Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

IMPLEMENTASI NILAI MODERASI BERAGAMA DALAM PELATIHAN PEMBUATAN PTK GURU DI SMKN 8 PALANGKA RAYA Nurul Hikmah; Muslimah Muslimah; Yuliani Kholfiah; Ahmad Sanusi; Satria Satria; Rahmi Kurnia Handayani
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2021
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara terhadap wakil kepala sekolah didapatkan data bahwa guru di SMKN 8 Palangka Raya yang berstatus PNS sedang mempersiapkan pengusulan kenaikan pangkat. Menulis karya tulis ilmiah berupa Penelitian Tindakan Kelas menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi. Namun mereka masih belum memahami langkah-langkah dalam pembuatan PTK. Oleh sebab itu guru SMKN 8 Palangka Raya memerlukan pelatihan dan bimbingan mengenai pembuatan PTK. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan meningkatkan keterampilan guru SMKN 8 Palangka Raya tentang pembuatan PTK. Peserta berjumlah 15 orang yang terdiri dari 13 orang berstatus PNS dan 2 orang berstatus guru kontrak. 11 orang guru beragama Islam dan 4 orang menganut agama non Islam. Adanya keberagaman agama dari peserta kegiatan maka nilai moderasi beragama yaitu tasamuh dan tawasuth di implementasikan pada saat pelatihan sehingga kerukunan tetap terjaga. Pelaksanaan pelatihan menggunakan metode ceramah, tugas, Tanya jawab, diskusi dan bimbingan. Berdasarkan pengamatan selama kegiatan berlangsung didapat hasil yang positif, yaitu: Guru antusias mendengarkan penjelasan materi dan akif bertanya. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya kemampuan guru di SMKN 8 Palangka Raya dalam memahami langkah-langkah pembuatan PTK
SOSISALISASI BERBANGSA BERNEGARA MELALUI BUDAYA HANDEP HAPAKAT PEMASANGAN BENDERA DALAM MEMPERKUAT MODERASI Muslimah Muslimah; Dafit Dafit; Wahyu Alfian; Abdul Azis Al Fatah; Tina Sarmila; Rinto Hasiholan Hutapea; Ria Ria; Juni Juni; Nali Eka; Riri Rianti; Indra Prayogi; Rini Astuti; Nadia Sri Agustin
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2022
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian ini didasarkan pada budaya kearifan lokal handep hapakat (gotong royong) masyarakat suku Dayak yang dijadikan sebagai pandangan hidup dalam mengimpelementasikan berupa nilai toleransi, persaudaraaan, hingga kesetaraan. Pengabdian berbasis riset dalam kelompok KKN Kolaborasi Nusantara Moderasi Beragama berlokasi di desa Tangkahen, kecamatan Banama Tingang, kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah berlangsung selama empat puluh lima hari dari tanggal 19 Juli sampai dengan 1 September 2022. Sosialisasi dan penguatan moderasi beraagama dilakukan untuk memperkuat pola pikir masyarakat dalam menyikapi keragaman dengan bijak, toleran dan berkeadilan. Karenannya penting untuk melakukan pengabdian tentang sosialisasi membangun kehidupan berbangsa dan bernegara melalui budaya handep hapakat pemasangan bendera merah putih untuk memperkuat moderasi beragama di desa Tangkahen, kecamatan Banama Tingang, kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Metode yang dipakai dalam pengabdian masyarakat yaitu metode ABCD (Asset Based Community-driven Development) yang memiliki fokus utama memperkuat semangat kehidupan berbangsa dan bernegara serta moderasi beragama dengan pengembangan aset masyarakat dan sumber daya manusia melalui budaya sosial handep hapakat. Hasil pengabdian ini bahwa masyarakat desa Tangkahen yang selama ini sudah hidup dalam kebersamaan dan kekeluargaan, pada awalnya menganggap biasa saja terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara melalui budaya handep hapakat pemasangan bendera merah putih, karena sudah biasa dan aman-aman saja dalam kehidupan yang berbeda suku, budaya dan agama, namun dengan dilakukannya pengabdian melalui sosialisasi dalam praktik langsung, maka masyarakat desa Tangkahen semakin menyadari betapa pentingnya handep hapakat dalam pemasangan bendera merah putih yang berdampak pada penguatan moderasi beragama.
PENGUATAN NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KEGIATAN OLAHRAGA BOLA VOLI DI DESA TANGKAHEN Rinto Hasiholan Hutapea; Muslimah Muslimah; Nali Eka; Wahyu Alfian R.A.S; Riri Rianti; Ria Ria; Dafit Dafit; Rini Astuti; Nadia Sri Agustin; Juni Juni; Indra Prayogi; Abdul Azis Al Fatah
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2022
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis program pemberdayaan masyarakat oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Kolaborasi Nusantara Moderasi Beragama di desa Tangkahen, Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah. Program tersebut sebagai upaya mengoptimalisasikan kemitraan mahasiswa dengan masyarakat dalam penguatan nilai-nilai moderasi beragama melalui kegiatan olahraga bola voli. Pengabdian ini menggunakan metode ABCD (Asset Based Communitydriven Development) sebagai pemberdayaan aset yang dimiliki masyarakat, seperti memiliki sumber daya manusia yang terampil dalam berolahraga voli dan dapat dijadikan sebagai wadah untuk penguatan nilai-nilai moderasi beragama. Adapun hasil dari pengabdian ini mengungkapkan bahwa program olahraga voli mampu berbaur dan menanamkan nilai-nilai moderasi beragama kepada masyarakat, serta memberdayakan aset lokal dengan melakukan perbaikan lapangan bola dan fasilitasnya, yang kemudian menjadi rutinitas keseharian masyarakat pada sore hari. Selain itu, mahasiswa dan masyarakat mampu mengadakan perlombaan bola voli dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-77 pada bulan Agustus 2022. Perlombaan diikuti oleh masyarakat, khususnya pemuda-pemudi tingkat pelajar di Desa Tangakahen. Masyarakat Desa Tangkahen juga dapat memanfaatkan lapangan voli yang telah diperbaiki dan difasilitasi yang kemudian diberi papan nama “Lapangan Hantingan.” Masyarakat Desa Tangkahen senang dan gembira ketika bermain, tanpa memperdulikan perbedaan latar belakang suku, ras, dan agama. Masyarakat menunjukkan sikap yang antusias, akrab, saling tolong-menolong, saling menghormati, serta saling merawat kebersamaan dan keharmonisan.
Pelaksanaan Pendidikan Agama Islam Keluarga Muallaf di Desa Jangkang Kecamatan Pasak Talawang Kabupaten Kapuas Muliatul Muliatul; Muslimah Muslimah; Saudah Saudah; Sri Hidayati
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 21, No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v21i2.4712

Abstract

Abstract: Implementation of Islamic Education For Muallaf Family In Jangkang Village, Pasak Talawang District, Kapuas RegencyThis study to describe theimplementation of Islamic religious education for families of converts to Islam in the village of Jangkang, Pasak Talawang district Kapuas Regency and to determine the inhibiting and supporting factors for the implementation of Islamic religious education for converts to Islam in the village of Jangkang, Pasak Talawang District, Kapuas Regency. This research uses descriptive qualitative research. Data collection uses oobservation, interviews and documentation, while data validation uses source triangulation. While the data analysis used is data reduction, data display, verification. The results of this study describe: 1) The implementasion of Islamic education, for converts to Islam in the villageof Jangkang, Pasak Talawang District, Kapuas Regency, is realized trough the purpose of implementing Islami religious education, trough Islamic education methods, trough Islamic religous education materials. 2) The inhibiting and supporting factor for the implimentation fo Islamic religious education for converts to Islam in the village of Jangkang, Pasak Talawang District, Kapuas Regency include supporting factor for the faith attached to convert’s parent, strong motivation/ willinges andability tomanagetime to teach their children the existence of a family that guides and teaches about Islam, educational institut lons such as TPA While theinhibiting factors are weak faith, lack of motivation/ willingness to learn Islam and Islamic families do not guide.Abstrak: Pelaksanaan Pendidikan Agama Islam Keluarga Muallaf Di Desa Jangkang Kecamatan Pasak Talawang Kabupaten KapuasPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pendidikan agama Islam keluarga muallaf di desa Jangkang Kecamatan Pasak Talawang Kabupaten Kapuas dan untuk mengetahui faktor penghambat dan pendukung pelaksanaan pendidikan agama Islam keluarga muallaf di desa Jangkang Kecamatan Pasak Talawang Kabupaten Kapuas. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi, sementara pada pengabsahan data menggunakan trianggulasi sumber. Sedangkan analisis data yang digunakan adalah data reduction, data display, verification. Hasil penelitian ini mendeskripsikan tentang: 1) Pelaksanaan pendidikan agama Islam keluarga muallaf di desa Jangkang Kecamatan Pasak Talawang Kabupaten Kapuas di wujudkan melalui tujuan pelaksanaan pendidikan agama Islam, melalui metode pendidikan agama Islam, melalui materi pendidikan agama Islam. 2) Faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan pendidikan agama Islam keluarga muallaf di desa Jangkang Kecamatan Pasak Talawang Kabupaten Kapuas meliputi faktor pendukung terhadap keimanan yang melekat pada diri orang tua muallaf, motivasi/ kemauan yang kuat dan kemampuan memanagemen waktu untuk mengajarkan anaknya adanya keluarga yang membimbing dan mengajarkan tentang agama Islam, lembaga pendidikan seperti TPA. Sedangkan faktor penghambat yaitu keimanan yang lemah, tidak adanya motivasi/ kemauan untuk belajar agama Islam serta keluarga Islam tidak membimbing.