Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PERANCANGAN KAMPUS POLITEKNIK PERTANIAN KOTAMOBAGU DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BIOFILIK Fahrain Septianda Mokoginta; Niniek Pratiwi; Muh. Rizal Mahanggi
Journal Of Building Architecture Vol. 3 No. 2 (2025): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (OKTOBER)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v3i2.59

Abstract

Menurut data BPS tahun 2023, Kota Kotamobagu dan Kabupaten di Bolaang Mongondow Raya memiliki potensi investasi signifikan terutama dalam sektor pertanian yang melibatkan 73.133 petani. Namun partisipasi pemuda masih rendah, hanya mencapai 1% dari total petani. Diperlukan peningkatan kontribusi dalam sektor pertanian melalui peningkatan pendidikan, khususnya pada pendidikan pertanian untuk memajukan sumber daya manusia. Saat ini, Kota Kotamobagu dan Bolaang Mongondow Raya menghadapi kendala dengan kurangnya perguruan tinggi yang menawarkan program pendidikan dan pelatihan di bidang pertanian. Oleh karena itu, perlu didirikan politeknik pertanian untuk mendorong kualitas pendidikan dan memajukan sektor pertanian. Selain itu, kesadaran akan hubungan manusia dengan alam menjadi faktor penting dalam proses pembelajaran yang dapat ditingkatkan melalui pendekatan arsitektur biofilik. Tujuan dari perancangan ini adalah menciptakan sebuah kampus politeknik pertanian yang memenuhi kebutuhan ruang civitas academika dan mencerminkan identitas sebagai pusat pendidikan pertanian dengan penekanan pada konsep arsitektur biofilik. Desain bangunan politeknik pertanian di Kota Kotamobagu yang mengintegrasikan konsep biofilik diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran yang nyaman dan mempererat keterkaitan manusia dengan alam. Penelitian ini menggunakan metode kualikatif, pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, studi lapangan, dan studi banding untuk membentuk dasar konsep perencanaan dan perancangan. Penerapan arsitektur biofilik dalam desain kampus ini memiliki novelty pada integrasinya sebagai strategi pedagogis, peningkatan kesehatan mental civitas akademika, serta pendekatan kontekstual terhadap iklim tropis, sehingga kampus tidak hanya berfungsi sebagai ruang pendidikan, tetapi juga sebagai ekosistem hidup yang mendukung pembelajaran berkelanjutan. Melalui analisis program ruang dan konsep fisik bangunan, diharapkan politeknik pertanian Kotamobagu dapat menjadi lokomotif bagi kemajuan pendidikan dan ekonomi di sektor pertanian.
Evaluasi Kenyamanan Termal Courtyard Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo Rahmayanti Rahmayanti; Nur Mutmainnah; Niniek Pratiwi
JARI: Journal of Architecture, Research and Innovation Vol. 2 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/jari.v2i1.1739

Abstract

Thermal comfort is a fundamental parameter in architectural performance, especially in tropical climate regions. This study presents a thermal evaluation an outdoor open courtyard in the Faculty of Engineering, Universitas Negeri Gorontalo. Field measurements were conducted for 60 minutes using air temperature, black-globe radiation temperature, relative humidity, and wind speed as primary indicators. Results show that the courtyard exceeded comfort tolerance: average temperature reached 46 , global radiation >47 , humidity ranged from 32–48 %, and wind speed was near stagnant. The analysis reveals that direct solar exposure, heat-retentive paving, and blocked cross-ventilation due to building mass arrangement are the main contributors to outdoor thermal stress.
Penerapan Arsitektur Hijau pada Perancangan Coconut Center di Gorontalo Rahmawati Juniar Lahay; Heryati Heryati; Niniek Pratiwi
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol. 10 No. 1 (2026): Oktober (INPRESS)
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v10i1.16385

Abstract

Coconut is a viral economic commodity for Indonesians due to its abundant yield. In Gorontalo, there also vast coconut plantations; however, the production of the commodity has not been optimized. Therefore, the design of the Coconut Center aims to maximize the potential of the coconut by accommodating three classified activities: primary, secondary, and supporting. The primary activity involves educational toirism. The supporting activities include management and other facilities that assiist the primary and secondary functions. The study employed three main data collection techniques; interview, direct observation, and literatura review. The design process involved collecting relevant data, identifying problems, defining design goals, and compiling theoretical frameworks to support architectural planning. The resulting analysis is then transformed into a Green architecture design concept. This concept  serves as a guideline for designing the Coconut Center in Gorontalo.