Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Improvement of Student Achievement Through Problem Based Differentiated Learning Wahyu Ma’ruf Dharmaji; Rina Astuti*
JIPI (Jurnal IPA dan Pembelajaran IPA) Vol 7, No 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jipi.v7i3.33145

Abstract

Learning needs to accommodate the diversity of students through innovative selection of strategies or learning models that are oriented towards an independent learning curriculum. The learning model that can be applied is through differentiated problem based learning (PBL) which can meet students' learning needs. This study aims to determine the increase in student learning outcomes using a differentiated PBL model. This research uses a type of qualitative research with a descriptive approach. Sampling was carried out using the purposive sampling technique, namely the technique of determining the sample with certain considerations. Data collection techniques using tests and observation sheets. Data analysis techniques used the normality test and paired sample t-test and used the formula on the observation sheet. The results showed that learning using the differentiation model with PBL increased significantly by 83.75 and the learning process took place effectively by 78
Potensi Eco Enzyme Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman Kangkung (Ipomoea reptans Poir) Zulfa Iswari; Rina Astuti
Agroteknika Vol 7 No 3 (2024): September 2024
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v7i3.262

Abstract

Permintaan sayur-sayuran sangat tinggi karena pertumbuhan penduduk Indonesia yang relatif pesat dan meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai manfaat menerapkan kebiasaan makan yang baik untuk meningkatkan kandungan gizi makanan. Kangkung (Ipomoea reptans Poir.) merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak diminati masyarakat Indonesia. Tumbuhan ini memerlukan makanan berupa air dan unsur hara untuk menunjang pertumbuhan dan produktivitasnya. Eco enzyme merupakan salah satu pupuk organik dengan kandungan nutrisi yang diperlukan oleh tanaman cukup banyak, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. Eco enzyme merupakan hasil fermentasi sampah dapur organik dari kulit buah, sayuran, gula pasir (gula merah, gula coklat, atau gula tebu), dan air. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa baik perkembangan tanaman kangkung dipengaruhi oleh pengolahan eco enzyme dari limbah rumah tangga. Rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu frekuensi pemberian eco enzyme pada benih tanaman kangkung menggunakan tiga ulangan pada masing-masing perlakuan digunakan untuk menyusun penelitian ini. Perlakuan yang digunakan berupa (E0): kontrol, (E1): aplikasi 1 minggu sekali dan (E2): aplikasi 2 minggu sekali. Untuk perlakuan (E0) tidak diberi eco enzyme namun disiram menggunakan air kran, sedangkan perlakuan (E1 dan E2) disiram menggunakan eco enzyme masing-masing sebanyak 50 mL/ pot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi eco enzyme dari limbah rumah tangga dapat diterapkan sebagai penunjang pertumbuhan dan produktivitas pada tanaman kangkung pengganti pupuk kandang. Dari pengaplikasian pada tanaman kangkung, setiap perlakuan tidak menunjukkan perbedaan hasil yang nyata.
Workshop on eco-enzyme production as the implementation of zero waste concept at SD Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta Lina Agustina; Rina Astuti; Aminah Asngad; Suparti Suparti; Erma Musbita Tyastuti; Siti Kartika Sari
Community Empowerment Vol 9 No 4 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.10421

Abstract

68% of household waste consists of organic waste, which significantly contributes to environmental pollution and can cause disruption if not managed properly. Unfortunately, proper management of organic waste is lacking, with a predominant method of disposal being dumping in empty land, waterways, or burning. However, organic waste holds potential for eco-friendly solutions such as eco enzymes. The objective of this community service initiative was to train individuals in producing eco enzymes from organic waste at SD Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta. The activities included educating the community about organic waste processing and conducting training sessions on eco enzyme production, including packaging and labeling. As a result of these efforts, teachers and students at SD Muhammadiyah Kottabarat gained the skills to utilize leftover fruit and vegetable waste, producing a total of 18 liters of eco enzymes. This included 2 jars of eco enzymes from vegetable waste and 4 jars from orange peels.