Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pengaruh Variasi Jenis Sampah dan Jumlah Larva BSF (Black Soldier Fly) pada Penguraian Sampah Organik Rumah Tangga Firstyaline, Jennycha Ananda Budhi; Oktaviananda, Cyrilla; Sriyana, Herman Yoseph; Rahayu, Lucia Hermawati
Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Vol. 7 No. 1 (2025): JPPL, Maret 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/jppl.v7i1.2641

Abstract

Bertambahnya jumlah penduduk dan konsumsi rumah tangga mengakibatkan peningkatan volume sampah rumah tangga. Peningkatan volume sampah rumah tangga akan menjadi masalah yang serius jika tidak dilakukan upaya pengolahan. Bertambahnya volume sampah dengan proses pengolahan yang tidak optimal akan mengakibatkan terjadinya penumpukan volume sampah organik di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengolah sampah pada skala rumah tangga adalah dengan cara penguraian menggunakan larva BSF (Black Soldier Fly). Sampah rumah tangga pada umumnya terdiri dari sisa-sisa sayuran dan kulit buah. Sisa sayuran dan buah-buahan termasuk dalam sampah organik yang memiliki banyak kandungan unsur hara. Kandungan unsur hara ini dapat dimanfaatkan oleh larva BSF sebagai sumber makanan untuk perkembangbiakannya. Kemampuan larva BSF dalam memakan sampah organik menjadikan larva BSF sebagai salah satu agen biodekomposter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis sampah dan variasi jumlah maggot terhadap efisiensi konversi pakan, indeks pengurangan limbah dan karakteristik maggot yang dihasilkan. Pada penelitian ini dilakukan dengan metode rancangan acak lengkap dengan dua variabel bebas dan dua kali pengulangan. Karakteristik fisik maggot yang meliputi, efisiensi konversi pakan yang dicerna (ECD/Efficiency of Conversion of Digested Feed) Indeks pengurangan limbah (WRI/Waste Reduction Index), dan kadar protein pada maggot kering. Hasil penelitian dianalisis dengan metode sidik ragam dimana memberikan hasil bahwa jenis sampah tidak berpengaruh terhadap nilai efisiensi konversi pakan (ECD), berpengaruh nyata terhadap nilai indeks pengurangan limbah (WRI) dan berpengaruh sangat nyata terhadap kadar protein.Kata kunci: Larva BSF, Maggot, Sampah Organik
Karakterisasi Air Hasil Filtrasi Instalasi Pengolahan Air Sederhana Berdasarkan Variasi Waktu Filtrasi dan Ketebalan Media Arang Ampas Teh Aprilianto, Zaka; Oktaviananda, Cyrilla
Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Vol. 6 No. 1 (2024): JPPL, Maret 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/jppl.v6i1.2251

Abstract

The increase in population and the development of the industrial sector have resulted in water pollution and a decrease in the quality of clean water. Water treatment with filtration method is an effort to reduce the concentration of pollutants in water using adsorbents. This study aims to test the quality of water filtration results using a simple water treatment plant with tea grounds as the adsorbent. The media used in the simple water treatment plant are coconut fiber, zeolite sand, silica sand, tea grounds, gravel, and sponge. The water quality parameters tested were TDS (Total Dissolved Solid) analysis, pH analysis, organoleptic analysis, total hardness analysis, fixed hardness, temporary hardness and COD analysis. The independent variables in this study were the thickness of tea pulp media (0 cm, 3 cm, 5 cm, and 7 cm) and filtration time (20 minutes, 40 minutes, and 60 minutes). The results showed that the combination of tea pulp media height and process time had no significant effect on TDS, pH, hardness, COD, and organoleptic values. The optimum condition of tea pulp media height and process time with filtration-adsorption process for pH characteristics is in the treatment of 0 cm charcoal height, on the characteristics of total hardness and fixed hardness is in the treatment of 0 cm charcoal height and 20 minutes process time, while the optimum condition of temporary hardness is in the treatment of 7 cm charcoal height and 20 minutes process time.
Pengaruh Variasi Jenis Sampah dan Jumlah Larva BSF (Black Soldier Fly) pada Penguraian Sampah Organik Rumah Tangga Firstyaline, Jennycha Ananda Budhi; Sriyana, Herman Yoseph; Rahayu, Lucia Hermawati; Oktaviananda, Cyrilla
Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Vol. 7 No. 1 (2025): JPPL, Maret 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/jppl.v7i1.2641

Abstract

The increase in population and household consumption can lead to an increase in the volume of household waste. The increase in the volume of household waste will become a serious problem if no processing efforts are made. If household-scale waste processing is not carried out, it can result in the accumulation of the volume of organic waste in the Integrated Waste Management Site (TPST). One of the efforts that can be made to process waste at the household scale is by decomposing it using BSF larvae (maggot). Household waste generally consists of vegetable scraps and fruit peels. Vegetable and fruit waste is classified as organic waste which contains many nutrients that are utilized by BSF larvae as a food source in their breeding. The ability of BSF larvae to eat organic waste makes them widely used as one of the biodecomposter agents. This study aims to determine the effect of waste type and variation in the number of maggot on feed conversion efficiency, waste reduction index and characteristics of maggot produced. This study was conducted with a complete randomized design method with two independent variables and two repetitions. The physical characteristics of maggot which include, digested feed conversion efficiency (ECD), waste reduction index (WRI), and protein content in dried maggot. The type of garbage has no significant effect on the value of feed conversion efficiency (ECD), has a significant effect on the value of the waste reduction index (WRI) and has a very significant effect on protein content. The variation in the number of maggot has a very significant effect on the value of feed conversion efficiency (ECD) and waste reduction index (WRI) and has a significant effect on protein content.
Alih Teknologi Pembuatan Sabun Mandi Sereh Wangi Mitra PKK RT 04 RW 01 Kelurahan Tambangan Sari Purnavita; Sri Sutanti; Cyrilla Oktaviananda; Rachel Dasmasela
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 2 No 2: JULI 2021
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/5991d885

Abstract

Kecamatan Mijen merupakan daerah yang subur, memiliki berbagai macam festival dan kegiatan tradisional serta destinasi agrowisata kampung sawah. Untuk meramaikan acara yang ada, mitra Ibu PKK RT 04 RW 01 Kelurahan Tambangan ingin memanfaatkan peluang untuk berwirausaha membuat produk sabun dengan memanfaatkan sumber daya alam sekitar. Akan tetapi permasalahan yang dihadapi, mitra belum mengetahui prosedur pembuatan dan alat yang digunakan dalam pembuatan sabun. Pada Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini, Ibu-ibu PKK diberikan pelatihan berupa alih teknologi pembuatan sabun mandi sereh wangi yang diikuti oleh 7 orang anggota, dengan tahapan kegiatan: penyuluhan tentang teknologi pembuatan sabun, pelatihan teknik kemasan, pelatihan analisis ekonomi, pelatihan pembuatan sabun mandi sereh wangi serta pelatihan pengemasan produk. Kegiatan Pengabdian Masyarakat bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan baru sebagai wujud pemberdayaan dan alih teknologi kepada para mitra. Dari hasil kegiatan, mitra memberikan respon positif, antusias dan bersikap kooperatif dalam mengikuti keseluruhan kegiatan. Mitra telah mengetahui prosedur dan alat untuk produksi dan pengemasan sabun mandi beserta analisis ekonomi. Mitra merasa bertambah wawasan dan keterampilannya setelah mengikuti pelatihan. Sehingga dapat disimpulkan, tujuan dan target kegiatan Pengabdian Masyarakat telah terpenuhi. Diharapkan ilmu yang telah didapatkan dapat dipergunakan untuk wirausaha yang berkelanjutan serta dibagikan kepada anggota PKK yang belum mengikuti pelatihan.
Workshop Pembuatan Sabun Padat Aroma Kopi pada Mitra Kelompok Karya Ilmiah Remaja (KIR) SMA Kesatrian 1 Semarang Cyrilla Oktaviananda; Mumpuni Asih Pratiwi; Sari Purnavita
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 3 No 2: JULI 2022
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/4batsd21

Abstract

SMA Kesatrian 1 Semarang merupakan salah satu SMA swasta terakreditasi A di Kota Semarang yang didirikan pada tanggal 20 Mei 1967. SMA Kesatrian 1 Semarang terletak di Jl. Pamularsih 116 Semarang. SMA Kesatrian 1 memiliki visi utama dalam iman dan prestasi, berlandaskan kedisiplinan dan kekeluargaan. Untuk mewujudkan visi sekolah diperlukan langkah kecil dan nyata. Salah satu hal yang dilakukan adalah dengan pembimbingan keilmuan kepada Kelompok Karya Ilmiah Remaja (KIR). Pembimbingan ini bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas dan produktivitas Kelompok KIR sehingga mampu berkompetisi dan meningkatkan softskill untuk berwirausaha. Permasalahan lain ditemukan bahwa SMA Kesatrian 1 Semarang dalam hal ini sebagai mitra pengabdian pada masyarakat belum mengetahui kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Untuk itu, pada Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat ini dilakukan workshop pembuatan produk kimia terapan berupa sabun padat aroma kopi. Metode kegiatan yang dilakukan adalah melalui penjelasan umum secara klasikal mengenai alat, bahan, prinsip, dan prosedur dan sabun padat aroma kopi kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan sabun padat aroma kopi oleh para siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra memberikan respon yang positif dan antusias mengikuti kegiatan workshop. Mitra telah mengetahui alat, bahan, dan prosedur pembuatan sabun padat aroma kopi. Pengetahuan dan praktik yang telah diberikan diharapkan dapat meningkatkan kreativitas dan produktivitas siswa terutama dalam pembuatan produk-produk kimia terapan.
Pelatihan Pembuatan Produk Kimia Terapan: Pembuatan Pelembut Pakaian bagi Siswa-siswi SMAN 16 Semarang Herman Yoseph Sriyana; Cyrilla Oktaviananda; Sari Purnavita; Adnan Darmawan; Endah Tri Utami Handhayani
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 4 No 1: JANUARI 2023
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/fxeg1s84

Abstract

SMA Negeri 16 Semarang terletak di Jalan Ngadirgo Tengah 1, Mijen, Kota Semarang. SMA Negeri 16 Semarang memiliki slogan BERKREASI, yaitu Berkolaborasi, Religi, dan Seni. Visi SMA Negeri 16 adalah mewujudkan pelajar yang berakhlak mulia mandiri, kreatif, dan berwawasan lingkungan. Salah satu sarana untuk mewujudkan sifat dan sikap kreatif para siswa SMA Negeri 16 adalah dengan mengadakan pelatihan pembuatan produk-produk kimia terapan. Kehadiran tim pengabdian masyarakat Prodi D3 Teknik Kimia Polteka Mangunwijaya bertujuan untuk membuka wawasan para siswa tentang jenis, prinsip, dan cara pembuatan produk kimia terapan. Salah satu produk kimia terapan yang mudah dibuat adalah pelembut pakaian. Pelembut pakaian adalah formula yang digunakan sebagai pelembut pakaian. Cara penggunaan pelembut pakaian adalah dengan dilarutkan dalam air kemudian digunakan untuk merendam pakaian. Metode yang dilakukan dalam kegiatan pelatihan ini dibagi menjadi 3 sesi utama, antara lain: penjelasan klasikal, praktik pembuatan produk, dan sesi tanya jawab. Hasil dari kegiatan ini adalah antusiasme para siswa SMA Negeri 16 dalam memahami dan mempraktikkan proses pembuatan pelembut pakaian. Pengetahuan mengenai alat dan bahan, prinsip, dan cara pembuatan pelembut pakaian diharapkan dapat meningkatkan kreativitas para siswa dalam mengembangkan produk-produk kimia terapan lainnya.
Karakterisasi Briket Bonggol Jagung dengan Variasi Konsentrasi Tepung Beras Ketan sebagai Perekat Shafwan Amrullah; Cyrilla Oktaviananda
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 8 No 1 (2023): Jurnal JTPG (Mei)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtpg.v8i1.1142

Abstract

Kebutuhan energi suatu negara sangatlah penting. Peningkatan aktivitas manusia berimplikasi pada meningkatnya kebutuhan energi terutama bahan bakar fosil yang tidak dapat diperbaharui. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam produksi produk energi alternatif seperti briket dengan menggunakan limbah organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi jumlah perekat tepung beras ketan dengan konsentrasi 0%, 3%, 5%, dan 7%, terhadap kadar air, kadar abu, indeks kehancuran, dan nilai kalor briket bonggol jagung. Penelitian ini menggunakan ANOVA dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor untuk mengetahui pengaruh penggunaan variasi perekat terhadap briket bonggol jangung. Hasil penelitian menunjukkan indeks kehancuran berpengaruh pada jumlah perekat tepung beras ketan, nilai tertinggi ada pada konsentrasi perekat 5% sebesar 0,5% dan nilai terendah ada pada konsentrasi perekat 7% sebesar 0,11%, secara statistik perlakuan variasi perekat berbeda nyata (P-value = 0,29) sehingga dilakukan uji duncan yang dimana penggunaan perekat 7% dan 0% tidak berbeda nyata (P-value = 0,378), selanjutnya penggunaan perekat 0% dan 3% tidak berbeda nyata (P-value = 0,099), dan pada penggunaan perekat 3% dan 5% tidak berbeda nyata (P-value = 0,540). Sedangkan penggunaan perekat 7%, 3% dan 5% berbeda nyata.
Analisis Produk Asap Cair Berdasarkan Variasi Limbah Cangkang Kemiri dan Sekam Padi Shafwan Amrullah; Cyrilla Oktaviananda
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 8 No 1 (2023): Jurnal JTPG (Mei)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtpg.v8i1.1147

Abstract

Pengawetan makanan merupakan salah satu hal penting dalam menanggulangi kelangkaan pangan. Hal ini disebabkan karena teknologi pengawetan makanan dapat memberikan dampak besar terhadap penyimpanan makanan. Salah satu produk yang paling banyak diminati saat ini adalah asap cair. Asap cair sendiri merupakan hasil kondensasi asap dari bahan dengan kandungan selulosa dan hemiselulosa, hingga menjadi asap cair yang dengan senyawa yang terkandung dapat mengawetkan makanan seperti daging dan ikan. Pada penelitian ini, dilakukan analisis karakter dari produk asap cair yang dibuat dengan variasi bahan baku, yaitu cangkang kemiri dan sekam padi (V1=100% cangkang kemiri, V2=70% cangkang kemiri dan 30% sekam padi, V3=50% cangkang kemiri dan 50% sekam padi. Hasil yang didapatkan dianalisis karakteristiknya berdasarkan rendemen, nilai pH, bobot jenis, dan kandungan asam asetat. Hasil yang didapatkan adalah rendemen terbaik adalah pada V3 yaitu 2,32. Nilai pH terendah adalah pada V1 yaitu 3,62. Bobot jenis dari ketiga variasi hampir sama yaitu 1,007 (V1), 1,008 (V2), dan 1,010 (V3). Sedangkan nilai asam asetat yang dihasilkan terbanyak adalah pada V1 yaitu 57,59%. Berdasarkan hasil yang didapatkan, V3 merupakan variasi terbaik dalam hal rendemen, pH, bobot jenis dan juga kandungan asam asetat berdasarkan SNI 8985:2021.