Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Body Image And Nutrition Knowledge With Fast Food Consumption Habits for Student During A Pandemic Evania Sekar Arumdani; Muwakhidah Muwakhidah; Pramudya Kurnia; Zulia Setyaningrum
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.372 KB)

Abstract

During the Pandemic Period, social restrictions were imposed so that student activities were carried out online which led to a decrease in physical activity. In addition, today's youth lifestyle is often consuming fast food because it is fast, practical and there are many fast food restaurants available around them. Knowledge of low nutrition can affect the habit of consuming fast food without paying attention to the nutritional content contained in it. The impact of excessive consumption of fast food can cause various nutritional problems, one of which is being overweight. Being overweight in adolescent girls causes adolescents to feel dissatisfied with their physical appearance and will lead to negative perceptions of their own bodies. This study aims to determine the relationship between body image (body image) and nutritional knowledge with fast food consumption habits in students of the Faculty of Health Sciences, University of Muhammadiyah Surakarta. The design of this research is observational with a cross sectional approach. The sampling technique used is Simple Random Sampling with a total sample of 113 people. Body image data was obtained from a body image questionnaire with the MBSRQ (Multidimensional Body-Self Relation Questionnaire) with a total of 32 questions and nutrition knowledge data obtained from a balanced nutrition knowledge questionnaire with a total of 20 questions, and data on fast food consumption habits obtained from the Food form. Frequency Questionnaire (FFQ) for the last 3 months. This research was conducted online using a Google form that was distributed through Whatsapp groups. Analysis of the relationship between variables using the Spearman Rank test. The perception of body image is included in the negative category, namely 92.9%, the level of nutritional knowledge is included in the good category, namely 72.6% and fast food consumption habits are included in the low category, namely 59.3%. Research subjects who have a negative body image and have fast food consumption habits in the high category are 41%, and research subjects who have good knowledge and have high fast food consumption habits are 41.5%. The results of this study indicate that there is no relationship between body image (p = 0.220) and nutritional knowledge (p = 0.740) with fast food consumption habits in students of the Faculty of Health Sciences, Muhammadiyah University, Surakarta.
Relationship between Exclusive Breastfeeding and Stunting in Children Under Five: Critical Review Putri Lutffiah Islamiyati; M Mutalazimah; M Muwakhidah; Zulia Setiyaningrum
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.396 KB)

Abstract

Prevalence of stunting in children under five in the world in 2019, which was 23.1% and in Indonesia in 2018, which was 30.8%. Exclusive breastfeeding is one of the factors that causes stunting in children under five. Breast milk contains nutrients that are in accordance with the growth and development of toddlers which can prevent stunting in children under five. This critical review design was aimed to review the articles related to exclusive breastfeeding and stunting in children under five. Articles were searched using the Google Scholar database source with a publication year of at least the last 10 years from national repute journal indexed by SINTA. This study reviewed 10 articles related to exclusive breastfeeding and stunting in children under five. This study found that most of the articles (7 articles) were showed a relationship between exclusive breastfeeding and stunting in children under five. According to these results, it is necessary to carry out promotive and preventive activities in the form of education related to exclusive breastfeeding to prevent and reduce the percentage of stunting in children under five.
Optimalisasi Pencegahan Anemia dengan Edukasi Gizi Via Daring Pada Remaja Putri Di Masa Pandemi Covid-19 Muwakhidah Muwakhidah; Luluk Ria Rakhma; Endang Nur Widiyaningsih; Listyani Hidayati; Setyaningrum Rahmawaty
Abdi Geomedisains Vol. 3, No. 1, July 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/abdigeomedisains.v3i1.345

Abstract

Permasalahan gizi yang sering pada remaja adalah anemia. Dampak dari anemia gizi pada remaja putri diantaranya prestasi belajar menurun karena daya konsentrasi belajar menurun. Angka kejadian anemia di Kabupaten Sukoharjo didapatkan anemia pada usia sekolah sebesar 26,5% menurut data Dinkes Provinsi Jateng 2014 dan meningkat menjadi 51,36 % pada 2018. Salah satu faktor penyebab terjadinya anemia adalah faktor pengetahuan. Penanganan permasalahan anemia pada remaja adalah pemberian edukasi gizi secara benar sehingga dapat meningkatkan pengetahuan. Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan tentang anemia pada remaja putri di Sukoharjo.  Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah penyuluhan melalui media daring (zoom meeting). Mitra yang terlibat antara lain, remaja putri tingkat SMP dan SMA di wilayah Sukoharjo sebanyak 112 orang. Materi yang diberikan berkaitan dengan trend kejadian anemia pada remaja putri, diet, factor risiko dan dampak/ akibat anemia serta penanggulangan anemia pada remaja putri yang telah dilakukan Dinkes Kabupaten Sukoharjo. Hasil kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi terhadap pengetahuan remaja putri. Remaja putri mendapatkan nilai yang baik pada dampak anemia 96%, memahami cara konsumsi tablet tambah darah 96%, memahami zat gizi penyebab anemia 86% dan memahami mengenai porsi isi piringku 73%.  Tingkat pengetahuan tentang anemia ini diharapkan dapat meningkatkan sikap dan perilaku remaja putri tentang anemia gizi. Remaja putri diharapkan dapat menerapkan pola makan gizi seimbang dalam konsumsi makanan sehari-hari sehinggan dapat meningkatkan kadar hemoglobin remaja putri.
LITERATURE REVIEW : HUBUNGAN ANTARA LINGKAR PINGGANG DENGAN KEJADIAN DIABETES MELITUS PADA INDIVIDU DEWASA DAN LANSIALITERATURE REVIEW : HUBUNGAN ANTARA LINGKAR PINGGANG DENGAN KEJADIAN DIABETES MELITUS PADA INDIVIDU DEWASA DAN LANSIA Umi Kurniawati; Dwi Sarbini; Muwakhidah Muwakhidah; Nur Lathifah Mardiyati
Jurnal Kesehatan Vol 15, No 2 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v15i2.19628

Abstract

Pendahuluan: Berdasarkan data prevalensi dunia sebesar 10,5% menderita diabetes melitus dan diperkirakan meningkat 12,2% pada tahun 2045. Salah satu factor risiko diabetes melitus yaitu obesitas sentral yang bisa diketahui salah satunya dengan lingkar piggang. Tujuan untuk mengetahui hubungan antara lingkar pinggang dengan kejadian diabetes melitus pada individu dewasa dan lansia. Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Literature Review pada desain studi Cross Sectional dengan mengkritisi 9 artikel 10 tahun terakhir (2012-2022) yang dipilih dari database “Pubmed” bereputasi internasional Q1-Q4. Kata kunci yang digunakan “diabetes mellitus” ditemukan 563.645 artikel dan ditambahkan “waist circumference” ditemukan 6.877 artikel serta ditambahkan filter “publication date 10 years”, “english language”, “free full text”, “adult and middle aged”ditemukan 125 artikel, kemudian dikeluarkan 27 artikel yang bukan metode cross sectional dan 93 artikle yang tidak menyediakan data diabetes mellitus didapatkan 9 artikel yang dilakukan abstract review. Hasil: Prevalensi kejadian diabetes melitus tertinggi di Kota Shanghai, Tiongkok sebesar 30,05% yang merupakan negara berkembang di benua Asia. Terdapat hubungan yang signifikan antara nilai lingkar pinggang dengan kejadian diabetes mellitus dengan nilai p value 0.05. Prevalensi diabetes melitus meningkat seiring bertambahnya usia, lebih tinggi pada laki-laki dan lebih tinggi pada perempuan, tidak berpendidikan, penduduk perkotaan, tidak melakukan aktivitas fisik, pada perokok dan mantan perokok, peminum alkohol, pada etnis minoritas dibandingkan kulit putih Kaukasia, serta di Skotlandia dibandingkan di Inggris. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara nilai lingkar pinggang mengalami obesitas sentral akan semakin berisiko mengalami diabetes melitus. Oleh karena itu, perlu intervensi mempertahankan nilai lingkar pinggang normal untuk mencegah kejadian diabetes melitus.
Hubungan Status Gizi dan Usia Menarche Dengan Kejadian Dismenore Pada Remaja Putri di Pondok Pesantren Ushuludin Lampung Selatan Marisa Puri Afiya; M Muwakhidah; Listyani Hidayati; Luluk Ria Rakhma
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dismenore sering terjadi pada wanita usia produktif salah satunya yaitu remaja. Hasil survei pendahuluan terdapat 80% remaja putri yang mengalami dismenore. Faktor-faktor yang diduga menjadi penyebab dismenore yaitu status gizi dan usia menarche. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan antara status gizi dan usia menarche dengan kejadian dismenore pada remaja putri di Pondok Pesantren Ushuludin. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan jenis observasional analitik. Desain penelitian cross sectional. Total Sampel 87 responden remaja putri di Pondok Pesantresn Ushuludin Lampung Selatan. Pengambilan data dengan teknik systematic random sampling. Instrumen yang digunakan untuk dismenore yaitu WaLIDD score, status gizi diukur menggunakan indeks IMT/U, dan usia menarche dengan kuesioner. Analisis bivariat menggunakan uji spearman dan chi square dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini yaitu responden paling banyak dengan usia remaja akhir 15-18 tahun (59,8%). Sebanyak 77% reponden mengalami dismenore. Responden dengan status gizi normal (72,4%) dan usia menarche dini (58,6%). Terdapat hubungan antara status gizi (p= 0,017; r=0,255) dan usia menarche (p=0,029; PR 2,631; 95% CI 1,1660-5,937) dengan kejadian dismenore pada remaja putri di Pondok Pesantren Ushuludin Lampung Selatan. Remaja putri sebaiknya selalu menjaga kondisi kesehatan dan diharapkan agar dapat memahami perawatan nyeri untuk mengurangi dismenore.
TINGKAT PENDIDIKAN IBU DAN POLA ASUH GIZI HUBUNGANNYA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN Ahmad Ari Shodikin; Mutalazimah Mutalazimah; Muwakhidah Muwakhidah; Nur Lathifah Mardiyati
Journal of Nutrition College Vol 12, No 1 (2023): Januari
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v12i1.35322

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh pemenuhan kebutuhan gizi tidak adekuat dalam jangka waktu lama sejak awal kelahiran yang memengaruhi pertumbuhan anak. Persentase stunting pada balita di Indonesia pada tahun 2021 sebesar 24,4%. Tingkat pendidikan ibu dan pola asuh gizi sebagai faktor tidak langsung dalam kejadian stunting pada balita, dikarenakan hal tersebut memengaruhi secara langsung asupan gizi balita.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan ibu dan pola asuh gizi dengan kejadian stunting pada balita di Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 57 balita dari total populasi sebanyak 187 balita yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling di 5 posyandu. Data yang dikaji meliputi karakteristik subjek, tingkat pendidikan ibu dan pola asuh gizi. Data pendidikan ibu dan pola asuh gizi diperoleh dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari 28 item pertanyaan (nilai r=0,968). Status gizi diperoleh dengan pengukuran antropometri yaitu mengukur tinggi badan dan berat badan. Analisis data dengan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase balita stunting sebesar 15,8%. Ibu dengan pendidikan rendah (Tidak sekolah, SD, SMP) sebesar 26,3%. Pola asuh gizi kategori kurang sebesar 54,4%. Dari uji hubungan tingkat pendidikan ibu dan pola asuh gizi masing-masing nilai p=0,427 dan p=0,718.Simpulan: Tingkat pendidikan ibu dan pola asuh gizi tidak berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. Dinas Kesehatan Sragen dan Puskesmas Gemolong diharapkan dapat memperbaiki perilaku pola asuh gizi ibu balita untuk mencegah terjadinya stunting di masa kedepannya yang diakibatkan oleh pola asuh gizi seimbang kurang baik. 
Validity of E-Booklet Media and Its Effect On Increasing Obesity Prevention Knowledge in Adulthood Siti Zulekah; Mutalazimah Mutalazimah; Hermawati Soetomo; Muwakhidah Muwakhidah
Journal of Health Education Vol 8 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jhe.v8i1.66284

Abstract

Background: Prevention efforts are needed to improve quality of life and reduce mortality due to the risk of degenerative diseases due to obesity. The aim of the study was to develop e-booklet media as an educational media for obesity prevention and analyse the effect of applying e-booklet media on increasing obesity prevention knowledge. Methods: This Research & Development research involved several subject groups including: material experts, media experts, media targets, small-scale media trial subjects and large-scale media implementation subjects. Data collection was carried out online via google form. Content validity analysis uses Content Validity Ratio (CVR) and Content Validity Index (CVI) while media validity and media objectives are based on the results of value conversion. Media trials were conducted with a knowledge pretest and post-test using a questionnaire. Analysis of the effect of media usage using the Wilcoxon test. Results: The media content validity test obtained a mean CVR value of 11.99 and CVI 0.85. Media expert validity obtained a mean value of 4.29 and media target validity obtained a mean value of 4.50. The small-scale media trial obtained an increase in knowledge of 29.64%, while the large-scale media application was 19.98%. Pretest and post-test analysis showed p=0.000. Conclusions: E-booklet media is very suitable as an educational medium to prevent adult obesity. The application of e-booklet media significantly affects the increase in knowledge about the prevention of adult obesity both on a small and large scale.
Online nutrition education on anemia and breakfast habits in adolescent girls Grishella Diandra Salsabila; Listyani Hidayati; Siti Zulaekah; Muwakhidah Muwakhidah; Firmansyah Firmansyah
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 9, No 2 (2024): June
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v9i2.1257

Abstract

The body's iron levels may become insufficient when one is not in the habit of having breakfast, potentially resulting in anemia among adolescents. Online nutrition education on anemia serves as a means to enhance knowledge and breakfast habits among adolescent girls. This study aimed to determine the effect of online nutrition education on anemia on adolescent girls’ breakfast habits. The study design was a cluster randomized trial (CRTs). The subjects were randomly assigned to the treatment group (n = 99) or the control group (n = 101). Research data were collected at SMP Negeri 5 Sukoharjo and SMP Negeri 2 Sukoharjo, which were selected through simple random sampling from March to December 2022. Online nutrition education was directed for six sessions over two weeks with a 1-month reflection. Data on breakfast habits were collected using the Food Record form and analyzed using the Mann–Whitney test. No improvement in breakfast habits was observed in either group. There was no difference in breakfast habits among adolescent girls in the treatment group, who received nutritional education about anemia, and in the control group, who did not (p=0,174). In conclusion, online nutrition education has not been sufficient to improve breakfast habits among adolescent girls. 
FAKTOR RISIKO RIWAYAT KELUARGA, IMT DAN LINGKAR PINGGANG DENGAN KEJADIAN DIABETES MELLITUS DI SURAKARTA Muwakhidah Muwakhidah; Syafira Azalia Khanza; Alfina Rahmadita; Ayu Kurnia Athasya
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 19, No 1 (2023): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v19i1.1049

Abstract

Risk factors for diabetes mellitus include: genetics/family history, age, diet, obesity and others. Family history and obesity are risk factors for diabetes mellitus. Data from the Surakarta Health Office found that the highest proportion of diabetes mellitus cases was found in 3 puskesmas including the Jayengan Health Center with 51.8%, Penumping Health Center 44.9% and Sibela Health Center 43.6%. The purpose of this study was to determine the risk factors for family history, BMI, waist circumference with the incidence of diabetes mellitus. This study method used a cross-sectional design with a sample of 49 diabetic patients and 49 non-diabetic mellitus patients. This study used the location of 3 health centers in Surakarta City, namely the Jayengan, Penumping and Sibela health centers. The diagnosis of DM and non-DM patients was based on the doctor's diagnosis at the puskesmas and the patient's medical records. The research instrument used questionnaires and weight scales and microtoice to measure height and metlin to measure waist circumference. Data analysis used the Chi Square test. The results showed that family history, occupation, and waist circumference were significant risk factors for DM (p < 0.001, p = 0.03, and p = < 0.001), while age, gender and BMI were not significant for DM. The need to maintain diet and physical activity so that BMI and waist circumference remain normal.
Asupan dan Status Gizi Remaja Putri di Kabupaten Sukoharjo Talitha Miftah Raharjati; Listyani Hidayati; Muwakhidah Muwakhidah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14319

Abstract

Malnutrition and excess nutrition can occur in children and adults, as well as in young women. This study aimed to determine the relationship between energy, protein, fat and carbohydrate intake and the nutritional status of adolescent girls. This research implemented a cross-sectional design, involving 200 young women in Sukoharjo Regency who were selected using a multistage sampling technique. Energy, protein, fat and carbohydrate intake data were measured using the Semi Quantitative Food Frequency Questioner (SQ-FFQ) method. Nutritional status was measured based on anthropometry, namely height and weight, then categorized based on body mass index indicators according to age. Hypothesis testing was carried out using Kendall's tau test. The results of the analysis showed that the intake in the good category for energy was 30%, protein intake was 34%, fat was 8%, and carbohydrates was 53.4%. The results of the correlation test show that the p value for each factor was energy = 0.056, protein = 0.086, fat = 0.060, and carbohydrates = 0.106. Furthermore, it was concluded that there was no significant relationship between energy intake and macronutrients consumed by adolescent girls and nutritional status.Keywords: energy intake; macronutrients; nutritional status; teenage girl ABSTRAK Kekurangan dan kelebihan gizi dapat terjadi pada anak-anak hingga orang dewasa, demikian pula pada remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat dengan status gizi remaja putri. Penelitian ini menerapkan rancangan cross-sectional, yang melibatkan 200 remaja putri di Kabupaten Sukoharjo yang dipilih dengan teknik multistage sampling. Data asupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat diukur dengan metode Semi Quantitative Food Frequency Questioner (SQ-FFQ). Status gizi diukur berdasarkan antropometri yaitu tinggi badan dan berat badan, kemudian dikategorikan berdasarkan indikator indeks massa tubuh menurut umur. Uji hipotesis dilakukan menggunakan uji Kendall’s tau. Hasil analisis menunjukkan bahwa asupan dengan kategori baik pada energi sebesar 30%, asupan protein 34%, lemak 8%, dan karbohidrat 53,4%. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai p untuk masing-masing faktor adalah energi = 0,056, protein = 0,086, lemak = 0,060, dan karbohidrat = 0,106. Selanjutnya disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan energi dan zat gizi makro yang dikonsumsi remaja putri dengan status gizi.Kata kunci: asupan energi; zat gizi makro; status gizi; remaja putri