Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

KOMPOS DAUN SOLUSI KREATIF PENGENDALI LIMBAH Endang Setyaningsih; Dwi Setyo Astuti; Rina Astuti
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 3, No 2: September 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v3i2.5181

Abstract

Universitas Muhammadiyah Surakarta merupakan kampus swasta ternama di Indonesia. Kampus ini masuk dalam peringkat ke-8 terbaik kampus Indonesia. Keberhasilan menjadi Universitas ternama tidak lepas dari lengkapnya sarana prasarana kampus. Infrastruktur kampus yang dibangun sedemikian megah, lengkap, dan memiliki banyak lahan hijau menyebabkan kampus ini menjadi tempat yang nyaman untuk melakukan pembelajaran. Hal lain yang muncul dan tidak dapat dikesampingkan dengan adanya kampus hijau adalah masalah sampah terutama sampah daun. Banyaknya sampah daun yang dihasilkan dari setiap kampus yang terkumpul dengan bantuan tenaga maintenance kampus di setiap harinya, setiap minggu, dan setiap bulannya, memerlukan penangan khusus. Selama ini sampah daun yang hanya dikumpulkan dan dibuang ditempat pembuangan sampah akhir belum ada yang memanfaatkan. Tujuan dari program ini adalah untuk membuat kompos daun sebagai solusi kreatif pengendali limbah di kampus I, II, dan IV Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Model Pembelajaran Sosiosaintifik Blended Project-Based Learning (PJBL) Dalam Pembelajaran IPA di SMP/MTS Se-Boyolali D Djumadi; Rina Astuti; Lina Agustina; Annur Indra Kusumadani
Jurnal TUNAS Vol 3, No 1 (2021): Edisi November
Publisher : LPPM STIKOM Tunas Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30645/jtunas.v3i1.43

Abstract

Learning with Socioscientific Blended Project-Based Learning is a learning process that actively involves students both online and outside the network in reading, writing, conducting experiments, and analyzing, as well as finding solutions to social science-related problems in society. The use of the Blended Project-Based Learning (BPjBL) model is considered very beneficial because it can improve problem-solving and critical thinking skills. This community service aims to introduce the right Blended Project-Based Learning (BPjBL) learning model to improve students' thinking skills, namely the ability to think clearly and rationally which includes the ability to think reflectively and independently with a Socioscientific issues (SSI) approach that is able to produce learning products. HOTS (Higher Order Thinking Skill) orientation. This training is expected to provide skills to develop learning models for SMP/MTS teachers and apply them in science (Biology) learning. This training was attended by MGMP IPA (Biology) teachers throughout Boyolali, amounting to approximately fifty people, where the implementation is planned to last for 4 days, namely 21-24 August 2021
Utilization of organic domestic waste as liquid organic fertilizer at PCM Colomadu Suparti Suparti; Aminah Asngad; Lina Agustina; Rina Astuti; Ambarwati Ambarwati; Dwi Setyo Astuti; Erma Musbita Tyastuti; Siti Kartika Sari; Ria Anisa Fani; Muhammad Fauzi Nurromadhon; Firstnanda Ivanka Putri; Shalsa Shabilla Isna Putri; Siti Nur Syarifah; Nila Permatasari; Warsiti Warsiti
Community Empowerment Vol 7 No 10 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.7154

Abstract

The amount of organic household waste creates new problems in the environment, so there needs to be a solution to reduce waste. One of them is by making liquid organic fertilizer. The purpose of this community service is to provide training on the manufacture of liquid organic fertilizer from household waste. The method in this community service activity is to provide training on making POC from organic waste, conducting NPK POC tests, training and assistance in making POC product packaging at PCM Colomadu (Women Farmers Group (KWT) Berkah Tani 2). The result of this community service activity is that the KWT Berkah Tani 2 gains experience in making POCs so that they can help reduce organic waste in the Colomadu area.
Sosialisasi Model Pembelajaran Stimulus Environment Problem Solving (SEPS) pada MGMP IPA Guru-guru MTsN se Kabupaten Boyolali Rina Astuti; Annur Indrakusumadani; Djumadi Djumadi; Ima Aryani; Ilham Surya Halim; Salsabila Nur Rahmadhani
Jurnal Abdidas Vol. 4 No. 1 (2023): February, Pages 1-120
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v4i1.745

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan sosialisasi kepada Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA Guru-guru MTsN se Kabupaten Boyolali mengenai pengenalan penerapan stategi kepada peserta didik untuk meningkatkan kemampuan berfikir kritis dan cara mengatasi permasalahan lingkungan juga melibatkan pengetahuan dengan strategi Stimulus Environment Problem Solving (SEPS) untuk meningkatkan kemampuan HOTS. Kegiatan ini diikuti sebanyak 21 peserta dan dilaksanakan secara online, pemaparan materi dengan  menggunakan media zoom dan pembuatan latihan lembar kerja dilaksanakan melalui aplikasi scoology. Hasil yang didapat dari kegiatan pengabdian ini adalah Model Stimulus Environment Problem Solving (SEPS) dapat dipahami dan diaplikasikan oleh peserta pelatihan dengan mudah karena dipraktekkan langsung dilapangan selain itu  metode ini dapat diterapkan pada siswa agar lebih memahami dan membantu proses pembelajaran. Sosialisasi ini tidak hanya memberikan pengenalan mengenai Model Stimulus Environment Problem Solving (SEPS) namun juga dapat digunakan sebagai solusi alternatif model pembelajaran.
PROFIL LABORATORIUM IPA DI SMP NEGERI 2 KARANGDOWO TAHUN AJARAN 2021/2022 Aprilia Dwi Noorjanah; Rina Astuti; Halimah Sa’diyah
Journal of Educational Learning and Innovation (ELIa) Vol 3 No 1 (2023): Journal of Educational Learning and Innovation (ELIa)
Publisher : Institut of Shanti Bhuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46229/elia.v3i1.473

Abstract

Laboratorium menjadi hal yang sangat penting di sekolah untuk melaksanakan kegiatan praktikum. Standar kriteria laboratorium yang ideal tercantum dalam Permendiknas No. 24 Tahun 2007 dan Permendikbud No. 8 Tahun 2018. Tujuan dilakukannya penelitian untuk mengetahui profil laboratorium IPA dan kompetensi guru pengelola laboratorium ditinjau dari pelaksanaan praktikum IPA selama masa pandemi di SMP Negeri 2 Karangdowo. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data menggunakan teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian sarana dan prasarana laboratorium IPA berdasarkan Permendiknas No 24 Tahun 2007 dan Permendikbud No 8 Tahun 2018 memperoleh persentase masing- masing: a) ruang laboratorium 100% (sangat baik), b) sarana perabot laboratorium 85,7% (sangat baik), c) Peralatan pendidikan 60% (cukup). d) alat-alat percobaan 72,2% (baik), e) media pendidikan 100% (sangat baik), f) bahan habis pakai 76,9% (baik), f) peralatan lain 80% (baik). Simpulan penelitian ini adalah profil laboratorium IPA di SMP Negeri 2 Karangdowo termasuk kategori baik dengan persentase rata-rata 79,1% dari 100% standar minimum yang tercantum dalam Permendiknas No. 24 Tahun 2007 dan Permendikbud No. 8 Tahun 2018.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DI TINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN DI SMA MUHAMMADIYAH 1 SURAKARTA TA 2022/2023 Aprodita Lina Pratiwi; Rina Astuti
Biopedagogia Vol 5, No 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/biopedagogia.v5i1.3054

Abstract

Problem Based Learning (PBL) merupakan model pembelajaran yang memfasilitasi pembelajaran bermakna. Tujuan dari PBL adalah untuk menerapkan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan pengetahuan konten untuk memecahkan masalah. Berpikir kritis penting untuk mengembangkan kemampuan kognitif dan menyimpan informasi secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa setelah penggunaan model pembelajaran problem based learning kelas X pada materi pencemaran lingkungan di SMA Muhammadiyah 1 Surakarta ta 2022/2023. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu quasi eksperimen dengan desain post test control group design. Sampel penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling sehingga didapatkan dua kelas yang terbagi atas kelas kontrol dan kelas eksperimen. Instrument pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes berupa posttest dan tes kemampuan berpikir kritis. Hasil dari penelitian ini  nilai sig (2-tailed) 0.628 0.05 maka keputusan H0 diterima dan dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen, sedangkan kemampuan berpikir kritis siswa yang menggunakan model Problem Based Learning meningkat sebesar 1,7%.
ECOPOUNDING SEBAGAI TEMA PROYEK MERDEKA BELAJAR SISWA SMP MUHAMMADIYAH AL-KAUTSAR GUMPANG KARTASURA Triastuti Rahayu; Titik Suryani; Guntur Nurcahyanto; Rina Astuti; Erma Musbita Tyastuti; Siti Kartika Sari; Muhamad Wisnu
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.18562

Abstract

SMP Muhammadiyah Al Kautsar Kartasura akan menerapkan proyek merdeka belajar pada semester II 2022/2023 dengan tema kewirausahaan (KWU), tetapi sekolah belum siap karena ketiadaaan tutor.  Tim P2AD UMS menawarkan topik ecoprint sebagai tema KWU karena mempunyai praktisi di bidang tersebut. Tujuan kegiatan ini adalah membekali ketrampilan KWU bagi siswa-siswa SMP Muhammadiyah Al Kautsar Gumpang Kartasura dalam membuat batik alami menggunakan teknik ecopounding. Obyek kegiatan adalah seluruh siswa kelas VII. Tahapan kegiatan diawali dengan sosialisasi, penyiapan materi, bahan, dan alat, pelaksanaan, penilaian, dan perlombaan. Data yang dikumpulkan berupa nilai proses dan hasil kerja siswa yang ditabulasi menjadi nilai Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam rapor, nilai produk, dan evaluasi kegiatan menggunakan angket.  Pendampingan secara langsung oleh tim P2AD UMS di sekolah dilakukan sebanyak 4 kali dan pemberian video tutorial melalui youtube. Hasil nilai P5 menunjukkan ketrampilan siswa dengan kategori “SB” (sangat berkembang) sebanyak 64,52-96,77% dan kategori “BSH” (berkembang sesuai harapan) sebanyak 3,23-35,48%, sedangkan nilai produk menunjukkan kategori cukup dengan nilai 70-80 sebanyak 45% dan 12% dengan nilai >80. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 71% siswa mengalami peningkatan ketrampilan menggunakan teknik ecopounding dan 76% siswa menyatakan bahwa video tutorial sangat membantu siswa. Kegiatan pengabdian P2AD terlaksana sesuai rencana dengan beberapa penyesuaian. Hasil penilaian P5 komponen kreativitas sudah mencapai 96,77% tetapi nilai produk masih cukup dan kegiatan ini dapat meningkatkan ketrampilan siswa untuk mempraktekkan teknik ecopounding.
Education on family medicinal plants (TOGA) for KWT Berkah Tani 2, Ngasem Village, Karanganyar Santhyami Santhyami; Lina Agustina; Rina Astuti; Putri Agustina; Annur Indra Kusumadani; Siti Kartika Sari
Community Empowerment Vol 8 No 10 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.9746

Abstract

The residents of Ngasem Village already possess knowledge about the importance of Family Medicinal Plants (TOGA). However, they are not yet familiar with the benefits and methods of processing these medicinal plants. KWT Berkah Tani 2, located in Ngasem Village, Colomadu District, Karanganyar Regency, Central Java, has a large yard that remains underutilized, presenting the potential for planting TOGA. Therefore, the objective of this community service initiative is to educate the members of KWT Berkah Tani 2 about family medicinal plants, covering everything from planting to their health benefits. The program was carried out in six stages, including pre-testing, initial socialization, TOGA planting, simple processing of traditional medicinal products, post-testing, maintenance activities, and supervision. Ten types of medicinal plants were cultivated on a 700m2 area. The TOGA education program successfully increased participants' knowledge of basic TOGA concepts by 50%. Furthermore, there was a 20% rise in the number of participants who planted TOGA in their yards, and a 61.5% increase in knowledge regarding the health benefits of TOGA.
Improvement of Student Achievement Through Problem Based Differentiated Learning Wahyu Ma’ruf Dharmaji; Rina Astuti*
JIPI (Jurnal IPA dan Pembelajaran IPA) Vol 7, No 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jipi.v7i3.33145

Abstract

Learning needs to accommodate the diversity of students through innovative selection of strategies or learning models that are oriented towards an independent learning curriculum. The learning model that can be applied is through differentiated problem based learning (PBL) which can meet students' learning needs. This study aims to determine the increase in student learning outcomes using a differentiated PBL model. This research uses a type of qualitative research with a descriptive approach. Sampling was carried out using the purposive sampling technique, namely the technique of determining the sample with certain considerations. Data collection techniques using tests and observation sheets. Data analysis techniques used the normality test and paired sample t-test and used the formula on the observation sheet. The results showed that learning using the differentiation model with PBL increased significantly by 83.75 and the learning process took place effectively by 78
Potensi Eco Enzyme Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman Kangkung (Ipomoea reptans Poir) Zulfa Iswari; Rina Astuti
Agroteknika Vol 7 No 3 (2024): September 2024
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v7i3.262

Abstract

Permintaan sayur-sayuran sangat tinggi karena pertumbuhan penduduk Indonesia yang relatif pesat dan meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai manfaat menerapkan kebiasaan makan yang baik untuk meningkatkan kandungan gizi makanan. Kangkung (Ipomoea reptans Poir.) merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak diminati masyarakat Indonesia. Tumbuhan ini memerlukan makanan berupa air dan unsur hara untuk menunjang pertumbuhan dan produktivitasnya. Eco enzyme merupakan salah satu pupuk organik dengan kandungan nutrisi yang diperlukan oleh tanaman cukup banyak, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. Eco enzyme merupakan hasil fermentasi sampah dapur organik dari kulit buah, sayuran, gula pasir (gula merah, gula coklat, atau gula tebu), dan air. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa baik perkembangan tanaman kangkung dipengaruhi oleh pengolahan eco enzyme dari limbah rumah tangga. Rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu frekuensi pemberian eco enzyme pada benih tanaman kangkung menggunakan tiga ulangan pada masing-masing perlakuan digunakan untuk menyusun penelitian ini. Perlakuan yang digunakan berupa (E0): kontrol, (E1): aplikasi 1 minggu sekali dan (E2): aplikasi 2 minggu sekali. Untuk perlakuan (E0) tidak diberi eco enzyme namun disiram menggunakan air kran, sedangkan perlakuan (E1 dan E2) disiram menggunakan eco enzyme masing-masing sebanyak 50 mL/ pot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi eco enzyme dari limbah rumah tangga dapat diterapkan sebagai penunjang pertumbuhan dan produktivitas pada tanaman kangkung pengganti pupuk kandang. Dari pengaplikasian pada tanaman kangkung, setiap perlakuan tidak menunjukkan perbedaan hasil yang nyata.