian masyarakat Prodi D3 Teknik Kimia Polteka Mangunwijaya bertujuan untuk membuka wawasan para siswa tentang jenis, prinsip, dan cara pembuatan produk kimia terapan. Salah satu produk kimia terapan yang mudah dibuat adalah pelembut pakaian. Pelembut pakaian adalah formula yang digunakan sebagai pelembut pakaian. Cara penggunaan pelembut pakaian adalah dengan dilarutkan dalam air kemudian digunakan untuk merendam pakaian. Metode yang dilakukan dalam kegiatan pelatihan ini dibagi menjadi 3 sesi utama, antara lain: penjelasan klasikal, praktik pembuatan produk, dan sesi tanya jawab. Hasil dari kegiatan ini adalah antusiasme para siswa SMA Negeri 16 dalam memahami dan mempraktikkan proses pembuatan pelembut pakaian. Pengetahuan mengenai alat dan bahan, prinsip, dan cara pembuatan pelembut pakaian diharapkan dapat meningkatkan kreativitas para siswa dalam mengembangkan produk-produk kimia terapan lainnya. ABSTRACT SMA Negeri 16 Semarang is located at Ngadirgo Tengah 1, Mijen, Semarang City. SMA Negeri 16 Semarang has a tagline BE CREATIVE, which are Collaboration, Religion, and Art. SMA Negeri 16's vision is to create students who have noble morals, are independent, creative, and have an environmental perspective. One of the means to realize the nature and creative attitude of SMA Negeri 16 students is by holding training on the manufacture of household products. The presence of the D3 Chemical Engineering Polteka Mangunwijaya community service team aims to open students’ insights about the types, principles, and methods of making applied chemical products. One of the applied chemical products that are easy to make is a softener. The way to use softener is to dissolve it in water and then use it to soak clothes. The method used in this training activity is divided into 3 main sessions. They are classical explanations, product manufacturing practices, and also question and answer sessions. The result of this activity is the enthusiasm of SMA Negeri 16 students in understanding and practicing the softener manufacturing process. Knowledge of tools and materials, principles, and methods of making softeners are expected to increase creativity in developing other applied chemical products.
Karakterisasi Air Hasil Filtrasi Instalasi Pengolahan Air Sederhana Berdasarkan Variasi Waktu Filtrasi dan Ketebalan Media Arang Ampas Teh Aprilianto, Zaka; Oktaviananda, Cyrilla
Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Vol. 6 No. 1 (2024): JPPL, Maret 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/jppl.v6i1.2251

Abstract

The increase in population and the development of the industrial sector have resulted in water pollution and a decrease in the quality of clean water. Water treatment with filtration method is an effort to reduce the concentration of pollutants in water using adsorbents. This study aims to test the quality of water filtration results using a simple water treatment plant with tea grounds as the adsorbent. The media used in the simple water treatment plant are coconut fiber, zeolite sand, silica sand, tea grounds, gravel, and sponge. The water quality parameters tested were TDS (Total Dissolved Solid) analysis, pH analysis, organoleptic analysis, total hardness analysis, fixed hardness, temporary hardness and COD analysis. The independent variables in this study were the thickness of tea pulp media (0 cm, 3 cm, 5 cm, and 7 cm) and filtration time (20 minutes, 40 minutes, and 60 minutes). The results showed that the combination of tea pulp media height and process time had no significant effect on TDS, pH, hardness, COD, and organoleptic values. The optimum condition of tea pulp media height and process time with filtration-adsorption process for pH characteristics is in the treatment of 0 cm charcoal height, on the characteristics of total hardness and fixed hardness is in the treatment of 0 cm charcoal height and 20 minutes process time, while the optimum condition of temporary hardness is in the treatment of 7 cm charcoal height and 20 minutes process time.