Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Geografi

ANALISIS KADAR HARA PUPUK ORGANIK KASCING DARI LIMBAH KANGKUNG DAN BAYAM Elfayetti Elfayetti; Mahara Sintong; Kamarlin Pinem; L. Primawati
JURNAL GEOGRAFI Vol 9, No 1 (2017): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v9i1.6042

Abstract

Pertanian organik merupakan sistem pertanian yang holistik yang mendukung dan mempercepat biodeversiti, siklus biologi dan aktivitas biologi tanah(International Federation of Organic Agriculture Movements,2014). Geografi Pertanian merupakan mata kuliah di Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unimed. Dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi yang diterapkan di Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unimed merupakan matakuliah wajib pada semester genap, tepatnya pada semester IV (empat). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pertumbuhan berat cacing tanah pada pupuk kascing dari limbah kangkung dan bayam dan untuk mengetahui kandungan hara N, P, K dan pH kascing dari limbah kangkung dan bayam pada tanah ultisol. Untuk mengatasi permasalahan pada pupuk organik, maka harus diupayakan bagaimana memperoleh pupuk yang memiliki unsur hara yang padat dan pengadaannya relatif murah dan mudah. Pemanfaatan limbah organik untuk budidaya cacing tanah merupakan salah satu tindakan yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut. Rendahnya bahan organik, N, P, K menunjukkan bahwa tanah pada percobaan ini membutuhkan bahan organik. Pemberian bahan organik seperti cacing diharapkan dapat meningkatkan Produktivitas Ultisol dimana Kascing mempunyai sifat-sifat kimia, fisika, dan biologi tanah yang baik, sehingga dapat meningkatkan serapan hara dan pertumbuhan tanaman. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa : 1. Jenis makanan berpengaruh terhadap pertumbuhan cacing tanah dan kualitas kascing yang dihasilkan. 2.Terdapat perbedaaan pada bobot cacing tanah yang dihasilkan dengan adanya perbedaan jenis makanan. Jenis makanan bayam memberikan tingkat pertumbuhan cacing tanah terbaik dengan terjadinya pertambahan bobot sebesar 650 gram yang awalnya hanya 250 gram. 3. Dari beberapa parameter sifat kimia dan biologi kascing, maka jenis makanan bayam memberikan nilai N tertinggi yaitu 0,52 dan pada pakan kangkung terdapatnilai p tertinggi yaitu 0,35.Kata Kunci : pertanian, oganik, pupuk, kascing
PENGARUH PEMBERIAN KASCING DAN PUPUK N, P, K BUATAN PADA ULTISOL TERHADAP SIFAT KIMIA TANAH DAN HASIL TANAMAN JAGUNG (ZEA MAYS L) Elfayetti Elfayetti
JURNAL GEOGRAFI Vol 1, No 1 (2009): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v1i1.6362

Abstract

Ultisol mempunyai sifat kimia yang kurang menguntungkan bagipertumbuhan dan hasil tanaman karena miskin unsur hara N,P,K,Ca,Mgdisamping itu kadar Al-dd dapat ditukar yang tinggi sehingga meracun bagitanaman.Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui pengaruhkasing terhadap sifat kimia tanah dan pertumbuhan serta produksi jagungpada Ultisol. 2).Untuk menentukan pengaruh N,P,K buatan terhadappertumbuhan serta produksi jagung pada Ultisol. 3). Untuk menemukanpengaruh interaksi kascing dan N,P,K buatan terhadap kadar hara danpertumbuhan serta produksi jagung pada UltisolPercobaan ini merupakan percobaan faktorial dengan rancang acaklengkap 5 x 5 perlakuan dan 3 kali ulangan’ Perlakuan yang digunakanadalah kascing dengan dosis 0, 5, 10, 15, 20 ton/ha dan pupuk N, P K buatandengan dosis 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%. Inkubasi tanah dilakukandengan pemberian kascing sesuai dengan dosis anjuran dengan cara diaduksecara merata dengan tanah , kemudian tanah disiram sampai kapasitaslapang, lalu diinkubasi selama dua minggu. Setelah itu dilakukan penanamanbiji jagung varietas C-7 pada setiap poly bag.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian kascing danpupuk N, P, K buatan mampu meningkatkan kandungan hara tanah dankandungan hara tanaman.Kata Kunci : Sifat Kimia Tanah , Kascing dan pupuk NPK buatan , Ultisol,Hasil Tanaman Jagung
Kompetensi Guru dan Peran Kepala Sekolah Untuk Meningkatkannya Elfayetti Elfayetti
JURNAL GEOGRAFI Vol 3, No 1 (2011): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v3i1.7285

Abstract

Dalam upaya meningkatan mutu pendidikan, kompetensi guru merupakan salah satu faktor yang amat penting. Kompetensi guru tersebut meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi personal, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. Upaya untuk meningkatkan kompetensi guru dapat dilakukan melalui optimalisasi peran kepala sekolah, sebagai : manajer, educator, administrator, supervisor, leader, pencipta iklim kerja dan wirausahawan. Seberapa jauh kepala sekolah dapat mengoptimalkan segenap peran yang diembannya, secara langsung maupun tidak langsung dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kompetensi guru, dan pada gilirannya dapat membawa efek terhadap peningkatan mutu pendidikan di sekolah.Kata kunci : Kompetensi guru, Peran kepala sekolah
Analisis Sikap Peduli Lingkungan Siswa Melalui Program Adiwiyata Di SMA Negeri 1 Medan Fadila Azmi; Elfayetti Elfayetti
JURNAL GEOGRAFI Vol 9, No 2 (2017): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v9i2.6901

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Bentuk program Adiwiyata di SMA Negeri 1 Medan Kecamatan Medan Polonia. (2) Sikap peduli lingkungan siswa melalui program Adiwiyata di SMA Negeri 1 Medan Kecamatan Medan Polonia.Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Medan Kecamatan Medan Polonia tahun 2017. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa/i SMA Negeri 1 Medan Kecamatan Medan Polonia yang berjumlah 1.712 siswa. Pengambilan sampel ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin, sehingga didapatkan sampel sebanyak 95 siswa. Penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara acak (propotional random sampling).Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, teknik komunikasi langsung, teknik studi dokumenter dan teknik komunikasi tidak langsung yaitu angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Bentuk program Adiwiyata di SMA Negeri 1 Medan Kecamatan Medan Polonia meliputi: (a) kebijakan sekolah berbasis lingkungan dilihat dari visi dan misi sekolah, program pengembangan diri yang terdiri dari kegiatan rutin sekolah, kegiatan spontan, keteladanandan dan pengkondisian. (b) Kurikulum sekolah berbasis lingkungan meliputi pengintegrasian dalam mata pelajaran. (c) Kebijakan sekolah berbasis partisipatif dilihat dari kegiatan ekstrakulikuler yaitukegiatan UKS dan KIR. (d) Pengelolaan sarana dan prasarana pendukung sekolah. (2) Sikap peduli lingkungan siswa melalui program Adiwiyata di SMA Negeri 1 Medan Kecamatan Medan Polonia cukup tinggi, sebagian besar siswa (77,90%) tergolong dalam kategori baik dengan rentang nilai 48 - 57 yang terdapat di kelas X, XI dan XII, kategori cukup (16,80%) dengan rentang nilai 34 – 47 yang terdapat di kelas X dan XII dan sebagian kecil siswa (5,30%) tergolong dalam kategori kurang dengan rentang nilai <33 terdapat  yang terdapat di kelas X. Artinya lebih banyak yang peduli lingkungan di SMA Negeri 1 MedanKata Kunci : Adiwiyata, Sikap Peduli Lingkungan
Pembuatan Pupuk Organik kascing dari Berbagai Jenis Limbah Sebagai Alternatif Meningkatkan Life Skill Mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Negeri Medan Elfayetti Elfayetti; Rohani Rohani
JURNAL GEOGRAFI Vol 4, No 1 (2012): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v4i1.7925

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan berat cacing tanah pada pupuk kascing berdasarkan jenis limbah yang berbeda dan kemampuan cacing memperbaiki beberapa sifat kimia  tanah ultisol.Pada penelitian ini digunakan cacing tanah spesies Lumbricus rubeltus,  sedangkan media hidup cacing tanah digunakan sekam kayu, kotoran sapi dan kotoran ayam. Untuk perlakuan jenis makanan cacing tanah digunakan kol dan ampas tahu. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap I adalah inkubasi tanah, tahap II pembudidayaan cacing dengan memelihara cacing tanah selama 3 minggu, yang diberi makanan berbeda sekali dalam tiga hari. Selanjutnya dilakukan analisis unsur hara tanah di laboratoriumHasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pertumbuhan cacing tanah yang dapat dilihat melalui pengamatan bobot cacing tanah serta perubahan sifat kimia tanah pada setiap aspek kimia tanah yang dinilai setelah dilakukan inkubasi pada tanah ultisol.Kata kunci : Pupuk Organik Kascing