Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Panggung

Pengembangan Koreografi Tari Podang Perisai dari Tradisi menjadi Modern di Kuantan Singingi Riau Irdawati Irdawati; Sukri Sukri
PANGGUNG Vol 28, No 2 (2018): Dinamika Keilmuan Seni Budaya dalam Inovasi Bentuk dan Fungsi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1369.211 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v28i2.519

Abstract

AbstractThis paper explores the development of Podang Perisai dance from a traditional form to a modern one, both textually and contextually. In textual analysis, Podang Perisai dance is related to dance composition including motion, dancers, musical accompaniment, costume, makeup and floor patterns, created by traditional artists who have not had any knowledge about a choreography in its modern meanings. This makes Podang Perisai dance is very simple following requirements at that time. Podang Perisai dance has seven different motions of mulai, sosor, paliang, rantak sabolah, rantak duo bolah, kuak ilalang and lantiang pauah. In its contextual analysis, Podang Perisai dance analyzed related to values of its struggle s in the past to maintain the performance to make it keeps alive following changes in the new era with the advance of technology which can bring tradition to be neglected.  The method used in the development of Podang Perisai dance is R&D (Research & Development) method. Furthermore, it also discusses the functions of dance and symbolic meanings contained in those seven different motions.Keywords: development, Podang Perisai dance, modern, tradition. AbstrakTulisan ini merupakan hasil penelitian tentang pengembangantari Podang Perisai dari tradisi menjadi modern, baik secara tekstualmaupunkontekstual. Secara tekstual, tari Podang Perisai berkaitan dengan komposisi tari meliputi gerak, penari, musik pengiring, busana, rias dan pola lantai, yang diciptakan oleh seniman tradisi yang belum mempunyai ilmu tentang koreografi sehingga tari Podang Perisai sangat sederhana sesuai dengan kebutuhan pada waktu itu. tari Podang Perisaimempunyai tujuh ragam gerak yaitu gerak mulai, sosor, paliang, rantak sabolah, rantak duo bolah, kuak ilalang dan lantiang pauah. Dari segi kontekstual, tari Podang Perisai dianalisis mengenai nilai-nilai perjuangan masa lalu yang harus dipertahankan agar tidak hilang begitu saja dengan hadirnya teknologi yang semakin canggih yang membuat nilai-nilai tradisi semakin terabaikan. Metode yang digunakan dalam pengembangan tari Podang Perisaiadalah R&D (Ressearch & Development). Tulisan ini juga membahas tentang fungsi tari dan makna simbolis yang terkandung dalam tujuh ragam gerak.Kata kunci: pengembangan, tari Podang Perisai, modern, tradisi. 
Fungsi dan Makna Simbolis Tari Toga di Kerajaan Siguntur Pulau Punjung Sumatera Barat Irdawati Irdawati
PANGGUNG Vol 30, No 4 (2020): Kearifan Lokal dalam Metode, Model dan Inovasi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2864.232 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v30i4.1371

Abstract

Tari Toga awalnya hanya berfungsi sebagai pertunjukan estetis oleh dayang-dayang untukraja, kemudian pada periode-periode berikutnya mengalami perubahan. Perubahan fungsitersebut dapat disaksikan pada upacara penobatan raja, penyambutan tamu-tamu kerajaan,pengangkatan penghulu, dan pesta perkawinan. Untuk dapat ditampilkan diwajibkan bagipihak penyelenggara memenuhi persyaratan-persyaratan berupa penyembelihan seekorkerbau dan penataan ruang pertunjukan persis sama seperti pertunjukan di istana KerajaanSiguntur. Secara umum, gerak tari Toga merupakan simbol-simbol yang diangkat dari aktivitasmasyarakat. Pertama, simbol yang berhubungan dengan pertanian terdapat pada gerak timalayo,ngirai, lambai, dan buang. Kedua, simbol yang berhubungan dengan sungai terdapat pada gerakayun duduak, tagak dan tak kutindam. Ketiga, simbol yang berhubungan dengan interaksi sosialterdapat pada gerak sambah pambuka, sambah panutuik, mupakaiak, dan ayun duduak. Tujuanpenulisan ini untuk mengungkap fungsi dan makna simbolis tari Toga. Metode penelitianyang digunakan metode penelitian kualitatif. Selanjutnya, tulisan ini nantinya menghasilkanpengkajian tentang fungsi dan makna simbolis tari Toga.Kata Kunci: Tari Toga, Kerajaan Siguntur, Simbol
Tari Manyakok, Tari Turun Mandi, dan Tari Podang Perisai sebagai Ekspresi Budaya Masyarakat Melayu Riau Irdawati Irdawati
PANGGUNG Vol 26, No 4 (2016): Orientalisme & Oksidentalisme Sebagai Relasi, Dominasi, dan Batasan dalam Estet
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1155.213 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v26i4.213

Abstract

ABSTRAKTulisan ini merupakan hasil penelitian tentang nilai-nilai budaya masyarakat Melayu melalui tiga tari tradisional di Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau. Tiga bentuk tari tradisional tersebut adalah  Tari Manyakok, Tari Turun Mandi dan Tari Podang Perisai. Ketiga tari tradisional hidup dan berkembang dilatar belakangi oleh budaya masyarakat setempat. Tari Manyakok merupakan cerminan budaya menangkap ikan yang memiliki simbol-simbol berkaitan dengan budaya masyarakatnya. Tari Turun mandi merupakan tarian ritual yang berhubungan dengan kelahiran seorang anak, dan tari Podang Perisai merupakan simbol kepahlawanan dalam mempertahankan daerah dari serangan musuh. Kata Kunci: Tari Manyakok, Tari Turun Mandi, Tari Podang Parisai, Budaya Melayu, Kuantan Sengingi ABSTRACTThis paper is describing the research about the value of culture of Malayan people through three different dance in Kuantan Singingi Regency of Riau Province. These dance are Manyakok Dance, Turun Mandi Dance, and Podang Perisai Dance. From these results, the conclusion is these form of dance are growing and spread, based on their own culture. Manyakok Dance reflect the tradition of fishing, and have the symbol that related with the culture. Turun Mandi Dance is a ritual dance that related with the birth of a child, and Podang Perisai Dance is a symbol of patriotizm in defending the region from the attack of enemy. Keywords : Dance Mangoyak,Dance Turun Mandi, Dance Podang Parisai, Malay Culture, Kuantan Sengingi